Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tinjauan Ketepatan Koding Penyakit Gastroenteritis Pada Pasien BPJS Rawat Inap di UPTD RSUD Kota Salatiga Elise Garmelia; Maulida Sholihah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.245 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v2i2.5350

Abstract

One of the factors causing the inaccuracy of writing diagnosis code is sometimes doctors do not write the diagnosis in the complete form so that medical record errors occur in determining the diagnosis code. Based on preliminary studies that researchers have done in UPTD RSUD Salatiga, the researchers found the results of encoding gastroenteritis disease is inappropriate. Researchers took a random sample, from 8 medical records of patients with BPJS gastroenteritis inpatient there were 6 medical records showing the inaccuracy of encoding diagnosis with 75% percentage of incorrect code and there was different writing of gastroenteritis diagnosis on admission discharge form and discharge summary form.The purpose of this study to determine the accuracy of coding disease gastroenteritis. The type of the research is descriptive quantitative research using cross sectional approach. The population in this research is medical record of inpatients of BPJS gastroenteritis case in january 2017 until october 2017, with the sample of 82 medical record by using simple random sampling method.The results showed the percentage of appropriateness of writing diagnosis on the outline forms form outgoing and returning home is 93.9%, the percentage of accuracy of gastroenteritis disease code is 91.5% and the percentage of appropriateness of diagnosis with the result of laboratory examination is 89%. Factors affecting the inaccuracy of coding results are that medical personnel (physicians) write incomplete and incompatible patients' diagnostic diagnosis of the form sheet, the coder does not check the results of the laboratory to determine the correct code, the lack of update activity of the ICD-10 coding latest version.Of these factors can affect the quality of medical records with the results of coding, claims results and analysis of hospital reporting data.
Tinjauan Efektivitas Kerja Penanggung Jawab Rekam Medis (PJRM) di Bangsal Perawatan Sesuai dengan Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) Elise Garmelia; Sri Lestari; Zefan Adiputra Golo
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.324

Abstract

Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) yang profesional wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan standar kompetensi dan kode etik profesi. Tujuan penelitian ini meninjau pelaksanaan pekerjaan Penanggungjawab Rekam Medis (PJRM) di bangsal perawatan sesuai dengan Standar Kompetensi PMIK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosssectional study. Penelitian dilakukan di 3( tiga) rumah sakit yang ada di kota Semarang dengan jumlah sampel 46 orang PJRM yang mengisi kuesioner secara online pada google form. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 orang (21.7%) PJRM yang memiliki efektifitas kerja yang rendah. Area kompetensi Komunikasi Efektif berada pada kategori mampu (60.9%), Manajemen Data berada pada kategori mampu (50.0%), Klasifikasi Kodefikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan berada pada kategori mampu (52.2%), Aplikasi Statistik, Epidemiologi dasar dan biomedik berada pada kategori mampu( 54.3%) dan Manajemen Pelayanan Rekam Medis berada pada kategori mampu (60.9). Hasil analisis bivariat menemukan bahwa setiap area kompetensi PMIK memiliki hubungan dengan efektivitas kerja (p<0.05). Hasil analisis multivariat menemukan bahwa setiap area kompetensi PMIK berpengaruh terhadap efektivitas kerja, dimana kompetensi Statistik, Epidemiologi dasar dan biomedik paling signifikan (p=0.02 < 0.05). Rumah sakit perlu melakukan evaluasi terhadap PJRM yang tidak efektif serta perlu melakukan rolling staf agar menjadi lebih aktif.
Tinjauan Angka Rawat Ulang Dalam Mendukung Legalitas Perawatan Rumah Sakit di Era JKN Edy Susanto; Elise Garmelia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.322

