Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Yoga untuk Mengurangi Nyeri Disminorhea pada Remaja Perempuan Usia Sekolah Feni Dwiyanti; Ni Kadek Cahyaningsih; Suci Rohandayani; Cahyaningrum; Hapsari Windayanti; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain during menstruation caused by uterine muscle spasms. The cause of dysmenorrhea is due to increased levels of prostaglandins. This increase will result in uterine contractions and vasoconstriction of blood vessels. Blood flow to the uterus decreases so that the uterus does not get an adequate oxygen supply which causes pain. The intensity of pain is influenced by the individual's description of pain or the perception of the experience of pain. Treatment efforts to reduce dysmenorrhea are pharmacological therapy such as analgesic drugs, hormonal therapy therapy with non- steroidal anti-prostaglandin drugs and cervical canal dilatation. Based on the results of the analysis by observing problems that occur in society where adolescents in Thekelan hamlet still lack knowledge about reproductive health, independent management of dysminorrhea pain, the number of deviant behaviors among adolescents, for example smoking, unhealthy lifestyles. So we need to do community service about yoga to reduce dysminore pain, it is hoped that adolescents can increase knowledge about reproductive health, self-management at home during dysminorrhea pain, and improve daily habit patterns that deviate into positive activities. Yoga is a technique that teaches techniques such as relaxation, breathing, and body position to increase strength, balance and reduce pain. The purpose of community servise carried out in thekelan village with a number of respondents 22 school age girl is to increase knowledge and insight to adolescents so that they can overcome dysmenorrehea pain non-pharmacologically by yoga exercise. Community service is carried out in 5 stages. The first stage is to find respondens, the second stage is counseling, the third stage is mentoring, the fourtd stage is implementation, the fifth stage is evaluation by filling out post-test questionnaires. The result obtained are teenagers can understand the benefit of yoga to reduce disminorrhea pain. There is an increase in knowledge in adolescents seen from the result of the pre-test and post-test questinnaires. As many as 18,2% adolescents with good knowledge, 81,8% adolescents with poor knowledge. There is increase of 77,2% before and after community service.Community service aktivites about yoga to reduse dysmenorrhea pain in school-age adolescent grils in thekelan village have been carried out well. The service activites carried out received good and enthusiastic responses from respondent. There in the knowledge of adolescent grils about yoga to reduce dysmenorrhea pain which in known from the increase in the average pre-test and post-test csores. AbstrakDismenore (Disminorhea) adalah nyeri selama menstruasi yang disebabkan oleh kejang otot uterus. Penyebab terjadinya dismenore dikarenakan adanya peningkatan kadar prostaglandin. Peningkatan ini akan mengakibatkan kontraksi uterus dan vasokonstriksi pembuluh darah. Aliran darah yang menuju terus menurun sehingga uterus tidak mendapat suplai oksingen yang adekuat yang menyebabkan nyeri intensitas nyeri dipengaruhi oleh deskripsi individu tentang nyeri atau persepsi pengalaman nyeri. Upaya penanganan untuk mengurangi dismenore adalah dengan pemberian terapi farmakologi seperti obat analgetik, terapi hormonal terapi dengan obat non steroid anti prostaglandin dan dilatasi kanalis servikanalis. Berdasarkan hasil analisa dengan mengobservasi masalah yang terjadi dimasyarakat dimana remaja di dusun Thekelan masih kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, penanganan mandiri nyeri disminore, banyaknya perilaku yang menyimpang dikalangan remaja misalnya merokok, pola hidup yang kurang sehat. Sehingga kami perlu melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang yoga untuk mengurangi nyeri disminore diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reprosukdi, penangangan mandiri di rumah saat nyeri disminore, dan memperbaiki pola kebiasaan sehari-hari yang menyimpang menjadi kegaitan-kegiatan yang positif. Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnik relaksasi, pernafasan, dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yang dilakuakn di Desa Thekelan dengan jumlah responden 22 remaja perempuan usia sekolah adalah untuk menginkatkan pengetahuan serta wawasan kepada remaja untuk dapat mengatasi nyeri disminore secara non-farmakologi yaitu dengan cara senam yoga. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan 5 langkah yakni Langkah Pertama tahap mencari rensponde, Tahap kedua penyuluhan tentang pelatihan yoga, Tahap ketiga pendampingan pelatihan yoga, Tahap ke empat pelaksaan yoga, Tahap kelima evaluasi dengan pengisian kuesoner post-test.Hasil yang diperoleh adalah remaja memahami manfaat yoga untuk mengurangi nyeri disminore. Terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja dilihat dari hasil kuesoner pre-test dan post-test. Sebanyak 18,2 % remaja yang pengetahuannya baik, 81,8 % remaja masih kurang. Terdapat peningkatan yaitu 77,2 % sebelum dan sesudah dilakukannya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tentang Yoga untuk mengurangi nyeri disminore pada remaja perempuan usia sekolah di desa Thekelan, Batur telah terlaksana dengan baik. Kegiatan Pengabdian yang dilakukan mendapatkan respon baik dan antusias dari responden. Adanya peningkatan pengetahuan dari remaja perempuan tentang yoga untuk mengurangi nyeri disminore yang diketahui dari meningkatnya skor rata-rata pre test dan post test di Desa Thekelan, Batur.
