Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SEMANGAT INTERNASIONALITAS SERIKAT MARIA MONTFORTAN DALAM MELAKSANAKAN KARYA MISI GEREJA: Pembacaan Kritis atas Surat Edaran Superior Jendral SMM sebagai Tanggapan atas Dekrit Ad Gentes Konsili Vatikan II Vinsensius Rixnaldi Masut; Antonius Denny Firmanto; Nanik Wijiyati Aluwesia
Jurnal Reinha Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i1.119

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan semangat internasionalitas Serikat Maria Montfortan (SMM) dalam surat edaran Superior Jendral SMM, Pater William Considine. Semangat internasionalitas yang ditegaskan Pater William Considine merupakan bentuk tanggapan SMM atas seruan Gereja dalam Konsili Vatikan II tentang karya misioner, khususnya dalam Dekrit Ad Gentes yang mengulas banyak tentang karya misioner Gereja di dunia. Serikat Maria Montfortan sebagai sebuah kongregasi misi internasional mempunyai andil yang besar dalam mensukseskan misi Gereja ini. Di bawah payung spiritualitas internasional, ia mengajak seluruh anggota Serikat untuk membuka mata terhadap situasi konkret dunia, lalu mengambil langkah pasti berupa perutusan misionaris sebagai bentuk aksi nyata atas misi Ad Gentes Gereja. Metodologi yang digunakan dalam studi ini ialah metode kualitatif dengan melakukan pembacaan kritis atas Dokumen Ad Gentes dan Surat Edaran Pater William Considine. Kedua dokumen ini kemudian dibaca dalam situasi dunia masa kini yang menghadapi banyak perubahan multidimensi yang kompleks. Temuan dari studi ini ialah: (1) Serikat Maria Montfortan sebagai bagian dari kongregasi internasional dipanggil untuk berpartisipasi aktif dalam karya misi Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira Kristus kepada semua bangsa. (2) Tujuan ini dapat tercapai jika semua anggota SMM kembali menghidupkan semangat internasionalitas sebagaimana yang diserukan oleh Pater William Considine.
INKULTURASI SEBAGAI USAHA MEWARTAKAN INJIL: KAJIAN EKLESIOLOGIS-HISTORIS PEWARTAAN KEKATOLIKAN DI BALI Thomas Kadek Lintang Kurniawan; Antonius Denny Firmanto; Nanik Wijiyati Aluwesia
Jurnal Reinha Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v13i1.120

Abstract

This paper discusses the inculturative efforts of the missionaries in spreading the gospel in Bali. The missionaries who came to Bali wanted to bring the Catholic faith into people's lives. Inculturative efforts have become a means for missionaries to spread the Gospel in Bali. They tried to make the gospel present in Balinese society as well. The missionaries interacted with the local community and introduced them to the gospel. Through this interaction, the development of the Bible in Bali is still well preserved. This research used historical method. The author traced the history of the inculturation of the Catholic faith in Bali. The results of this research show that this inculturation effort didn’t run smoothly. Many challenges come such as restrictions on reporting, exile, death threats and so on. The missionaries interacted with the local community and introduced the gospel. Through this interaction, the development of the Bible in Bali is still well preserved. It can be seem from architecture of the church building with Balinese cultural nuances, the singing of the inculturation mass in Balinese, the Eucharist in Balinese and so on. Therefore, Catholicism in Bali has survived. Most of the Catholics in Bali still maintain the legacy of the missionaries and try to be grace of the world.