Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Dukungan Sosial dengan Motivasi ibu dalam Memberikan ASI pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Susanti Widiastuti; Yeni Rustina; Nur Agustini
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 2, No 2 (2019): JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)
Publisher : Akademi Keperawatan RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.45 KB) | DOI: 10.37430/jen.v2i2.42

Abstract

Breast milk (breast milk) has been known for many benefits, but breastfeeding is still a problem. The purpose of this study was to identify social support and motivation in breastfeeding. The design of this study is descriptive analysis using cross sectional or cross sectional approach. Sampling technique with non probability sampling with the type of purposive sampling with a sample of 43 respondents. The results showed there was a relationship of social support with the mother's motivation in giving breast milk to LBW (p
Penyuluhan Pemberian Imunisasi di Masa Pandemi Covid -19 pada Ibu dengan Balita di Posyandu Lavender Villa Santika Depok Susanti Widiastuti; Milla Evelianti S; Mutiara Ababil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6804

Abstract

ABSTRAK Coronavirus (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh dua jenis virus yang menyebabkan penyakit dan gejala berat yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Menurut Kemenkes 2020 virus corona ini ditularkan antara hewan dan manusia atau zoonosis. Penyakit ini mempunyai karakter yang sangat cepat dalam penyebaran, dengan interaksi jarak dekat serta bersentuhan dengan penderita, maka sudah dapat menjadikan seseorang terjangkit virus Covid-19. Imunisasi merupakan salah satu upaya masyarakat yang sangat penting karena bisa melindungi anak dari bermacam penyakit. Imunisasi ialah sebuah metode yang efektif untuk memberikan kekebalan atau imunitas khusus terhadap seseorang yang sehat, dengan tujuan utama untuk merendahkan angka kesakitan serta kematian karena berbagai macam penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ( Bima Sakti, 2019). Mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi Bagi balitanya. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dia masa pandemic covid-19  dari  20 peserta yang mengikuti penyuluhan sebanyak 8 peserta (40%) belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Perlu adanya tindak lanjut untuk memantau ketepatan pelaksanaan imunisasi bagi balitanya, agar kelengakapan imunisasi dapat terpenuhiKata Kunci: Imunisasi, Balita, Covid -19  ABSTRACT Coronavirus (Covid-19) is an infectious disease caused by two types of viruses that cause severe illness and symptoms, namely Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2) and Middle East Respiratory Syndrome (MERS). According to the Ministry of Health 2020, this corona virus is transmitted between animals and humans or is a zoonosis. This disease has a character that is very fast in spreading, with close interaction and contact with sufferers, it can already make a person infected with the Covid-19 virus. Immunization is one of the most important community efforts because it can protect children from various diseases. Immunization is an effective method to provide immunity or special immunity to a healthy person, with the main aim of reducing morbidity and mortality due to various diseases that can be prevented by immunization (Bima Sakti, 2019). To know the extent of mother's knowledge about the importance of immunization for her toddler.Research Methods: Providing counseling about the importance of immunization during the covid-19 pandemic of the 20 participants who took part in the counseling, 8 participants (40%) had not received complete immunization. There is a need for follow-up to monitor the accuracy of the implementation of immunization for toddlers, so that immunizations can be fulfilled Keywords: Immunization, Toddler, Covid -19
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah Serta Edukasi Pencegahan Perawatan Hipertensi dan DM di Lingkungan Gunung Raya Ciputat Tangerang Selatan Banten Milla Evelianti Saputri; Susanti Widiastuti; Salsabila Kusuma W
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6288

