Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Evaluasi Penentuan Waktu Tanam Padi (Oriza Sativa L.) Berdasarkan Analisa Curah Hujan Dan Ketersediaan Air Pada Wilayah Bedungan Sekka-Sekka Kabupaten Polewali Mandar Harli A Karim; Mardjani Aliyah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Agrovital Volume 3, Nomor 2, November 2018
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v3i2.203

Abstract

Tanaman  padi merupakan tanaman penting dan strategis di Indonesia. Kebutuhan pangan khususnya beras mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu unsur iklim yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi padi adalah curah hujan. Produktivitas rata-rata tanaman padi berkisar 5,14 t /ha.  Padahal, potensi produktivitas tanaman padi dapat mencapai 10-11 t/ha.  Salah satu penyebabkan rendahnya produktivitas tersebut adalah ketersediaan air khususnya pada musim kemarau. Upaya yang bisa diakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengevaluasi dari optimasi waktu tanam berdasarkan  analisa curah hujan dan ketersediaan air.  Metode yang digunakan adalah metode survei dengan sumber data primer dan data sekunder.  Data primer diperoleh dari observasi langsung di lapangan tentang kegiatan dan penerapan teknik budidaya hingga waktu panen dan pasca panen. Data primer juga diperoleh dari suatu pengukuran curah hujan, tanah, hidrotopografi dan teknis jaringan. Data sekunder diperoleh dari penelusuran kepustakaan berupa buku-buku teks, laporan penelitian, jurnal ilmiah, peta serta internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu tanam padi berdasarkan analisa curah hujan dan ketersediaan air pada Bendungan Sekka-Sekka Kabupaten Polewali Mandar. Hasil penelitian Bendungan Sekka-sekka terbagi menjadi 2 jaringan primer yakni  Saluran Induk Maloso Kanan dan Saluran Induk Maloso Kiri. Pembagian air di dilakukan berdasarkan 3 UPTD yakni UPTD Bendung Sekka-Sekka, UPTD Maloso Kanan dan UPTD Maloso Kiri. Penentuan waktu tanam di Wilayah Bendungan Sekka Musim tanam I dimulai pada Bulan Maret  dan Bulan April sedangkan pada musim II dimulai pada Bulan Juli , Agustus dan September.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PESTISIDA NABATI DAUN SIRSAK DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Hesti Nurbaya; Hasanuddin Kandatong; Masdar Fatman; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.897 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.742

Abstract

Penelitian ini di Desa Tampak Kurra Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat berlangsung pada bulan April –Juli 2019, bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pestisida nabati daun sirsak dengan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan pemberian dosis pestida nabati daun sirsak sebagai Petak Utama terdiri dari  tiga  taraf yaitu : tanpa pemberian, pestisida nabati daun sirsak dosis 5ccliter air-1, pestisida nabati dosis 10cc literair-1, Dengan dosis pupuk kandang ayam sebagai Anak Petak terdiri dari yaitu ; 500gr pupuk kandang ayam polibag-1, 750gr pupuk kandang ayam polibag-1, 1000 gr pupuk kandang ayam polibag-1,Sehingga terdapat sembilan kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pestisida nabati daun sirsak tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Pemberian pupuk kandang ayam dosis 1000 gram polybag-1  memberikan pengaruh sangat baik pada jumlah daun, jumlah buah dan berat buah tanaman buncis.
RESPON PEMBERIAN AMPAS SAGU DAN EKSTRAK DAUN LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Windawati Windawati; Hasanuddin Kandatong; Abdul Jamal; Firtiani Fitriani; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.461 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.734

