Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Consumer-Brand Identification and Brand Loyalty: Analysis on Customer Satisfaction and Brand Trust as Mediators Dwike Natalia; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Anton Johannes Tjahjoanggoro
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i3.5529

Abstract

Consumers who have used Apple-branded smartphones have greater probability that they will continue to buy iPhones in the future. This is because customers feel satisfied and have identified the product before making a purchase, creating loyalty for the Apple brand. The purpose of this study is to examine the role of customer satisfaction and brand trust as mediators in the relationship between consumer-brand identification and brand loyalty. Participants in this study consisted of 155 consumers and obtained by using accidental sampling technique. Data analysis used the Hayes Process model 4, which explains that customer satisfaction can act as a mediator in the relationship between consumer-brand identification and brand loyalty, while brand trust cannot act as a mediator. Brand loyalty is not sufficiently formed when consumers can identify the brand well or there is satisfaction with the brand, but rather by the essential emotional bond that makes consumers rely on the brand. However, this has not been fulfilled by the iPhone to make consumers have brand loyalty.
Seminar Online Pelayanan Bank X di Masa Pandemi Covid-19 Dwike Natalia; Natasha Elsye Tantono; Shinta Selvia; Theodorus Pandu Santoso; Vidia Aprilia Safitri; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.7098

Abstract

Virus COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global yang terjadi di seluruh dunia. Sebagai akibatnya, banyak sektor yang terkena dampaknya tak terkecuali sektor perbankan. Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan terhadap karyawan frontliner di Bank X ditemukan bahwa selama pandemi COVID-19 perubahan lingkungan kerja berdampak pada perubahan cara kerja yang dapat menimbulkan masalah baru bagi karyawan. Masalah tersebut seperti kekhawatiran tertular virus, takut dianggap tidak sopan oleh nasabah, dan terhambatnya proses verifikasi nasabah karena tertutup masker. Beberapa kekhawatiran tersebut dapat berdampak pada peningkatan psychological distress dan penurunan performa kerja. Oleh karena itu, peneliti mengadakan seminar online untuk mengedukasi para karyawan di Bank X mengenai psychological distress dan cara mengatasinya. Diharapkan agar organisasi dapat memperhatikan kesehatan mental para karyawan khususnya di masa pandemi seperti hari ini, agar kinerja karyawan bisa tetap optimal.
Financial Literacy sebagai Mediator pada Hubungan Personality dan Locus of Control dengan Financial Management Behavior Generasi Millennials Devi Maharani Tanusaputri; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Anton Johannes Tjahjoanggoro
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 18, No 1 (2022): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v18i1.4338

Abstract

Currently, the millennial generation is in a productive period at work and making money. However, nowadays, it is found that several generations of millennials have difficulty managing their finances. This study aims to examine the role of financial literacy mediators in the relationship between conscientiousness, neuroticism, and external locus of control with financial management behavior in Indonesia's millennials generation. This study used a correlational quantitative survey approach with a total of 166 respondents. The snowball sampling technique was used for sampling, and the data analysis technique used the Hayes Process Model 4. This study found the role of financial literacy as a mediator only in the relationship between neuroticism and external locus of control with financial management behavior. The awareness of the government and millennials generation on the importance of financial knowledge should be increased, mostly related to financial knowledge, to produce better and responsible financial management.
MOTIVASI HEDONIC DAN UTILITARIAN MAHASISWA ATLET DENGAN PURCHASE INTENTION PADA PERALATAN OLAHRAGA SECOND-HAND Javier Natanael Oswaldo Sugiarto; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Anton Johannes Tjahjoanggoro
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2642

Abstract

Mahasiswa berstatus atlet memerlukan peralatan olahraga untuk mendukung aktifitasnya, namun harga peralatan olahraga baru yang ditawarkan produsen terkadang tidak sesuai dengan budget mahasiswa. Seringkali mahasiswa berstatus atlet membeli peralatan olahraga secara second-hand untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hedonic dan utilitarian motivation dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand. Responden penelitian ini mahasiswa atlet berusia 18–25 tahun (N=187) dan menggunakan teknik purposive sampling untuk teknik pengambilan datanya. Uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa hedonic dan utilitarian motivation memiliki hubungan positif dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand di kalangan mahasiswa atlet. Pada hedonic motivation diketahui bahwa motif mahasiwa berstatus atlet membeli peralatan olahraga second-hand didasari oleh kesenangan saat mencari barang, dapat berkomunikasi dengan orang lain, mempelajari tren, menghilangkan masalah atau stress, serta mencari berbagai pengalaman personal lainnya. Sedangkan pada utilitarian motivation motif mahasiswa membeli peralatan olahraga second-hand adalah melihat fungsi barang. Para mahasiswa atlet diharapkan dapat mengenali dan mengelola shopping motivationnya agar tidak muncul perilaku impulsive buying, namun diharapkan mereka dapat fokus pada tujuan membeli peralatan olahraga.Kata Kunci: purchase intention, hedonic motivation, utilitarian motivation, second-hand Mahasiswa berstatus atlet memerlukan peralatan olahraga untuk mendukung aktifitasnya, namun harga peralatan olahraga baru yang ditawarkan produsen terkadang tidak sesuai dengan budget mahasiswa. Seringkali mahasiswa berstatus atlet membeli peralatan olahraga secara second-hand untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hedonic dan utilitarian motivation dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand. Responden penelitian ini mahasiswa atlet berusia 18–25 tahun (N=187) dan menggunakan teknik purposive sampling untuk teknik pengambilan datanya. Uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa hedonic dan utilitarian motivation memiliki hubungan positif dengan purchase intention pada pembelian barang olahraga second-hand di kalangan mahasiswa atlet. Pada hedonic motivation diketahui bahwa motif mahasiwa berstatus atlet membeli peralatan olahraga second-hand didasari oleh kesenangan saat mencari barang, dapat berkomunikasi dengan orang lain, mempelajari tren, menghilangkan masalah atau stress, serta mencari berbagai pengalaman personal lainnya. Sedangkan pada utilitarian motivation motif mahasiswa membeli peralatan olahraga second-hand adalah melihat fungsi barang. Para mahasiswa atlet diharapkan dapat mengenali dan mengelola shopping motivationnya agar tidak muncul perilaku impulsive buying, namun diharapkan mereka dapat fokus pada tujuan membeli peralatan olahraga. 
Seminar Daring untuk Mengembangkan Pola Pikir Wirausaha UMKM pada Masa Pandemi Covid-19 di Surabaya Imagodei Chrishasiholan Tambun; Muhammad Zaidan Salahudin; Robert Loadijaya; Surya Hari Putra; Patricia Krista Gunawan Sunjono; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 3 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i3.7276

