Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di wilayah Kerja Puskesmas Leworeng Nurleli Nurleli
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.1 No.2 Desember (2019) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v1i2.2852

Abstract

Latar Belakang & Tujuan: Prevalensi hipertensi di dunia terjadi peningkatan setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 terdapat 1,5 miliar penderita hipertensi. Di Indonenesia berdasarkan data Riskesdas 2018 pada penduduk usia 18 tahun ke atas sebesar 34,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan tekanan darah awal dan akhir setelah pemberian jus semangka. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Pra eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Sampel sebanyak 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh tekanan darah sistolik setelah pemberian jus semangka dengan nilai p value  0,003, sedangkan pada tekanan darah diastolik tidak ada pengaruh setelah pemberian jus semangka dengan nilai p vaule 0,667 (p<0,05) terhadappenderita hipertensi. Kesimpulan: ada pengaruh setelah pemberian jus semangka terhadap tekanan darah tinggi pada lansia diwilayah kerja puskesmas leworeng kabupaten soppeng. Saran peneliti bagi Peneliti selanjutnya agar lebih mengembangkan penelitian dengan menambahkan faktor lain seperti asupan dan aktifitas fisik
Pencegahan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Nurleli Nurleli; Sri Syatriani; Resty Krisna Hera Lamaindy
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita Diabetes Melitus merupakan salah satu populasi yang rentan menderita COVID-19 karena sistem kekebalan tubuh terganggu, sehingga jika terjadi komplikasi membuatnya lebih sulit untuk melawan virus dan virus dapat berkembang di lingkungan glukosa darah tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan mencuci tangan, menjaga jarak, dan kebiasaan memakai masker pada penderita diabetes melitus. Jenis penelitian adalah penelitian analisis deskriptif. Sampel adalah pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Wasuponda sebanyak 51 penderita. Dengan teknik penarikan menggunakan total sampling, dan data di kumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dari 51 responden didapatkan bahwa yang memiliki kebiasaan cuci tangan sebanyak 50 responden (98,0%), jaga jarak sebanyak 48 responden (94,1%) dan memakai masker sebanyak 49 responden (96,1%). Simpul penelitian adalah kebiasaan cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker telah di lakukan sebagai upaya pencegahan COVID-19 pada penderita diabetes melitus. Saran Penderita diabetes melitus diharapkan agar tetap mempertahankan sikap untuk tetap melakukan kepatuhan protokol kesehatan
Clean and Healthy Lifestyle During the Covid-19 Pandemic in Preschool Children in Bulukumba District Esse Puji Pawenrusi; Nurleli Nurleli; Ade Isfi Hayatu Ulfa
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v3i1.1209

Abstract

School-age children are a critical age group, because at that age children are vulnerable to health problems. Data from the Covid-19 Handling Task Force shows that 777 children aged 0-18 years died due to exposure to Covid-19. In addition, the highest mortality rate is in the 0-2 year age group (0.71%), the 16-18 year age group (0.18%) and the 3-6 year age group (0.15%). To prevent the transmission of Covid-19, the government issued regulations related to the implementation of Clean and Healthy Lifestyle during the Covid-19 period. The purpose of the study was to determine the description of clean and healthy living behavior during the covid-19 pandemic in preschool children. This research is descriptive research. The population in this study were preschoolers. The sample is 49 students, with the sampling technique using total sampling. The results showed that the habit of wearing masks, healthy latrines, clean water, physical activity and consuming nutritious food was more in the never category, namely 25 (51.0%), 41 (83.6%), 48 (97.9%) , 30 (61.2%), and 34 (69.4%). The habit of washing hands, throwing garbage in its place, brushing teeth, consuming more deworming drugs with the occasional category of 28 (57.1%), 29 (59.2%), 29 (59.2%), and 49 ( 100%), while the habit of guarding is rarely more in the never category, namely 44 (89.7%). The conclusions of the research are the habit of wearing masks, healthy latrines, clean water, physical activity and consuming nutritious food is good, while the habits of washing hands, throwing garbage in its place, brushing teeth, consuming deworming drugs are in the category of occasional, but students have a habit of not never keep your distance. It is recommended that schools and parents continue to teach Clean And Healthy Lifestyle to students as an effort to prevent the transmission of COVID-19.
Gambaran Kecukupan Pangan dalam Pemenuhan Status Gizi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 Nurleli Nurleli; Andi Wahyuni; Esse Puji Pawenrusi; Sudariari Sudariari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.171 KB)

Abstract

Indonesia sedang dilanda wabah COVID-19. Untuk mengantisipasi penyebaran virus tidak meluas maka Pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan tentang pembatasan sosial skala besar (PSBB). Hal tersebut mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat, sehingga berdampak pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Survei yang telah dilaksanakan oleh UNICEF dan BPS menyatakan bahwa 75 % rumah tangga mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak COVID-19. Hal ini berdampak pada status nutrisi anak di Indonesia, khususnya stunting akan mengalami peningkatan seiring adanya peningkatan tingkat kemiskinan yang disebabkan oleh COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecukupan pangan dalam pemenuhan status gizi keluarga di masa pandemi COVID-19 di Desa Parambambe Kabupaten Takalar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga. Sampel sebanyak 140 responden, dengan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 140 responden sebanyak 114 responden (81,4%) memiliki persediaan pangan keluarga, 114 responden (81,4%) memiliki keterjangkauan pangan keluarga, dan sebanyak 114 responden (81,4%) terpenuhi pangan keluarganya. Simpulan penelitian ini adalah distribusi aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan konsumsi pangan sudah baik dalam penelitian ini. Dan disarankan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan bahan makanan pokok yang ada dirumah untuk tetap menjaga status gizi anggota keluarga selama masa pandemi COVID-19.
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG SEBAGAI MEDIA TANAM SAYURAN DI DESA MANGKI KECAMATAN CEMPA KABUPATEN PINRANG Nurleli; Muhammad Hatta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/b.v1i1.136