Abstract

Re admission adalah suatu kejadian seorang pasien dirawat kembali yang sebelumnya telah mendapat layanan rawat inap di rumah sakit. Readmission merupakan suatu penanda kualitas perawatan pasien di rumah sakit yang diidentifikasi oleh rencana kesehatan yang telah dibuat sebagai kunci dari komponen sebuah pelayanan yang diberikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meninjau angka rawat ulang (re-admission) rumah sakit untuk menunjang keabsahan perawatan pasien di rumah sakit. Metode penelitian observasional dengan analitik data pasien pulang rawat sebagai populasi dan data pasien rawat ulang (re-admison < 7 hari) sebagai sample. Hasil adalah jumlah pasien pulang  rawat inap tahun 2019  sebanyak 40.256 dan 297 pasien rawat ulang di tahun 2019. Terdapat asal pasien (63,64%) berasal dari  kota Semarang, 100 pasien (33,67%) bersala dari luar kota semarang dan  8 pasien (2,69%) bersal dari luar jawa tengah. Ada hubungan antara kejadian readmission dengan Wilayah  (p=0,025) ,  LOS ( p= 0.027)  dan  morbiditi  (p= 0.033). Kesimpulan Jumlah pasien pulang  rawat inap tahun 2019  sebanyak 40.256 terdapat 297 pasien rawat ulang atau re-admision. Angka rawat ulang di RS. KMRT Wongsonegoro adalah 0,74 %. Usia pasien rawat ulang antara usia 1 bulan hingga 83 tahun, median 48 tahun. Ada hubungan kejadian pasien pulang re-admition dengan Wilayah (aksesibitas), LOS dan Morbiditas. Juga Ada hubungan antara Morbiditi dengan LOS dan Kelas rawat dengan Jaminan pembiayaan.Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin dan Rujukan/cara masuk RS terhadap kejadian, re-admission. Saran  rancangan interface tracking system untuk pasien rawat ulang, 
Bagaimana Pemanfaatan Sertifikat Pelatihan Pengelolaan Sistem Pembiayaan Kesehatan Berbasis Casemix Oleh Rumah Sakit Edy - Susanto; Elise Garmelia; Adhani Windari; Isnaini Qoriatul Fadhilah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i2.477

Abstract

 Sertifikasi biasanya diberikan oleh organisasi atau asosiasi profesi yang mengetahui dengan pasti suatu kompetensi profesional dalam bidang tertentu seperti Rekam Medis dan Informasi Kesehatan khususnya system pembiayaan terkait dengan kompetensi kodefikasi klinis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Pemanfaatan Sertifikat Pelatihan Pengelolaan Sistem Pembiayan Kesehaan Berbasis Casemix oleh Rumah Sakit.  Metode penelitian populasi dan sampel adalah lulusan diploma 3 RMIK Polkesmar (regular)  tahun 2014-2019 sejumlah 265 dengan sampel 80 lulusan. Dilakukan uji validitas dan realibilitas kuesioner. Uji Statistik deskriptif dan korelasi. Hasil penelitian bahwa Pada Uji Regresi Anova, terdapat pengaruh yang signifikan p= 0.041 antara lulusan polkesmar kompetensi pelatihan system pembiayaan yang telah diberikan. Ada hubungan yang significan  (p=0.009) antara Diterimanya lulusan kurang dari 6 bulan dengan  Pekerjaan dan kompetensi pelatihan system pembiayaan yang telah diberikan seperti :  kemampuan melakukan koordinasi dengan Profesional Pemberi Asuhan (PPA)/Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP ). Terdapat pengaruh yang signifikan (p= 0.023) antara lulusan yang bekerja kurang dari 6 bulan  dengan kompetensi pelatihan system pembiayaan yang telah diberikan. Kesimpulan bahwa adanya sertifikat pelatihan sistem pembiayaan berbasis casemix yang diadakan oleh Jurusan D3 RMIK Polkesmar, dapat bermanfaat untuk diterapkan di RS dan target yang akan dicapai oleh  para lulusan dalam mencari pekerjaan. Hal ini juga menjadi kesempatan ketika para lulusan ditempatkan sebagai karyawan yang sesuai dengan ketrampilan dan kompetensi yang sudah bersertifikat pelatihan system pembiayaan berbasis casemix di  Rumah Sakit.   
Dampak Pelatihan Sertifikasi Pengelolaan Sistem Pembiayan Kesehaan Berbasis Casemix oleh Poltekkes Kemenkes Semarang terhadap Pemanfaatan Lulusan di Rumah Sakit Edy Susanto; Elise Garmelia; Adhani Windari; Isnaini Qoriatul Fadhilah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.2107

