Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ragam Bahasa Istilah Perkeretaapian dan Transportasi Rel di Indonesia: Analisis Proses Morfologis Winda Oktorahma Pramasetia; Bakdal Ginanjar
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.951

Abstract

In various aspects of social life, there are many varieties of language used. One of them is the variety of languages used in all types of public transportation, one of which is the train. The emergence of terms used in rail transportation, especially trains, is an effort to make it easier for people who work in the realm of rail transportation to communicate more quickly and efficiently. This creates a new language variety that is usually only known by a handful of people who work in the field of rail transportation and sometimes causes confusion for ordinary people. Therefore, this study aims to provide a description of the morphological process regarding the variety of language terms used in the realm of railways. This research is a descriptive qualitative research. The data source is taken from a collection of terms used in railways and rail transportation derived from literature such as books, magazines, thesaurus and KBBI Online, using the literature study method. Qualitative data analysis techniques used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing (Sugiyono, 2018) based on the theory of morphological processes from (Carstairs-McCharty, 2002). The results of the analysis show that the morphological processes that exist in various terms used in railways and rail transportation are quite diverse including abbreviations, acronyms, affixation, and blending. Dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, terdapat banyak sekali ragam bahasa yang digunakan. Salah satunya adalah ragam bahasa yang digunakan pada segala jenis transportasi umum salah satunya adalah kereta api. Munculnya istilah-istilah yang digunakan di dalam transportasi rel terutama kereta api, adalah sebuah upaya untuk mempermudah orang-orang yang bekerja dalam ranah transportasi kereta api agar lebih cepat dan efisien dalam berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan ragam bahasa baru yang biasanya hanya diketahui oleh segelintir orang yang memiliki pekerjaaan di bidang transportasi rel dan terkadang menyebabkan kebingungan bagi orang awam. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai proses morfologis mengenai ragam bahasa istilah yang digunakan dalam ranah perkeretaapian. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari kumpulan istilah-istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel yang berasal dari literatur seperti buku, majalah, tesaurus dan KBBI Daring, dengan menggunakan metode pustaka. Teknik analisis data secara kualitatif digunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2018) yang berdasar pada teori proses morfologi dari (Carstairs-McCharty, 2002). Hasil analisis memperlihatkan bahwa proses morfologis yang ada dalam berbagai istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel cukup beragam meliputi singkatan, akronim, afiksasi, dan blending.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM TEKS PARIWISATA PADA PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM/GRAMATICAL COHESION OF PERSONAL PRONOUNS IN THE TOURISM TEXT ON PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM Bakdal Ginanjar; Dwi Purnanto; Hesti Widyastuti; Chattri S. Widyastuti
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.498.257-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini diarahkan pada kajian teks wacana pariwisata dengan pendekatan analisis wacana. Permasalahan yang dikaji adalah aspek kebahasaan pembangun kepaduan teks wacana berupa kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata dalam media digital yang hasilnya dapat dipakai sebagai salah satu dasar merespons tuntutan kualitas strategi komunikasi promosi yang kreatif.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Sumber data berasal dari situs/laman pesonaindonesia.kompas.combulan Januari—Oktober 2019. Data berwujud teks wacana pariwisata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode agih dengan teknik ganti. Kajian ini menemukan pendayagunaan referensi pronominal persona yang difungsikan untuk membangun teks wacana yang khas dari teks pariwisata secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pariwisata menggunakan aspek-aspek gramatikal kohesi referensi persona pertama, kedua, ataupun ketiga. Referensi persona kedua mendominasi dalam teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. guna menciptakan keutuhan dan kepaduan wacana. Lebih lanjut, pemilihan referensi persona tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri dengan pembaca dan terkandung implikasi persuasif bagi pembaca. Kata kunci: kohesi, referensi persona, teks pariwisata, wacana AbstractThis research is directed at the study of tourism discourse texts with the discourse analysis approach. The problem studied is the linguistic aspects of the building of the discourse text cohesion in the form of grammatical cohesion of persona references in the pariwisa text on the pesonaindonesia.kompas.com page. The aim is to describe the linguistic aspects of grammatical cohesion of references to charms in the tourism text in digital media, the results of which can be used as a basis for responding to the demands of the quality of creative promotional communication strategies. This research is a descriptive qualitative type in linguistics. The data source is from pesonaindonesia.kompas.com website / page from January to October 2019. The data is in the form of a tourism discourse text. The method of data collection is done by referring to the method. Data were analyzed by the method of distribution. The results showed that the tourism text uses grammatical aspects of the first, second, and third persona reference cohesion. The second persona reference dominates in the tourism text on the pesonaindonesia.kompas.com page. in order to create wholeness and cohesiveness of discourse. Furthermore, the selection of the reference persona is intended to get closer to the reader and has persuasive implications for the reader.Keywords: discourse, cohesion, personal pronouns, tourism text
DERIVASI VERBA DENOMINA BAHASA INDONESIA PADA WEBSITE BERITA ONLINE (KAJIAN MORFOLOGI) Galuh Mustikasari; Ninik Pratiwi; Bakdal Ginanjar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rrtx7694