Abstract

Tanaman  sawi (Brassica juncea L.) adalah  jenis  tanaman  hortikultura yang dapat  tumbuh dalam  semusim, dan banyak  dikonsumsi  oleh masyarakat pada  bagian  daun dan juga   bunganya.  Tanaman sawi termasuk  produk yang disukai oleh banyak orang karena selain memiliki manfaat bagi kesehatan, ia juga mengandung  zat gizi yang tinggi serta  memiliki  rasa yang lezat. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Tanisi, Desa Mekkatta Selatan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun waktu pelaksanaan di mulai dari bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Oktober  2019. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu : Faktor pertama adalah Pemberian ampas sagu yang terdiri dari tiga taraf meliputi: Control (tanpa pemberian), 200 Gram/tanaman,  400 Gram/tanaman. Sedangkan Faktor kedua pemberian ekstrak daun lamtoro yang terdiri dari tiga taraf meliputi:   Control (tanpa pemberian),  100ml/tanaman,  200 ml/tanaman. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 27 dan setiap kombinasi masing-masing 3 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 81 tanaman. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak daun lamtoro 200 ml / liter air berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah dan panjang akar. Sedangkan interaksi perlakuan tanpa pemberian ampas sagu dan pemberian ekstrak daun lamtoro 200 ml/tanaman berpengaruh lebih baik dan sangat nyata pada parameter berat tanaman.
RESPON PEMBERIAN INSEKTISIDA NABATI DAUN PEPAYA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Ayu Andriani; Hasanuddin Kandatong; Satriani Satriani; Muh. Rifky Aulia; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.922 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.842

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan”di Dusun Jolengmea, Desa Maliaya Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun waktu pelaksanaan di mulai dari bulan juli 2019 sampai dengan bulan September 2019. Metode penelitian ini dilaksanakan  dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu : Faktor pertama adalah pemberian Insektisida Nabati Daun Pepaya yang terdiri dari 3 taraf  meliputi = Control (tanpa pemberian), 50 ml/liter air, 100 ml/liter air. Sedangkan Faktor kedua yaitu pemberian Pupuk Kandang Ayam terdiri dari 3 taraf meliputi: 100 g/tanaman, 200  g/tanaman, 300g/tanaman. Sehingga dalam penelitian ini  terdapat 9 kombinasi perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Sehingga di peroleh 36 kombinasi perlakuan, dengan masing-masing perlakuan Terdiri 3 tanaman sehingga di peroleh 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tanpa pemberian insektisida nabati daun pepaya dengan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh baik terhadap  pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada parameter tinggi tanaman,  jumlah daun, jumlah daun yang terserang hama, waktu berbunga, jumlah buah, jumlah buah yang terserang hama, berat buah. Pemberian insektisida nabati daun pepaya memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah yang terserang hama, berat buah. Pemberian pupuk kandang ayam”memberikan pengaruh”nyata pada pertumbuhan” dan produksi”tanaman tomat.”Pada parameter tinggi”tanaman, jumlah daun,”berat buah.
SOSIALISASI POSTER DAN PRAKTEK PHBS DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI MAPILLI Mardjani Aliyah, Mardjani Aliyah; AldiFebrianto, AldiFebrianto; Rusnah, Rusnah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): Sipissangngi Volume 3, Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v3i1.3897

Abstract

PHBS di sekolah adalah Upaya untuk melibatkan siswa dalam iklim sekolah untuk menyadari, membutuhkan, dan memiliki pilihan untuk melatih PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang solid. Cara berperilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan sekumpulan cara berperilaku yang dilatihkan oleh siswa dilingkungan sekolah berdasarkan kesadaran karena belajar, sehingga mereka dapat dengan bebas mencegah penyakit, menjaga kesehatannya, dan berperan aktif dalam lingkungan sehat (DEPKES RI, 2007). Alasan diadakannya kegiatan ini adalah dengan tujuan agar para siswa secara khusus mengetahui tentang arti perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dilingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan pemda ini adalah siswa-siswi sekolah luar biasa negeri mapilli dengan menyampaikan materi sosialisasi spanduk dan praktik pemanfaatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada siswa. Hasil dari program kerja ini sangat memberikan pelajaran atau edukasi kepada siswa/i dan juga masyarakat (orang tua wali siswa)  di Desa Bonra. Kami berharap program kerja ini dapat dibudidayakan di SLBN Mapilli masa ini dan masa yang akan datang. Menurut Proverawati dan Rahmawati (2012:1), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluargayang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
UJI EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN POC LAMUN TEHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogea L.) Irfan S; Mardjani Aliyah; Dahlia Nurdin
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3169

