Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA BIMA SEBAGAI DAERAH TRANSIT WISATA ALTERNATIF Syarif Ahmad; Adi Hidayat Argubi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 1, No 1 (2018): Sadar Wisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v1i1.1814

Abstract

Kota Bima memiliki potensi yang besar dan berpeluang dikembangkan sebagai salah satu  Daerah  Tujuan  Wisata  (DTW)  di  NTB  bagian  timur.  Potensi  pariwisata  yang melimpah tersebut berupa potensi alam dan budaya yang berkembang di masyarakat Kota Bima. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji potensi dan daya dukung yang dimiliki dan ingin menemukan strategi pengembangan pariwisata yang tepat untuk menjadikan Kota Bima sebagai daerah wisata transit alternative dan prospek pengembangan pariwisata di Kota Bima.Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah wisatawan  yang berkunjung di  objek-objek wisata unggulan di Kota Bima. Teknik pengambilan sampel wisatawan digunakan cara Quota Sampling Method   yaitu cara pengambilan sampel yang telah ditentukan /dijatah sebelumnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara berstruktur, kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan SWOT.Berdasarkan penelitian pengembangan pariwisata Kota Bima sebagai daerah transit wisata alternative dapat disimpulkan bahwa : 1). Sarana dan prasarana pariwisata di Kota Bima meliputi sarana kesehatan, transportasi, air bersih, energi, perbankan, pos, telekomunikasi, dan usaha sarana dan jasa pariwisata serta potensi daya tarik wisata di Kota Bima yang melimpah; 2). Strategi pengembangan Kota Bima sebagai daerah transit wisata alternatif terdiri atas strategi umum dan strategi alternatif. Strategi umum meliputi: strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Adapun strategi alternatif meliputi: pengembangan daya tarik wisata di Kota Bima, peningkatan keamanan, pengembangan prasarana  dan  sarana  pariwisata,  penetrasi  pasar  dan  promosi  daya  tarik  wisata, perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kerakyatan, serta pengembangan kelembagaan dan SDM pariwisata; 3). Program-program yang dirancang untuk pengembangan Kota Bima sebagai daerah tujuan wisata meliputi: program penyusunan blok kawasan, program pengembangan produk wisata, program inventarisasi daya tarik wisata, program peningkatan keamanan melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), pembangunan hotel berbintang, meningkatkan akses ke Kawasan Kolo, rencana pengembangan sarana wisata tirta, penyediaan fasilitas toilet dan kamar mandi umum, penyediaan ruang terbuka (open space), memperluas pangsa pasar, melakukan promosi melalui Biro Perjalanan Wisata, melakukan promosi melalui internet dan media lainnya, mendirikan TIC (Tourism Information Centre), melaksanakan pentas kebudayaan, pelestarian nilai sosial budaya, pemberdayaan masyarakat, membentuk lembaga pengelolaan daya tarik wisata, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, serta mengadakan kampanye sadar wisata dan sosialisasi sapta pesona.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA BIMA Akhyar Akhyar; Syarif Syarif
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Penkomi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v5i1.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik bidang administrasi kependudukan di Dukcapil Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripstif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun informan penelitian ini sebanyak 10 orang, terdiri dari adalah 2 orang Kepala Bagian Pelayanan Umum sekaligus sebagai informan kunci, 5 orang petugas pelayanan dan 3 orang masyarakat pengguna jasa pelayanan sebagai informan pendukung. Teknik analisis data merujuk pada model interaktif data analisis dari Milles & Hubberman. Sementara uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Berdasarkan fokus penelitian dilihat dari aspek fasilitas fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), hasil penelitian menemukan: bahwa untuk aspek-aspek tersebut telah diwujudkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan telah memenuhi harapan masyarakat.
