Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PT. RANA WASTU KENCANA Anggoro, Franciskus Febry; Prawatya, Yopa Eka; Djanggu, Noveicalistus H
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Rana Wastu Kencana merupakan perusahaan industri yang bergerak di sektor pengolahan kelapa sawit dan menghasilkan dua produk utama seperti palm kernel dan crude palm oil. Tingginya frekuensi kerusakan mesin-mesin pada stasiun press menyebabkan produksi berhenti dalam kurun waktu yang tidak dapat ditentukan dan mengakibatkan target produksi belum dapat tercapai.Penelitian ini menggunakan metode total productive maintenance (TPM) untuk mengetahui tingkat produktivitas dan mengidentifikasi faktor-faktor six big losses (enam kerugian besar) yang mempengaruhi penurunan tingkat produktivitas.Berdasarkan hasil penelitian tingkat produktivitas ,nilai tertinggi terjadi pada bulan September dan nilai paling rendah pada bulan Januari. Tingkat produktivitas stasiun press belum memenuhi standar ideal yang telah ditetapkan oleh JIPM. Faktor six big losses yang berpengaruh terhadap produktivitas stasiun press yaitu faktor reduce speed yang menyebabkan kecepatan performasi mesin-mesin mengalami penurunan selama proses produksi. Kata Kunci:   Availability Sistem, Overall Equipment Effectiveness (OEE)
Strategi Pengembangan Industri Pariwisata di Kabupaten Sanggau Febri Prima; Noveicalistus H. Djanggu; Utin Mardiyanti; Siti Asri Heriyani Pertiwi
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.988 KB) | DOI: 10.26418/uniplan.v2i1.45898

Abstract

Salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Sanggau adalah Pancur Aji, lokasi objek wisata berada di pusat ibukota Sanggau dan mudahnya akses menuju objek wisata. Wisata Pancur Aji memiliki daya tarik tersendiri yang menawarkan pemandangan air terjun, keberadaan flora dan fauna yang langka. Namun, dibalik besarnya potensi dari objek wisata tersebut masih terdapat permasalahan yang belum terselesaikan diantaranya, pengelolaan objek wisata masih belum optimal, masih banyak terdapat fasilitas yang tidak terawat seperi wahana permainan yang rusak. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk menentukan kelas potensi wisata berdasarkan Analisis Supply Demand; (2) Mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang berpengaruh terhadap pengembangan industri pariwisata Pancur Aji di Kabupaten Sanggau; (3) Mengetahui alternatif rencana strategi yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan industri pariwisata Pancur Aji  Kabupaten Sanggau. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Supply Demand dan Analisis SWOT. Hasil Penelitian ini yaitu Pada Analisis Supply Objek Wisata Pancur Aji berada di kelas II (Potensi Sedang/Cukup Mendukung) dan pada Analisisi Demand berada di Kelas III (Potensi Rendah/Kurang Mendukung). Sedangkan pada Analisis SWOT dengan menggunakan Diagram Kartesius, Pancur Aji berada pada kuadran I maka sehingga strategi yang digunakan adalah strategi Strength-Opportunity (SO). Strategi pengembangan industri pariwisata Pancur Aji berdasarkan strategi SO diantaranya adalah: (a) Perlunya peningkatan akomodasi secara optimal dalam keberlangsungan kegiatan wisata agar wisatawan merasa nyaman untuk menikmati kawasan objek wisata Pancur Aji; (b) Menambahkan kegiatan atraksi wisata di Pancur Aji berupa Wisata Edukasi dengan meningkatkan promosi wisata untuk dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung sehingga wisata yang ditonjolkan di Pancur Aji bukan hanya wisata alam tapi wisata edukasi juga.; (c) Mendorong masyarakat untuk turut mempromosikan objek wisata kepada wisatawan dan dilakukan secara terus-menerus.
Productivity and Flexibility Improvement of Straw Mushroom House Ivan Sujana; Fitri Imansyah; Noveicalistus Hendradinata Djanggu
International Journal of Research and Applied Technology (INJURATECH) Vol 2 No 2 (2022): International Journal of Research and Applied Technology (INJURATECH)
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/injuratech.v2i2.8398