Penerapan Yoga pada Ibu Hamil untuk Mengatasi Kecemasan Saat Menjelang Persalinan Adelena; Cahyaningrum; Anis Eka Rahayu; Selviani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoga is the best exercise that pregnant women can do before giving birth. One kind of exercise that is proposed for pregnant women is pregnancy exercise. Pregnancy exercise is a therapeutic passage exercise to prepare pregnant women, physically or mentally, for fast, safe, and spontaneous delivery. Pregnancy exercise is a movement therapy to prepare pregnant women physically or mentally at the time of delivery so that it can take place quickly, safely and spontaneously. Pregnancy exercise is also a program for healthy pregnant women to maintain the mother's physical condition by maintaining the muscles and joints.Pregnant women who experience anxiety about childbirth do not understand yoga exercises that can overcome their complaints. Community service activities were carried out at PAUD Pertiwi, the action were carried out on June 15, 2022 with two sessions. The first session was at 09.30-10.00 WIB which began with giving pretest questions, give material through leaflets. The second session at 10.00-11.30 WIB, practicing yoga movements through leaflets, ended with giving post-test questions. the pretest scores obtained by pregnant women varied from 60 to 90, with an average score of 72 and after counseling the values obtained ranged from 70 to 100, with an average score of 84. The results of the practice evaluation show that some people are right in doing yoga movements, this is determined by the presence of pregnant women who feel comfortable, calm, and relaxed after doing yoga exercises. AbstrakSenam yoga merupakan olahraga terbaik yang dapat dilakukan oleh ibu hamil menjelang persalinannya. Salah satu jenis senam yang ditujukan bagi ibu hamil adalah senam hamil, Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman, dan spontan. Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik atau mental pada saat persalinan agar dapat berlangsung dengan cepat, aman dan spontan. Senam hamil juga merupakan suatu program bagi ibu hamil sehat untuk menjaga kondisi fisik ibu dengan menjaga otot-otot dan persendian. Ibu hamil yang mengalami kecemasan untuk menghadapi persalinan belum memahami senam yoga yang dapat mengatasi keluhannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di PAUD Pertiwi, kegiatan dilaksanakan tanggal 15 juni 2022 dengan dua sesi. Sesi pertama pukul 09.30-10.00 WIB yang diawali dengan pemberian soal pretest, penyampaian materi melalui leaflet. Sesi kedua pukul 10.00-11.30 WIB yaitu mempraktekkan gerakan yoga melalui leaflet diakhiri dengan pemberian soal posttest. nilai pretest yang di dapatkan oleh ibu hamil bermacam-macam mulai dari nilai 60 sampai dengan nilai 90, dengan rata-rata nilai menjadi 72 dan setelah dilakukan penyuluhan nilai yang didapat berkisar antara 70 sampai dengan 100, dengan rata-rata nilai menjadi 84. Hasil evaluasi praktek menunjukan beberapa orang sudah benar dalam melakukan Gerakan yoga, hal ini ditunjukkan dari adanya ibu hamil yang merasa nyaman, tenang, dan rileks setelah dilakukan senam yoga.
Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Meringankan Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di Bergas Lor Dania Aprilia; Cahyaningrum; putri cahya
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period of dynamic development in one's life and is a period of transition from childhood to adulthood. During this period many physical, psychological and biological changes occur. This is the period where the maturation of the reproductive organs occurs, one of which in young women is marked by menstruation (menstruation). Menstruation also often causes pain which is called dysmenorrhea. Dysmenorrhea is discomfort during the first or second day of menstruation which is very common. Deep breathing relaxation technique is a theory from Huges which is effective in reducing pain intensity. Deep breathing technique is one of the conditions that can stimulate the body to release endogenous opoids so that a suppression system is formed which will eventually lead to a decrease in pain intensity.The steps taken in carrying out a complementary midwifery service program regarding deep breathing relaxation techniques to relieve dysmenorrhea pain, namely by determining the right target. The target criteria for this community service activity are teenagers who want to relieve dysmenorrhea. The steps taken in carrying out deep breathing relaxation techniques, namely by determining the right target, then doing a pre test, counseling, demonstration, then a post test. The target criteria for this community service activity are young women at Bergas Lor. Based on all the stages that have been carried out, it can be seen that the majority of young women (78%) do not know deep breathing relaxation techniques. After counseling and demonstrations, all young women (100%) already understand and can apply this technique well. This deep breathing relaxation technique has been proven in overcoming dysmenorrhea experienced by young women at Bergas Lor. This result is in line with the statement of Brahim, et al (2020), which states that deep breathing relaxation techniques performed for 15-30 minutes can relax the body and generally provide a sense of comfort, so that the intensity of pain felt gradually disappears. Abstrak Masa remaja merupakan masa fase perkembangan dinamis dalam kehidupan seseorang dan merupakan periode transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini banyak terjadi perubahan fisik, psikis, dan biologis. Masa inilah terjadi pematangan organ reproduksi, salah satunya pada remaja putri ditandai dengan menstruasi (haid). Menstruasi juga sering menyebabkan nyeri yang disebut dismenore. Dismenore adalah ketidaknyamanan selama hari pertama atau hari kedua menstruasi yang sangat umum terjadi. Teknik relaksasi nafas dalam merupakan teori dari Huges yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri. Teknik nafas dalam merupakan salah satu keadaan yang mampu merangsang tubuh untuk mengeluarkan opoid endogen sehingga terbentuk sistem penekanan yang akhirnya akan menyebabkan penurunan intensitas nyeri. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan teknik relaksasi nafas dalam, yaitu dengan menentukan sasaran yang tepat, lalu melakukan pre test, penyuluhan, demostrasi, kemudian post test. Kriteria sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah remaja putri di Bergas Lor. Berdasarkan keseluruhan tahapan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa mayoritas remaja putri (78%) tidak mengetahui teknik relaksasi nafas dalam. Setelah dilakukan penyuluhan dan demostrasi, remaja putri semuanya (100%) sudah mengerti dan dapat menerapkan teknik ini dengan baik. Teknik relaksasi nafas dalam ini terbukti dalam mengatasi dismenore yang dialami para remaja putri di Bergas Lor. Hasil ini sejalan dengan pernyataan Brahim, dkk (2020), yang menyatakan bahwa teknik relaksasi nafas dalam yang dilakukan 15-30 menit dapat merelaksasikan tubuh dan secara umum memberikan rasa nyaman, sehingga intensitas nyeri yang dirasakan berangsur menghilang.
