Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Nonformal Education

PENANGGULANGAN MASYARAKAT MISKIN KOTA RAWAN KRIMINALITAS MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI JALUR PENDIDIKAN NONFORMAL DI KOTA SEMARANG Desmawati, Liliek; Rifai, Achmad; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v1i1.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis profil orang miskin yang rawan kriminalitas di Kota Semarang; memformulasikan strategi pemberdayaan masyarakat dan merumuskan desain model pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Data primermelalui wawancara kepada responden dan key-persons. Multistage sampling dipilih 30 orang miskin yang menganggur, diantara mereka adalah 11 kepala rumah tangga. Data sekunder dari data penduduk miskin yang menganggur dan berpotensi, berlokasi di Kecamatan Semarang Utara. Data juga dikumpulkan terkait dari sumber  jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil orang miskin yang menganggur dan berpotensi. Profil masyarakat miskin yang menganggur di Kota Semarang, pada dasarnya dibedakan menjadi fisik dan nonfisik. Secara fisik kemiskinan berupa status kepemilikan rumah, milik sendiri dan milik orang lain (kontrak); status kepemilikan tanah, hak milik dan milik negara; kondisi rumah yaitu layak dan tidak layak, dan asset yang dimiliki berupa meja kursi, almari, serta televisi. Adapun secara nonfisik berupa pendapatan, pekerjaan, potensi yang dimiliki, kebutuhan air bersih, kebutuhan pokok, kesehatan maupun rekreasi. Strategi pemberdayaan masyarakat miskin yang menganggur, dapat diformulasikan melalui supply lebih kecil dari demand, supply sama dengan demand, dan supply lebih tinggi atau tidak sama dengan demand. Model pemberdayaannya mendukung kinerja agen pembaharu dalam melaksanakan program kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Promoting Financial and Cultural Citizenship Literacy as Multiliteracy in Tourism Village Arbarini, Mintarsih; Suminar, Tri; Desmawati, Liliek
Journal of Nonformal Education Vol 7, No 1 (2021): February: Community Empowerment, Adult Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v7i1.27874

Abstract

Literacy skills provide opportunities to build society to face the global changes. This study aims to promoting the community members of the tourist village according to financial and cultural citizenship literacy as a part of multiliteracy in tourism village. This research applied descriptive qualitative approach. The subjects are 10 villagers in Jojogan Village, Wonosobo Regency. The method of data collecting use interview, observation, and documentation. Data analysis begins during the data collection process, performs data reduction, data presentation, and ends with drawing conclusions and verification. The findings describe promoting financial and cultural citizenship literacy as multiliteracy in Tourism Village is carried out in the community to have a financial and cultural literacy in their daily lives as a part of tourism village community. This activity promotes literacy cultur e by adjusting their free time because the learning schedule was coming from the community member's needs. With this condition, the manager and facilitator continuously try to adjust the conditions of the community members. These literacy learning activities include reading, writing, numerating, speaking, and listening. The benefit of this research is to provide an explanation that financial and cultural citizenship literacy as a part of multiliteracy in tourism village must be done.
PENYELENGGRAAN PROGRAM KELOMPOK BELAJAR USAHA (KBU) DI PKBM KARTIKA KABUPATEN PURBALINGGA Putri, Diana Novita Nikentari; Desmawati, Liliek
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v2i2.7156

Abstract

Penelitian bertujuan, mendeskripsikan penyelenggraan program kelompok belajar usaha dan mencari tahu  kekurangan dari program kelompok belajar usaha di PKBM Kartika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subyek penelitian dari 2 pengelola, 2 tutor, dan 5 warga belajar di PKBM Kartika. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakain metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan, keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Hasil yang di peroleh dalam penelitian bahwa dalam penyelenggraan program kelompok belajar usaha mencangkup tiga aspek yang harus ada yaitu , perencanaan, pemebelajaran dan evaluasi. Kekurangan program kelompok belajar usaha meliputi, tidak adanya monitoring rutin dari pihak PKBM atas warga yang sudah tidak aktif mengikuti aktifitas dalam PKBM, kegiatan yang berlangsung terkadang tidak sesuai dengan perencanaan awal atau tidak sesui dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan karena kondisi warga belajarnya, kegiatan pembelajaran yang berlangsung sering tidak kondusif karena minimnya sarana dan prasarana dengan banyaknya warga belajar, kekompakan kelompok yang suatusaat berubah menjadi individualis, jiwa wirausaha yang di miliki warga belajar tidak sama.The aim of study is to describe trade learning group program,This study is descriptive qualitative study, with research subjects from 2 managers, 2 tutors, and 5 citizens studying in PKBM Kartika, data is done by using observation method, interview, and documentation. Data analyses use data reducation, display and conclusion. The data validity uses trianggulation teory.The result of the study includes in three as pects needed : planning, learning, and evaluation. The program has some weaknesses, the weaknesses is there is no daily monitoring from PKBM to the non active people, activities that take place are sometimes incompatible with the initial planning or implementation of activities within their instructions for residents learning conditions, the learning activities that take place are often not conducive because of the lack of facilities and infrastructure with many people learn, funds given to businesses in less said, the group cohesion can sometime turn into individualism, the businees spirit is not same among.