Abstract

Konsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineraldan serat dalam mencapai pola makan sehat sesuai anjuran pedoman giziseimbang untuk kesehatan yang optimal. Masih sangat rendahnya konsumsisayur dan buah di masyarakat, diperlukan adanya kampanye “Makan Sayurdan Buah” dalam upaya mencapai Keluarga Sadar Gizi terutama pada anakusia sekolah dan remaja sebagai penerus bangsa. Kegiatan ini bertujuanuntuk membantu ibu dalam mendapatkan informasi tentang manfaatmengkonsumsi buah dan sayur serta pemanfaatan lahan kosong. Hasilnyamenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai manfaatkonsumsi buah dan sayur serta masyarakat mulai giat memanfaatkan lahankosong yang berada di sekitar rumah mereka.
PEMBERIAN MP-ASI PADA USIA 6 BULAN MELALUI PENYULUHAN DI POSYANDU SARROANGING DESA BONTORAPPO Aminullah; Nurleli; Esse Puji Pawenrusi; Nur Alfiana Damayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.383

Abstract

Latar belakang: Makanan Tambahan ASI (MP-ASI) adalah makanan yang mudah dicerna untuk bayi. MP-ASI yang diberikan harus memberikan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh. Meskipun ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, bayi yang berusia di atas 6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Tujuan: Untuk mengetahui pemahaman terkait pemberian MP-ASI pada usia 6 bulan. Metode: Metode dari pengabdian masyarakat ini yaitu metode penyuluhan berupa pemaparan materi ceramah dan menggunakan kuesioner yang di berikan kepada ibu yang memiliki balita, sebanyak 15 orang dengan menggunakan Media lembaran kuesioner dan brosur Hasil: Edukasi terdapat tingkat pengetahuan ibu yang masih kurang sebanyak 9 orang (60%) sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 orang (40 %). Maka penyuluhan tentang pemberian MP-ASI kepada ibu sangat penting dilakukan dan setelah dilakukan penyuluhan tersebut maka didapatkan hasil pengetahuan ibu yang masih kurang sebanyak 4 orang (26,7%) sedangkan ibu yang memiliki peningkatan pengetahuan yang baik sebanyak 11 orang (73,3%). Maka dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapat ibu setelah penyuluhan tentang pemberian MP- ASI. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan tentang pemberian MPASI pada bayi.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN IBU HAMIL PENDERITA ANEMIA DI PUSKESMAS MADELLO KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU 2015 Nurleli; Rusminah
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.171

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau massa Hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruhan jaringan (Tarwoto, 2007). Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1 %. Pemberian tablet Fe di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 85 % (Riskesdas,2013) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, pola makan dan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil penderita anemia di Puskesmas Madello. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 65 orang ibu hamil penderita anemia yang melakukan pemeriksaan pada saat penelitian di Puskesmas Madello Kecamatan Balusu Kabupaten Barru, pada bulan Juni – Juli tahun 2015 dengan penarikan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 65 responden, pengetahuan ibu hamil penderita anemia sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 36 responden (55,4%) pengetahuan kurangsebanyak 29 responden (44,6%), pola makan ibu hamil yang teratursebanyak 41 responden (63,1%)tidakteratursebanyak 24 responden (36,9%), dan ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe cukupsebanyak 19 responden (29,2%), kurangsebanyak 46 responden (70,8%). Dengan adanya gambaran pengetahuan, pola makan dan konsumsi tablet Fe dapat disimpulkan bahwa pentingnya asupan zat gizi bagi ibu hamil dan pengetahuan ibu tentang penghambat zat besi serta kadar Hb normal.
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA KARYAWAN BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA MINIMARKET MODERN DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sri Syatriani; Nurleli; Andi Arianggi; Titin Hardiyanti Sahril
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.520

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja merupakan faktor pekerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di kalangan pekerja. Kelelahan kerja dapat diakibatkan oleh shift kerja. Data Badan Jaminan Sosial Tenaga Kerja tercatat kecelakaan kerja tahun 2019 berjumlah 77.295 kasus se- Indonesia dan 36% dari kasus kecelakaan kerja terjadi karena kelelahan kerja. Tujuan: untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja karyawan shift pagi dan shift siang serta perbedaan tingkat kelelahan kerja antara karyawan shift pagi dengan karyawan shift siang di minimarket modern. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel yaitu semua karyawan pada sembilan minimarket modern di Kabupaten Kepulauan Selayar berjumlah 73 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Kuesioner merupakan instrumen penelitian. Data dianalisis dengan uji t independen. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata score kelelahan kerja shift siang lebih tinggi yaitu 17,80 daripada shift pagi yaitu 15,76. Meskipun begitu hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.315 > (0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja karyawan berdasarkan shift kerja. Kesimpulan: Tingkat kelelahan kerja lebih tinggi pada karyawan yang bekerja pada shift siang dibanding shift pagi. Diharapkan perusahaan mempertahankan pola kerja dan shift kerja untuk menjaga tingkat kelelahan karyawan guna menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja.