Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Penerapan Metode Kanguru terhadap Kestabilan Tanda-tanda Vital pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Pasar Rebo Chairunnisa Fitria Romadhoni; Diah Argarini; Retno Widowati
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i1.2259

Abstract

Menurut data WHO, prevalensi BBLR di dunia mencapai 20 juta (15,5%) setiap tahunnya, dan negara berkembang menjadi penyumbang terbesar, yaitu sekitar 96,5%. Salah satu tindakan yang dapat diberikan pada bayi dengan berat badan lahir rendah adalah perawatan metode kanguru. Perawatan metode kanguru merupakan metode perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan skin to skin contact dengan ibu atau anggota keluarga lainnya agar bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan metode kanguru dengan tanda-tanda vital bayi berat lahir rendah di ruang Perina, Delima dan NICU RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Uji yang digunakan adalah uji Person Chi-Square. Hasil uji Person Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (P-value = 0,000) antara penerapan metode PMK dengan suhu, denyut jantung dan pernapasan bayi berat lahir rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan metode kangguru terhadap kestabilan tanda-tanda vital pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Diharapkan tenaga kesehatan khususnya rumah sakit mampu memberikan penatalaksanaan bayi berat lahir rendah dengan menggunakan penerapan metode kanguru secara efektif dan optimal
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dan Rangsangan Psikososial Ibu dengan Perkembangan Bayi Usia 12-15 Bulan di Wilayah Kelurahan Cipedak Jakarta Selatan Diah Argarini; Rosmawati Lubis; Marlina Marlina
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9198

Abstract

ABSTRACT The growth and development of children in Indonesia still needs serious attention. The delay rate of growth and development is still quite high, which is around 5-10%. The incidence of developmental delays in the United States ranges from 12-16%, Thailand 24%, and Argentina 22%, while in Indonesia it is between 29.9%. If the stimulation of children's growth and development is not carried out, it will affect the child's emotional mentality until adulthood. The child is the father of the man. Exclusive breastfeeding plays a very important role in reducing the number of causes of child growth and development disorders, because breast milk is the best food that contains nutrients that are needed by babies at the age of 0-6 months. Good maternal psychosocial stimulation towards the child will have a positive effect on the child's growth and development status. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and psychosocial stimuli with the development of infants aged 12-15 in the Cipedak Village area, South Jakarta. This research is descriptive analyitic with a cross-sectional approach. The population of this research was 50 people and the sample was 50 people with purposive sampling techniques. The research instrument consists of an exclusive breastfeeding questionnaire, a psychosocial stimulation questionnaire and a developmental questionnaire. Data analysis with Chi-Square test. The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the development of infants aged 12-15 months (p-value=0.031) and maternal psychosocial stimulation with the development of infants aged 12-15 months (p-value=0.000). Exclusive breastfeeding and maternal psychosocial stimulation are related to the development of infants aged 12-15 months. This research is expected to provide information and understanding related to exclusive breastfeeding and maternal psychosocial stimulation in infant development.  Keywords: Exclusive Breastfeeding, Psychosocial Stimulation, Development   ABSTRAK Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius. Angka keterlambatan tumbuh kembang masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10%. Angka kejadian keterlambatan perkembangan di Amerika Serikat berkisar 12-16%, Thailand 24%, dan Argentina 22%, sedangkan di Indonesia antara 29,9%. Jika stimulasi tumbuh kembang anak tidak dilakukan maka, akan berpengaruh pada mental emosional anak sampai dewasa. The child is the father of the man. ASI Eksklusif sangat berperan dalam menurunkan angka penyebab gangguan tumbuh kembang anak, dikarenakan ASI merupakan makanan terbaik yang mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi pada usia 0-6 bulan. Rangsangan psikososial Ibu yang baik terhadap anak akan berpengaruh positif kepada status tumbuh kembang si anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI ekskusif dan rangsangan psikososial dengan perkembangan bayi usia 12-15 di wilayah Kelurahan Cipedak Jakarta Selatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi peneltian ini berjumlah 50 orang dan Sampel berjumlah 50 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner ASI eksklusif, kuesioner rangsangan psikososial dan kuesioner perkembangan. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bayi usia 12-15 bulan (p-value=0,031) dan rangsangan psikososial ibu dengan perkembangan bayi usia 12-15 bulan (p-value=0,000). Pemberian ASI eksklusif dan rangsangan psikososial ibu berhubungan dengan perkembangan bayi usia 12-15 bulan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman terkait pemberian ASI eksklusif dan rangsangan psikososial ibu pada perkembangan bayi. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Rangsangan Psikososial, Perkembangan  
The Relationship Between Maternal Knowledge Parenting Patterns and Exclusive Breastfeeding with The Incidence of Stunting in Toddlers in The Work Area of The Urban Health Center Tanjung Priok North Jakarta. Owan Ratna Permaha; Diah Argarini; Rizki Hidayat
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v11i2.509

Abstract

Stunting is a condition in which babies are shorter than their peers, With a prevalence of 36.4%, Indonesia ranks third among Southeast Asian nations. The aim is to determine the relationship between the level of mother's knowledge, exclusive breastfeeding and parenting style with the incidence of stunting in toddlers . This study used a descriptive analytic method with a cross-sectional approach, a sample of 81 toddlers stunted and non-stunted toddlers. The sample technique uses a purposive sampling technique. The instrument used is scale likert questionnaire. The results of the study showed that there was a relationship between the mother's knowledge level pvalue = 0.000, exclusive breastfeeding pvalue = 0.003 and parenting style pvalue = 0.000 to the incidence of stunting in toddlers. There is a significant relationship between the level of mother's knowledge, exclusive breastfeeding and parenting style with the incidence of stunting. Monitoring and assessing program implementation is necessary, as is periodically treating nutrition cases. Outreach initiatives and support for moms of young children are also important ways to raise awareness of the value of exclusive breastfeeding. Keyword: Maternal Knowledge Level, Exclusive Breastfeeding, Parenting, Incidence of Stunting