Rizky Asta Pramestirini
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan2Dosen Prodi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Terapi Foot Massage dan Dzikir Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Sidomlangean Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan Neli Agustina Andriyani; Rizky Asta Pramestirini; Virgianti Nur Faridah
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 1 (2025): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i1.1957

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan hipertensi permanen dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage dan dzikir terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi berjumlah 38 orang, dan melalui teknik simple random sampling diperoleh 35 responden. Terapi foot massage dan dzikir diberikan 3 kali dalam seminggu selama 15 menit per sesi. Instrumen penelitian meliputi sphygmomanometer, lembar observasi, dan SOP. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi tidak normal (p = 0,024), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata selisih tekanan darah sistolik sebesar 35,11 mmHg dan diastolik sebesar 4,85 mmHg. Kesimpulan: Terapi foot massage dan dzikir dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PELATIHAN UJI TOURNIQUET TERHADAP KETERAMPILAN KADER KESEHATAN UNTUK DETEKSI DINI DEMAM BERDARAH Rizky Asta Pramestirini; Heny Ekawati; Wahyu Retno Gumelar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19851

Abstract

Abstrak: Penyakit demam berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah penyakit infeksi yang perlu adanya tindakan untuk penyelesaian. Meskipun penyuluhan dan informasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit menular demam berdarah Dengue telah sering dilakukan, namun penyakit ini masih merupakan penyakit yang ditakuti masyarakat karena dapat berakibat fatal yaitu kematian. Kematian akibat penyakit demam berdarah Dengue seringkali terjadi karena keterlambatan masyarakat dalam mengetahui diagnosis penyakit, sehingga penderita terlambat dibawa ke tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kader kesehatan tentang demam berdarah Dengue serta memberikan pelatihan uji tourniquet kepada kader kesehatan. Metode kegiatan berupa ceramah, penyuluhan serta simulasi dan pelatihan. Peserta yang hadir sebanyak 20 orang, yang terdiri dari kader kesehatan yang di dukung oleh Kepala Desa Plosowahyu, dan Bidan Desa. Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan bahwa terdapat 80% peserta pengetahuannya buruk dan 60 % pengetahuan baik setelah postes dalam memahami tanda dan gejala awal penyakit demam berdarah Dengue. Hasil ini menunjukkan penyuluhan dan simulasi yang diberikan meningkatkan pengetahuan kader sebesar 55%.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still an infectious disease problem that requires action to be resolved. Even though counseling and information about the prevention and eradication of the infectious disease Dengue hemorrhagic fever has been frequently carried out, this disease is still a disease that is feared by the public because it can have fatal consequences, namely death. Deaths due to Dengue hemorrhagic fever often occur due to public delays in finding out the diagnosis of the disease, so that sufferers are taken to health services (hospitals) too late. This research aims to determine health cadres' knowledge about Dengue hemorrhagic fever and provide tourniquet test training to health cadres. Activity methods include lectures, counseling as well as simulations and training. There were 20 participants who attended, consisting of health cadres supported by the Head of Plosowahyu Village, and the Village Midwife. The results of the initial evaluation (pre-test) showed that 80% of participants had poor knowledge and 60% had good knowledge after the post-test in understanding the early signs and symptoms of Dengue hemorrhagic fever. Apart from that, most participants did not know how to carry out a tourniquet test. After being given counseling and tourniquet test simulations, there was a significant change where the cadres came to know and understand about Dengue hemorrhagic fever and simple early detection methods that can be done before referring sufferers to health services.
PELATIHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Heny Ekawati; Wahyu Retno Gumelar; Rizky Asta Pramestirini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26396

Abstract

Abstrak: Salah satu jenis kanker yang paling umum pada wanita di Indonesia dan di seluruh dunia adalah kanker payudara. Jumlah kasus kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga remaja juga dapat terkena. Salah satu tantangan saat ini adalah banyaknya remaja yang tidak tahu cara menjaga dan memeriksa kesehatan payudara mereka sendiri. Tujuan Pengabdian ini untuk meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang pencegahan kanker payudar dengan pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Teknik SADARI adalah salah satu cara untuk mengurangi jumlah kasus kanker payudara yang didiagnosis. Pemahaman remaja tentang pentingnya melakukan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara secara dini harus ditingkatkan melalui penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan metode SADARI. Pengabdian masyarakat ini memanfaatkan penyuluhan dan pelatihan dengan menggunakan presentasi PowerPoint, alat peraga payudara, dan buku yang dibagikan kepada 45 remaja putri dengan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi di Desa Deket Kulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Hasil pengabdian ini sebelum dilakukan penyuluhan dan demonstrasi pengetahuan remaja kurang sebanyak 84.4% menjadi berpengetahuan Baik 88.9%. Pelatihan SADARI dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang teknik SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara.Abstract: One of the most common types of cancer in women in Indonesia and around the world is breast cancer. The number of breast cancer cases increases with age, so adolescents can also be affected. One of the current challenges is that many adolescents do not know how to maintain and check their own breast health. The purpose of this service is to increase the knowledge of adolescents about breast cancer prevention with breast self-examination (SADARI). The SADARI technique is one way to reduce the number of diagnosed breast cancer cases. Adolescents' understanding of the importance of performing SADARI to detect breast cancer early must be improved through health counselling about breast cancer and the SADARI method. This community service utilised counselling and training using PowerPoint presentations, breast props, and books distributed to 45 adolescent girls by measuring knowledge before and after counselling and demonstration in Deket Kulon Village, Deket District, Lamongan Regency. The results of this service before the counselling and demonstration of the knowledge of adolescents were less as much as 84.4% to good knowledge 88.9%. SADARI training can increase adolescents' knowledge about breast cancer prevention and early detection. This community service activity proved to be effective in increasing adolescents' knowledge about SADARI techniques as early detection of breast cancer.
Pengaruh Kompres Dingin Dan Myofacial Release Terhadap Penurunan Nyeri Akibat Cedera Otot Pada Ekstrakurikuler Tapak Suci Fadhli Azmi Susilo; Virgianti Nur Faridah; Rizky Asta Pramestirini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Muscle injuries are among the most common occurrences in the Tapak Suci extracurricular program, whether during training sessions or competitive events. If left untreated, such injuries can disrupt daily activities, necessitating interventions like cold compress therapy and myofascial release to manage pain effectively. This study aims to examine the effect of cold compress therapy and myofascial release on pain reduction in members of the Tapak Suci extracurricular program at Al-Mizan Muhammadiyah Islamic Boarding School, Lamongan. Methods: An analytic correlational study with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 117 nurses selected through cluster random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Spearman rho test via SPSS software. Results: The results indicate a significant effect of cold compress therapy and myofascial release on pain reduction. demonstrating the effectiveness of these interventions in alleviating muscle pain. Conclusion: Members of the Tapak Suci extracurricular program are encouraged to learn and apply these therapeutic techniques for future injury management. Additionally, further studies should compare different therapeutic interventions across groups to enhance understanding of optimal pain management strategies.