Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN HIGHER ORDER THINKING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TELUKDALAM ZALUKHU, MERRI CHRISTINA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2456.803 KB)

Abstract

A persons language skills are related to his ability to think. The ability to write of someone is determined by how he thinks then takes it out through written language. Therefore, the ability to think must also be trained early on well. In the learning process, students are less encouraged to develope their thinking skills. Higher Order Thinking (HOT) learning strategies are applied to see the effect on the ability to write anecdotal texts. This research was carried out using quasi-experimental method with static group comparison research design model. The population in this study were all class X students of SMA Negeri 1 Telukdalam, South Nias in the 2017/2018 learning year totaling 252 people. The sampling technique was carried out purposively (purposive sampling). The number of samples in this study was 66 people. Class X IPA Anggrek is a control class (31 people) and Class X IPA Dahlia is an experimental class (35 people). This research instrument is an essay-shaped test. The results showed that based on the t test performed, t0> t table, namely 1.88> 1.669. Thus H0 (null hypothesis) is rejected and Ha (alternative hypothesis) is accepted. It can be concluded that the application of HOT (Higher Order Thinking) learning strategies has a positive effect on the learning outcomes of class X SMA Negeri 1 Telukdalam T.A. 2017/2018.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN HIGHER ORDER THINKING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TELUKDALAM MERRI CHRISTINA ZALUKHU
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2456.803 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i1.652

Abstract

A person's language skills are related to his ability to think. The ability to write of someone is determined by how he thinks then takes it out through written language. Therefore, the ability to think must also be trained early on well. In the learning process, students are less encouraged to develope their thinking skills. Higher Order Thinking (HOT) learning strategies are applied to see the effect on the ability to write anecdotal texts. This research was carried out using quasi-experimental method with static group comparison research design model. The population in this study were all class X students of SMA Negeri 1 Telukdalam, South Nias in the 2017/2018 learning year totaling 252 people. The sampling technique was carried out purposively (purposive sampling). The number of samples in this study was 66 people. Class X IPA Anggrek is a control class (31 people) and Class X IPA Dahlia is an experimental class (35 people). This research instrument is an essay-shaped test. The results showed that based on the t test performed, t0> t table, namely 1.88> 1.669. Thus H0 (null hypothesis) is rejected and Ha (alternative hypothesis) is accepted. It can be concluded that the application of HOT (Higher Order Thinking) learning strategies has a positive effect on the learning outcomes of class X SMA Negeri 1 Telukdalam T.A. 2017/2018.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP NIAS SELATAN TAHUN AKADEMIK 2018/2019 Merri Christina Zalukhu; Ujianhati Zega
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.967 KB)

Abstract

Sebagai calon sarjana, mahasiswa dipersiapkan untuk berbahasa dengan baik dan benar agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu melainkan juga sebagai penghasil atau pengguna bahasa sesuai bidang ilmu masing-masing. Kesalahan-kesalahan berbahasa masih ditemukan khususnya pada forum seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan. Dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa sering menggunakan tuturan yang berulang-ulang bahkan kadang menggunakan tuturan yang sehrusnya tidak perlu diucapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa lisan dalam bentuk kesalahan penghilangan (omission), kesalahan penambahan (addition), kesalahan formasi (misformation), dan kesalahan susun (misordering) dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan Tahun Akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang diawali dengan metode rekam dan dilanjutkan dengan transkripsi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Target akhir tingkat kesiapan teknologi adalah 2. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh penutur adalah kesalahan penambahan kata atau frase (52). Sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi adalah kesalahan penghilangan kata atau frase (24). Selain itu, ditemukan bahwa hampir pada setiap tuturan yang diucapkan oleh mahasiswa peserta seminar terdapat minimal satu jenis kesalahan. Tuturan yang di dalamnya terdapat keempat jenis kesalahan berjumlah 10 kalimat. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian masih belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa masih sering menambahkan kata/frase/klausa yang seyogianya tidak perlu ditambahkan sehingga makna kalimat bagi penutur dan atau pendengar tidak jelas (samar). Hal ini berdampak pada makna wacana secara keseluruhan. Peneliti menyarankan: (1) tenaga pendidik secara khusus pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada penanaman cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada setiap proses pembelajaran; (2) mahasiswa khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus selalu belajar dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama pada situasi formal.