Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Developing Midwives’ Role as A Stunting Center at The Village Government Level: A Case Study Nurlailis Saadah; Sulikah Sulikah; Agung Suharto; Budi Joko Santosa; Budi Yulianto; Syaifoel Hardy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.671 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1611

Abstract

The handling of stunting at the village level so far cannot be said to be effective due to the absence of prevention centers by healthcare professionals. The objective is to develop the role of the village midwife as a central role for stunting prevention with a clear flow of tasks and responsibilities. The implication of this research will be to emphasize a more structured stunting prevention system. This research used a case study method with a descriptive design. The instrument used for data acquisition was a semi-structured question list through in-depth interviews, supported by document reviews from reputable journals for the last five years (2016-2021). The target of the interview was a village midwife in Trenggalek, East Java. The data analysis was PICO (Population, Intervention, Comparison, Output).  There were 7 themes from the interviews and 8 reputable journals as supporting data for the PICO selection. The analysis concluded that developing the role of midwives in dealing with stunting, required management reform (SOP), increased collaboration between professions and sectors, family economy, and availability of funds. It was recommended that village midwives are the most appropriate health professionals at village-level stunting prevention centers who report to the BKKBN institution. Abstrak: Penanganan stunting di tingkat desa selama ini belum bisa dikatakan efektif karena belum adanya pusat pencegahan oleh tenaga kesehatan. Tujuannya untuk mengembangkan peran bidan desa sebagai peran sentral pencegahan stunting dengan alur tugas dan tanggung jawab yang jelas. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk menekankan sistem pencegahan stunting yang lebih terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk perolehan data adalah daftar pertanyaan semi terstruktur melalui wawancara mendalam yang didukung dengan telaah dokumen dari jurnal-jurnal bereputasi selama lima tahun terakhir (2016-2021). Sasaran wawancara adalah bidan desa di Trenggalek, Jawa Timur. Analisis data yang digunakan adalah PICO (Population, Intervention, Comparison, Output). Terdapat 7 tema hasil wawancara dan 8 jurnal bereputasi sebagai data pendukung seleksi PICO. Hasil analisis menyimpulkan bahwa untuk mengembangkan peran bidan dalam mengatasi stunting diperlukan reformasi manajemen (SOP), peningkatan kerjasama antar profesi dan sektor, ekonomi keluarga, dan ketersediaan dana. Direkomendasikan agar bidan desa merupakan tenaga kesehatan yang paling tepat di pusat penanggulangan stunting tingkat desa yang melapor kepada lembaga BKKBN
Health Workers' Anxiety Experience Against Dengue Hemorrhagic Fever During Rainy Season: A Phenomenological Study Budi Joko Santosa; Budi Yulianto; Nurlailis Saadah; Sulikah Sulikah; Tinuk Esti Handayani; Syaifoel Hardy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.615 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1605

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem and a severe threat in some areas of Indonesia. This disease not only has an impact on the health sector, the social sector, and the community's economy but also anxiety for health workers during the rainy season. The objective is to find out the anxiety experienced by health workers regarding DHF during the rainy season, the causal factors, and how to anticipate them. The method was a phenomenological approach with descriptive analysis. The stages include bracketing, intuitive, analyzing, and describing. The research was conducted during the rainy season in December 2022. Five informants were randomly selected to represent the regions of Aceh, West Java, East Java, Flores, South Maluku, and Papua. Primary data were obtained from semi-structured interviews with four. Secondary data were obtained from official documents and reputable journals for the last five years. The data were processed using phenomenology (bracketing, intuitive, analyzing, and describing) and descriptively analyzed. Results show healthcare workers experience anxiety that can potentially arise due to changing seasons during the rainy season (18.75%), the dynamics of government regulations against DHF (31.25%), increased workload especially during the Covid-19 pandemic (31.25%), and the location of the place work (18.75%). Program enrichment in the form of debriefing training in dealing with DHF for healthcare workers in case-prone places needs to emphasize helping psychological and mental readiness so that it can reduce the level of anxiety when there is a change in weather which is followed by an increase in the incidence rate of DHF. Abstrak: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, sektor sosial dan ekonomi masyarakat, namun juga terhadap kecemasan bagi petugas kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kecemasan petugas kesehatan terhadap DHF selama musim penghujan, faktor penyebab serta bagaimana mengantisipasinya. Pendekatan penelitian ini fenomenologi dengan analisis descriptive. Tahapannya mencakup bracketing, intuiting, analyzing, dan describing. Penelitian dilakukan selama musim hujan bulan Desember 2022. Lima informan dalam penelitian ini dipilih secara random untuk mewakili wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Flores, Maluku Selatan dan Papua. Data primer diperoleh dari hasil interview semi struktur dengan empat tema. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan jurnal bereputasi selama lima tahun terakhir. Olah data menggunakan fenomenologi (bracketing, intuiting, analyzing and describing) dan dianalisis secara descriptive. Hasilnya petugas mengalami kecemasan yang secara potensial bisa timbul karena adanya perubahan musim khususnya pada musim hujan (18.75%), dinamika aturan pemerintah terhadap DHF (31.25%), peningkatan beban kerja khususnya selama pandemic Covid-19 (31.25%), dan lokasi tempat kerja (18.75%). Kesimpulannya pengkayaan program berupa pelatihan pembekalan dalam menghadapi DHF bagi healthcare workers di tempat yang rawan kasus perlu penekanan dalam membantu kesiapan mental psikologis sehingga bisa mengurangi tingkat anxiety ketika terjadi  perubahan cuaca yang diikuti meningkatnya incidence rate DHF
Anemia Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Ike Mutiarasari; Agung Suharto; Astin Nur Hanifah; Sulikah Sulikah; Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk455

