Herry Djainal
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKSI PERALATAN PEMOTONGAN DIAMOND WIRE PADA PENAMBANGAN MARMER Djainal, Herry; Saing, Zubair
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tingkat produksi alat potong diamond wire pada proses pemotongan blok marmer baik secara horisontal maupun vertikal. Pengamatan terhadap alat potong tersebut dilakukan pada salah satu perusahaan penambangan marmer di daerah Jawa barat, yaitu pada PT mandala Marmer Indonesia. Target Produksi alat potong diamond wire sawin ?yang direncanakan adalah 20 m2/hari untuk satu alat potong, baik pemotongan secara horisontal maupun vertikal dengan rata-rata jam kerja 7 jam/hari. Berdasarkan pengamatan di lapangan produksi alat diamond wire sawing secara horisontal maupun vertikal belum sesuai dengan target produksi yang di rencanakan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu untuk mencapai target produksi  yang direncanakan, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan guna pencapaian target produksi, yaitu; 1.Peningkatan Efisiensi kerja alat dengan cara; meningkatkan disiplin kerja karyawan, melakukan pemeliharaan berkala pada peralatan, menyediakan air yang cukup untuk pemotongan, menyediakan stok bahan baka; 2.Memberi motifasi kerja pada karyawan; 3.Memberi pemahaman yang cukup terhadap pekerjaan yang dihadapi. Setelah adanya upaya perbaikan maka kemampuan produksi alat diamond wire sawing dapat ditingkatkan, untuk pemotongan horisontal dapat ditingkatkan menjadi 21,33% sedangkan untuk pemotongan vertikal ditingkatkan menjadi  21.34%. Sehingga produksi diamond wire secara horizontal setelah upaya perbaikan menjadi 20,30 m2 / hari , sedangkan produksi diamond wire secara vertikal setelah upaya perbaikan menjadi 20,99 m2 / hari
BIAYA PRODUKSI EXCAVATOR KOMATSU PC-200 PADA KEGIATAN PENAMBANGAN PASIR DI PT. MAKUGAWENE KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE BARAT Makatita, Jamaikal; Djainal, Herry
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.374 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya memenuhi target produksi yang maksimal PT. Makugawene, menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan penambangan tersebut, adapun dalam kegiatan penambanganya spefisikasi dalam penggunaan pemilihan alat memiliki peran yang sangat penting, hal ini di maksudkan untuk kelancaran suatu pekerjaan serta memaksimalkan hasil produksi. Adapun salah satu peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan adalah Excavator sebagai alat untuk mengambil material, Alat muat yang digunakan oleh PT.Makugawene adalah Excavator Komatsu PC 200 dengan kapasitas bucket 0,97 m3.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari data Primer dan data Sekunder. Data Primer di peroleh  dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk mendapatkan data secara  nyata di lapangan. Adapun data primer yang diperoleh dilapangan yaitu, Waktu Kerja Efektif, Faktor pengisian (Fill Factor), Faktorfaktor yang mempengaruhi produksi, Biaya Operasi Dan Kepemilikan, Waktu Edar Cycle Time. Sedangkan Data Sekunder yaitu data yang tidak diperoleh langsung dilapangan tetapi diperoleh berupa dokumentasi atau referensi yang tersedia di perusahaan ataupun instansi terkait, berupa, Dokumentasi Lapangan, Spesifikasi Alat, Teknik Pengumpulan data Berdasarkan pengamatan di lapangan dan hasil perhitungan cycle time, produksi alat muat dan perhitungan biaya produksi dari alat gali muat Excavator Komatsu PC-200, terjadinya pengurangan jam kerja efektif, disebabkan oleh umur alat yang semakin tua oleh karenanya pergerakan alat dalam satu siklus cycle time  semakin lama. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Kemampuan produksi alat muat Excavator Komatsu PC-200 pada penambangan pasir adalah 144,092 m3/jam, 1080,69  m3/hari dan  32420,7 m3/bulan dengan waktu kerja efektif yaitu 7.5 jam/hari, Biaya Operasional produksi alat Excavator yang dikeluarkan perjam adalah Rp 3.136.247
REKLAMASI PANTAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN FISIK DI WILAYAH KEPESISIRAN KOTA TERNATE Herry Djainal
Jurnal Lingkungan Sultan Agung Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Lingkungan Sultan Agung
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to study the reclamation process and investigate the impact of coastal reclamation to the spatial growth and also the change of space  function in coastal area of Town Ternate. The research method being used is descriptive qualitative. Technique or way of data collecting was done through the survey of institutional secondary data, that supported or equiped by the primary data which conducted through interview and field checking. Sampel taking and determination of checkingpoint in field was done by purposive sampling. Analysis model of the coastal reclamation process was presented in the form of tables of frequency and percentage, while verification of the affect of coastal reclamation was conducted phenomenal descriptively.The result of the research indicate that the coastal reclamation process in Sub-District Gamalama has taken place before the releasing of governmental policy of Town Ternate to do the coastal area settlement of Town Ternate in the year 2001. From 56 respondent which doing