Abstract

Penelitian ini membahas tentang derivasi verba denomina bahasa Indonesia pada artikel berita online. Pada tahap pembahasan penelitian ini akan menguraikan proses morfologis data yang berbentuk kata pada artikel berita periode tahun 2021. Tujuan penelitian ini agar pembaca dapat memahami proses morfologis sekaligus fenomena perpindahan kategori kelas kata yang ditemui pada tulisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni cara kerja dalam penelitian yang mendeskripsikan data yang berupa kalimat maupun kata berdasarkan nomina pembentuk verba dan distribusi afiks pembentuk verba denomina. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode Agih dengan teknik lanjutan Ultimate Constituent Analysis (UCA) atau Urai Unsur Terkecil untuk menguraikan satuan lingual tertentu atas unsur-unsur terkecilnya. Data akan disajikan dalam bentuk nonformal dengan mengklasifikan data yang didapat, lalu diuraikan setiap pola pada masing-masing bentuk yang ditemukan. Hasil penelitian ini menemukan 18 bentuk proses afiksasi yang menyebabkan perpindahan kategori kata dan makna kata. Kesimpulannya adalah tidak semua verba berasal dari bentuk dasar verba, melainkan dapat berasal dari bentuk nomina. Benuk afiksasi yang membentuk verba tidak hanya berdasarkan prefiks, tetapi juga konfiks. Selain itu, proses verba denomina akan menghasilkan derivasi pada kata yang diturunkan.
Fenomena Disfemisme dalam Kartun Anak Pada Pertelevisian Indonesia Lelly Dwi Anjani; Bakdal Ginanjar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1787

Abstract

This paper examines the use of dysphemism in children's cartoon shows in Indonesian television which are categorized as dangerous and cautious according to KPAI and KPI. The issue of this paper is focused on discussing the types of dysfemism used. This research is a descriptive qualitative type. The data of this research are sentences containing dysphemism. The data source of this research is the children's cartoon show Spongebob Squarepants¸ Crayon Shinchan, and Little Krishna taken from television and Youtube shows. The method of providing data is done by referring to the record and record techniques. The method of data analysis is done by the method of distribution with techniques for direct elements, fade techniques, and dressing techniques. The results of data analysis are presented by informal methods. Based on the results of data analysis, it was concluded that the type of dysfemism in children's cartoon shows in Indonesian television is in the form of 1) a comparison between humans and animals that are conventionally considered to have certain behaviors, 2) term or nickname derived from taboo body organs, body effluvia (odor or secretion), and sexual behavior, 3) nickname or dysphemistic greetings taken from physical characters that are seen so that it is considered to be an abnormal person, 4) curses and nicknames that use the term from mental abnormalities or mental illness, 5) sexist, racist, speciesist, classist, ageist and otherIST dysfemism that function as insults, and 6) the term insult or disrespect that calls insult to the intended character.AbstrakDalam tulisan ini dikaji penggunaan disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia yang dikategorikan berbahaya serta hati-hati menurut KPAI dan KPI. Permasalahan dalam tulisan ini difokuskan pada pembahasan jenis disfemisme yang digunakan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung disfemisme. Sumber data penelitian ini adalah tayangan kartun anak “Spongebob Squarepants”¸ “Crayon Shinchan”, dan “Little Krishna” yang diambil dari tayangan televisi dan YouTube. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa jenis disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia berupa 1) perbandingan manusia dengan hewan yang secara konvensional dianggap memiliki perilaku tertentu, 2) istilah atau julukan yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan, efluvia tubuh (bau atau sekresi), dan perilaku seksual, 3) julukan atau sapaan disfemistik yang diambil dari karakter fisik yang terlihat sehingga dianggap seolah menjadi orang yang abnormal, 4) kutukan dan julukan yang menggunakan istilah dari abnormalitas mental atau penyakit jiwa, 5) disfemisme sexist, racist, speciesist, classist, ageist, dan -IST lainnya yang berfungsi sebagai penghinaan, dan 6) istilah penghinaan atau tidak hormat yang menyerukan penghinaan pada karakter yang dituju.