Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Komunikasi Kolaboratif serta Kemampuan Mengelola Data dan Informasi Kesehatan di Rumah Sakit Elise Garmelia; Subinarto Subinarto; Zefan Adiputra Golo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1119

Abstract

Collaborative communication is one of the factors that support medical record personnel in managing health data and information, towards improving service quality. This study aims to determine the relationship between collaborative communication and the ability to manage health data and information. This study was an observational study with a cross-sectional design. The subjects in this study were 120 medical record and health information personnel who work in hospitals in Central Java. The research instrument was a questionnaire developed based on professional competency standards in the field of medical records and health information. The data were analyzed using the Pearson correlation test. The results of the analysis show that the value of p = 0.00, so it can be concluded that there is a relationship between collaborative communication and the ability of medical record personnel to manage health data and information.Keywords: collaborative communication; health information; data management ABSTRAK Komunikasi kolaboratif merupakan salah satu faktor yang mendukung tenaga rekam medis dalam mengelola data dan informasi kesehatan, menuju peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi kolaboratif dengan kemampuan mengelola data dan informasi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 120 tenaga rekam medis dan informasi kesehatan yang bekerja di rumah sakit di Jawa Tengah. Instrumen penelitian adalah kuesioner dikembangkan berdasarkan standar kompetensi profesional di bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara komunikasi kolaboratif dengan kemampuan tenaga rekam medis dalam mengelola data dan informasi kesehatan.Kata kunci: komunikasi kolaboratif; informasi kesehatan; pengelolaan data
EFFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON Irmawati Irmawati; Elise Garmelia; Sri Lestari; Dinda Mirtha Melasoffie
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.335 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3846

Abstract

Abstrak RS Bhakti Wira Tamtama Semarang adalah RS tipe C yang harus memiliki pelayanan medik sepesialis dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik dan ginekologi. Petugas rekam medis belum pernah melakukan analisis dan pembuatan Grafik BJ. Berdasarkan lima bangsal dengan cara menghitung indikator BOR, LOS, TOI, BTO dan digambarkan melalui Grafik BJ sebagai bahan evaluasi dan perencanaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi penggunaan tempat tidur 5 ruang unit rawat inap berdasarkan Grafik BJ di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama tahun 2017. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, perhitungan indikator efisiensi penggunaan tempat tidur, pengecekan efisiensi penggunaan tempat tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Grafik Barber Johnson keempat indikator kelima bangsal pada tahun tahun 2016 tidak bertemu dalam satu titik dan berada diluar daerah efisiensi. Sedangkan tahun 2017 keempat indikator bertemu pada satu titik namun berada diluar daerah efisiensi.  Abstract [English Title : Efficiency Degree Of Occupancy’s Bed By Barber Johnson Graph In Rs Bhakti Wira Tamtama] Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang is a type C hospital that has the functions of health services, surgery, obstetrics and gynecology. Medical record-keeping officers have never done BJ Graph analysis and manufacture. Based on five wards by calculating BOR, LOS, TOI, BTO and drawing indicators through BJ Graph as evaluation and planning materials. The purpose of the research was to determine the wealth of bed usage of 5 units of inpatient units based on BJ Graph at Bhakti Wira Tamtama Hospital in 2017. This type of research used quantitative descriptive research method. Data collection methods using documentation studie, the calculation of bed usage efficiency indicators, checking the efficiency of bed usage. The results show that based on the Barber Johnson Chart the four indicators fifth of wards in the year 2016 do not converge in one point and are outside the efficiency area. While in 2017 all four indicators meet at one point but are outside the efficiency area.
Tinjauan Pelaksanaan Pemusnahan Rekam Medis Di Puskesmas Pandanaran Semarang Edy Susanto; Widodo Widodo; Elise Garmelia; Dewi Indah Sholekhah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.428 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i1.3593

