Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PELESTARIAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X.2 SMA NEGERI 2 PALEMBANG Tiara Ulandari; Zuriah Susilawati; Riyanto Riyanto
Bioilmi: Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Bioilmi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/bioilmi.v9i2.17507

Abstract

In general, students often feel bored with the learning process so that the subject matter is easily forgotten, this can affect the learning outcomes of a student. The purpose of this research activity is to determine the effectiveness of the project-based learning model in improving the learning outcomes of class X.2 students of SMA N 2 Palembang City on the topic of Environmental Conservation and Change. The method used was Classroom Action Research (PTK) with a research population of SMA N 2 students and the research sample was class X.2 students of 42 students. The results of individual learning mastery on environmental preservation and change material are seen as indicators of success. In cycle I obtained individual learning mastery of 45.23% with the number of students with scores > 70 of 19 students and students with grades < 70 of 23 students. In cycle II it increased by 80.95%, with the value of the number of students who scored > 70 as many as 34 students and students with grades < 70 as many as 8 students. The research results prove that student learning outcomes can be increased effectively by applying the Project Based Learning learning model.
Pelatihan Model Pembelajaran Langsung Sebagai Aplikasi CTL untuk Guru IPA SMP di Ogan Ilir Riyanto Riyanto; Mgs M. Tibrani; Safira Permata Dewi; Ermayanti Ermayanti; Yenny Anwar; Meilinda Meilinda; Susy Amizera; Elvira Destiansari; Nike Anggraini
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.902

Abstract

The results of an interview with a science teacher in Ogan Ilir district that science teachers mastered the skills of various learning models including direct learning models. Some of the junior high school science materials are declarative or procedural. Material that is declarative or procedural requires skills that are carried out in stages of the entire series of activities displayed. The purpose of this community service activity (CSA) is to improve the ability of junior high school science teachers to master the direct teaching model, compile a direct teaching model rpp and be able to implement the direct teaching model in the classroom. The implementation of the activity is carried out in several stages, namely: 1. The preparatory stage, namely field observations and interviews with teachers, reading references to direct learning model materials, holding discussions with PPM team members, preparing training materials in the form of Power Point, approaching school staff and teachers and coordinating related parties. 2. Implementation stage, namely direct training with training methods, demonstrations and discussions and visualizations. Through CSA activities, science teachers from the Ogan Ilir MGMP groups can compile or modify direct learning models with a scientific approach. MGMP science teachers have been able to make 5 aspects of learning implementation planning (LIP), namely listing: learning indicators and objectives, organizing materials, media and learning resources, learning activity steps, and evaluating learning outcomes. Therefore, the RPP format made by mgmp science teachers in Ogan Ilir district was declared feasible. This is evident from the assessment results with all 100 values. After attending the CSA training material, participants enjoyed the material presented, felt that this material was very necessary and felt that their knowledge increased
The Diversity of Butterflies (Lepidoptera): A case Study of Changes in Butterfly Habitat due to Swamp Land Conversion (SLC) in Palembang Indonesia Riyanto Riyanto; Rahmi Susanti; M. Aidil Fatha; Yunilda Rosa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.8666