Abstract

ABSTRAK Hipertensi menjadi masalah kesehatan dengan morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Pada tahun 2025 diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia terkena hipertensi, Pada umumnya hipertensi tidak memberikan keluhan dan gejala yang khas sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya oleh karena itu hipertensi dikatakan sebagai the silent killer (Karo SK, 2012), PTM lain yang menjadi trend di masyarakat saat ini selain hipertensi adalah penyakit diabetes mellitus (DM). International Diabetes Federation, 2015 menjelaskan bahwa Negara Indonesia sebagai negara berkembang, menempati urutan ke tujuh di dunia untuk prevalensi penderita diabetes setelah negara India, China, Brazil, Amerika Serikat, Meksiko, dan Rusia dengan jumlah estimasi orang dengan diabetes melitus sebesar 10 juta. Pervalensi orang dengan diabetes di Indonesia menunjukkan kecenderungan mengalami peningkatan yaitu dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% pada tahun 2013. DM dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia (SRS, 2014), sehingga dengan adanya data tersebut kami tergerak untuk melakukan tindakan preventif untuk menekan angka komplikasi dan kematian.Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui ditribusi angka tekanan darah dan gula darah serta pengetahuan pada warga di lingkungan gunung raya Ciputat Tangerang Selatan Banten. Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu serta memberikan edukasi kepada warga tentang pencegahan dan perawatan hipertensi dan diabetes mellitus. Hasil pemeriksaan diperoleh data warga yang terdeteksi hipertensi sebesar 40% sedangkan warga yang terdeteksi diabetes Melitus sebanyak 10%. Perlu adanya pemantauan kesehatan kepada warga untuk mencegah terjadinya kompilkasi pada penyakit-penyakit Tidak menular agar tetap terkontrol dengan baik. Kata kunci: Pemeriksaa, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Edukasi  ABSTRACT Hypertension is a health problem with high morbidity and mortality. The World Health Organization (WHO) states that in 2025 it is projected that around 29 percent of the world's citizens are affected by hypertension. In general, hypertension does not provide typical complaints and symptoms so that many sufferers do not realize it, therefore hypertension is said to be the silent killer (Karo SK, 2012). Another PTM that is becoming a trend in today's society besides hypertension is diabetes mellitus (DM). The International Diabetes Federation, 2015 explained that Indonesia as a developing country ranks seventh in the world for the prevalence of people with diabetes after India, China, Brazil, the United States, Mexico, and Russia with an estimated number of people with diabetes mellitus of 10 million. The prevalence of people with diabetes in Indonesia shows a tendency to increase from 5.7% in 2007 to 6.9% in 2013. DM with complications is the third highest cause of death in Indonesia (SRS, 2014). so that with this data we are moved to take preventive measures to reduce the number of complications and death.This activity to determine the distribution of blood pressure and blood sugar figures as well as knowledge to residents in the Ciputat mountain environment, South Tangerang, Banten. Conducting periodic blood pressure and blood sugar checks and providing education to residents about the prevention and treatment of hypertension and diabetes mellitus. Results of the examination obtained data on residents who detected hypertension by 40% while residents who detected diabetes mellitus as much as 10%. There is a need for health monitoring of residents to prevent complications from non-communicable diseases so that they are well controlled. Keywords: Examination, Hypertension, Diabetes Mellitus, Education 
Pemeriksaan Kesehatan pada Masyarakat RW 06 di Kelurahan Grogol Depok Susanti Widiastuti; Milla Evelianti Saputri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1501

Abstract

Keberadaan Perguruan Tinggi mempunyai tiga tugas pokok yaitu melaksanakan pendidikan, pengajaran dan pengabdiaan masyarakat yang merupakan satu kesatuan yaitu Tri Dharma Perguruan tinggi. Pengabdian masyarakat meruapan dharma ketiga dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat sangatlah penting baik bagi Perguruan tinggi di tengah masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah “Pemeriksaan Kesehatan Pada Masyarakat RW 06 Kelurahan Grogol Depok”. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan atas dasar pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi msyarakat pada usia 15 tahun sampai dengan lansia untuk mengetahui penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus dan Asam urat yang banyak dialami para lansia tetapi juga saat ini mulai dialami pada generasi muda sebelum mencapai usia lansia, kegiatan bertujuan agar mencegah khususnya generasi muda untuk berprilaku hidup sehat dan tidak terkena penyakit tidak menular di usia muda sehingga generasi muda lebih peduli agar tersipta kesehatan secara optimal. Kegiatan yang akan dilakukan berupa pemeriksaan Tekanan Darah, Pemeriksaan Glukosa, Pemeriksaan Kolesterol dan Asam urat.
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Pelatihan Senam Hipertensi pada Warga di Gunung Raya Ciputat -Tangerang Selatan Mila Evelianti; Susanti Widiastuti; Nengah Hendri Budiana
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1518