reclamation; 97,6 % are the firm, while the society member are 2,4 % from total vast of the reclamation land. The one that owning the permission of coastal reclamation of 99,96 % and the 0,04 % do not have the permission of reclamation with  total land of 192 m2. Whereas 67,86 % using talud, while which do not use the talud was counted of 32,14 % with vast land of 1625 m2 or equal to 0,31 %.The affect of coastal reclamation and the change of space function cover of :  a) the change of flow pattern had not been identified yet, but from the existing data, the sea outflow around the research area always chopp round to follow the ebb situation. b) floods that happened in three location are more dominant influenced by the bad urban drainage system, coastal reclamatin do not influence directly to the floods. c) coastal reclamation given the negative impact to depth of the sea and sedimentation, have been occured the change of the depth of sea water at the waterworks around reclamation land, with the depth of water only reaching 1,5 metre, though its deepness ought to exceed 3 metre. d) occured the wide addition of land of 97.312,25 m2, but the land being used are more dominant for the using of bussiness place. e) had been occured the change of land/spastial function either in existing location or at the plan location that previously represent the coastal area that become the center of the town-economy service.Key Words : Reclamation, Environmental, Coastal Area
EVALUASI PENGGUNAAN ROCK BOLT DAERAH SILL ORE TAMBANG EMAS BAWAH TANAH Herry Djainal
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari suatu sistem penyanggaan batuan adalah untuk membantu massa batuan menyangga dirinya sendiri. Hal ini diperlukan pada saat batuan mempunyai kecenderungan untuk mengalami keruntuhan karena perubahan tegangan dari keadaan aslinya sebagai akibat dari berbagai macam hal, misalnya penggalian bawah tanah. Penyanggan ini ada yang bersifat sementara maupun permanen bergantung pada maksud dan tujuan dalam penggalian tersebut. Baut batuan yang dipergunakan sebagai penyangga akan merupakan suatu bagian dari masssa batuan, akan mempunyai fungsi yang lain (juga fungsi yang sama) dari misalnya penyangga kayu atau besi baja yang tidak merupakan bagian dari massa batuan tetapi diluar massa batuan. Dalam mengklasifikasikan massa batuan, RMR- System menggunakan 6 parameter yaitu kuat tekan batuan (σc), Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar (Jc), spasi antar kekar (Js), kondisi air tanah (Gw) dan orientasi kekar (Jo). dalam pemasangannya di lapangan baut batuan biasanya di kombinasikan dengan Wire mesh.
PENINGKATAN PRODUKSI PERALATAN PEMOTONGAN DIAMOND WIRE PADA PENAMBANGAN MARMER Herry Djainal; Zubair Saing
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tingkat produksi alat potong diamond wire pada proses pemotongan blok marmer baik secara horisontal maupun vertikal. Pengamatan terhadap alat potong tersebut dilakukan pada salah satu perusahaan penambangan marmer di daerah Jawa barat, yaitu pada PT mandala Marmer Indonesia. Target Produksi alat potong diamond wire sawin ”yang direncanakan adalah 20 m2/hari untuk satu alat potong, baik pemotongan secara horisontal maupun vertikal dengan rata-rata jam kerja 7 jam/hari. Berdasarkan pengamatan di lapangan produksi alat diamond wire sawing secara horisontal maupun vertikal belum sesuai dengan target produksi yang di rencanakan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu untuk mencapai target produksi yang direncanakan, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan guna pencapaian target produksi, yaitu; 1.Peningkatan Efisiensi kerja alat dengan cara; meningkatkan disiplin kerja karyawan, melakukan pemeliharaan berkala pada peralatan, menyediakan air yang cukup untuk pemotongan, menyediakan stok bahan baka; 2.Memberi motifasi kerja pada karyawan; 3.Memberi pemahaman yang cukup terhadap pekerjaan yang dihadapi. Setelah adanya upaya perbaikan maka kemampuan produksi alat diamond wire sawing dapat ditingkatkan, untuk pemotongan horisontal dapat ditingkatkan menjadi 21,33% sedangkan untuk pemotongan vertikal ditingkatkan menjadi 21.34%. Sehingga produksi diamond wire secara horizontal setelah upaya perbaikan menjadi 20,30 m2 / hari , sedangkan produksi diamond wire secara vertikal setelah upaya perbaikan menjadi 20,99 m2 / hari
ESTIMASI POTENSI KADAR NIKEL LATERIT DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH DENGAN PENDEKATAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGH (IDW) Herry Djainal; Wawan AK Konoras
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi sumberdaya merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumberdaya nikel laterit dengan menggunakan metode estimasi Inverse Distance Weigh (IDW) untuk mengetahui pola sebaran kadar Ni dan Fe2o3 dan jumlah tonase kadar dalam bentuk tabulasi kadar berdasarkan Cut of Grade. Hasil estimasi dengan 221 jumlah lubang bor yang menggunakan metode Inverse Distance Weigh diperoleh jumlah tonase pada Upper 43.255.749 ton dan kadar rata-rata Ni 0.64%, untuk Limonit Ore 41.515.514 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.20 %, dan jumlah tonase Saprolit Ore 116.395.320 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.53 %.