PEMILIHAN UMUM DAN KEAMANAN: (Studi Tentang Peran Polres Bima Kota dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Pemilihan Umum tahun 2019) Syarif Ahmad; Akhyar; Fajrin; Arifuddin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2019): Mei : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul; Pemilihan Umum dan Keamanan: Studi Tentang Peran Polres Bima Kota dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Pemilihan Umum tahun 2019”. Penelitian dengan latar belakang Pemilu dan Keamanan, berkaitan dengan peran Polres Bima Kota dalam menciptakaan keamanan dan ketertiban masyarakat pada pemilihan umum 2019. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu menggali pelaksaanan tugas Kepolisian Resor Bima Kota dan persepsi masyarakat terhadap kepolisian Bima Kota pada penyelenggaraan Pemilihan umum tahun Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pemilihan Umum, Teori Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta Teori Persepsi. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan ratkyat untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Teori Keamanan dan Ketertiban masyarakat, menjadikan polri sebagai alat negara yang memiliki tugas dan peran, tidak seluruhnya terkait dengan keamanan negara, tetapi berkaitan dengan ketertiban masyarakat. Karena sebagian besar tugas polisi adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan penegakkan hukum. Tujuan penegakkan hukum tidak terkait dengan keamanan negara, tetapi terkait dengan jaminan ketertiban sosial dan keadilan yang merupakan bagian terpenting dari aspek kesejahteraan. Peran Kepolisian Resor Bima Kota dalam menjalankan tugas dan fungsi utama Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat pada sistem demokrasi dimana diselenggarakannya Pemilihan Umum, perlu ditingkatkan formulasi pada prinsip-prinsip profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pokok Polri. Pelaksanan tugas dan fungus Polri akan dapat dilakukan secara efektif dan akuntabel apabila memenuhi syarat, yaitu adanya konsep dan konsitensi dalam pelaksanaannya. Maksimalisasi peran dan fungsi Polri sebagai lembaga keamanan nasional akan menjamin tegaknya kedaulatan, integritas wilayah, dan perlindungan terhadap warga yang menganut sistem politik demokrasi. Sehingga akan tercipta kondisi keamanan dalam negeri dan penegakkan hukum yang semakin berkeadilan. Meskipun pada kenyataannya, aspek-aspek ekonomi dan kesejahteraan yang mendukung system keamanan nasional masih terbatas, tetapi kemajuan suatu bangsa, termasuk dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat adalah pentingnya perubahan cara berpikir Polri menjadi Polri profesional. Merubah cara berpikir pada institusi Polri adalah suatu tantangan terbesar yang dihadapi Polres Bima Kota dengan dinamika masyarakat yang terus berkembang. Artinya Polri dituntut untuk mendesain dan memformulasikan metode-metode baru yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat pada wilayah hukum Polres Bima Kota .
Pemanfaatan Facebook Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima Sebagai Media Komunikasi dan Informasi Irham; Syarif Ahmad; Akhyar
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2020): Mei : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan Facebook sebagai Media Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima. Penelitian dilakukan di lingkungan STISIP Mbojo Bima khususnya pada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Adapun yang mendorong peneliti melakukan penelitian yaitu pemanfaatan sekaligus penyebaran informasi tentang topik-topik ilmu komunikasi melalui media sosial facebook baik dalam akses berita maupun promosi terupdate dalam bentuk maya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Tingkat Pemanfaatan Facebook mahasiswa ilmu komunikasi STISIP Mbojo Bima sebagai media komunikasi dan Informasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima angkatan tahun 2017 yang berjumlah 48 orang dengan subjek penelitian atau populasi yang diambil kurang dari 100 orang yang memiliki atau menggunakan akun facebook. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada sampel yang menjadi objek penelitian, selanjutnya data kuesioner diolah dan dianalisa menggunakan aplikasi SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Pemanfaatan Facebook sebagai Media Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima cukup tinggi. Terdapat akumulasi keseluruhan jawaban dari responden bahwa pemanfaatan facebook dapat membantu sebagai ruang komunikasi, kolaborasi, promosi dan informasi tentang topik-topik terupdate mengenai kajian Ilmu komunikasi dengan persentase sebesar 31,51%. Untuk fasilitas yang sering digunakan dalam mengakses facebook adalah handphone pribadi dengan persentase 54,17%.
Studi Tentang Perubahan Orientasi Jamaah Pengajian Menjadi Radikal Di Kota Bima Nusa Tenggara Barat Syarif Ahmad; Firdaus Firdaus; Akhyar Akhyar
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 21 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v21i2.263