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu contoh penyakit degeneratif. Tingginya angka Hipertensi dapat menyebabkan berbagai Penyakit degeneratif yaitu penyakit-penyakit terkait dengan penyakit jantung dengan peluang 6 kali, meningkat 3 kali serangan jantung, dan 7 kali lebih besar terkena serangan stroke. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarak ini adalah untuk mengajarkan salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Gunung Raya Ciputat Tangerang selatan dengan mengukur tekanan darah dan mengajarkan senam hipertensi sebagai salah satu terapi pengontrolan tekanan darah.Hasil kegiatan yang dilakukan pada masyarakat gunung raya sebanyak 30 warga dengan mayoritas usia diatas 40 tahun, hasil kegiatan menunjukan data warga di lingkungan gunung raya cuputat tangerang selatan sebelum dilakukan kegiatan senam hipertensi menunjukan warga yang mengalami hipertensi sebanyak 17 warga (57%) baik laki-laki maupun perempuan. Sementara warga yang tidak mengalami hipertensi sebanyak 13 warga (43%). Kemudian kami memberikan senam hipertensi selama 30 menit dan menunjukan perubahan hasil yang signifikan yaitu responden yang mengalami hipertensi menurun menjadi 7 warga (32%) dan yang tidak mengalami hipertensi menjadi meningkat sebanyak 23 warga (77%).
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Perubahan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Rs Trimitra Tommy Jeremi Wowor; Susanti Widiastuti; Widia Rahmayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8680

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a progressive chronic disease characterized by the body's weakness to separate carbohydrate, fat and protein metabolism, resulting in hyperglycemia or high blood glucose levels (Black & Hawk, 2014).To analyze the effect of progressive muscle relaxation on changes in blood sugar levels in patients with diabetes mellitus at Trimitra Cibinong Hospital, Bogor.The method used is Quasi Experiment with pre-experimental design type one group pretest-posttest with control (initial test, single group end test). From the results of the Wicoxon test, the symp.Sig value for the intervention group before and after was 0.025 (< 0.05) so it could be interpreted that there was a significant effect or difference in blood sugar levels after the Progressive muscle relaxation intervention. Meanwhile for the control group, there is a symp.Sig value of 0.317 (> 0.05), which means that there is no significant effect or difference in checking blood sugar levels. And to see the difference or distinction mean among ke-2 group so using the data because withney knowledge not normally distributed with the results obtained value asym.sig is 0,037 (<0,05) thus differences in and there an effect the techniques of relaxation progressive muscle. on changes in blood sugar levelsThere is a significant difference or effect on Blood Sugar Levels in the Intervention Group before (pre-test) and after (post-test) muscle relaxation is performed, while Blood Sugar Levels in the Control group There is no significant difference or effect, To achieve the results Nurses can provide patient education on how to do good and regular progressive muscle relaxation techniques to achieve normal changes in blood sugar levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Progressive Muscle Relaxation, Blood Sugar Level  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan kelemahan tubuh untuk melakukan pemisahan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sehingga mengakibatkan hiperglikemia atau kadar glukosa darah yang tinggi (Black & Hawk, 2014). Tujab penelitian ini adalah Menganalisa pengaruh relaksasi otot progesif terhadap perubahan kadar gula darah pasien diabetes melitus di RS Trimitra Cibinong Bogor.  Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan pre- experimental design tipe one group pretest-posttest with kontrol (tes awal tes akhir kelompok tunggal).Dari hasil uji Wilcoxon didapat hasil nilai Asymp.Sig untuk kelompok Intervensi sebelum dan sesudah bernilai 0,025 (< 0.05) maka dapat diartikan bahwa ada Pengaruh atau perbedaan Kadar Gula Darah yang signifikan setelah dilakukan intervensi relaksasi otot Progresif. Sedangkan untuk Kelompok Kontrol terdapat nilai symp.Sig 0.317 (> 0.05) yang artinya tidak ada Pengaruh atau perbedaan pengecekan Kadar Gula Darah yang signifikan. Dan untuk melihat selisih atau perbedaan mean di antara ke-2 kelompok menggunakan uji Mann Withney karna data yang didapatkan tidak terdistribusi dengan normal dengan hasil  didapatkan nilai Asym.Sig adalah 0,037 (<0,05) dengan demikian adanya perbedaan dam ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap perubahan kadar gula darah. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Relaksasi Otot Progresif, Kadar Gula Darah
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Remaja di Wilayah RW 011 Kelurahan Pela Mampang Jakarta Selatan Nurul Rizky Amalia; Andi Mayasari Usman; Susanti Widiastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9138

