Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGGUNAAN FITUR CLOSE FRIENDS INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAPAN DIRI PADA GENERASI Z Fitri Sarasati; Helen Olivia; Achmad Budiman Sudarsono
Jurnal Ilmu Komunikasi (J-IKA) Vol 9, No 2 (2022): Periode September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v9i2.14267

Abstract

Instagram sebagai informasi yang menjadi salah satu media social sekaligus menjadi wadah untuk mencurahkan perasaan serta mengekspresikan diri oleh penggunanya terutama pada fitur Close Friends. Fenomena tersebut terus meningkat hingga fitur Close Friends menjadi wadah pengungkapan diri padahal kebanyakan informasinya bersifat pribadi namun dengan mudah dibagikan dalam fitur Close Friends karena menganggap hanya orang-orang terdekatlah yang dapat melihat unggahan mereka padahal banyak kasus yang terjadi bahwa orang terdekat ternyata dengan mudah menyebarkan informasi pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pengungkapan diri (Self Disclosure) dan motivasi generasi Z melakukan pengungkapan diri di dalam fitur Close Friends. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Jendela Johari yang mengasumsikan bahwa manusia memiliki empat kuadran kesadaran dan Teori Uses and Gratification yang menjelaskan tentang bagaimana orang memilih media untuk memperoleh kepuasan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan pengungkapan diri yang dilakukan cukup beragam mulai dari mengungkapkan perasaan senang, sedih, kecewa, dan marah. Para informan merasakan kepuasan setelah membagikan cerita dimana mereka mendapat kepuasan berupa interaksi sosial, relaksasi, komunikasi dan hiburan serta kebebasan berekspresi.
STRATEGI EKSTERNAL HUMAS PUSKESMAS JATILUHUR KOTA BEKASI DALAM MENGOPTIMALKAN PELAYANAN KESEHATAN Helen Olivia; Achmad Budiman Sudarsono; Fitri Sarasati M
KOMUNIKATA57 Vol 4 No 1 (2023): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v4i1.734

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberian pelayanan puskesmas kepada masyarakat di Puskesmas Jatiluhur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi humas eksternal Puskesmas Jatiluhur dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keunggulan komunikasi yang berperan sebagai pengelola menggunakan riset dan dialog untuk membangun komunikasi yang baik kepada publik. Metode penelitian kualitatif yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kehumasan eksternal pelayanan puskesmas di Jatiluhur didasarkan pada indikator A3: Attention, Action, Attitude. Pelayanan di Puskesmas Jatiluhur perlu dievaluasi secara berkala dari kegiatan eksternal dan perlu peningkatan sarana dan prasarana serta program yang bersentuhan dengan masyarakat sekitar.
Interpersonal Communication in Maintaining Marital Harmony : Ethnographic Study of Married Couples Aged 15-20 Years in Bekasi Fitri Sarasati; Helen Olivia; Abdul Latief; Achmad Budiman Sudarsono
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 3 (2023): December 2023
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.3.183-200

Abstract

Being married for 15-20 years is not easy. Various challenges experienced by couples can reduce marital harmony – the importance of good communication between couples to keep the relationship from being damaged. This research uses Relational Maintenance Theory. This qualitative research uses the post-positivism paradigm and ethnographic methods, data collected through in-depth interviews, observations, and literature studies. The result of this study is that husband and wife often get differences in how to educate children, communication problems, and differences in character and culture. Communication is the first way couples solve problems, such as continuing to communicate using media when their partner is in a bad mood. Married couples also take several ways to maintain their marital relationship, such as openness, assurance, sharing duties, joint activities, and complementarity and understanding. Interpersonal communication carried out by married couples with a marriage age of 15-20 years is quite good, and they can maintain the harmony of their marriage to date.
Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMK di Era Digital Helen Olivia; Risqi Inayah Dwijayanti; Achmad Budiman Sudarsono; Fitri Sarasati M; Solten Rajaguguk; Zhafira Athifah S; Iqbal Rocki Ulhaq; Burhanudin Yusuf; Muhammad Abdurrohim; M. Abdul Latief
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v6i1.7062

Abstract

This community service activity aimed to improve the self-confidence and public speaking skills of vocational high school students in the digital era. The main problems faced by students included low self-confidence, anxiety when speaking in public, and limited understanding of effective communication techniques. The activity was conducted at SMK Muhammadiyah 9 Jakarta involving 80 students through a participatory approach consisting of lectures, discussions, demonstrations, and public speaking practice sessions. Evaluation was carried out through direct observation and performance assessment before and after the training. The results showed noticeable improvements across all assessed indicators. Students’ self-confidence increased from 45% to 80%, courage to perform in public increased from 40% to 82%, clarity of message delivery improved from 50% to 78%, speech organization increased from 48% to 75%, and nonverbal communication skills improved from 42% to 77%. These findings indicate that participatory and practice-based public speaking training effectively enhances students’ communication skills and self-confidence. The program is expected to contribute to the development of adaptive and communicative young generations who are better prepared for the demands of the digital era.