Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Does The SETS Model Improve Problem Solving Thinking Ability? Meta-Analysis Nasruddin Nasruddin; Agus Triyono; Siti Aisyah; Fitriah Handayani; Muhammad Edy Nurtamam; Tomi Apra Santosa
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 2 No. 3 (2023): December : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v2i3.1043

Abstract

This study aims to determine the effect of the SETS learning model to improve students' problem-solving abilities.  This type of research is a meta-analysis.  This study analyzed 9 national and international journals published from 2020-2023.  Data search through google scholar; IEEE; Frontier Journal; ERIC and Taylor of Francis. Selection of data sources through PRISMA method consisting of Identification, Screening, Eligibility and Included. Data analysis with the help of JSAP software.  The results of the analysis of 9 effect sizes concluded that the SETS learning mode had a positive effect on students' problem-solving abilities with (z = 6.187; p < 0.001). This finding explains that the SETS learning model has a significant effect on problem-solving ability with high categories ( rE = 0.876). The SETS learning model is effective for teachers to develop in encouraging students' solving skills in learning.
Efektivitas Model Inquiry Learning terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika Siti Aisyah; Maulidar Maulidar; Indra Puji Astuti; Erny Untari; Wahyu Indra Lesmana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.545

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih cenderung bersifat prosedural, sehingga kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model inquiry learning dalam meningkatkan kedua kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest pada 18 siswa kelas VI. Instrumen penelitian berupa tes berpikir kritis dan kreatif berbasis indikator HOTS yang telah divalidasi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji paired sample t-test, perhitungan N-gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis dari 60,28 menjadi 80,11 dan kemampuan berpikir kreatif dari 62,17 menjadi 82,39, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Nilai N-gain masing-masing sebesar 0,62 dan 0,64 (kategori sedang), serta effect size sebesar 1,45 dan 1,38 (kategori besar), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga kuat secara praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa inquiry learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif secara simultan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa model inquiry learning dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengembangan HOTS, meskipun masih diperlukan pengujian lebih lanjut pada sampel yang lebih luas.