Abstract

Permenkes 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis menyatakan bahwa rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan non rumah sakit, wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pandanaran Semarang, sejak didirikannya Puskesmas Pandanaran tahun 1990 pelaksanaan pemusnahan baru sekali dilakukan pada tahun 2005. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor pendukung pelaksanaan pemusnahan rekam medis.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi/pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi.Data di analisis menggunakan analisa deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemusnahan rekam medis tahun 2005 dilakukan dengan membakar 5000 rekam medis oleh petugas Puskesmas Pandanaran, SOP Pemusnahan Rekam Medis diberlakukan sejak 30 April 2016 dan faktor-faktor pendukung pelaksanaan pemusnahan yang meliputi Man (SDM), Methode (Metode), Materials (Bahan), Machine (Alat), Money (Finansial), Market (Partisipasi). Alangkah lebih baik jika pemusnahan rekam medis dilakukan secara periodik sesuai dengan SOP Pemusnahan Rekam Medis.
ANALISIS KUANTITATIF KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN KASUS BEDAH Marsum Marsum; Elise Garmelia; Edy Susanto; Rizky Febri Nugroho
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.635 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3849

Abstract

AbstrakBerdasarkan studi pendahuluan bahwa dari sepuluh formulir persertujuan tindakan kedokteran yang diambil secara acak seluruhnya atau sebesar 100% tidak terisi lengkap. Pada empat review yang dilakukan untuk menelaah formulir yaitu review identifikasi, laporan isi informasi, autentikasi, pencatatan tidak ada yang semuanya terisi lengkap. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisis kuantitatif kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran di RSUD Ambarawa.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel penelitian ini adalah formulir persetujuan tindakan kedokteran kasus bedah di RSUD Ambarawa pada triwulan 1 tahun 2018. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Solvin dan didapat 96 sampel. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa review identifikasi pasien terisi dengan lengkap sebesar 99%. Review lsi informasi (laporan penting) terisi dengan lengkap sebesar 5%. Review autentikasi terisi dengan lengkap sebesar 46%. Review pencatatan tidak ditemukan kesalahan. Pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran kasus bedah di RSUD Ambarawa sebesar 4 %  Abstract[English Title : Quantitative Analysis Completeness Form Informed Consent Case Surgery In RSUD Ambarawa] Based on a preliminary study that out of ten forms of intentional medical action taken completely randomly or at 100% incomplete. In the four reviews conducted to review the form of identification reviews, information content report, authentication, recording none of which are completely filled. The purpose of this research is to conduct a quantitative analysis of completeness informed consent form at RSUD Ambarawa. The type of research used is descriptive. The sample of this research is the informed consent form of medical case at Ambarawa General Hospital in first quarter of 2018. The sample size is calculated using Solvin formula and obtained 96 samples. Methods of data collection are observation and documentation study. The results showed that the patient identification review was completely filled by 99%. Review information filled (important reports) with complete 5%, Authentication review complete with 46% complete. recording review there is no mistake. Completed the form of approval of the medical action of the surgical case at RSUD Ambarawa at 4%   
PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN TAHUN 2018-2022 Warijan Warijan; Elise Garmelia; Sri Lestari; Endah Dwi Lestari
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.423 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3847

