Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA ASRAMA PUTRA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA TENTANG TB PARU TERHADAP STIGMA PENDERITA TB PARU Daniel Sihotang; Imanuel Sri Mei Wulandari
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.426

Abstract

Mycobacterium tuberculosis is a cause of tuberculosis which is very easily transmitted from one individual to another. This bacterium is easily spread through droplets that come out with a patient cough, this makes Lung Tuberculosis included in the 10 causes of death in the world beyond HIV / AIDS. The purpose of this study was to determine the relationship between students' knowledge and stigma against Tuberculosis. The method used in this study is descriptive correlation with cross sectional suppressors, data collection techniques with a total sampling of 139 students. Analyze data using the Spearman Rho correlation test with a significance of 95% (<0.05). The results obtained by the level of student knowledge of Lung Tuberculosis in the moderate category (70.5%), the stigma of students towards tuberculosis patients 64% have a negative stigma against Tuberculosis. Correlation test between knowledge and student stigma has a p value of 0.009 <0.05, this means that there is a significant relationship between knowledge and student stigma against Tuberculosis. The recommendations given are increasing knowledge for the prevention of tuberculosis KeyWord: Knowledge, Stigma, Tuberculosis Mycobacterium tuberculosis merupakan penyebab terjadinya penyakit tuberkulosis yang sangat mudah menular dari individu satu ke individu lainya. Bakteri ini mudah sekali menyebar melalui droplet yang keluar bersama batuk penderita, hal ini membuat Tuberkulosis Paru termasuk dalam 10 penyebab kematian di dunia melebihi HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan stigma mahasiswa terhadap Tuberkulosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif korelasi dengan pendekan cross sectional, teknik pengumpulan data dengan total sampling pada 139 mahasiswa. Analisa data dengan menggunakan uji korelasi spearman rho dengan signifikansi 95% (<0.05). Hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap Tuberkulosis Paru pada kategori sedang (70,5%), stigma mahasiswa terhadap penderita TBC 64% mempunyai stigma negatif terhadap Tuberkulosis. Uji korelasi antara pengetahuan dengan stigma mahasiswa mempunyai nilai p 0,009 < 0,05, hal ini mempunyai arti terdapat hubungan yang signifikan antar pengetahuan dengan stigma mahasiswa terhadap Tuberkulosis. Rekomendasi yang diberikan adalah peningkatan pengetahuan untuk pencegahan Tuberkulosis Kata Kunci: Pengetahuan, Stigma , Tuberkulosis
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN Holmes Silalahi; Imanuel Sri Mei Wulandari
NUTRIX Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Issue 1, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss1.523

Abstract

Operasi merupakan peristiwa kompleks serta menegangkan sehingga menyebabkan banyak pasien mengalami kecemasan sebelum dioperasi. Namun banyak peneliti mengatakan bahwa kecemasan dapat diatasi melalui komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien pre operasi. Desain penelitian ini adalah cross sectional, dan sampel yang diambil melalui purposive sampling adalah sebanyak 34 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan kuesioner tingkat kecemasan Zung Self Rating Anxiety Scale. Hipotesis diuji menggunakan pearson product moment, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai rhitung sebesar -0,595**. Nilai rata-rata persentase komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori yang baik (75,79%), sedangkan nilai rata-rata total skor kecemasan pasien pre operasi berada pada kategori ringan (39,06). Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien pre operasi. Penulis menyarankan untuk dilakukan kajian yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi terapeutik perawat dan kecemasan pasien pre operasi.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Demam Tifoid Pada Mahasiswa Keperawatan Gabriella Alvira Bellji; Imanuel Sri Mei Wulandari
NUTRIX Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Issue 1, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i1.927

