Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

تعليم المفردات باستخدام الصوار والنماذج الإستقرائية لترقية قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه Acep Hermawan; Ghisni Kautsar
Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Arabic Education & Arabic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/klm.03.1.04

Abstract

كان تحصيل التلاميذ في تعليم المفردات العربية في المدرسة العالية الحكومية ليبك رنجكس بيتونج بانتين  منخفضة. ويغلب عن الظن أن العوامل التي تسبب إليها هي الخلفية التربوية والاهتمام والد فا عية لدي التلاميذ واراء معظم التلاميذ. يحتاج المدرس في تعليم المفردات العربية وأثره على الإنشاء الموجه الى الوسيلة المناسب باستخدام الوسيلة الصوار والنماذج الإستقرائية. والأغراض لهذا البحث هي لمعرفة قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه قبل استخدام الصور والنماذج الإستقرائية في تعليم المفردات العربية  وبعد استخدامها.  والطريقة المستخدمة هي الطريقة التجريبية بتصميم مجموعة واحدة الاختبار القبلى و الاختبار البعدي. ومن النتائج المحصول هي قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه قبل استخدام الصور والنماذج الإستقرائية في تعليم المفردات العربية تدل على  على درجة "منخفصة" بقيمة 50،83. واما قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه بعد استخدام الصوار والنماذج الإستقرائية  تدل على درجة "جيد جدا" بقيمة 83،05. واستخدام الصور والنماذج الإستقرائية  في تعليم المفردات العربية يؤثر في قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه.
DIGLOSIA BAHASA ARAB (Dilema Penggunaan Dialek Fuṣḥā dan ‘Ᾱmmiyah) Acep Hermawan
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol 2, No 2 (2018): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v2i2.9531

Abstract

Masyarakat Arab Jahiliyah sebelum datangnya Islam sudah memiliki bahasa bersama (ligua franca), yang disebut bahasa fusḥā. Seiring dengan perkembangan waktu dan tempat, serta meluasnya pergaulan masyarakat, fenomena laḥn (kesalahan menggunakan bahasa) banyak terjadi, maka muncullah bahasa ‘āmmiyah. Kedatangan Islam melalui Alquran dan Hadis menguatkan bahasa fuṣḥā, namun bahasa  ‘āmmiyah tetap digunakan secara alami. Fenomena diglosia ini menjadi dilema karena fuṣḥā yang teratur dan‘āmmiyah yang tak teratur sama-sama digunakan meskipun dalam konteks yang berbeda. Bahasa fuṣḥā digunakan pada forum-forum resmi, keagamaan, dan komunikasi yang luas, sedangkan bahasa ‘āmmiyah digunakan dalam forum-forum tidak resmi dan bebas. Dalam konteks keindonesiaan, bahasa fuṣḥā tumbuh dan berkembang seiring dengan Alquran dan Hadis Nabi sebagai bagian dari materi pelajaran agama Islam di lembaga-lembaga pendidikan. Kondisi ini selanjutnya mengilhami peran bahasa Arab dalam membangun peradaban.
Comparing Vocabulary Comprehension Using The Picture Word Inductive Model and The Group Investigation Model Ilyas Rifa'i; Acep Hermawan; Ghisni Kautsar
Gunung Djati Conference Series Vol. 26 (2023): The 1st Arabic Language Learning International Conference (ALLICO)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/gdcs.v26i1.1811

Abstract

Organizing, memilih personil, & kurikulum pendidikan dalam perspektif hadits Fathur Riyadhi Arsal; Acep Hermawan; Abdul Kosim
Gunung Djati Conference Series Vol. 36 (2023): Annual Islamic Education Management Conference 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurai secara komprehensif persrpektif hadits-hadits organizing, memilih personil, & kurikulum pendidikan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), peneliti melakukan tinjauan literatur yang komprehensif pada hadits-hadits terkait organizing, memilih personil, & kurikulum pendidikan. Sumber-sumber literatur yang relevan seperti buku, artikel jurnal, dan riset sebelumnya akan dikumpulkan dan dianalisis. Pengorganisasian merupakan proses membagi kerja ke dalam tugas-tugas kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektifitas pencapaian tujuan organisasi, dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda Allah mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan dilakukan dengan “tepat, terarah dan tuntas”. Dalam aktifitas perekrutan sumber daya islami harus ada acuan kriteria yaitu kejujuran (Shiddiq), dapat dipercaya (Amanah), cerdas (Fathanah) dan mampu berkomunikasi dengan baik (Thabligh). Lima prinsip dalam menyusun kurikulum ialah mata pelajaran ditujukan untuk mendidik ruhani atau hati, berisi tentang tuntunan cara hidup, mengandung ilmiah, bermanfaat secara praktis bagi kehidupan, harus membingkai terhadap materi lainnya
Enhancing Arabic Speaking Skills Through the Role-Play Method in The Mubtadi Class at Al-Ma'had Al-Lughowy Acep Hermawan; Dadan Nugraha; Davina Davina; Jimmy Surya Nugraha
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effectiveness of the role play method in improving Arabic speaking skills among beginner-level (Mubtadi) students at Al-Ma’had Al-Lughowy. Using a Classroom Action Research (CAR) approach, the research was conducted over two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects included 93 second-semester students from the Arabic Language Education Program. Data collection techniques comprised observations, interviews, and speaking tests. The results showed a significant improvement in students’ speaking abilities, including fluency, vocabulary, grammar, and pronunciation. Pre-intervention scores ranged from 40 to 55, while post-intervention scores rose to 60–80, with most students achieving or surpassing the minimum mastery criterion of 75. Students also demonstrated increased confidence, motivation, and participation in speaking activities. These findings confirm that role play is an effective method for enhancing speaking competence and fostering an interactive, student-centered learning environment. The study recommends incorporating role play into Arabic language instruction to improve oral communication skills in a meaningful and engaging way.