Abstract

Abstrak Berdasarkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan tahun 2013-2017 di RSUD RAA Soewondo Pati menghasilkan rata-rata peningkatan jumlah kunjungan 17% setiap tahunnya. Kenaikan jumlah kunjungan mengakibtkan tertundanya beberapa berkas klaim BPJS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prediksi kunjungan pasien rawat jalan tahun 2018-2022 di RSUD RAA Soewondo Pati. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah data kunjungan pasien dan pengunjung baru rawat jalan tahun 2013-2017 di RSUD RAA Soewondo Pati dan yang menjadi sampel adalah keseluruhan data populasi. Data diperoleh dari laporan rumah sakit pada rekapitulasi sensus harian rawat jalan. Berdasarkan hasil pehitungan, rata-rata kunjungan pasien rawat jalan per hari tahun 2013-2017 di RSUD RAA Soewondo Pati mengalami peningkatan 17% setiap tahunnya, prediksi rata-rata kunjungan pasien rawat jalan per hari tahun 2018-2022 mengalami peningkatan 9% setiap tahunnya, prediksi rata-rata kunjungan poliklinik per hari tahun 2018-2022 terdapat 22 klinik mengalami peningkatan, 2 klinik mengalami penurunan dan 1 klinik statis, prediksi rata-rata pengunjung baru rawat jalan tahun 2018-2022 mengalami peningkatan 9% setiap tahunnya dan trend kunjungan pasien dan pengunjung baru rawat jalan tahun 2018-2022 mengalami peningkatan setiap tahunnya meskipun angka peningkatan mengalami penurunan sebanyak 1% setiap tahunnya.  Abstract (English Title : Prediction Of Outpatient Visits In RAA Soewondo Pati Regional Public Hospital Year 2018-2022) Based on the number of outpatient visits in 2013-2017 at RSUD RAA Soewondo Pati resulted in an average increase in the number of visits 17% each year. The increase in the number of visits caused in delays in some BPJS claim files. This research was conducted with the aim to know the prediction of outpatient visit year 2018-2022 in RSUD RAA Soewondo Pati. This research includes descriptive research with quantitative approach. Population of this research is data of outpatient visit and new outpatient visitor year 2013-2017 in RSUD RAA Soewondo Pati and become sample is all of the population. Information were obtained from hospital reports on daily ambulatory census recapitulation. Based on the results of the calculation, the average of outpatient visits every day in 2013-2017 in RSUD RAA Soewondo Pati has increased 17% every year, the average predicted visit every day in 2018-2022 has increased 9% every year, average clinic visits severy day in 2018-2022 there are 22 clinics have increased, 2 clinics have decreased and 1 static clinic, the average prediction of new outpatient visitor in 2018-2022 has increased 9% every year and trend of outpatient visits and new visitor of outpatient the year 2018-2022 has increased every year even though the increase rate decreased by 1% every year.  
ANALISIS DESAIN FORMULIR RINGKASAN MASUK DAN KELUAR RAWAT INAP Subinarto Subinarto; Elise Garmelia; Adhani Windari; Taufiq Wicaksono
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.386 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3850

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisa desain formulir ringkasan masuk dan keluar di UPT Puskesmas Kutoarjo berdasarkan aspek fisik, anatomi, dan isi.Jenis penelitianyang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Objek dari penelitian ini adalah formulir Ringkasan Masuk Keluar di UPT Puskesmas Kutoarjo. Subjek dari penelitian ini adalah petugas Rekam Medis, dokter, dan perawat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi  dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari aspek fisik bahankertas yang digunakan untuk formulir ini belum sesuai. Aspek anatomi adalah formulir ini tidak memiliki nomor edisi karena belum pernah direvisi dan belum adanya petunjuk pengisian formulir. Aspek isi, berdasarkan hasil wawancara ada beberapa item pada formulir yang perlu dihilangkan meliputi : golongan operasi, penyebab luar cedera dan morfologi neoplasma keracunan, dan pengobatan radio terapi/kedokteran nuklir dikarenakan pada penerapanya item tersebut tidak terpakai. Abstract[English Title :Analysisthe Design Of Inpatient’s Admission And Discharge Summary Form On Public Health Center Of Kutoarjo]The purpose of this research is analyzing the design of inpatient’s admission and discharge summary form on Public Health Center of Kutoarjo according to the aspect of anatomy, physical and content. This research uses descriptive method through case study approach. The object on this research is the form of admission and discharge summary on Public Health Center of Kutoarjo, in which the medical record staffs, the doctors, and the nurses are used as respondents.  In addition, the researcher also uses observation and interview as research instruments.The research result shows that according to the physical aspect, the material form used on Public Health Center of  Kutoarjo  is not appropriate to the theory. Then, according to the anatomical aspects, the form used on Public Health Center of Kutoarjo also do not have edition number, publication date, and instruction f orm. Moreover, based on the interview result, there are several item that should be removed on the content aspect, such as: golongan operasi, penyebab luar cedera dan morfologi neoplasma keracunan, and  pengobatan radio terapi.
Evaluasi Penilaian Pelaksanaan Standar Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM) di Rumah Sakit Elise Garmelia; Siswati Siswati; Sri Sugiarsi
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.077 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6432

