Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relevansi Ilmu Rijāl Al-Ḥadīṡ Dan Jarḥ Wa Taʿdīl Dalam Kajian Hadis Kontemporer Abdul Muthalib; Tasbih Tasbih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai instrumen verifikasi utama dalam tradisi Islam, Ilmu Rijāl al-Ḥadīṡ dan Jarḥ wa Taʿdīl berfungsi menakar kredibilitas perawi demi menjamin validitas sanad. Namun, eksistensi kedua disiplin ini kerap dipertanyakan oleh kesarjanaan kontemporer yang lebih condong pada pendekatan sosio-historis, di mana metode klasik sering dianggap terlalu normatif dan abai terhadap konteks zaman. Melalui studi kepustakaan kritis, tulisan ini membedah kembali urgensi metode klasik tersebut di tengah arus kritik modern. Analisis menunjukkan bahwa alih-alih menjadi artefak usang, perangkat metodologi lama ini justru menawarkan landasan epistemologis yang vital bagi otentisitas hadis yang tidak tergantikan oleh analisis sejarah semata. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tradisional tidak seharusnya dibenturkan dengan metode baru. Sebaliknya, integrasi antara ketelitian verifikasi sanad klasik dan pisau analisis kritis modern justru berpotensi melahirkan kajian hadis yang jauh lebih holistik, objektif, dan komprehensif dalam memadukan teks wahyu dengan dinamika sejarah
Kontribusi Intelektual Dan Transformasi Pendidikan Pada Masa Tiga Kerajaan Besar Islam (1500–1800 M) Abdul Muthalib; Muh. Ilham
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode abad ke-16 hingga ke-18 Masehi, yang dikenal sebagai era "Kerajaan Mesiu" (Utsmaniyah, Safawiyah, dan Mughal), sering dimarjinalkan dalam historiografi sebagai masa stagnasi intelektual. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi narasi kemunduran tersebut melalui analisis komparatif mendalam terhadap struktur pendidikan dan produksi intelektual di ketiga imperium. Melalui sintesis data historis dan evaluasi institusi serta tokoh kunci, studi ini menemukan bahwa setiap kerajaan mengembangkan strategi pendidikan distingtif sebagai respons terhadap tantangan internal dan eksternal. Kesultanan Utsmaniyah membentuk birokrasi terstratifikasi melalui sistem Ilmiye dan Enderun untuk menopang sentralisasi negara. Kekaisaran Safawiyah menjadikan pendidikan instrumen konversi Syiah sekaligus memicu renaisans filosofis melalui "Sekolah Isfahan". Sementara itu, Kekaisaran Mughal menempuh jalur pragmatisme rasional lewat kurikulum Dars-i-Nizami untuk mengelola masyarakat pluralistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan pada era modern awal ini berfungsi sebagai arena dinamis bagi inovasi intelektual yang meletakkan landasan penting bagi modernitas di dunia Islam.