Isni Lailatul maghfiroh
Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Palliative Care Based-on Family-Centered Nursing Affects the Level of Dependency of The Patients Undergoing Hemodialysis Virgianti Nur Faridah; Isni Lailatul maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi; Rizky Asta Pramestirini; Trijati Puspita Lestari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i2.6037

Abstract

Background: Hemodialysis is a burdensome and complex therapy, which can cause physical and psychological stress and has an impact on the patient's level of dependence in the patient's daily activities. The purpose of this study was to determine the relationship between palliative care based on family-centered nursing and the level of dependence of patients with chronic kidney disease on hemodialysis at Ibnu Sina Gresik General Hospital.Method: This research design uses a correlational analytic method with a cross-sectional approach. The population is patients and their families with chronic kidney disease on hemodialysis. The samples were taken using a consecutive sampling technique of 120 patients and their families. Data were taken using a questionnaire. Data analysis using Spearman rank correlation test.Result: The results showed that 43 (35.8%) families had adequate family-centered nursing-based palliative care skills and 107 patients (89.1%) had mild dependence. The results of the analysis using the Spearman test showed a correlation coefficient of -0,348 with a significant value of 0.007 with = 0.05 then H1 was accepted, which means that there is a relationship between family-centered nursing-based palliative care on the level of dependence of chronic kidney disease patients with hemodialysis in Ibnu Sina Gresik General Hospital.Conclusion and Recommendation: Patients with Chronic Kidney Disease who begin to experience dependence in fulfilling their daily activities need family-centered nursing-based palliative care skills by the family. 
Hubungan frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan: The relationship between suction frequency and oxygenation status of patients on ventilators in the ICU of RSUD dr. Soegiri Lamongan Winda Sri Ramadhani; Isni Lailatul Maghfiroh; Dadang Kusbiantoro
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2955

Abstract

Oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang metabolisme sel, mempertahankan kehidupan, serta mendukung fungsi berbagai organ tubuh. Pasien dengan kondisi gagal napas yang dirawat di ruang perawatan intensif umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Selama penggunaan ventilator, sering terjadi penumpukan sekret pada jalan napas yang dapat menyebabkan obstruksi dan menurunkan status oksigenasi. Salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi tindakan suction dengan status oksigenasi pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit RSUD Soegiri Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap frekuensi suction serta pengukuran status oksigenasi yang meliputi saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan setelah tindakan suction dilakukan dengan menggunakan pulse oximetry. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien yang terpasang ventilator mekanik. Tindakan suction yang dilakukan secara tepat terbukti membantu menjaga kebersihan jalan napas dan meningkatkan status oksigenasi pasien. Oleh karena itu, suction merupakan intervensi keperawatan yang penting dalam perawatan pasien dengan ventilator mekanik
Gambaran Indikator Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) pada Pasien Diabetes Melitus Puja Akhlaqul Karimah; Isni Lailatul Maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1158

Abstract

Self-management merupakan kemampuan pasien Diabetes Melitus dalam mengelola penyakit melalui manajemen glukosa, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Self-management yang baik berperan penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran indikator Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) pada pasien Diabetes Melitus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pada 50 pasien Diabetes Melitus yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DSMQ dan dianalisis secara univariat. Indikator manajemen glukosa dari 50% sebanyak 25 pasien memiliki kategori yang baik, dengan nilai rata-rata 6,19. 64% pasien Diabetes Melitus memiliki Pengaturan pola makan yang sedang dengan nilai rata-rata 5,76. 58% pada pasien Diabetes Melitus memiliki Aktivitas fisik dengan kategori yang baik, dengan nilai rata-rata 6,53. 66% dapat pemanfaatan layanan kesehatan dengan kategori yang baik. Kategori self-management menunjukkan 68% termasuk baik dan 32% sedang. Namun pengaturan pola makan masih belum optimal karena masih didominasi oleh kategori yang sedang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pasien belum menerapkan pengaturan pola makan secara konsisten sesuai anjuran sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan self-management khususnya pada pasien yang menerapkan pengaturan pola makan.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dalam Penanganan Demam Dengan Ketepatan Pertolongan Pertama Demam Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Isni Lailatul Maghfiroh; Rohmatul Ula Febrianti; Abdul Rokhman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1208

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang penanganan demam berperan penting dalam menentukan ketepatan pertolongan pertama yang diberikan kepada pasien sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dalam penanganan demam dengan ketepatan pertolongan pertama demam di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 100 keluarga pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama 1 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan keluarga dan kuesioner ketepatan pertolongan pertama demam. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan 66% keluarga memiliki tingkat pengetahuan penanganan demam yang baik dan 65% melakukan pertolongan pertama demam yang tepat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan ketepatan pertolongan pertama demam (p=0,000) dan mempunyai hubungan yang kuat antar variabel (r=0,671). Pengetahuan keluarga yang baik dalam penanganan demam dapat menentukan tindakan pertolongan pertama yang sesuai dengan kondisi pasien. Hal ini dapat menurunkan resiko kegawatan dan komplikasi. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi kepada keluarga tentang penanganan demam yang tepat.
Pengaruh Survival Clues Game Terhadap Pengetahuan Mitigasi Angin Puting Beliung Pada Remaja Pondok Pesantren Erlistya Bunga Nur Tantri; Isni Lailatul Maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1387