Abstract

 Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Todilaling, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat Dari Bulan Agustus Sampai Oktober 2021. Metode penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (RPT), yang terdiri dari petak utama adalah pemberian POC lamun (L) yang meliputi 3 taraf yaitu: tanpa pemberian POC lamun/control (L0), 100 ml/ liter air (L1) dan 200 ml/ liter air (L3), pada anak petak yaitu interval waktu pemberian POC lamun yang terdiri dari 3 taraf yaitu: penyiraman 1 minggu sekali (W1), Penyiraman 2 minggu sekali (W2) dan penyiraman 3 minggu sekali (W3). Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat terdapat 27 unit penelitian. setiap unit penelitian terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan adalah 81 tanaman Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa aplikasi POC lamun dan interval waktu pemberian tidak ada yang menunjukkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.) akan tetapi, didapati pada masa generative bahwa pemberian 100 ml/liter (W1) menujukkan hasil yang lebih baik bandingkan dengan dengan perlakuan lainnya.Keywords: Kacang Tanah, POC lamun, Interval Waktu Pemberian
PENGARUH SISTEM TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM HASIL FERMENTASE DAN TANPA FERMENTASE PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JEWAWUT (Setaria italica L.) Mardjani Aliyah; Zulkifli Zulkifli; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2840

Abstract

Jewawut mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai sumber karbohidrat pengganti tanaman padi.  Penggunaan bahan anorganik yang secara terus menerus mengakibatkan terjadinya residu dan penurunan produksi dan produktivatas tanaman jawawut, pengaturan jarak tanamdan penggunaan pupuk organik merupakan cara mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dilaksanakan pada Bulan Juni sampai September 2020. Peneltian ini yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari : Faktor pertama yaitu jarak tanam yaitu: sistem hambur, sistem tegel dan sistem legowo. Dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam: tanpa pupuk kandang ayam, tanpa fermentase, fermentase. Hasil analisis statistik interaksi  antara jarak tanam dan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter munculnya malai. Penggunaan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk kandang ayam tidak memberikan  pengaruh yang nyata pada pertumbuhan dan  hasil tanaman jawawut.
UJI EFEKTIVITAS BERBAGAI WAKTU APLIKASI DAN DOSIS PUPUK NPK PHONSKA YANG BERAGAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L) PADA SISTEM PERTANAMAN HAZTON Mardjani Aliyah; Muh Iqbal Halim; Dahlia Nurdin
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3160

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman pertanian purba berasal dari  dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropic dan merupakan bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, upaya peninglatan produksi dan produktivitas tanaman padi dilakukan dengan penambahan pupuk NPK Phonska. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan April hingga Agustus 2021, bertujuan untuk mengetahui waktu dan dosis aplikasi pupuk NPK Phonska yang terbaik untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L) dengan menggunakan system tanam hazton. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Petak Terpisah (RPT) terdiri dari petak utama  (waktu aplikasi pupuk NPK Phonska) terdiri  dari 3 taraf yaitu : W1=1HST  + 30HST, W2 =3 HST + 28 HST serta W3=5HST + 26 HST dan anak petak (dosis pupuk NPK Phonska) terdiri dari 3 taraf yaitu : D1=390g/petak, D2=546g/petak, serta D3=703g. Hasil penelitian dan analisis data statistik tentang uji efektivitas berbagai waktu aplikasi dan dosis pupuk NPK Phonska yang beragam terhadap partumbuhan dan produksi tanaman padi  (Oryza sativa L) pada sistem pertanaman Hazton dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : waktu aplikasi pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh baik pada sluruh parameter pengamatan, Pemebrian dosis pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh baik pada seeluruh parameter pengamatan, Interaksi waktu aplikasi dan dosis pupuk pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh baik pada seluruh parameteer pengamatan.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Ayam Dan Pupuk Urea Serta Pemotongan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Mustakim Mustakim; Mardjani Aliyah; Satriani MS
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3820

