Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DESA MANYARAN KECAMATAN KARANGGEDE KABUPATEN BOYOLALI Nur Hidayati; Lilis Murtuti; Anniez Rachmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.1 April 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Orang tua merupakan pendidik anak dan utama bagi anaknya di rumah sehingga sikap dan cara mendidik yang dilakukan oleh orang tua akan berpengaruh pada perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial. Penerapan pola asuh pada setiap orang tua akan berbeda satu dengan oranng tua lainnya dan perkembangan anakpun juga akan berbeda. Perkembangan social pada anak usia 3-5 tahun masih sangat dipengaruhi bagaimana penerapan pola asuh dilakukan orang tua.Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun di desa Manyaran Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali.Metode: Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitiancross sectional. Sampel penelitian adalah 67 orang tua yang mempunyai anak yang berumur 3-5 tahun yang bertempat tinggal di Desa Manyaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh dan test Perkembangan sosial menggunakan VSMS. Alat analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis.Hasil: Sebanyak 12 responden (17,9%) dengan pola asuh otoriter, 20 responden (29,9%) dengan pola asuh permisif, dan 35 responden dengan pola asuh demokratis (52,2%). Sebanyak 12 responden (17,9%) mempunyai perkembangan sosial anak diatas rata-rata, 42 responden (62,7%) dengan perkembangan social kategori rata-rata dan 13 responden (19,4%) mempunyai anak dengan perkembangan social dengan kategori di bawah rata-rata. Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh p = 0,000.Simpulan: Terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun di desa Manyaran Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali.
Analisis Gender terhadap Perbedaan Kepercayaan Diri dan Regulasi Emosi Siswa Siswi di SMKN 7 Surakarta Ulyaa, Laely Shifatul; Anniez Rachmawati; Sri Ernawati
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 4 (2025): Desember : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i4.7839

Abstract

This study aims to explore the differences in self-confidence and emotional regulation based on gender among students at SMKN 7 Surakarta. Self-confidence and emotional regulation are crucial aspects in the psychological dynamics of adolescents, often influenced by social constructs, including gender roles. In this context, gender can affect how students build their self-confidence and manage emotions in various life situations, particularly in school. This research uses a qualitative approach with a case study method to delve into the subjective experiences of male and female students through in-depth interviews and participatory observation. The informants in this study consisted of 12 students, purposively selected based on the consideration of the guidance counselor (BK) and gender characteristic variations in the class. The results show that female students tend to be more open in expressing emotions and have more adaptive emotional regulation abilities. Female students are better at identifying, regulating, and expressing their feelings in a healthier way in various social and academic situations. On the other hand, male students exhibit higher self-confidence in academic and achievement contexts, but they tend to suppress emotional expression due to the pressure of masculinity norms in society. Males are often taught not to show emotions, which affects how they manage their feelings in daily life and social interactions. This study reveals that gender differences influence how students build self-confidence and regulate emotions in the school environment. Female students are more open and adaptive in emotional regulation, while male students excel in academic self-confidence but tend to be more emotionally closed. These findings have important implications for the development of gender-sensitive counseling programs that address the emotional needs of students, aiming to create a school environment that supports the psychological development of all students in a balanced way, while providing space for healthy emotional expression for both genders.
PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DI KUSUMA SAHID PRINCE HOTEL Masrita Gulo; Dhian Riskiana Putri; Anniez Rachmawati
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/zk88e159

Abstract

Perkembangan karier merupakan aspek penting dalam menjaga motivasi, loyalitas, dan kinerja karyawan. Dalam lingkungan kerja perhotelan, persepsi karyawan terhadap peluang pengembangan karier dapat memengaruhi tingkat kepuasan dan komitmen terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap pengembangan karier di Kusuma Sahid Prince Hotel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi positif terhadap program pengembangan karier, seperti pelatihan dan promosi jabatan. Lima dari tujuh responden mengalami kemajuan karier yang signifikan, meskipun masih ditemukan hambatan struktural, seperti tidak adanya jenjang karier pada bagian tertentu, serta hambatan psikologis berupa rasa takut dan tekanan sosial pada posisi yang lebih tinggi. Persepsi positif berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan kepuasan kerja, sedangkan persepsi negatif dapat menghambat keterlibatan karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan atasan dan pengelolaan hambatan struktural serta psikologis dalam pengembangan karier karyawan secara berkelanjutan.
PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI UNTUK ANAK USIA DINI DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONILAN PSYCHOEDUCATION ON EMOTIONAL REGULATION FOR EARLY CHILDHOOD AT AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GONILAN KINDERGARTEN Ade Atina Wati; Anniez Rachmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5923

Abstract

Pengaturan emosi merupakan bagian dari kompetensi emosional yang merupakan salah satu unsur dalam penyesuaian psikologis dan sosial, juga berkaitan dengan pencapaian individu dalam hubungan intrapersonal dan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah 1) diharapkan mereka dapat belajar mengenali berbagai jenis emosi, 2) mengetahui cara mengekspresikannya dengan tepat, 3) dan mengembangkan strategi sederhana dalam mengelola emosi negatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal Gonilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoedukasi interaktif merupakan strategi yang efektif dalam membantu anak usia dini mengenali dan mengelola emosi secara sehat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu wawancara dengan pihak sekolah, observasi langsung perilaku anak, pelaksanaan psikoedukasi di kelas, dan evaluasi dampak kegiatan.