Abstract

Perubahan orientasi jamaah pengajian di Kota Bima menuju paham radikal terjadi melalui berbagai tahapan yang dimulai dari interaksi intensif dengan kelompok yang sudah lebih dahulu terpapar radikalisme. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan ini meliputi aspek ideologis, sosial-ekonomi, politik, dan kekecewaan terhadap sistem yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisasi sering kali bermula dari diskusi keagamaan yang tampak biasa, namun secara perlahan mengarah pada pemahaman yang lebih eksklusif dan intoleran. Media sosial turut berperan dalam mempercepat penyebaran paham ini dengan menyajikan narasi yang menarik bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal perubahan pemikiran yang mengarah pada radikalisme. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus berperan aktif dalam menangani radikalisme dengan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kebijakan yang adil dan inklusif. Dengan strategi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih tangguh dalam menghadapi pengaruh radikalisme dan mampu membangun kehidupan sosial yang harmonis serta toleran di Kota Bima.
Mapping the Potential of Conflict Between Villages in the Bima District Syarif Ahmad; Ibnu Khaldun; Seta Basri; Ahmad Chumaedi
Journal of Government and Civil Society Vol 7 No 1 (2023): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v7i1.6799

Abstract

This study aims to determine the map of potential inter-village conflicts, identify various factors triggering inter-village conflicts and formulate strategies for handling inter-village conflicts that occur in Bima Regency, West Nusa Tenggara Province. To answer research problems, qualitative  methods with descriptive analysis  are used, while case studies are used to limit this study to the specificity of  certain  characteristics and limitations of certain areas. Bima Regency consists of 18 sub-districts where conflicts between villages have the potential to occur in 5 sub-districts, namely; Woha sub-district, Monta sub-district, Belo sub-district, Bolo sub-district and Sape sub-district. The trigger factors for conflict include  the abuse of narcotics and drugs (drugs), liquor (Miras), and differences of understanding between individual citizens. The  actors involved   in inter-village conflicts are educated college graduates who are unemployed and village elites who lose in contesting the Village Head election. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta potensi konflik antarkampung, mengidentifikasi berbagai faktor pemicu terjadinya konflik antarkampung dan perumusan strategi penanganan konflik antarkampung yang terjadi di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk menjawab permasalahan penelitian, digunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, sementara studi kasus digunakan untuk membatasi studi ini pada kekhususan karakteristik dan keterbatasan wilayah tertentu. Kabupaten Bima terdiri dari 18 Kecamatan di mana konflik antar kampung berpotensi terjadi terjadi pada 5 Kecamatan, yaitu; Kecamatan Woha, Kecamatan Monta, Kecamatan Belo, Kecamatan Bolo dan Kecamatan Sape. Faktor-faktor pemicu terjadinya konflik antara lain yakni dipicu oleh penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (Narkoba), minuman keras (Miras), dan selisih paham antar individu warga. Adapun para aktor yang ikut terlibat dalam konflik antarkampung yaitu kaum terdidik lulusan Perguruan Tinggi yang menganggur dan elit-elit desa yang kalah dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa.
Analisis Strategi Pengembangan Potensi Pada Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Lasakosa Kabupaten Bima Syarif Ahmad; Firdaus; Akhyar
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 13 No. 1 (2026): Volume 13 No 1 Mei 2026 Jurnal Komunikasi & Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jkk.v13i1.606

Abstract

Penelitian ini menggali tentang pemetaan strategis potensipariwisata Kawasan LASAKOSA Kabupaten Bima menjadi sangat urgen. Analisis ini tidak hanya memberikan gambaran objektif mengenai kekuatan dan hambatan kawasan, tetapi juga dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan berbasis community empowerment, pelestarian lingkungan, dan peningkatan daya saing destinasi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pengembangan. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggali secara mendalam fenomena sosial yang terjadi di lapangan melalui pemahaman utuh terhadap konteks, pengalaman, dan persepsi para informan atau narasumber. Ada beberapa pemetaan yang dapatdigambarkan berdasarkan hasil dan pembahasan yakni kawasan LASAKOSA memiliki kekayaan alam yang sangat beragam dan menjadi daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Bima. Setiap wilayahdalamklaster ini menyimpankarakteristik geografis yang unik,budaya dan sejarah, dukungan kebijakan daerah. Di sisi lain terdapat beberapakendala yang dihadapi seperti dana, fasilitas, kualitas SDM, aksebilitas dan kurangnya promosi. Sejumlah strategi yang dapat digunakan tergabung dalam Analisis SWOT terintegrasi melalui potensi budaya, potensi promosi dan strategi melalui konten digital untuku melihat peluang eksternal pada Kawasan LASAKOSA Kabupaten Bima.