Abstract

Mentimun merupakan tanaman jenis sayuran buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki berbagai manfaat dan kegunaan dalam bidang kecantikan dan obat-obatan. Tingginya permintaan terhadap buah mentimun tidak diimbangi dengan produktifitas tanaman mentimun akibat proses budidaya yang belum optimal. Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produktifitas mentimun yaitu dengan pemupukan menggunakan pupuk kandang ayam dan pupuk urea serta pemotongan pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ulidang, Kecamatan Tammero’do Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat berlangsung pada bulan Maret hingga Juni 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk urea serta pemotongan pucuk terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk urea terdiri dari 4 taraf yaitu : control, dosis pupuk kandang ayam 100 g/tanaman dan urea 9 g/tanaman, dosis pupuk kandang ayam 200 g/tanaman dan urea 6 g/tanaman, dosis pupuk kandang ayam 300 g/tanaman dan urea 3 g/tanaman. faktor kedua yaitu pemotongan pucuk (topping) terdiri dari 2 taraf yaitu : control, pemotongan pucuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk urea berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, diameter batang, kecepatan bertunas, jumlah tunas dan jumlah buah dan pemotongan pucuk (topping) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pemangamatan.
Budaya Sibaliparriq: Motivasi Berwirausaha di Kalangan Suku Mandar Firman, Ahmad; Latief, Fitriani; Hidayat, Andi Ircham; Nooviar, Muh. Syilfa; Adnan, Arfandi; Naim, Mardjani Aliyah Abdul; TM, Ridwan
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i1.1933

Abstract

Abstract The Mandar people have a cultural pattern of interaction called Sibaliparriq. Sibaliparriq (mutual help between husband and wife), both in domestic life and in wider society. This research aims to understand the role of Sibaliparriq culture in motivating interest in entrepreneurship among the Mandar community. This is important because it can provide insight into how local culture can be used as a means to maintain cultural identity and stimulate entrepreneurial activity that supports local economic growth. This research uses an exploratory qualitative research design. A qualitative approach will make it possible to gain an in-depth understanding of the implementation of Sibaliparriq cultural values in entrepreneurial motivation among the Mandar community. The population of this research are members of the Mandar community who are entrepreneurs or who have entrepreneurial experience. Participants will be selected using a purposive sampling method. The data collection techniques used were interviews, field observations and document analysis. Then the collected data will be analyzed using a descriptive analysis approach. The research results found that Sibaliparriq culture in Mandar society emphasizes the values of kinship, solidarity and mutual help between husband and wife as the core of social interaction. Apart from being a tradition, this culture is one of the main factors that motivates individuals to support each other in everyday life through entrepreneurship. Even though it faces the challenges of globalization, Sibaliparriq remains relevant as a social glue that strengthens relationships and unity in achieving shared prosperity.Keywords: Culture, Motivation, Entrepreneurship, SiballiparriqAbstrak Masyarakat Mandar memiliki suatu budaya pola interaksi yang disebut Sibaliparriq. Sibaliparriq (tolong-menolong antara suami istri), baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dimasyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran budaya Sibaliparriq dalam memotivasi minat berwirausaha di kalangan masyarakat Mandar. Ini penting karena dapat memberikan wawasan tentang bagaimana budaya lokal dapat digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan identitas budaya dan merangsang aktivitas berwirausaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif eksploratif. Pendekatan kualitatif akan memungkinkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi nilai-nilai budaya Sibaliparriq dalam motivasi berwirausaha di kalangan masyarakat Mandar. Populasi penelitian ini adalah anggota masyarakat Mandar yang berwirausaha atau yang memiliki pengalaman berwirausaha. Partisipan akan dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi lapangan dan analisis dokumen. Kemudian Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa Budaya Sibaliparriq dimasyarakat Mandar menekankan nilai kekerabatan, solidaritas, dan tolong-menolong antara suami istri sebagai inti interaksi sosial. Selain menjadi tradisi, budaya ini menjadi salah satu faktor utama yang memotivasi individu untuk saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari dengan berwirausaha. Meskipun dihadapi tantangan globalisasi, Sibaliparriq tetap relevan sebagai perekat sosial yang memperkuat hubungan dan kesatuan dalam mencapai kesejahteraan bersama.Kata Kunci: Budaya, Motivasi, Siballiparriq, Wirausaha