Abstract

Competency attainment of Poltekkes Kemenkes Semarang graduates is obtained through learning, training, and work experience during learning. The purpose of this study was to determine the impact of casemix-based health financing system management certification training by Poltekkes Kemenkes Semarang on the utilization of graduates in hospitals. Respondents in this study were 80 graduates of the Diploma-3 Study Program, Medical Records and Health Information, Poltekkes Kemenkes Semarang in 2016-2019, selected by random sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire. Data were analyzed descriptively and correlational analysis. The results of the analysis showed that training on certification was related to the waiting period for graduates (p=0.013), status as ASN (p=0.013) and interest in choosing a workplace (p=0.028). It was concluded that graduates could work in accordance with the targets of the Poltekkes, the Ministry of Health, Semarang and that the planning for employee needs from stakeholders could be met.Keywords: graduate; certification; financing system ABSTRAK Pencapaian kompetensi lulusan Poltekkes Kemenkes Semarang didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan, dan pengalaman kerja selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pelatihan sertifikasi pengelolaan sistem pembiayan kesehatan berbasis casemix oleh Poltekkes Kemenkes Semarang terhadap pemanfaatan lulusan di rumah sakit. Responden dalam penelitian ini adalah 80 lulusan program studi Diploma-3, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarang tahun 2016-2019, yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis korelasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa tahun kelulusan berhubungan dengan masa tunggu untuk bekerja (p=0,012), status menjadi ASN (p=0,013) dan minat terhadap pemilihan tempat kerja (p=0,028). Disimpulkan bahwa lulusan dapat bekerja sesuai dengan target Poltekkes Kemenkes Semarang dan perencanaan kebutuhan karyawan dari stakeholder dapat terpenuhi.Kata kunci: lulusan; sertifikasi; sistem pembiayaan
Pengaruh Pemasaran Internal Terhadap Kualitas Layanan Internal dan Kepuasan Kerja Pegawai di Instalasi Rawat Jalan RSUD X Zefan Adiputra Golo; Elise Garmelia
JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION Vol 1 No 2 (2020): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HELATH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.21 KB)

Abstract

Pemasaran internal menjadi faktor penentu dari kualitas layanan internal, sehingga dapat menciptakan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasaran internal terhadap kualitas layanan internal dan kepuasan kerja di Instalasi Rawat Jalan RSUD X. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah semua pegawai di Instalasi Rawat Jalan RSUD X sebanyak 104 orang yang terdiri dari 26 dokter spesialis, 3 dokter umum, 2 dokter gigi, 66 perawat dan 7 tenaga administrasi. Data dianalisis menggunakan analisis jalur (pathway analysis) dengan bantuan aplikasi Analysis of Moment Structure (AMOS) untuk melihat pengaruh dimensi-dimensi pemasaran internal terhadap kualitas layanan internal dan kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemberdayaan terhadap persepsi kualitas layanan internal (p=0.75); ada pengaruh yang signifikan dari komunikasi internal terhadap persepsi kualitas layanan internal (p=0.008); tidak ada pengaruh yang signifikan dari kerjasama tim terhadap kualitas layanan internal (p=0.108); ada pengaruh yang signifikan dari penghargaan terhadap kualitas layanan internal (p=0.000); ada pengaruh yang signifikan dari pendidikan dan pelatihan terhadap kualitas layanan internal (p=0.000); dan ada pengaruh yang signifikan dari persepsi kualitas layanan internal terhadap kepuasan kerja (p=0.000). Kata kunci : Internal Marketing, Internal Service Quality, Kepuasan Kerja
Development of Learning Media Using the Powtoon Application for Effective Communication Courses in Diploma 3 Medical Record and Health Information Department Asharul Fahyudi; Zefan Adiputra Golo; Elise Garmelia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 6 (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i6.2495

Abstract

Communication between health workers and patients is still a major problem in health services. Learning media is needed that can be used by students of medical records and health information to improve effective communication. The purpose of this research is to develop effective communication learning video media using the Powtoon application. This research method uses the ADDIE product development model. Validation of the development of learning video media through learning media expert tests and expert tests for Effective Communication subject matter. Test the effectiveness of learning media through pre-test and post-test on 70 students. The results of the learning media expert test from 4 learning videos averaged 95.42% (very feasible) and the lecture material test from Effective Communication course lecturers averaged 95.90 (very feasible). The results of the analysis of the pre-test average value of 78 and the post-test average value of 92.71. Through Paired t-test: Result = 0.000. Meaning: There is a difference between before and after treatment (learning using videos). Reason: The p-value < 0.05 (95% confidence).
Analisis Kemampuan PMIK Terhadap Kelengkapan dan Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Persalinan di Rumah Sakit Elise Garmelia; Irmawati Irmawati; Laely Najma Hanifah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 10, No 2 (2022): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v10i2.432