PENGARUH AKTIVITAS PENAMBANGAN EMAS TERHADAP KONDISI AIRTANAH DANGKAL DI DUSUN BERINGIN KECAMATAN MALIFUT PROVINSI MALUKU UTARA Muhammad Djunaidi; Herry Djainal
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salahsatu sumber kehidupan umat manusia. Apabila air telah tercemar maka akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Di karenakan hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini memerlukan air. Dan di perkirakan ≥ 71% dari luas permukaan bumi ini terdiri atas air dan jumlah air di muka bumi ini akan bertambah seiring dengan adanya global warning pada masa sekarang ini. Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran Untuk mengetahui status mutu air, maka di gunakan metode storet untuk menghitung berapa besar tingkat pencemaran pada airtanah. Dari perhitungan menggunakan metode storet didapatkan bahwa status mutu air berada pada cemar sedang (-20). Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara non teknis dan cara Teknis. Sedangkan solusi yang baik dalam menangani masalah tersebut, yaitu dengan pembuatan sumur resapan air (SRA) dan perlu kesadaran dari masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi pencemaran.
RANCANGAN POLA DAN ARAH PENGUPASAN LAPISAN TANAH PADA PENAMBANGAN NIKEL LATERITE DI PULAU GE Herry Djainal
DINTEK Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun suatu rancangan teknis penambangan yang teratur dan efektif, Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model observasi lapangan yang didasari pada pendekatan secara langsung dan tidak langsung yang bertujuan untuk memperbandingkan kenyataan di lapangan dengan teori yang ada, serta mencoba untuk membuat suatu pendekatan teoritis Metode penambangan yang digunakan adalah metode open pit dengan cara pengupasan lapisan tanah penutup back filling. Jumlah cadangan bijih nikel yang ada di blok X bukit raya adalah 634.122,38 ton dan volume tanah penutup yang harus di pindahkan sebesar 191.749,50 m3
STUDI SUPERELEVASI DAN CROSS SLOPEDALAM PENENTUAN JALAN ANGKUT PADA DIMENSI ALAT ANGKUT TERBESAR Muhammad Djunaidi; Herry Djainal
DINTEK Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian menentukan ukuran geometri jalan angkut yang seharusnya dengan mengacu pada dimensi alat angkut terbesar yang digunakan, meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, jari-jari tikungan, superelevasi dan cross slope. Metode penelitian adalah deskripsi analitik dengan cara melakukan survey lapangan pada jalan angkut kuari batugamping menuju Crusher. Hasil penelitian angka super elevasi sebesar 0,04 m/m maka kecepatan rencana saat melewati tikungan harus disesuaikan. Untuk lebar jalan angkut satu jalur pada tikungan sebesar 6 meter dan untuk dua jalur 14 meter serta angka superelevasi yang diterapkan sebesar 0,04 m/m, maka beda tinggi yang harus dibuat antara sisi dalam dan sisi luar tikungan adalah 0,23 m untuk satu jalur dan 0,56 m untuk dua jalur. Berdasarkan hasil perhitungan untuk jalan angkut satu jalur dengan lebar 5 meter beda tinggi yang harus dibuat antara bagian tengah dari jalan dengan bagian tepi jalan adalah 10 cm, sedangkan untuk dua jalur dengan lebar 9 meter beda tinggi yang harus dibuat antara bagian tengah dari jalan dengan bagian tepi jalan adalah 18 cm .
ANALISA PERHITUNGAN BIAYA PENGUPASAN OVERBURDEN PADA ALAT BULLDOZER DI PT. ALAM RAYA ABADI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Sugria Suryadi; Rusmansyah .; Herry Djainal
DINTEK Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Alam Raya Abadi adalah salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan yang operasi penambangannya berlokasi di Desa Batu Raja Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Metode penambangan dilakukan dengan sistim tambang terbuka (Surface Mining) yaitu dengan cara memotong punggung bukit (Open Cut Mining) dengan membuat jenjang (Bench) sehingga terbentuk front-front yang sesuai dengan kebutuhan penambangan. Dalam pelaksanaan pengupasan tanah penutup di gunakan alat mekanis yaitu bulldozer D85E.SS. Dalam menganalisa peralatan berat alat mekanis, juga dalam mengukur kemampuan alat, maka sangatlah penting memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk mempekerjakan suatu alat mekanis. Jenis penelitian kuantitatif dengan jumlah pengambilan sampel (Cycle Time) sebanyak 30 data sampel. Dari hasil perhitungan didapatkan : Sedangkan kemampuan produksi alat bulldozer D85E.SS adalah 462,3 ton/hari dengan waktu kerja efektif 8,25 jam per hari. Jadi total biaya pengupasan overburden adalah Rp. 319.903.776.