Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Kinerja Lembaga dengan Penerapan Sentiment Analysis Sri Wahyuni; Sri Winiarti
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Teknik Informatika, Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jstie.v8i2.20033

Abstract

Pengukuran kinerja lembaga merupakan hal yang penting untuk dilakukan guna menjamin mutu kualitas pendidikan. Pengukuran kinerja lembaga di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dilakukan oleh Badan Penjaminan Mutu menggunakan angket kepuasan responden dengan 4 skala jawaban yaitu "sangat tidak memuaskan", "tidak memuaskan", "memuaskan" dan "sangat memuaskan". Data angket masih diolah secara manual dan belum digunakan untuk memberikan kesimpulan atau rekomendasi terhadap kinerja unit/lembaga. Data angket tersebut bisa dimanfaatkan untuk diklasifikasikan ke dalam kelas positif dan negatif sehingga dapat digunakan untuk pengukuran kinerja lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengukuran kinerja lembaga dengan penerapan sentiment analysis menggunakan kombinasi metode Fuzzy C-Means (FCM) dan K-Nearest Neighbors (K-NN). Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mempermudah evaluasi kinerja lembaga secara efisien, optimal dan akurat.Metode pengumpulan data dengan studi pustaka dan teknik wawancara. Tahapan pengembangan sistem meliputi analisis data, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem terdiri dari perancangan flowchart sistem, flowchart FCM, flowchart K-NN dan perancangan antarmuka, implementasi dan pengujian.Hasil penelitian ini yaitu sistem yang dapat memprediksi kelas sentimen pada angket kepuasan responden ke dalam kelas positif dan negatif, serta menghasilkan rekomendasi perbaikan untuk setiap unit/lembaga. Akurasi tertinggi menggunakan metode confusion matrix sebesar 98%, precision 0,97 dan recall 0,97 pada nilai k (K-NN) yaitu k=4 dan k=5. Penelitian ini menggunakan 1564 data angket dari 11 unit dengan jumlah data masing-masing unit berbeda. Hasil sentiment analysis terhadap 11 unit didapatkan prosentase sentimen positif 22% dan negatif 78%. Prosentase sentimen negatif yang lebih tinggi bermakna bahwa kinerja unit/lembaga di UAD secara rata-rata kurang baik.
Who am I?: psikoedukasi untuk membangun konsep diri dan relasi sosial dalam pemulihan mental Baiq Alia Teni Susilawati; Sri Wahyuni; Baiti Al-Hasanah Nurjannah; Bunayya Dheya Shibghatallah; Chen Zi Xuan; Nina Zulida Situmorang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35754

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan konsep diri dan relasi sosial pada individu dengan disabilitas psikososial (ODDP) melalui pendekatan psikoedukasi berbasis komunitas. Program dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Playen I, Gunungkidul, Yogyakarta, dengan melibatkan 17 peserta yang terdiri dari ODDP, pendamping keluarga, dan kader kesehatan jiwa. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan interaktif yang mencakup refleksi pernapasan, latihan cermin diri, dan pohon dukungan sosial. Evaluasi efektivitas dilakukan menggunakan desain one group pre-test–post-test. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(16) = –18.67, p < .01), dengan peningkatan rata-rata dari 60.59 menjadi 80.00. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat konsep diri, meningkatkan kesadaran terhadap dukungan sosial, serta berkontribusi pada proses pemulihan mental berbasis komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Kata kunci: Konsep diri; pemulihan mental; pengabdian masyarakat; psikoedukasi; relasi sosial. Abstract This community service activity aims to enhance self-concept and social relationships among individuals with psychosocial disabilities (PWPD) through a community-based psychoeducation approach. The program was conducted in the working area of Playen I Community Health Center, Gunungkidul, Yogyakarta, involving 17 participants consisting of PWPD, family caregivers, and mental health cadres. The activities were delivered through interactive training sessions, including breathing reflection, mirror exercises, and the social support tree activity. The effectiveness of the program was evaluated using a one-group pre-test–post-test design. The Paired Sample t-Test results indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (t(16) = –18.67, p < .01), with an average increase from 60.59 to 80.00. The findings demonstrated that psychoeducation effectively strengthened participants’ self-concept, increased their awareness of social support, and contributed to community-based mental health recovery. This program shows that psychoeducation can serve as an applicable and sustainable model of community engagement to promote mental health and social well-being. Keywords: community service; mental recovery; psychoeducation; self-concept; social relationships.