Suparni, Suparni
Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA Suparni, Suparni
AdMathEdu : Mathematics Education, Mathematics, and Applied Mathematics Journal Vol 2, No 2: Desember 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v2i2.4845

Abstract

Efektivitas Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dengan Metode Jigsaw terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self-Efficacy Siswa SMP/MTs Esti Kurniawati; Suparni Suparni
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.311 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy yang dimiliki siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendekatan PMRI dengan metode jigsaw serta variabel terikat yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Subjek sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII F sebagai kelas kontrol dan VIII D sebagai kelas eksperimen. Instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pretest-posttest kemampuan pemecahan masalah dan prescale-postscale self-efficacy, serta instrumen pembelajaran yang berupa RPP, dan LKS. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan bantuan software SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw tidak lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy siswa. Hal ini disebabkan oleh presepsi awal siswa terhadap dirinya, lingkungan sekitarnya seperti teman sepermainan, durasi pembelajaran yang singkat, dan siswa yang tidak mengikuti diskusi kelompok yang memilih mengobrol dengan teman lainnya. Jika peneliti selanjutnya akan menggunakan variabel terikat self-efficacy maka sebaiknya memperhatikan persepsi awal siswa serta lingkungan siswa.
KONTRIBUSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA Suparni Suparni
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 2, No 2: Desember 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v2i2.4845

Abstract

Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Pembelajaran Matematika Suparni Suparni
Jurnal Fourier Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.146 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2012.11.37-47

Abstract

Character building not only as an issue of education development, but also as a process of citizen moral building. Character building as an education focus in all of education level from elementary school into university spend a high attention. Mathematics education can’t release from mathematics. So, If we want to build the student character, we must be use the philosophies values of mathematics education by expression the characteristic of mathematics as the object is abstract, the symbol is no meaning, agreement reached and deductive axiomatic thinking, and non contradiction. There are many character value in the mathematics instruction that related with the characteristic of mathematics that can be integrated with Al Qur’an that we hope can support national education purposes, as agreement reached, consistent, deduction and whole. The student character can be build by mathematics instruction as religious, truth, tolerance, discipline, creative, democratic, sense to know, nationality, and communicative.
Profil Kesiapan Guru Matematika Madrasah Tsanawiyah dalam Melaksanakan PTK Suparni Suparni; Sayidatul Maghfiroh Az Zahra
Jurnal Fourier Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil kesiapan guru matematika madrasah tsanawiyah di wilayah DI Yogyakarta dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), apa saja kendala yang dihadapi, dan upaya apa saja yang dilakukan guru matematika dalam melaksanakan PTK. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Guru matematika madrasah tsanawiyah se wilayah DI Yogyakarta yang tergabung dalam MGMP Matematika DIY menjadi subyek dari penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah kesiapan guru matematika madrasah tsanawiyah DIY ditinjau dari faktor dalam (keahlian, kompetensi, dan motivasi) dan luar guru (kesempatan dan kondisi madrasah). Kendala yang dihadapi guru matematika madrasah tsanawiyah berkaitan dengan kemampuan melaksanakan PTK, kemampuan menuliskan hasil PTK dalam karya tulis ilmiah, dan kemampuan kolaborasi dengan teman sejawat dan pihak terkait. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengikuti pelatihan PTK, pelatihan penulisan karya ilmiah untuk publikasi, dan meningkatkan kolaborasi dengan teman sejawat. [The purpose of this study was to describe the profile of the readiness of the mathematics teachers at the Madrasah Tsanawiyah in the DI Yogyakarta region in carrying out Classroom Action Research (CAR), what obstacles were encountered, and what efforts were made by mathematics teachers in implementing CAR. This type of research is descriptive qualitative. The mathematics teachers of Madrasah Tsanawiyah in the DI Yogyakarta region who are members of the DIY Mathematics MGMP are the subjects of this research. The result of this research is the readiness of mathematics teachers at the Madrasah Tsanawiyah DIY in terms of internal factors (expertise, competence, and motivation) and external factors (opportunities and conditions of the madrasa). Obstacles faced by mathematics teachers at Madrasah Tsanawiyah are related to the ability to carry out CAR, the ability to write CAR results in scientific papers, and the ability to collaborate with colleagues and related parties. Efforts that can be made are participating in CAR training, training in writing scientific papers for publication, and increasing collaboration with colleagues.]
Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Open Ended untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep pada Materi Pecahan Muhamad Ngasimurrohman; Suparni Suparni
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Maret 2022
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v5i1.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan open ended yang valid untuk memfasilitasi Pemahaman Konsep pada materi Pecahan kelas VII SMP/MTs. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan PPE. Tahapan model pengembangan PPE meliputi planning (Perencanaan), production (Produksi) dan evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan meliputi lembar penilaian LKS dan lembar soal evaluasi. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dilakukan dengan tahap: planning (Perencanaan), production (Produksi) dan evaluation (evaluasi). 2) Kualitas Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan adalah sangat baik dengan persentase keidealan 85,0378%. Oleh karena itu, LKS matematika dengan pendekatan open ended pada pokok bahasan pecahan ini telah valid menurut validator untuk digunakan dalam pembelajaran.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA SMP/MTS Suparni Suparni
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 3, No 4 (2020): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v3i4.p%p