Abstract

AbstractThe childbirth code according to WHO consists of mother's condition, method, and outcome of delivery. The labor code is used as the basis for making morbidity and mortality reports. The preliminary studies found incompleteness and inaccuracy of labor codes. The research analyzed the ability of PMIK in coding childbirth cases. The research method was a mixed method with a sequential explanatory model. Data collection used documentation studies and interviews. The subjects of the study were the coding officer. The study sample was 95 medical records of childbirth cases in 2021 with a simple random sampling technique. The coding officers in the hospital totaled 5 (five) people with a background of Diploma in Medical Record and Health Information.  The age of the coding officer was between 23 to 28 years old and work experience was one to eight years. There are 5 (five) major maternal diagnoses or conditions, namely long labor, PROM, preeclampsia, pre-term or post-term delivery, and oligohydramnios with a total code completeness of 94.74% and code accuracy of 53.68%. The delivery method based on studies was spontaneous delivery, delivery with breech presentation, and SC with completeness of the code of 92.63% and code accuracy of 1.05%. The delivery result code was not written by the officer so that the completeness and accuracy of the code were 0%. Factors caused incompleteness and inaccuracy of the code were coding officers have never attended training, coding procedures in hospitals have not been in accordance with WHO rules in ICD-10 Volume 2, and the codes have never been evaluated or monitored by hospitals. The conclusion that PMIK has not used the ICD-10 rule according to Volume 2 regarding the outcome of delivery of 0%, the percentage of code completeness, and the percentage of code accuracy were still not optimal.Keyword: maternity case, code completeness, code accuracy, PMIKAbstrakKodefikasi persalinan menurut WHO terdiri atas kode kondisi ibu, metode dan hasil persalinan. Kode persalinan digunakan sebagai dasar pembuatan laporan morbiditas dan mortalitas. Hasil studi pendahuluan ditemukan ketidaklengkapan dan ketidakakuratan kode persalinan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan PMIK dalam mengkode kasus persalinan. Metode penelitian yaitu mixed method dengan model sequential explanatory. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian yaitu petugas koding dan kepala instalasi rekam medis. Sampel penelitian adalah 95 rekam medis kasus persalinan tahun 2021 dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Petugas koding di rumah sakit berjumlah 5 (lima) orang dengan latar belakang lulusan DIII Rekam Medis. Usia petugas koding antara 23 hingga 28 tahun dengan masa kerja satu hingga delapan tahun. Terdapat 5 (lima) besar diagnosis atau kondisi ibu yaitu long labor, KPD, preeklampsia, pre-term atau post-term delivery, dan oligohidramnion dengan kelengkapan kode total sebesar 94,74% dan ketepatan kode 53,68%. Metode persalinan terdiri dari persalinan spontan, persalinan dengan kondisi janin sungsang, dan cesarean section dengan kelengkapan kode yaitu 92,63% dan ketepatan kode sebesar 1.05%. Kode hasil persalinan tidak dituliskan oleh petugas sehingga kelengkapan dan ketepatan kode adalah 0%. Faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode yaitu petugas koding belum pernah mengikuti pelatihan, prosedur pengkodean di rumah sakit belum sesuai dengan aturan WHO dalam ICD-10 Volume 2, dan belum pernah dilaksanakan evaluasi maupun monitoring koding. Kesimpulan bahwa PMIK belum menggunakan aturan ICD-10 sesuai Volume 2 tentang hasil persalinan (outcome of delivery) 0%, persentase kelengkapan kode, dan persentase ketepatan kode masih belum optimal.Kata Kunci: kasus persalinan, kelengkapan kode, ketepatan kode, PMIK 
Analisis Penerapan Unit Dose Drugs Dispensing Sistem (UDDDS) berdasarkan Teori Survey Quality (Servqual) di Instalasi Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit “X” Panuturi Novrianto; Elise Garmelia; Sakti Brata Ismaya
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2025): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i5.1812

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Unit Dose Drugs Dispensing Sistem (UDDDS) based on the SERVQUAL theory at the Inpatient Pharmacy Installation of RS “X”. The research method used a quantitative design with SERVQUAL questionnaires given to pharmacists and nurses, supplemented by in-depth interviews to explore perceptions of the UDDDS implementation. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate methods. The results of the study indicate that all SERVQUAL dimensions significantly influence the quality of UDDDS services. Based on multiple linear regression analysis, the dimension of Assurance had the most dominant influence on service quality, with a B value of 8.464 and a contribution of 35%. This was followed by Empathy (B = 7.475, 31%), Tangibles (B = 7.547, 28%), Responsiveness (B = 4.847, 20%), and Reliability (B = 3.475, 16%). These findings suggest that the Assurance dimension, which includes trust and confidence in healthcare professionals, plays a crucial role in improving service quality at the Inpatient Pharmacy Installation. Overall, the findings indicate a significant relationship between the implementation of UDDDS and improvements in hospital service quality, particularly in terms of timely medication administration, reduced medication returns, and increased healthcare worker satisfaction. The reduction in medication returns reflects the efficiency of the drug distribution sistem, while the increased satisfaction of healthcare workers shows that UDDDS contributes to better service quality. These findings emphasize the importance of strengthening the Assurance dimension through improving the competence, ethics, and professionalism of healthcare workers. Additionally, integrating UDDDS into the hospital's quality indicators is essential for establishing a sustainable quality culture. This will support the overall improvement of service quality at the hospital.