Abstract

Anemia is of particular concern to the health of mothers and children because iron deficiency can cause complications for both mother and baby. Anemia also has an impact on the fetus, such as impaired physical and cognitive development of children, increased morbidity in infants and young children, as well as low birth weight babies (LBW). So research is needed which aims to determine the effect of the incidence of anemia during pregnancy on the incidence of LBW. This type of research was ex post facto. Data was collected from secondary data, namely the mother's cohort report and the MCH handbook. The results showed that the proportion of mothers with at-risk age was 19.6%, at-risk parity was 67.4% and those with lower secondary education were 22.8%. The results of the analysis with the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.001. It was concluded that the incidence of anemia in pregnant women affects the incidence of LBW.Keywords: anemia; low birth weight babies; pregnancy                                          ABSTRAK Anemia menjadi perhatian khusus bagi kesehatan ibu dan anak karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Anemia juga berdampak pada janin, seperti gangguan perkembangan fisik dan kognitif anak, peningkatan morbiditas pada bayi dan anak kecil, juga bayi berat lahir rendah (BBLR). Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian anemia selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan dari data sekunder yaitu laporan kohort ibu dan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan usia berisiko adalah 19,6%, paritas berisiko adalah 67,4% dan memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah adalah 22,8%. Hasil analisis dengan Fisher's Exact test menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR.Kata kunci: anemia; bayi berat lahir rendah; kehamilan
Durasi Penggunaan Gadget Yang Tidak Menyebabkan Temper Tantrum Pada Anak Sunarto Sunarto; Meila Marindawati; Rahayu Sumaningsih; Sulikah Sulikah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3832

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, salah satunya adalah penggunaan gadget. Anak usia prasekolah sering memanfaatkan teknologi tersebut sebagai ganti permainan. Penggunaan gadget pada anak pra sekolah sepengetahuan ormnag tuanya. Penggunaan gadget dapat memberikan rasa kecanduan berlebihan yang berdampak pada perubahan perilaku temper tantrum pada anak prasekolah. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menghitung besar risiko paparan durasi penggunaan gadget dengan kejadian temper tantrum pada anak prasekolah. Lokasi penelitian di seluruh pendidikan anak usia dini se kecamatan Barat kabupaten Magetan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case-control. Ukuran besar sampel kasus sebanyak 91 anak dengan temper tantrum, sedangkan ukuran besar sampel kontrol sebanyak 91 anak kondisi normal. Kedua kelompok dipilih secara simple random sampling. Data temper tantrum diperoleh dari isian kuesioner dan data durasi penggunaan gadget diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget merupakan faktor risiko terhadap kejadian temper tantrum pada anak usia pra sekolah. Penggunaan gadget lebih dari satu jam setiap hari lebih berisiko 5,625 kali menimbulkan temper tantrum pada anak pra sekolah dibanding kurang dari satu jam setiap hari. Kata Kunci : temper tantrum; penggunaan gadget; anak prasekolah.