Abstract

This study aims to determine whether learning using the PMRI approach is more effective than conventional learning on students ' problem-solving abilities and whether learning using the PMRI approach is more effective than conventional learning on students' self-efficacy. This study is a quasi-experimental study with a nonequivalent control group design. The independent variable is the PMRI approach, and the dependent variable is the students' problem-solving ability and self-efficacy. The population was class VIII student of SMP Negeri 15 Yogyakarta in 2018/2019, and samples of classes VIII D, VIII F and VIII I. The instrument was a matter of pretest-posttest problem-solving abilities and prescale-post scale self-efficacy, RPP , and LKS. Data analysis techniques used the t-test with the help of SPSS 16.0 software. The results are that learning using the PMRI approach is more effective than conventional learning on students ' problem-solving abilities, and learning using the PMRI approach is no more effective than conventional learning on students' self-efficacy.
Pembentukan Karakter Peserta Didik Dengan Pembelajaran Matematika Suparni Suparni
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 3, No 2 (2011): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i2.53

Abstract

Gerak langkah pendidikan tidaklah dapat dilepaskan dari arus perkembangan yang ada dalam masyarakat yang sedang membangun, yaitu perkembangan sains dan teknologi beserta produknya, tuntutan kuantitas dan kualitas produk pendidikan, teori pendidikan dan kenyataan di lapangan. Pembelajaran matematika harus mempunyai kontribusi dalam pembentukan karakter bangsa demi menghadapi perkembangan arus globalisasi.Matematika sebagai salah satu ilmu dasar baik aspek terapan maupun aspek penalarannya, mempunyai peranan yang penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai pada batas tertentu matematika perlu dikuasai oleh segenap warga negara Indonesia, baik penerapannya maupun pola pikirnya. Matematika sekolah yang merupakan bagian dari matemaika yang dipilih atas dasar kepentingan pengembangan kemampuan dan kepribadian peserta didik serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu selalu dapat sejalan dengan tuntutan kepentingan peserta didik menghadapi tantangan kehidupan masa depan.Pendidikan karakter akhir-akhir ini menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa. Pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Pendidikan matematika tidak dapat terlepas dari kewajiban memberikan pendidikan karakter. Oleh karena itu, untuk mencari pembentukan karakter peserta didik dengan menggunakan nilai-nilai filosofis pendidikan matematika akan lebih baik jika terlebih dahulu mengungkap karakteristik dari matematika yaitu obyeknya yang abstrak, simbol yang kosong dari arti, kesepakatan dan pemikiran deduktif aksiomatik, dan anti kontradiksi. Ada beberapa nilai didik dalam pembelajaran matematika yang berkaitan dengan karakteristik dari matematika yang dapat diintegrasikan dengan Al Qur' an, yang diharapkan dapat mendukung tujuan pendidikan nasional, di antaranya: kesepakatan, ketaatasasan/konsistensi, deduksi, semesta. Karakter peserta didik yang dapat dibentuk dengan pembelajaran matematika diantaranya adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, dan komunikatif.
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik Pada Materi Bangun Datar Melalui Kebudayaan Kampung Kuta Firsta Adilaturrahmah; Suparni Suparni
Jurnal Gantang Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Gantang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.644 KB) | DOI: 10.31629/jg.v6i2.3503

Abstract

Pembelajaran matematika realistik menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata melalui proses konstruksi pengetahuan yang membuat pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik bebasis kebudayaan Kampung Kuta pada materi geometri pokok bahasan bangun datar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MTs AL-Amin Cikaso yang berjumlah 10 siswa. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan matematika realistik melalui kebudayaan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu memahami masalah kontekstual mengungkapkan ulang gagasan berpikir siswa, menyatakan gagasan tersebut ke dalam suatu gambar, mempresentasikan hasil kerja dan berdiskusi, serta meyimpulkan hasil diskusi mengenai konsep matematika. Model pembelajaran realistik dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, menumbuhkan minat dan motivasi siswa, menciptakan pembelajaran yang interaktif, mampu meningkatkan pemahaman siswa melalui permasalahan yang berkaitan dengan kebudayaan Kampung Kuta, serta menumbuhkan sikap cinta dan melestarikan kebudayaan yang ada di Kampung Kuta.
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru Matematika Madrasah Tsanawiyah di Wilayah DI Yogyakarta Suparni Suparni; Wina Octaviani
Jurnal Anugerah Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.151 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v4i1.4312

Abstract

Guru matematika madrasah tsanawiyah di wilayah DI Yogyakarta perlu difasilitasi dalam kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan diberikan pelatihan dan pendampingan dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Metode yang digunakan adalah service learning secara synchronous menggunakan online zoom meeting berupa penyampaian materi dan pendampingan dan monitoring ketika guru melaksanakan PTK di kelas. Peserta kegiatan ini sebanyak 10 guru matematika yang mewakili 5 kabupaten/kota DIY. Kegiatan penyampaian materi terlaksana sebanyak 3 pertemuan dengan materi konsep dasar PTK dan identifikasi masalah untuk PTK, penyusunan instrumen PTK, dan penulisan laporan PTK. Kegiatan pendampingan dan monitoring terlaksana 8 kali pertemuan dengan agenda monitoring perkembangan pelaksanaan PTK dari peserta, kendala, dan progress dari setiap peserta. Hasil pelatihan ini adalah 60% (6 dari 10) guru telah berhasil melaksanakan PTK sampai tuntas, dan 4 lainnya tidak selesai melaksanakan PTK. Kendala yang dihadapi guru saat melaksanakan PTK di antaranya adalah belum sepenuhnya memahami konsep PTK, kesulitan menyusun instrumen PTK baik instrumen pembelajaran maupun penelitian, kesulitan mengoptimalkan peran siswa pada saat pembelajaran, kesulitan dalam pengaturan jadwal pembelajaran karena peralihan dari PJJ ke PTM, kesibukan tugas lain dari madrasah. Pelatihan selanjutnya agar lebih memaksimalkan lebih banyak peserta dan mengintensifkan pendampingan agar lebih banyak guru yang siap untuk melaksanakan PTK