Abstract

Masa pandemi COVID-19 adalah satu dari sekian banyak hal di dunia ini yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun. Dalam masa pandemi COVID-19, perekonomian diberbagai negara tentunya menjadi berubah terkhusus dalam proses transaksi ekonomi yang dilakukan secara tatap muka. Indonesia tentunya mengalami dampak dari adanya COVID-19, hal ini membuat pertumbuhan ekonomi menjadi terasa semakin berat. Surabaya merupakan kota ke 5 dengan jumlah pelaku UMKM terbanyak se-Jawa Timur. Kondisi selama pandemi ini menjadi hal yang berat bagi masyarakat terutama bagi pelaku UMKM, maka diperlukannya pembekalan/penyuluhan untuk menumbuhkan inovasi/kreativitas oleh para pelaku UMKM agar dapat menaikkan daya jual dan daya saing terkhusus yang bagi pelaku UMKM yang belum memanfaatkan media daring. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan berupa seminar daring mengenai pola pikir wirausahawan dalam mengatasi kebutuhan dan bertahan di masa pandemi dengan mengembangkan pola pikir wirausaha dan pengenalan media daring sebagai salah satu penerapan materi yang dapat dilakukan oleh masyarakat sasaran. Penyuluhan ini juga dilakukan agar masyarakat dapat adaptasi dan melakukan proses jual beli seiring perkembangan zaman di era industri 4.0.
The dynamic of decision-making: Effect of intertemporal choice on clothing products Amabel Kylila; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Volume 21 (1) 2024
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v21i1.387

Abstract

Individuals' emotional states (i.e., happy and sad emotions) might influence the intertemporal choice process, a decision of choosing between instant alternatives with small advantages or delayed alternatives with enormous benefits, when purchasing a product. This study tested the role of emotional states in individual intertemporal choices, especially when buying clothing products. 45 active students were involved as participants in this experimental study.' The results indicated that happy and sad emotions do not significantly differ in individuals' intertemporal choices, specifically in purchasing clothing products (ꭓ2 = 5.293, p > 0.05). This study also found that intertemporal choice was influenced by gender (F = 6.431, p < 0.05). This gender difference was significant (ꭓ2 = 4.099, p < 0.05), in which female participants had a higher average delayed gratification than male participants. Even though differences in income did not significantly impact the differences in intertemporal choice (ꭓ2 = 5.962, p > 0.05), individual income influenced intertemporal choice (F = 4.381, p < 0.05), in which participants with smaller incomes tended to choose cheaper clothing product. Moreover, the system of three thinking inhibited irrationality and made students more rational when making purchase decisions in accordance with their income or pocket money.
Peran Organizational Commitment dalam Perceived Workplace Gender Discrimination dengan Turnover Intention pada Karyawan Perempuan Trivia Agatha; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka; Harijanto Tjahjono
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.10095

Abstract

Saat ini, partisipasi perempuan dalam pekerjaan semakin meningkat. Namun, perlakuan yang adil belum menyertai peningkatan ini, sehingga tindakan diskriminasi masih biasa. Salah satu dampaknya adalah munculnya niat untuk pergi. Di mana penampilan niat tergantung pada komitmen terhadap organisasi, studi ini memeriksa peran komitmen organisasi sebagai mediator dalam perlakuan diskriminatif di tempat kerja untuk meninggalkan karyawan perempuan. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei kuantitatif dengan 76 responden yang diperoleh melalui sampel bola salju. Analisis data dilakukan dengan menggunakan proses Hayes model 4. Hasilnya menunjukkan bahwa komitmen organisasi dapat memediasi hubungan antara perlakuan diskriminatif di tempat kerja dan niat untuk pergi (β = -0.1527; CI = -0.31, -0.04). Dimensi komitmen organisasi yang dapat bertindak sebagai mediator adalah komitmen afektif (β = -0.1288; CI = -0.27, -0.01) dan komitmen normatif (β / -0.1783; CI / -0.35, -0.05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa komitmen organisasi dapat mencegah munculnya niat untuk meninggalkan, meskipun mereka tunduk pada perlakuan diskriminatif.