Abstract

ABSTRACK Abnormalities of the menstrual cycle are a cause of infertility). Factors that cause this irregular menstrual cycle include changes in hormone levels due to stress or an unstable emotional state (Zhu et al., 2020). Based on the results of observations made on 30 adolescents in the RW 011 area of Pela Mampang Village, the study found that as many as 8 people (26%) experienced moderate levels of stress, and 3 people (1%) experienced very severe levels of stress. Based on the results of these observations, it was also found that of the 30 adolescents, 5 (16%) experienced abnormal menstrual cycles. To determine the relationship between stress levels and the menstrual cycle in adolescents in the area of Rw 011 Pela Mampang Village. This research is a type of correlation research with a cross-sectional approach with a non-probability sampling method with a purposive sampling type based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The research sample uses the slovin formula. There is a Relationship Between Adolescent Stress Levels and Menstrual Cycles in RW 011, Pela Mampang Village. With a p-value of 0.000. Conclusions and Suggestions: Adolescent Menstrual Cycles in RW 011, Pela Mampang Village. mostly abnormal. Local officials and health services should pay more attention to this in order to reduce stress levels in adolescents with menstrual cycles Keywords: Stress Levels, Adolescents, Cycles, Menstruation  ABSTRAK Kelainan siklus menstruasi merupakan penyebab infertlitas. Faktor yang menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur ini diantaranya adalah perubahan kadar hormon akibat stres atau keadaan emosi yang kurang stabil (Zhu et al., 2020). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap 30 remaja diwilayah rw 011 Kelurahan Pela Mampang, penelitian menemukan sebanyak 8 orang (26%) remaja mengalami stress tingkat sedang, dan 3orang (1%) remaja mengalami stress tingkat sangat berat. Berdasarkan hasil observasi tersebut ditemukan pula dari 30 remaja tersebut 5 orang (16%) diantaranya mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada remaja diwilayah Rw 011 Kelurahan Pela Mampang. Penelitian ini adalah jenis penelitian kolerasi dengan pendekatan cross sectioonal dengan metode non- probability sampling dengan jenis purposive sampling berdasar kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Sampel penelitian menggunakan rumus slovin. Ada Hubungan Antara Tingkat Stres Remaja Dengan Siklus Menstruasi Di Wilayah RW 011 Kelurahan Pela Mampang. Dengan dengan nilai p value 0,000. Siklus Menstruasi Remaja di Wilayah RW 011 Kelurahan Pela Mampang. sebagian besar tidak normal. Hal ini harus lebih diperhatikan oleh aparat setempat dan pelayanan kesehatan supaya dapat mengurangi tingkat stress pada remaja dengan siklus menstruasi. Kata Kunci: Tingkat Stres, Remaja, Siklus, Menstruasi.   PENDAHULUANSiklus menstruasi atau stress merupakan gangguan psikisis yang idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 28-35 hari setiap kali periode menstruasi. Siklus menstruasi dikatakan tidak normal jika < 28 hari dan > 35 hari. Salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi pada wanita adalah faktor stres, yang merupakan fenomena universal yang setiap orang bisa mengalaminya yang berdampak pada fisik, sosial, emosi, intelektual dan spiritual. Penelitian yang dilakukan (Mahbubah, 2006), tentang hubungan stres dengan ketidak teraturan siklus menstruasi, hasil penelitian didapatkan bahwa dari 74 responden sebagian besar responden (64,9%) siklus menstruasinya normal yaitu polimenore 23,1%, oligomenore 69,2% dan amenore 7,7%.Penelitian ini diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/ subjek yang mempeunyai kulaitas dan karetaristik tertentu yang ditatpkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya, sedangkan sampel adalah sebagian dari jumlah dan kareteristik yang dimliki populasi tersebut (Sugiyono, 2018) Berdasarkan hasil observasi
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah RW 01 Pejaten Barat Jakarta Selatan Fadhillah Sukmawaty; Andi Mayasari Usman; Susanti Widiastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9136