Sehat Reproduktif, Sehat Masa Depan: Edukasi Bahaya PMS dan HIV/AIDS pada Remaja di SMK Muhammadiyah Salatiga Cahyaningrum; Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5044

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors related to reproductive health, including exposure to sexually transmitted diseases (STDs) and HIV/AIDS. Lack of comprehensive knowledge, along with stigma and misinformation, are key factors contributing to low awareness among adolescents regarding the prevention of these diseases. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS through reproductive health education at Muhammadiyah Vocational School in Salatiga. The methods used were interactive counseling, group discussions, and the provision of educational media based on leaflets and audiovisual presentations. The activity was carried out using a pre-test and post-test approach to measure the increase in participants' knowledge. The target group was 147 students in grades 10 and 11. The results showed a significant increase in students' knowledge after the education, as indicated by an increase in the average post-test score compared to the pre-test. In addition, participants showed a more positive attitude towards STD and HIV/AIDS prevention efforts, including the importance of a healthy and responsible lifestyle. The conclusion of this activity is that interactive and systematic reproductive health education is effective in increasing adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS. Therefore, similar activities need to be carried out continuously by involving various parties, including schools and health workers, to support the creation of a healthy and quality young generation.   ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi, termasuk paparan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan yang komprehensif serta adanya stigma dan misinformasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kesadaran remaja terhadap pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya PMS dan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan reproduksi di SMK Muhammadiyah Salatiga. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian media edukasi berbasis leaflet dan presentasi audiovisual. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 147 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap upaya pencegahan PMS dan HIV/AIDS, termasuk pentingnya perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan secara interaktif dan sistematis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait bahaya PMS dan HIV/AIDS. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga kesehatan, guna mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan berkualitas.
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN KANKER SERVIKS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS Masruroh .; Cahyaningrum .
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.347

Abstract

ABSTRAKProgram pemeriksaan IVA dicanangkan agar semua wanita usia subur mau melakukan pemeriksaan IVA, namun cakupan pemeriksaan IVA masih dibawah target nasional. Upaya promosi kesehatan tentang  kanker serviks sudah dilakukan dengan metode ceramah dan leaflet  tetapi masih kurang efektif dan menarik. Media elektronik seperti video diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami.Penelitian ini mempunyai tujuan umum untuk menganalisis efektifitas media promosi kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks  dengan IVA. Populasi dalam penelitian  adalah wanita usia subur yang ada di Puskesmas Bergas. Sampelnya  Wanita usia subur  berjumlah 40 responden.Teknik pengambilan sampel dengan  simple random sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah video, Leaflet dan kuesioner. Metode yang dipakai adalah eksperimen semu dengan pendekatan pre-posttest design. Analisis dilakukan dengan uji beda Wilcoxon, uji untuk melihat keefektifanan media menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok leaflet   ( p = 0,0001), ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok video    ( p = 0,0001). Media video lebih efektif pada upaya promosi kesehatan (p = 0,016 ). Kesimpulan pemberian  promosi kesehatan dengan media video lebih efektif daripada menggunakan media leafledKata kunci : Media Promosi Kesehatan, IVA, Pengetahuan,WUSTHE EFFECTIVENESS OF HEALTH PROMOTION MEDIA TALKING ABOUT CERVICAL CANCER TOWARD THE IMPROVEMENT OF PRODUCTIVE AGE-WOMEN’S KNOWLEDGE ABSTRACTThe IVA examination program is planned so that all women of productive age are willing to do IVA examination, but the scope of IVA examination is still below the national target. Some efforts to promote health about cervical cancer have been carried out by using lecture and leaflet methods but they are still less effective and interesting. Electronic media such as videos are expected to be more interesting and easier to understand. This study had a general objective to analyze the effectiveness of health promotion media on early detection of cervical cancer using IVA. The populatin in this study  was productive age womens in the puskesmas bergas. The sampel was productive age women 40 respondont.Sampling technique with simple random sampling.The Instrument used in this research are video,leaflet and questionnaer. The method used quasi-experimental with a pre-posttest design approach. The analysis was carried out by using the difference test of Wilcoxon, while the test to see the effectiveness of the media used the Mann Whitney test. The results showed the differences of knowledge before and after the treatment in the leaflet group (p = 0.0001), the differences of knowledge before and after the treatment in the video group (p = 0,0001). Video media are more effective in health promotion efforts (p = 0.016). The conclusion is that providing health promotion using video media is more effective than using leaflet mediaKey words: Health Promotion Media, IVA, Knowledge, Productive Age Womens