Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : As-Syar'i : Jurnal Bimbingan

Ta'alluq, Takhalluq dan Tahaqquq sebagai Proses Meningkatkan Kualitas Jiwa Manusia Agus Ali; Nurwadjah Ahmad EQ; Andewi Suhartini
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 4 No 1 (2022): As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.022 KB) | DOI: 10.47467/as.v4i1.450

Abstract

In improving the quality of one's soul there are three stages that are carried out. First, doing Dhikr or Ta'alluq on God, that is, one must try to remember and bind the consciousness of the heart and mind to Allah. Wherever a Muslim cannot be free from dhikr and thinking). Second, Takhalluq, a person consciously imitates the attributes of God so that a believer has noble qualities as His attributes. This process can also be referred to as the process of internalizing the nature of God into human beings. In this regard, the Sufis usually rely on the Hadith of the Prophet which reads, "Takhallaqu bi akhlaqi Allah". Third, tahaqquq, that is, a person must be able to actualize his awareness and capacity as a believer or religious person who himself has been "dominated" by the attributes of God so that it is reflected in his pure and noble behavior.
Kehidupan Dunia dan Akhirat Dalam Perspektif Pendidikan Islam Deni Sopiansyah; Nurwadjah Ahmad EQ; Andewi Suhartini
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 3 No 1 (2021): As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.877 KB) | DOI: 10.47467/as.v3i1.463

Abstract

Dalam perspektif Islam, dunia bukanlah tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia. Karena itulah dunia ini tidaklah kekal, karena akan selalu ada kematian sebagai akhir dari kehidupan di dunia ini. Akan tetapi, dunia adalah ladang untuk kehidupan yang abadi dan kekal, yaitu di akhirat kelak. Visi seorang muslim adalah akhirat, yakni menjadikan dunia sebagai ladang amal terbaik untuk kebahagiaan di akhirat kelak. Begitulah Allah menegaskan, waladdârul âkhiroti khoirun lakaminal ûlâ, bahwa kampung akhirat itu bagimu lebih bik dari kehidupan yang pertama (dunia). Inilah paradigma yang harus kita tanamkan secara bertahap. bahwa tujuan pendidikan Islam sesuai dengan konsep siklus kehidupan dunia dan akhirat. Sehingga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak manusia yang berilmu, tetapi juga beriman dan berakhlak. Pendidikan Islam tidak hanya mempersiapkan manusia untuk mampu mengarungi kehidupan dunia, tapi juga menyiapkan untuk kehidupan akhirat kelak.