Abstract

According to the Ministry of Health that accreditation is a step to ensure hospitals to prioritize the service, safety and protection of the community. Hospitals as one of the health care institutions are required to provide quality services including in the implementation of medical records and health information that are in the standard of Information Management and Medical Records ( MIRM). The purpose of the research is to want to know the value of accreditation in standard MIRM instruments 8-15 namely medical record management from hospitals in 3 (three) regions in Indonesia. Quantitative descriptive research with a sample count of 14 hospitals. Data processing through scoring elements in SNARS 1.1 edition and processing with SPSS to analyze the value value relationship scoring elements of assessment in government and non-government hospitals. Analysis with Anova, independent simple test and multiple comparison. The result is that there is a significant difference of p=0.00 (p0.05) of scores or assessment elements between the 3 hospital areas, but there is no significant difference (o.788) p0.05) standard value (8-15) between government and non-government hospitals. The conclusion is the assessment standard of KARS that the fulfillment of MIRM (8-15) standards of both facilities, infrastructure and human resources has not been evenly distributed in every hospital in the 3 regions, while the use of every element of the assessment of MIRM standard ( 8-15) is standard for government hospitals of various classes as well as for non-government hospitals.  ABSTRAKMenurut Kementerian kesehatan bahwa  akreditasi adalah langkah untuk menjamin rumah sakit agar mengutamakan pelayanan, keselamatan dan perlindungan masyarakat. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu termasuk dalam penyelenggaraan rekam medis dan informasi kesehatan yang tersebut pada standard Manajemen Informasi dan Rekam Medis ( MIRM). Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui nilai akreditasi pada instrumen MIRM standar 8-15 yakni manajemen rekam medis dari rumah sakit di 3 (tiga) wilayah di Indonesia. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 14 rumah sakit. Pengolahan data melalui Skor setiap elemen penilaian yang ada pada buku SNARS edisi 1.1 dan pengolahan dengan SPSS untuk menganalisis hubungan nilai skor elemen penilaian di rumah sakit pemerintah dan non pemerintah. Analisis dengan Anova, uji independent simple test dan multiple comparison. Dengan hasil ada perbedaan signifikan p=0,00 (p0.05) skor atau elemen penilaian diantara 3 wilayah rumah sakit, namun tidak ada perbedaan (o,788) p0,05) yang signifikan nilai standard (8-15)  antara RS pemerintah dan non pemerintah. Kesimpulan adalah adanya standar penilaian dari KARS bahwa pemenuhan standar MIRM (8-15) baik sarana, prasarana dan SDM belum merata di setiap rumah sakit di 3 wilayah tersebut, sedangkan penggunaan setiap elemen penilaian dari standard MIRM ( 8-15) adalah baku bagi rumah sakit pemerintah berbagai kelas maupun untuk rumah sakit non pemerintah.
TINJAUAN ASPEK ERGONOMI BERDASARKAN ANTROPOMETRI PETUGAS FILING TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PETUGAS Adhani Windari; Edy Susanto; Elise Garmelia; Hidayatul Maula
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.681 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3845

Abstract

 AbstrakPelayanan filing adalah salah satu bagian penting dari Unit Rekam Medis, terutama untuk pemerliharaan rekam medis. Penataan ruang filing yang baik dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan petugas. Penataan ruang filing harus dilakukan berdasarkan aspek ergonomis dan antropometri petugas agar tidak menimbulkan risiko K3. Aspek ergonomi di ruang filing RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta belum sesuai dengan antropometri petugas, hal tersebut dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja petugas. Tujuan penelitian ini adalah meninjau aspek ergonomi ruang filing berdasarkan antropometri petugas filing terhadap aspek K3 petugas.Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisa statistik yang bersifat deskripsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan, perlengkapan serta suhu dan kelembaban ruang filing RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah sesuai dengan teori kecuali untuk alat bantu pijakan. Ukuran rak penyimpanan rekam medis tidak ergnomis dibandingkan antropometri petugas filing. Namun tinggi dan lebar sub rak penyimpanan sudah sesuai dengan dimensi rekam medis.Adapun risiko K3 yang dapat dialami petugas filing antara lain kebakaran, terjepit roll o’pack, terjatuh dari alat bantu pijakan, kaki dan tangan pegal, nyeri tengkuk, gatal-gatal, luka akibat tergores, gangguan penglihatan, sesak nafas dan tenggorokan serak.   Abstract(English Title :Review of Ergonomic Aspect of Filing Room Based on Filing Officers Anthropometry to the Occupational Health and Safety (OHS) in RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta).The filing service is an important part of the Medical Record Unit, especially for medical record keeping. A good filing arrangement is required to facilitate the work of the officer. Spatial filingshould be done based on the aspect of ergonomic and anthropometry of the officers so it’s  not  causing OHS risk for the officers. Ergonomicsaspects of filing room in RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta not in accordance with anthropometry officers, it can lead to decreased work  /productivity officer. The purpose of this research is to review the aspect of ergonomic filing space based on the anthropometry of filing officer toward aspect of OHS.This type of research including to the case study research. Methods of data collection are observation and interview. Data were analyzed using statistical analysis which was description.The results showed that the management, equipment and temperature and humidity filing room in RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta is in accordance with the theory except for the tool footing. The size of the medical record storage rack is not ergonomic compared to the anthropometry of the filing officer. However, the height and width of  sub racks are in accordance with the dimensions of the medical record file. The risk of OHS that can be happen by filing officers are fire, wedged  roll o'pack, falling from the tool footing, pain of leg and hand, nape pain, itching, scratches due to scratches, visual impairment, shortness of breath and throat hoarse.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Puskesmas Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Puskesmas Zefan Adiputra Golo; Subinarto Subinarto; Elise Garmelia
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.625 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v4i1.6789