Abstract

ABSTRACT According to Databoks there is an increase in the Life Expectancy Rate (AHH) of the Indonesian population at birth for 73.5 years in 2021, this figure has increased by 0.1 point from the previous year which was 73.4 years. Data from the Director General of Population and Civil Registration (Dukcapil) shows 30.16 million elderly people in Indonesia in 2021. The elderly population is those aged 60 years and over. The portion of this group reaches 22.01% of the total population in Indonesia, which amounts to 273.88 million people. More precisely, there are 11.3 million people (37.48%) of the elderly population aged 60-64 years. Then there are 7.77 million people (25.77%) aged 65-69 years. After that there were 5.1 million people (16.94%) aged 70-74 years, and 5.98% (19.81%) aged over 75 years (Databoks, 2022). as many as 942.8 thousand elderly people are in the capital city in 2020. This number is projected to increase to 998.39 thousand people in 2021 and 1.05 million in 2022. In 2023 the elderly will again increase to 1.1 million people and in in 2024 there will be 1.17 million people. Based on a preliminary study conducted by 7 elderly researchers in Rt. 12 West Pejaten prefer to shut themselves up at home, rarely mingle with the environment, never seen when there are social events in the environment such as community service, this is because they close that the elderly are no longer able to help with environmental social activities, because the body functions of the elderly are already is not optimal in people who are younger than him. This study aims to determine the relationship between social interaction and the quality of life of the elderly in RW 11 Pejaten Barat. The design of this study used a quantitative method with a cross sectional approach. The population in this study were 50 elderly people in RW 01 Pejaten Barat. The sample in this study were 50 elderly people in RW 01 Pejaten Barat. The sampling technique used in this study uses the total sampling technique. The instruments used were the WHOQOL questionnaire and the social interaction questionnaire. Based on the results of the Chi Square Statistical Test on Social Interaction with Quality of Life in the Physical Domain, a significant value of p value was 0.036, p < a or significant 0.036 < 0.05, so there is a relationship between Social Interaction and Quality of Life in the Elderly in RW 01. West Pejaten. Social interactions carried out by the elderly in the RW 11 Pejaten Barat area can affect the Quality of Life of the Elderly so that the quality of life for the elderly becomes better. Keywords : Social Interaction, Quality of Life, Elderly.  ABSTRAK Menurut Databoks ada peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Indonesia pada saat lahir selama 73,5 tahun pada 2021, angka tersebut naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya yang selama 73,4 tahun.  Data pada Direktoral Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menunjukan 30,16 juta jiwa penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia pada 2021. Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kelompok ini porsinta mencapai 22,01% dari total penduduk di Indonesia yang berjumlah 273,88 juta jiwa. Rincian lebih tepatnya sebanyak 11,3 juta jiwa (37,48%) penduduk lansia berusia 60-64 tahun. Kemudian ada 7,77 juta jiwa (25,77%) yang berusia 65-69 tahun. Setelahnya ada 5,1 juta penduduk  (16,94%) berusia 70-74 tahun, serta 5,98% (19,81%) berusia diatas 75 tahun (Databoks, 2022). Sebanyak 942,8 ribu lansia berada pada ibu kota pada tahun 2020. Jumlah tersebut diproyeksikan naik menjadi 998,39 ribu jiwa pada tahun 2021 dan 1,05 juta pada tahun 2022. Pada tahun 2023 lansia kembali bertambah menjadi 1,1 juta jiwa dan pada tahun 2024 akan berjumlah 1,17 juta jiwa. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti 7 lansia di Rt. 12 Pejaten barat lebih senang mengurung diri di rumah, jarang berbaur dengan lingkungan, tidak pernah tampak saat ada acara social di lingkungan seperti kerja bakti, hal ini disebabkan karena mereka beranggapan bahwa lansia sudah tidak dapat membantu kegiatan social lingkungan, karena fungsi tubuh lansia yang sudah tidak maksimal dair pada orang yang lebih muda darinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah RW 11 Pejaten Barat. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 lansia di wilayah RW 01 Pejaten Barat. Sampel dalam penelitian ini  adalah 50 lansia di wilayah RW 01 pejaten Barat. Teknik sampling yang digunakan dalam oenelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalag kuisoner WHOQOL dan kuisoner interaksi social. Berdasarkan hasil Uji Statistik Chi Square pada Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Domain Fisik diperoleh nilai signifikan p value 0,036, diperoleh p < a atau signifikan 0,036 < 0,05 maka ada hubungan antara Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup  Pada Lansia Di Wilayah RW 01 Pejaten Barat. Interaksi social yang dilakukan oleh lansia di wilayah RW 11 Pejaten Barat dapat mempengaruhi Kualitas Hidup Lansia sehingga kualitas hidup lansia menjadi lebih baik Kata kunci : Interaksi Sosial, Kualitas Hidup, Lansia