Abstract

Pendahuluan: Angin puting beliung merupakan bencana hidromeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan dapat menyebabkan kerugian fisik,sosial,serta psikologis.Rendahnya pengetahuan remaja mengenai mitigasi bencana berpotensi meningkatkan risiko kepanikan dan tindakan yang tidak tepat saat bencana terjadi. Menganalisis pengaruh edukasi Survival Clues Game terhadap pengetahuan remaja tentang mitigasi bencana angin puting beliung di Pondok Pesantren Wali Songo Lamongan. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan desain pretest-posttest control group.Sampel penelitian adalah 60 remaja yang terdiri atas 30 remaja kelompok intervensi dan 30 remaja kelompok kontrol dengan menggunakan total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang meliputi tujuh indikator,yaitu pengertian mitigasi bencana,pengertian angin puting beliung,tanda angin puting beliung,penyebab angin puting beliung,mitigasi sebelum bencana,mitigasi saat bencana, dan mitigasi setelah bencana.Data dianalisis menggunakan paired sampel t-test dan independent sample t-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 69,33 menjadi 91,33 setelah pemberian edukasi survival clues game dengan p-value (p<0,000),sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Diskusi: Survival clues game efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai mitigasi bencana angin puting beliung dan bisa menjadi media edukasi kebencanaan berbasis permainan digital di lingkungan pendidikan kebencanaan
Pengaruh Edukasi VIDSION (Video and Simulation) Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Dalam Penanganan Tersedak Balita Nabella Ayu Dwi Jayanti; Isni Lailatul Maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1394

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan pada balita yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama memerlukan edukasi yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi VIDSION (Video and Simulation) terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 51 ibu yang memiliki balita di Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Edukasi VIDSION meningkatkan rerata pengetahuan ibu dari 61,96 menjadi 87,25 dan keterampilan dari 11,3 menjadi 84,6. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada pengetahuan dan keterampilan (p-value = 0,000; p<0,05). Simpulan : Edukasi VIDSION efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita melalui kombinasi media video dan simulasi yang memberikan pemahaman visual serta pengalaman praktik secara langsung.
Hubungan Tekanan Darah Dengan Heart Score Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Sa'diyah Cici Halimatus; Isni Lailatul Maghfiroh; Dadang Kusbiantoro; Karsim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1406

Abstract

The HEART score is a clinical instrument used to assess the risk of major adverse cardiovascular events in patients with suspected acute coronary syndrome, including those with coronary heart disease (CHD). One of the factors associated with the HEART score is blood pressure. This study aimed to determine the relationship between blood pressure and the HEART score among patients with CHD. This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach involving 52 patients with CHD selected using a consecutive sampling technique. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer, while the HEART score was assessed using the HEART score questionnaire. Data were analyzed using Spearman's rank correlation test. The results showed that 68% of the patients had hypertension, and 73% were classified as having a high risk of major adverse cardiovascular events. Spearman's rank correlation analysis demonstrated a significant relationship between both systolic and diastolic blood pressure and the HEART score (p=0.000), with moderate correlation strength for systolic blood pressure (r=0.503) and diastolic blood pressure (r=0.584). High blood pressure contributes to the acceleration of atherosclerosis and increases cardiac workload in patients with CHD. Patients with higher blood pressure tend to have a greater risk of cardiovascular events. Therefore, intensive monitoring of both blood pressure and the HEART score is recommended in patients with CHD.
Hubungan Dukungan Emosional dengan Kualitas End of Life Care pada Pasien di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Soegiri Lamongan Ellisa Fitri Anggraini; Isni Lailatul Maghfiroh; Abdul Rokhman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1426

Abstract

End of Life Care (EOLC) merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang bertujuan mengurangi penderitaan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien serta mendukung keluarga selama fase akhir kehidupan. Dukungan emosional dari perawat berperan dalam membantu keluarga menghadapi tekanan emosional dan meningkatkan kualitas pelayanan EOLC. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan emosional dengan kualitas End of Life Care pada pasien di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. pada 59 keluarga pasien di ICU dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Berlin Social Support Scale (BSSS) dan Quality of End of Life Care (QEOLC) Family Version, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% keluarga memperoleh dukungan emosional yang tinggi dan 64% kualitas End of Life Care sangat baik. Uji Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dan kualitas End of Life Care dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,516 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Dukungan emosional yang baik dapat meningkatkan komunikasi, kepercayaan, dan hubungan antara perawat, pasien, serta keluarga sehingga kualitas End of Life Care lebih optimal. Oleh karena itu, peningkatan dukungan emosional pada keluarga penting untuk meningkatkan kualitas EOLC.