Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PROBLEM BASED E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Puji Ariyati; I Wayan Sukrawarpala; I Wayan Santyasa
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v9n1.p70--89

Abstract

Many concepts of chemistry about abstract things that require strong understanding to the concepts by relating it in daily life. Its implementation does not only have to be directly face to face, but also can be through e-learning. The aim of this study is at describing the differences in the influence of the Problem-Based e-Learning (PBeL) model with Direct e-learning (DeL) model on critical thinking skills and chemistry learning achievement. This quasi-experimental study was applied in which thepretest-posttest non-equivalent control group design, involving 3 classes (95 students) of Class X MIPA SMAN-1 Bebandem. The study sample consisted of 2 classes (64 students). Critical thinking skills and chemistry learning achievement data were obtained from the critical thinking skills test scores and chemistry learning achievement. Data were analyzed descriptively by using one-way MANCOVA. The results showed that, there were significant differences in: (1) critical thinking skills and learning achievement together between students learning with PBeL and DeL models (F= 26,363; p<0.05); (2) critical thinking skills between students learning with PBeL and DeL models (F= 36,278; p<0.05); (3) learning achievement between students learning with PBeL and DeL models (F= 9,859; p <0.05). PBeL model has a greater effect than DeL on critical thinking skills and Chemistry learning achievement of class X students of SMAN-1 Bebandem AbstrakBanyak konsep kimia tentang hal-hal abstrak yang memerlukan pemahaman yang kuat dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaannya tidak harus secara tatap muka tetapi bisa melalui e-Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model Problem-Based e-Learning (PBeL) dengan model Direct e-Learning (DeL) terhadap keterampilan berpikir kritis dan prestasi atau hasil belajar Kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pre-test and post-test non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah 3 kelas paralel (95 siswa) kelas X MIPA SMAN-1 Bebandem. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas paralel (64 siswa). Data keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar kimia diperoleh dari skor tes keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar Kimia. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada (1) keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar secara bersama-sama antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F=26,363;  p<0,05), (2) keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F=36,278; p<0,05); dan (3) prestasi/hasil belajar Kimia antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F = 9,859; p<0,05). Model PBeL berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan DeL terhadap keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar Kimia siswa kelas X SMAN-1 Bebandem.
Risk-Factor for COVID-19 Patients with Ventilator Status at Sanglah Hospital: Cross-Sectional Study Putu Sudarmika; I Nengah Wardana; I Ketut Surya Negara; Ni Luh Putu Nurhaeni; Ni Made Aries Minarti; I Wayan Santyasa
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v5i1.5626

Abstract

Abstract Corona Virus Disease 19 is a contagious infectious disease that has a major impact on all aspects of life. This study explores the factors associated with the need for ventilators use in COVID-19 patients. This cross-sectional study uses secondary data from medical records, taken by total sampling technique, of patients treated at Sanglah Hospital from March 2020 to August 2020. Only complete and clear medical record of patients diagnosed with COVID-19 were analyzed using chi-square and stepwise logistic regression with SPSS for windows 25 software. This study had received ethical approval from the Udayana University independent ethics commission with the number 1839/UN 14.2.2.VII/LT/2020. Patients with aged ≥ 50 years (OR 2.8; 95% CI 1.45—5.54)), BMI > 25 kg/m2 (OR 4.5; 95% CI 1.57—13.03), alcohol consumption history (OR 3.8; 95% CI 1.35—10.81), hemoglobin level <10 g/dl (OR 3.8; 95% CI 1.74—9.15), or WBC ≥ 12.000 (OR 2.3; 95% CI 1.05—5.12), were at higher risk to use ventilator. Gender, smoking history, employment history, length of stay, having comorbidity had no significant difference in the need for a ventilator. The most dominant risk factor causing worsening outcomes of COVID-19 was BMI > 25 kg/m2. Keywords: risk factor, ventilator status, COVID-19, body mass index Abstrak Corona Virus Disease 19 merupakan penyakit menular yang berdampak besar pada semua aspek kehidupan. Studi ini mengeksplorasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kebutuhan penggunaan ventilator pada pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan data sekunder dari rekam medis. Pengumpulan data menggunakan teknik total sampling dengan melakukan eksplorasi rekam medis pasien yang dirawat mulai bulan Maret 2020 sampai Agustus 2020 di RSUP Sanglah. Kriteria rekam medis yang digunakan dalam penelitian adalah rekam medis yang lengkap dan jelas dari pasien terdiagnosis COVID-19. Analisis dilakukan secara deskriptif dan analitik menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik bertahap dengan software SPSS dari windows versi 25. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari komisi etik independen Universitas Udayana nomor 1839/UN 14.2.2.VII/LT/2020. Total sebanyak 331 rekam medis yang dianalisis. Pasien berumur ≥ 50 tahun (OR 2,8; 95%CI 1.45-5.54), indeks massa tubuh > 25 kg/m2 (OR 4.5; 95% CI 1.57—13.03), riwayat konsumsi alkohol (OR 3.8; 95% CI 1.35—10.81), kadar hemoglobin <10 g/dl (OR 3.8; 95% CI 1.74—9.15), jumlah lekosit ≥ 12.000 (OR 2.3; 95% CI 1.05—5.12), mempunyai risiko lebih besar untuk menggunakan ventilator selama perawatan. Jenis kelamin, riwayat merokok, riwayat pekerja migran, lama perawatan di rumah sakit, dan komorbiditas tidak berhubungan bermakna dengan penggunaan ventilator. Indeks massa tubuh >25 kg/m2 merupakan faktor risiko paling dominan terhadap perburukan pasien COVID-19 yang dinilai dari penggunaan ventilator selama dirawat di rumah sakit Kata kunci: indeks massa tubuh, penggunaan ventilator, faktor risiko, COVID-19
The Influence of Blended Learning Model Based on Problems of Physical Learning Achievements by Students of Class X Science in SMA 6 Denpasar Academic Year 2017/2018 Ni Putu Nadia Nikki Utami; I Wayan Santyasa; Iwan Suswandi
Indonesian Review of Physics (IRiP) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/irip.v1i1.253