Abstract

Salah satu bentuk evaluasi penerapan SIMPUS adalah dengan mengukur tingkat kepuasan pengguna. Puskesmas Karangtengah telah menerapkan SIMPUS sejak tahun 2009, namun dalam prosesnya SIMPUS di Puskesmas Karangtengah belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan petugas ditinjau dari lima dimensi pada metode End-User Computing Satisfaction (EUCS). Metode penelitian yang digunakan adalah survey observasional, dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian sebanyak 30 orang petugas yang diambil secara total sampling, Data diolah menggunakan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan dari lima aspek EUCS rata-rata petugas berada pada kategori puas, namun untuk aspek Keakuratan (akurasi) dan Kemudahan penggunaan (kemudahan penggunaan) masih terdapat 10 petugas (33,3%) yang merasa tidak puas. Sebanyak 8 responden (26,6%) memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap SIMPUS, 11 responden (36,7%) memiliki tingkat kepuasan sedang dan 11 responden (36,7%) memiliki tingkat kepuasan yang rendah terhadap SIMPUS. Tidak dapat disangkal bahwa petugas Puskesmas Karangtengah belum puas terhadap SIMPUS, terutama pada aspek keakuratan dan kemudahan penggunaan. Disarankan untuk meningkatkan kualitas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas, khususnya pada aspek keakuratan data yang dihasilkan, kemudahan penggunaan bagi petugas dan penambahan kapasitas server.
Tinjauan Pelaksanaan Kegiatan Sensus Harian Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga Elise Garmelia; Sri Lestari; Sudiyono Sudiyono; Cory Puspa Sari Dewi
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.336 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i1.3592

Abstract

Sensus harian rawat inap adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan di rumah sakit yang menghitung jumlah pasien yang dilayani di unit rawat inap mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB oleh petugas yang terdapat di bangsal perawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu meninjau pelaksanaan sensus harian rawat inap dari segi faktor manajemen 6M, berdasarkan SPO sensus, alur, ketepatan waktu pelaksanaan serta hambatan yang muncul. Jenis penelitian adalah deskriptif. Metode pengambilan data dengan wawancara dan observasi partisipasi aktif. Sampel yang digunakan bangsal flamboyan RSUD Kota Salatiga selama dua minggu. Kegiatan sensus di bangsal flamboyan antara sensus manual dan SIMRS mengalami perbedaan jumlah pasien yang signifikan. Alur yang diterapkan tidak sesuai dengan SPO sensus. Ketepatan waktu entry sensus tidak dilakukan mulai pukul 00.00 – 24.00. Pelaksanaan sensus menurut faktor manajemen 6M yaitu faktor Man kualifikasi pelaksana belum memenuhi kriteria, Money tidak adanya insentif dalam pelaksanaan sensus karena sensus masuk kegiatan pokok rawat inap, Material sudah tidak diterapkan lagi form sensus di rumah sakit, Machine SIMRS yang digunakan sudah baik akan tetapi untuk pengguna SIMRS tersebut perlu dilakukan evaluasi, Methods sensus tidak dilaksanakan sesuai SPO, dan Market pihak pimpinan rumah sakit tidak terlalu membutuhkan data sensus harian rawat inap.