Herry Djainal
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Teknis Perbedaan Kadar Ore Front Penambangan Dengan Pengapalan Di Cv. Akram Mekongga Raya Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Herry Djainal M.Si; Muhammad Djunaidi; Aswil wijaya; Abdul Kadir Dahlan Arif
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana menentukan perbedaan kadar sampling ore front penambangan dengan pengapalan. Sedangkan lokasi daerah penelitian terletak didaerah Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pengambilan sampling sehingga mempengaruhi kadar ore front penambangan dengan pengapalan diantaranya : 1. Salting yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar tinggi. 2.Dilution yaitu pengurangan bijih nikel akibat masuknya waste kedalam conto. 3.Erratic high assay yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan posisi (lokasi) sampling karena tidak memperhatikan kondisi geologi. 4 Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang representatif. Proses sampling dalam bidang pertambangan nikel sangat menentukan kualitas dari bijih nikel yang akan dipasarkan. sesusai permintaan pasar, sehingga proses sampling ini menentukan kadar bijih nikel yang akan dipasarkan oleh pihak buyer untuk diolah dipabrik nikel lebih lanjut. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu dimana : 1. Observasi dan Dokumentasi Dengan terjun langsung kelapangan untuk mengetahui dan mengumpulkan data yang dimiliki oleh perusahaan. 2. Studi Literatur Yaitu berupa data perusahaan perpustakaan, media internet dan laporan penelitian. Kadar Rata – rata di front penambangan 1,83. 1,95. 1,67. 1,94. 1,73. 1,72. 1,86. 1,91. 1,79. 1,92. 1,86. 1,94. 1,85. 1,69. 1,96 Sedangakan Kadar Rata – rata di tongkang adalah 1,36. 1,58. 1,88. 1,54. 1,60. 1,77. 1,33. 1,30. 1,33. 1,79. 1,93. 1,51. 1,68. 2.19. 1,56. Berdasarkan perhitungan kadar rata–rata menggunakan Microsoft Exsel maka dapat diketahui selisi perbedaan kadar antara front penambangan dengan tongkang (barge) adalah sebagai berikut: Kadar rata – rata Front penambangan = 1.85 % (Memenuhi Cut Of Grade) Kadar rata – rata Tongkang (barge) = 1.62 % (Tidak memenuhi Cut Of Grade) Selisish perbedaan 1,85 – 1.62 = 0,23 %.
Analisis Geometri Lereng Pada Pit Penambangan Bijih Nikel PT. Alam Raya Abadi (ARA) Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara Herry Djainal; Nilam Desiana Nurdin; Rusmansyah .
DINTEK Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Alam Raya Abadi merupakan salah satu perusahan tambang di Maluku Utara yang memiliki izin kuasa pertambangan. Secara administrasi termasuk dalam kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Dalam sistem penambangan terbuka pengambilan ore nikel erat kaitannya dengan kestabilan lereng atau bench pada area penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan dan memberikan rekomendasi desain bagi lereng yang tidak stabil. Pengujian laboratorium diantarnya kohesi, berat isi, dan sudut geser langsung, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fellenius dan Janbu. Serta analisa data menggunakan program slide 6.0. Dari hasil pegujian tanah dan batuan diperoleh FK statis lereng dengan sudut overall slope 43 ° sebesar 0,9 (metode Fellenius) 0,1 (metode Janbu) sudut overall slope 31° nilai FK statis ( metode Fellenius dan Janbu) 0,9 sudut overall 28° 1,6 (metode Fellenius) 1,5 (metode Janbu) hal ini menunjukan lereng dalam kondisi tidak aman, FK dinamis sudut overall slope 43° nilai 0,8, sudut overall 31° 0,9 hal ini menunjukan lereng dalam kondisi tdak aman. Hal ini mengacu pada KEPMEN ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang baik dengan FK statis 1,2-1,3 dan FK dinamis 1,0.
KELAS AKTIVITAS TEKTONIK SUB DAS PAIMA, SUB DAS PEWANA DAN SUB DAS SALURI BERDASARKAN ANALISIS MORFOTEKTONIK Sukardan Tawil; Moh Samsul Baldan; Muslimin U Botjing; Herry Djainal
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sigi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten ini termasuk ke dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu dan memiliki beberapa Sub DAS. Pengelolaan DAS dilakukan melalui pendekatan studi morfotektonik. Penelitian lebih detail mengenai daerah Sub DAS Paima, Sub DAS Pewana dan Sub DAS Saluri bertujuan untuk mengetahui zonasi tingkat aktivitas tektonik dengan analisis morfologi dan morfotektonik. Hasil penelitian analisis morfologi daerah penelitian menggambarkan dataran, perbukitan dan perbukitan tinggi, lembah berbentuk U dan V, dan kenampakan morfologi tersebut telah mengalami proses aktivitas tektonik. Hasil analisis morfotektonik di daerah penelitian dengan menggunakan 6 parameter yaitu 1) (Hc) menunjukkan bentuk lahan stadium menengah, sedangkan nilai (HI) daerah penelitian adalah 0,486 – 0,490 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 2; 2) nilai BS berkisar 1,33 – 3,18 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 2 dan kelas 3; 3) Nilai Smf berkisar antara 1,53 – 2,10 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 3; 4) Nilai Vf Ratio berkisar 0,28 – 0,79 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 1 dan kelas 2; 5) Nilai AF berkisar 47,66 – 76,34 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 1, 2 dan 3; 6) Nilai SL berkisar 222 – 807,16 mengindikasikan tingkat tektonik kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Hasil perhitungan dari Indeks Aktivitas Tektonik (IAT) dihasilkan dibagian utara dan tengah lokasi penelitian kelas aktivitas tektonik tinggi dan bagian selatan merupakan aktivitas tektonik sedang.