Abstract

Learning achievement is the result achieved by someone after doing the learning process. One of the factors that influence learning achievement is the use of the learning model. This study aims to know the differences in achievement of students learning to use problem-based blended learning models and traditional blended learning. This study uses a quasi-experimental method of non-equivalent pretest-posttest control group design. The study population is all class X IPA with a total of 6 classes or 210 people. The sample consists of 3 classes or 107 people. Student learning achievement data were analyzed by descriptive analysis and ANOVA one-way (α = 0.05). The results of this study reveal that there are differences in student achievement due to the learning model. Higher learning achievement was achieved by problem-based blended learning models (F = 264.307; α<0.05). The LSD test results showed that the learning achievement of students in the MBLBM group was higher than MBL, the learning achievement of the MBLBM group was higher than that of MPK, and the learning achievement of the MBLBM group was higher than that of MPK.
INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS DIMENSI BELAJAR WAHANA PENGEMBANGAN PEMAHAMAN FISIKA SECARA MENDALAM I Wayan Santyasa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.677 KB)

Abstract

Belajar fisika merupakan pemaknaan mengenai tiga hal pokok, yaitu (1) hakikat konsepsi, prinsip, hukum, dan teori fisika melalui aktivitas metakognisi, (2) proses-proses ilmiah melalui aktivitas praktik, dan (3) nilai dan/atau sikap ilmiah melalui aktivitas kolaborasi, sosialisasi, dan spiritualisasi. Pemaknaan tersebut merupakan proses yang tidak sekali jadi, tetapi selalu mengalami proses penyempurnaan dan perluasan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dimensi belajar menjadi alternatif landasan pembelajaran, yang mencakup: (1) sikap dan persepsi positif terhadap belajar, (2) perolehan dan pengintegrasian pengetahuan baru, (3) perluasan dan penyempurnaan pengetahuan, (4) penggunaan pengetahuan secara bermakna, dan (5) pembiasakan berpikir efektif dan produktif. Lima dimensi belajar tersebut merupakan wahana bagi peserta didik untuk berubah konsepsi secara optimal dalam rangka membangun pemahaman fisika secara mendalam melalui olah pikir, rasa, dan raga dalam belajar fisika yang semuanya bersumber dari dorongan hati yang paling dalam yang akhirnya bermuara pada kerendahan hati. Landasan dimensi belajar tersebut perlu dijadikan pijakan oleh para guru fisika dalam mengembangkan fasilitas belajar yang mampu mengusik hati peserta didik untuk lebih bertanggung jawab terhadap belajarnya. Sikap bertanggung jawab merupakan salah satu kompetensi yang potensial dalam membangun kompetensi-kompetensi berpikir kreatif-produktif, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, belajar bagaimana belajar, kolaborasi, pengelolaan dan/atau pengendalian diri. Kompetensi-komepetensi tersebut mutlak diperlukan oleh peserta didik agar mampu menjadi manusia yang adatable, flexible, dan versatil dalam segala aspek kehidupan yang senantiasa berubah. Kata kunci: Inovasi; pembelajaran fisika; metakognisi; dimensi belajar; pemahaman.
Pengaruh Model Pembelajaran Peer-Instruction Flipped Classroom Berbantuan Google Sites dan Grammarly terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Inggris dan Efikasi Diri Siswa Kelas VIII SMP Putu Agus Primandana; I Wayan Santyasa; I Kadek Suartama
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1)adanya perbedaan antara keterampilan menulis Bahasa Inggris dan efikasi diri antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran peer-instruction flipped classroom berbantuan Google sitess dan Grammarly dan model pembelajaran direct instruction, (2) perbedaan keterampilan menulis Bahasa Inggris antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran peer-instruction flipped classroom dan model pembelajaran direct instruction, (3) perbedaan efikasi diri Bahasa Inggris siswa dengan penerapan model pembelajaran peer instruction flipped classroom dan model pembelajaran direct instruction. Populasi panelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Selat tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari tujuh kelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling dimana dua kelas digunakan sebagai sampel. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan menulis dan kuisioner efikasi diri. Data yang diperoleh dianalisis dengan MANCOVA dengan keterampilan menulis dan efikasi diri awal sebagai kovariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan antara keterampilan menulis Bahasa Inggris dan efikasi diri antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran peer-instruction flipped classroom berbantuan Google sitess dan Grammarly dan model pembelajaran direct instruction, (2) terdapat perbedaan keterampilan menulis Bahasa Inggris antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran peer-instruction flipped classroom dan model pembelajaran direct instruction, (3)terdapat perbedaan efikasi diri Bahasa Inggris siswa dengan penerapan model pembelajaran peer instruction flipped classroom dan model pembelajaran direct instruction.