Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi, Kecerdasan Spiritual, Gender dan Usia Terhadap Komitmen Organisasi Dosen Teknik Industri X di Tangsel Khoirunnisa Khoirunnisa; Sri Utami Ningsih
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 1 (2020): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v3i1.y2020.p43-48

Abstract

SDM (Dosen) yang berkualitas memerlukan keterlibatan yang tinggi terhadap pekerjaaan atau organisasi yang disebut sebagai komitmen organisasi. Berdasarkan penelitian terdahulu oleh faktor imbalan dan faktor personal mempengaruhi komitmen organisasi dosen. Pada penelitian ini, penulis ingin melihat sumbangan proporsi varian yang dijelaskan oleh kompensasi, faktor personal dalam bentuk kecerdasan spiritual individu, jenis kelamin dan usia yang dapat memberikan pengaruh terhadap komitmen organisasi dosen. Responden pada penelitian ini hanya dapat diperoleh  30 dosen Teknik Industri X, dengan Jenis penelitian Deskriptif statistic. Hasil dari penelitian ini adalah kompensasi memiliki signifikasi 0,000 < 0,05 dengan kenaikan 0,719 berpengaruh pada komitmen organisasi, kecerdasan spiritual memiliki signifikansi 0.007 < 0,05 dengan kenaikan 0,13 berpengaruh pada komitmen Organisasi. Usia memiliki nilai 0,95>0,05 yang menunjukkan tidak signifikannya variabel tersebut meskipun memiliki koefisien 3,155 lebih besar proporsinya dari variabel lain dalam mempengaruhi komitmen organisasi. Lalu gender memiliki nilai 0,124>0,05 yang menunjukkan tidak signifikannya variabel tersebut dengan koefisien regresi yang rendah (-3,014) atau tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Namun jika diuji secara simultan variabel  kompensasi, spiritual quetiont, gender dan usia secara bersama-sama berpengaruh sebesar 86,5% terhadap komitmen organisasi dosen. 
MEMBANGUN SINERGI PENGELOLAAN BANK SAMPAH DALAM RANGKA PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP Nani Widya Sari; Sylvia Hasanah Thorik; Sri Utami Ningsih; Mohamad Anwar
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.801 KB) | DOI: 10.32493/.v1i1.9824

Abstract

ABSTRACT The purpose of this Community Service activity is to see how the management of organic waste at the Clean Griya Asri Integrated Waste Disposal Site in Pamulang Subdistrict. Then also to understand about the benefits of the existing Waste Bank. The method used in this activity is the delivery of material and discussions with the local community. The conclusion of this service is that the Pamulang University academic community, which in this case is coordinated by the Secretarial Study Program lecturers by involving students and the community, can maximize their duties and responsibilities regarding how to educate the public and students about the importance of good and correct waste management through waste banks, so that provide great benefits for people's lives, especially benefits in the economic field. Keywords: Synergy, Waste Bank, Environment. ABSTRAK Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk melihat bagaimana pengelolaan sampah organik di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Griya Bersih Asri di Kecmatan Pamulang ini. Kemudian juga untuk memahami mengenai manfaat dari Bank Sampah yang sudah ada. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi dan diskusi dengan masyarakat setempat. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa civitas akademika Universitas Pamulang yang dalam hal ini dikoordinir oleh dosen Program Studi Sekretari dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat dapat memaksimalkan tugas dan tanggungjawabnya mengenai bagaimana mengedukasi masyarakat dan juga mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui bank sampah, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya manfaat dalam bidang ekonomi. Kata Kunci: Sinergi, Bank Sampah, Lingkungan Hidup.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) Yulita Pujilestari; Amelia haryanti; Sri Utami Ningsih; Abd. Chaidir Marasabessy
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v11i2.44407

Abstract

Kekerasan yang terjadi lebih dominan kepada kekerasan dalam bentuk fisik. Faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah keuangan dan salah paham. Kemudian baru masalah orang tua, masalah saudara dan selanjutnya anggapan bahwa suami melakukan tindak kekerasan karena diluar kesadaran serta permasalahan yang terjadi adalah aib bagi keluarga sehingga tidak ada korban yang melapor dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dilakukan secara terus menerus. Masalah keuangan merupakan suatu permasalahan yang selalu timbul dalam rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan penghasilan yang tidak dapat mencukupi kehidupan sehari-hari. Selain itu bagi keluarga yang sudah mempunyai anak, masalah anak juga dapat menjadi penyebab pertengkaran suami dan istri. Tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di kalangan masyarakat memiliki berbagai macam bentuk. Secara psikis kekerasan dalam rumah tangga sebagai perwujudan ekspresi ledakan emosional bertahap yang berawal dari kekerasan psikis, mulai dari sikap dan perilak yang tidak dikehendaki, maupun lontaran-lontaran ucapan yang menyakitkan dan ditujukan pada istri. Metode Penelitian yang di gunakan adalah Pendekatan hukum normatif dalam penelitian ini adalah pendekatan yang menggunakan asas hukum dengan tujuan untuk memperjelas keadaan sosial yang sebenarnya mengenai permasalahan yang diteliti. Penekanan pada langkah observasi Penelitian yang tidak hanya memanfaatkan peraturan perundang-undangan tetapi juga data primer. Hasil penelitian adalah : Pelaku dapat dikenai pidana penjara dan/atau denda, sesuai dengan berat ringannya perbuatan menurut UU No. 23 Tahun 2004 yang menetapkan berbagai bentuk sanksi pidana terhadap pelaku KDRT, bergantung pada jenis kekerasan yang dilakukan, Adanya Pengaturan dalam pasal-pasal yang menjamin hak-hak korban untuk memperoleh keamanan, layanan rehabilitasi, dan pemulihan psikologis dimana dalam UU PKDRT tidak hanya mengatur sanksi terhadap pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan kepada korban melalui mekanisme seperti pemberian surat perintah perlindungan, pengaturan hak pengasuhan anak, dan perawatan medis serta psikologis. Kata Kunci: Sanksi Pidana ; Tindak Pidana ; Kekerasan