Abstract

This study a specific case: whether alterations in butterfly habitats resulting from Swamp Land Conversion (SLC) impact the diversity, species count, and abundance of butterflies, which act as pollinating insects, within Palembang city. This study employs observational methods with a roaming technique, conducted five times at each research location. The research sites were determined using purposive sampling. The findings reveal a total of 230 individual butterflies from 19 species, distributed among five families: Hesperiidae, Lycaenidae, Nymphalidae, Papilionidae, and Pieridae. The highest butterfly diversity index value is recorded at the Alang-Alang Lebar SLC location, whereas the lowest butterfly diversity index value is observed at the swamp land (SL) location. The most recent findings from this study is SLC lead to an increase in the diversity index, species count, and individual butterfly numbers of the Lepidoptera order, particularly in Alang-Alang Lebar SLC and Jakabaring SLC, as compared to SL location on Sungai Ijuk SL. The results suggest that SLC can contribute to the conservation of butterfly species belonging to the Nymphalidae, Papilionidae, Hesperiidae, and Lycaenidae families except the Pieridae family
AKTIVITAS SEDATIF DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.) PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS L.) GALUR SWISS WEBSTER Nadya Silfa Falahunnisa; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Srikaya (Annona squamosa L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid yang diduga mampu memberikan efek sedatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap aktivitas sedatif pada mencit galur sw1iss webster serta untuk menentukan konsentrasi dosis efektif ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) dalam memberikan efek sedatif pada mencit galur swiss webster. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 9,38 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 18,75 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol daun srikaya dosis 37,5 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam obat melatonin sebanyak 0,00000364 mg/1 ml/20 gr BB. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diujikan menggunakan metode uji rotarod dengan menilai lamanya waktu bertahan mencit diatas batang rotarod. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya memiliki efek sedatif yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun srikaya pada dosis 18,75 mg/kg BB memberikan efek sedatif paling tinggi dengan hasil yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan efek sedatif terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf.
POTENSI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) GALUR SUB SWISS WEBSTER Aura Keysha Salsabilah; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya analgesik atau pereda nyeri dari ekstrak kulit kopi robusta (Coffea canephora) pada mencit (Mus musculus L.) galur Sub Swiss Webster. Penggunaan kulit kopi robusta, yang sering dianggap sebagai limbah, sebagai sumber potensi obat tradisional perlu diselidiki lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode geliat (writhing test) yang diinduksi oleh asam asetat 1% secara intraperional untuk menilai efek pereda nyeri dari ekstrak tersebut. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan berbagai konsentrasi ekstrak dengan dosis 40 mg/kg BB, 80 mg/kg BB, 160 mg/kg BB dan Parameter yang diukur pada metode uji geliat adalah menghitung jumlah geliat mencit setiap5 menit selama 60 menit. kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Uji Anova dan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dan membandingkannya dengan kontrol negatif dan positif. Dari analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak kulit kopi robusta mempunyai daya analgesik ditandai dengan nilai signifikan P< 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasilnya diharapkan dapat menunjukkan konsentrasi ekstrak kulit kopi robusta yang paling efektif dalam mengurangi rasa nyeri, Ekstrak kulit kopi robusta mempunyai daya analgesik yang paling baik  adalah  ekstrak  kulit  kopi  robusta pada dosis  160  mg/kg  BB  yang hasilnya mendekati pembanding. Penelitian ini menunjukkan terdapat potensi pada kulit kopi robusta sebagai anti nyeri atau analgesik.
DAUN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.) SEBAGAI PEMACU DAYA INGAT MENCIT (MUS MUSCULUS L.) Aulia Lison Putri; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya ingat atau memori memiliki peran penting dalam menyimpan dan memproses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) sebagai pemacu daya ingat mencit (Mus musculus L.) dengan menggunakan metode Morris Water Maze. Daya ingat diukur berdasarkan rata-rata waktu latensi paling rendah dalam mencapai kuadran target. Ekstrak etanol daun bayam hijau dibuat  menggunakan metode maserasi dalam etanol 70%. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu: kontrol negatif (tween 80 1 ml), kontrol positif (piracetam 16mg/20 g BB), dan tiga kelompok mencit yang diinjeksikan ekstrak etanol daun bayam hijau dengan dosis yang berbeda (0,14 mg/20 g BB; 0,28 mg/20 g BB; dan 0,56 mg/20 g BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau secara signifikan berpengaruh terhadap daya ingat mencit dengan efek yang paling efektif ditunjukkan pada dosis 0,28 mg/20 g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau dapat memperbaiki daya ingat mencit dengan dosis 0,28 mg/20 g BB sebagai dosis paling efektif untuk memperbaiki kerusakan pada daya ingat mencit yang diinduksi alkohol. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman bayam hijau berpotensi sebagai pengobatan alternatif untuk gangguan yang berkaitan dengan daya ingat.
ANALGESIK ALAMI: STUDI POTENSI KERSEN (MUNGITINGIA CALABURA) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Desi Anggraini; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan alkaloid yang diduga memiliki efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik ekstrak etanol buah kersen serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan jumlah geliat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 50 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 100 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 200 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam mefenamat 500 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diinduksi nyeri menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal. Daya analgesik ditentukan dengan menghitung jumlah geliat pada mencit selama 1 jam pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen memiliki efek analgesik yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen pada dosis 200 mg/kg BB memberikan efek analgesik paling tinggi dengan penurunan jumlah geliat yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan daya analgesik terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf.
RUMPUT MUTIARA (HEDYOTIS CORYMBOSA L.) DAN PENINGKATAN MEMORI SPASIAL MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Miftahul Jannah; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan daya ingat merupakan masalah kognitif yang dapat dipicu oleh stres oksidatif akibat aktivitas radikal bebas. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.) dikenal mengandung flavonoid dan asam fenolat yang berpotensi meningkatkan memori melalui efek antioksidan dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput mutiara terhadap peningkatan skor memori spasial mencit jantan galur Swiss Webster yang diinduksi alkohol 10% serta menentukan dosis efektifnya. Metode eksperimental dengan rancangan kelompok kontrol dan perlakuan, dimana mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (piracetam 200 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak rumput mutiara 100 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Perlakuan diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut, lalu memori diukur menggunakan tes Radial Arm Maze (RAM). Data skor memori dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan pada signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak rumput mutiara dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan skor memori spasial mencit dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol rumput mutiara berpotensi sebagai agen alami yang efektif dalam meningkatkan fungsi memori, dengan dosis efektif pada penelitian ini adalah 400 mg/kg BB. Temuan ini dapat mendukung pengembangan bahan alami untuk terapi gangguan memori dan sebagai media pembelajaran interaktif di bidang Biologi SMA.
DAGING BELUT SAWAH (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA Kahilla Nvidia Rasupa; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena adanya kegiatan bioseluler dan biomolekuler yang terjadi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daging belut (Monopterus albus) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit galur Swiss Webster. Ekstrak daging belut mengandung protein albumin yang dapat membantu penyembuhan luka. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K–) hanya diberi sayatan tanpa aplikasi salep, sedangkan kontrol positif (K+) diberi sayatan dan diolesi salep Bioplacenton. Kelompok perlakuan terdiri dari P1 dengan salep dari ekstrak daging belut konsentrasi 1%, P2 konsentrasi 2,5%, dan P3 konsentrasi 5%. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa salep dari ekstrak daging belut berpengaruh terhadap penyembuhan luka dengan nilai signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil terbaik diperoleh pada salep dengan konsentrasi 5% yang hasilnya mendekati kelompok pembanding. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi pembelajaran biologi pada topik struktur jaringan dan fungsi sistem organ.