Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Translokasi Unsur Mikronutrien pada Tanaman Padi di Kabupaten Wonosobo Handayani, Cicik Oktasari; Dewi, Triyani; Sukarjo, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.513 KB)

Abstract

Unsur mikronutrien seperti Fe, Mn, Cu dan Zn merupakan unsur logam yang dibutuhkan oleh tanaman karena kekurangan unsur mikronutrien dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biokonsentrasi dan translokasi unsur mikronutrien (Mn, Zn, Cu, Fe) dari tanah dan jaringan pada tanaman padi sawah di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini di laksanakan di lahan di Kabupaten Wonosobo pada bulan April – Agustus tahun 2015 dengan pengambilan sampel tanah danjaringan tanaman. Sampel tersebut diukur konsentrasi Fe, Mn, Cu dan Zn dengan metode Mechli 3 dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrometry). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa konsentrasi logam Fe, Mn, Cu dan Zn pada tanah sawah di Kabupaten Wonosobo berada pada batas normal, dan akumulasi logam pada jaringan akar yang paling tinggi dibanding dengan jerami dan gabah. Faktor translokasi logam Fe, Mn, Cu dan Zn pada jaringan tanaman padi sangat rendah karena tanaman padi menggunakan logam tersebut untuk aktivitas metabolisme dan pertumbuhan.
Akumulasi Merkuri pada Tanaman Padi Yang Ditanam pada Tanah Sawah Terkontaminasi Merkuri Dewi, Triyani; Hidayah, Anik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.053 KB)

Abstract

Lahan pertanian yang terkontaminasi logam berat menjadi masalah yang sangatpenting karena efek toksiknya dan akumulasinya melalui rantai makanan, menurunnyakualitas lahan dan mengganggu kesehatan manusia. Merkuri (Hg) termasuk salah satulogam yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dilakukan untuk mengetahuiakumulasi merkuri pada tanaman padi yang ditanam pada tanah yang terkontaminasiHg. Percobaan pot ini dilakukan di rumah kasa Balai Penelitian Lingkungan Pertanian(Balingtan) Tahun 2015 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial.Faktor pertama adalah jenis tanah sawah (T) yaitu tanah Karanganyar (T1), tanahLombok (T2), dan tanah Pati (T3) dan faktor kedua adalah kontaminasi merkuri (H)yaitu kontaminasi 2 mg/kg Hg (H1) dan tanpa kontaminasi merkuri (H2). Tanahditanami tanaman padi varietas Ciherang selama dua musim tanam dan dipeliharasampai dengan panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Hg banyakterakumulasi pada akar > jerami > beras. Rerata konsentrasi Hg dalam beras yangditanam pada tanah yang terkontaminasi berkisar antara 0,06 - 0,09 mg/kg pada MT Idan 0,026 - 0,033 mg/kg pada MT II. Hal ini berarti sampai dengan MT II konsentrasiHg pada beras masih di atas batas maksimum yang diperbolehkan untuk dikonsumsimenurut BPOM (2009) yaitu sebesar 0,03 mg/kg sehingga perlu dilakukan upaya untukmenurunkan konsentrasi Hg dalam tanah terlebih dahulu sebelum ditanami padi.
Partnerships Between Sugarcane Factories and Farmers: Performance, Waste Management, and Perception Analysis Sahara, Dewi; Dewi, Triyani; Handayani, Cicik Oktasari; Zu'amah, Hidayatuz; Arianti, Forita Dyah
Agro Ekonomi Vol 36 (2025): ARTICLE IN PRESS
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.107962

Abstract

Sugarcane plays a crucial role in sugar production, but its supply has declined due to land conversion and inefficient systems, which has led to reduced sugar output. Partnerships between farmers and sugar factories are a strategic alternative to increase productivity. This study aims to evaluate sugar factories’ performance, sugarcane waste management, the partnership system with farmers, and farmers' perceptions of the impact of partnerships on the production system and the socioeconomics impact on the community. This research was conducted at three sugar factories  in Indonesia (Madukismo, Trangkil, and Mojo Sugar Factories) from March to September 2024. The methods used in this study include in-depth interviews, observations, and surveys. The data were analyzed using descriptive and scoring methods. The results showed that sugar factories produce white crystal sugar, distribute it to retail stores, and sell it to wholesalers through an open auction system. Some sugarcane waste is utilized as fuel for factories and processed into alcohol. The partnership between sugarcane farmers and sugar factories provides mutual benefits in which farmers receive guidance in the production process and access to business capital banking. In contrast, sugar factories receive adequate sugarcane supplies in quantity and quality. Farmers positively perceive the sugarcane production system and its socio-economic impact on the community through this partnership. Farmers' perceptions are a supporting factor for the sustainability of partnerships between sugarcane farmers and sugar factories. Policy implications emphasize the importance of factory management in building sustainable partnerships through fair contracts, technical support, access to capital, and environmentally friendly waste management innovations.