Abstract

Typhoid fever is an acute inflammation of the small intestine caused by Salmonella typhi with symptoms that often appear are fever, abdominal discomfort, no appetite, constipation followed by diarrhea, dry cough, weakness, lethargy, fatigue, and rash with relative bradycardia. The purpose of this study was to determine the picture of the level of knowledge, behavior, prevention of Typhoid fever in nursing students of Adventist University of Indonesia. This research is a quantitative research, with a cross sectional approach method. The technique used was using purposive sampling, so that the sample in this study was 73 students where 17 were men and 56 women. The results showed that the majority of samples had positive preventive behavior with a value of 60.3% and negative preventive behavior with a value of 39.7%. There is also a strong and unidirectional significant relationship between the level of knowledge and prevention behavior of Typhoid fever, where the higher the level of knowledge of a person, the higher the level of preventive behavior. It is recommended for students to continue to adopt a healthy lifestyle in preventing the incidence of typhoid fever. Abstrak Demam tifoid adalah peradangan akut pada usus kecil yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala yang sering muncul ialah demam, perut tidak nyaman, tidak nafsu makan, sembelit diikuti diare, batuk kering, lemas, lesu, lelah, dan ruam dengan bradikardia relatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, perilaku, pencegahan demam tifoid pada mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan adalah menggunakan purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 mahasiswa dimana 17 laki-laki dan 56 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas sampel memiliki perilaku pencegahan yang positif dengan nilai 60.3% dan perilaku pencegahan negatif dengan nilai 39.7%. Terdapat hubungan signifikan yang kuat dan searah antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan demam tifoid, yang dimana semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka akan tinggi pula tingkat perilaku pencegahannya. Direkomnediasi kepada mahasiswa untuk tetap menerapkan pola hidup sehat dalam mencegah kejadian demam tifoid. Kata Kunci: Demam Tifoid, Perilaku Pencegahan, Tingkat Pengetahuan
Hubungan Pola Makan dan Kejadian Peningkatan Tekanan Darah Pada Wanita Dewasa Paulina, Neng Riska; Wulandari, Imanuel Sri Mei
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1326

Abstract

Unhealthy eating habits, including excessive of salt, fat, and protein, are risk factors for hypertension, a chronic disease that is often usymptomatic in its early stages but can lead to serious complication.  The purpose of this research is to examine the correlation between unhealthy eating habits and hypertension among women living in Sukawana Village, West Bandung Regency.  A total of 100 adult women, aged 25-65 years, were randomly selected as participants in this descriptive research that employed a cross-sectional quantitative method.  The data was evaluated using the chi-square statistical test and was derived from the Food Frequency Questionnaire and digital blood pressure readings.  It shows a positive correlation between diet and blood pressure. The correlation value was 0.279 and the significance was 0.038 < 0.05 which indicates a weak relationship. Based on the method of scoring explained in the method section, the lower the Food Frequency Questionnaire (FFQ) score, the better the diet, and for hypertension, the higher the score, the higher the hypertension. Therefore, routine education about healthy eating and blood pressure monitoring needs to be carried out periodically at the village level. Kebiasaan makan yang tidak sehat, termasuk garam, lemak, dan protein yang berlebihan, merupakan faktor risiko hipertensi, penyakit kronis yang seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi antara kebiasaan makan yang tidak sehat dan hipertensi pada perempuan yang tinggal di Desa Sukawana, Kabupaten Bandung Barat.  Sebanyak 100 wanita dewasa, berusia 25-65 tahun, dipilih secara acak sebagai peserta dalam penelitian deskriptif ini yang menggunakan metode kuantitatif cross-sectional.  Data dievaluasi menggunakan uji statistik chi-square dan berasal dari Kuesioner Frekuensi Makanan dan pembacaan tekanan darah digital.  Menunjukkan adanya korelasi positive antara pola makan dan tekanan darah. Nilai korelasi 0,279 dan signifikansi 0,038 < 0,05 yang menandakan hubungan yang lemah. Berdasarkan cara score yang dijelaskan pada bagian metode maka semakin rendah skor Food Frequency Questionnaire (FFQ) semakin baik pola makan, dan untuk hipertensi adalah semakin tinggi nilai maka semakin tinggi hipertensi. Oleh karena itu, edukasi rutin tentang makan sehat dan pemantauan tekanan darah perlu dilakukan secara berkala di tingkat desa.