Abstract

This study aims to improve the productivity and flexibility of the mushroom house to increase the production of straw mushrooms. Determining the design of technical specifications and material requirements of the mushroom house is a process that is quite important in determining the success or failure of increasing straw mushroom production. QFD (Quality Function Deployment) is used to obtain the best design based on the needs of the mushroom farmers. The needs of the mushroom farmers are then translated through QFD into technical specifications. MCDM (Multi Criteria Decision Making) is used to determine the material for the frame and blanket of the mushroom house according to the technical specifications of the QFD. CRITIC (Criteria Importance Through Intercriteria Correlation) is one of the methods of MCDM that performs an objective weighting of the criteria. A mushroom house was built based on the technical and material specifications obtained from QFD and CRITIC. Tests were carried out by comparing the productivity and flexibility between traditional mushroom houses and designed mushroom houses. The peroductivity of the mushroom house includes cleanliness, stability in temperature and humidity, the rate of growth of straw mushrooms in media. Flexibility includes the ability to assembled and disassembled, easily mobilize from one place to another.
PENINGKATAN KAPASITAS TEKNOLOGI PENGOLAHAN BUAH PINANG DAN LIMBAH TANAMAN PINANG PADA MASYARAKAT DESA SUNGAI KUPAH Ivan sujana; Fitri imansyah; Noveicalistus h djanggu; Eka priadi
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v6i1.64391

Abstract

Salah satu kelompok masyarakat yang ada di Desa Sungai Kupah yang berusaha dibidang perkebunan pinang adalah Kelompok Tani Teluk Pinang yang fokus pada kegiatan produksi berupa komoditas biji buah pinang kering. Buah pinang hasil panen yang dimiliki oleh Kelompok Tani Teluk Pinang tersebut sampai saat ini belum diolah dengan optimal, begitu juga dengan limbah berupa pelepah pinang dan serabut buah pinangnya belum dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah untuk peningkatan perekonomian mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kelompok Petani Teluk Pinang khususnya dan masyarakat Desa Sungai Kupah pada umumnya, melalui penerapan dan hibah teknologi tepat guna berupa mesin pengering buah pinang dan  pengolahan limbah pelepah pinang dan limbah sabut buah pinang menjadi arang briket menggunakan mesin pres pencetak arang briket. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan evaluasi tindak lanjut, terekam beberapa manfaat yang diperoleh oleh Kelompok Petani Teluk Pinang. Mereka mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan, proses pengeringan buah pinang menjadi lebih cepat dan efektif. Selain itu limbah pelepah pinang dan limbah sabut buah pinang tidak lagi mengotori lingkungan pekarangan rumah dan kebun masyarakat karena telah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah berupa arang briket, sehingga bermanfaat untuk pengembangan industri rumah tanggga dan peningkatan perekonomian mereka.
KAJI TERAP MESIN PENGHANCUR ES BALOK (CRUSHER) UNTUK PENDINGIN IKAN Imansyah, *Fitri; Arsyad, Iqbal; Sujana, Ivan; Djanggu, Noveicalistus H
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48571

Abstract

Desa Sungai Kakap merupakan salah satu penghasil ikan tangkapan terbesar di Kalimantan Barat. Rata-rata tangkapan ikan sebanyak 1.400,20 ton maka diperlukan penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya pembusukan ikan mentah. Nelayan setempat khususnya nelayan UMKM Pesisir yang beranggotakan 12 nelayan aktif umumnya menggunakan metode pendinginan untuk mencegah terjadinya proses pembusukan. Metode ini dilakukan dengan menghancurkan es batu balok berukuran 1kg menggunakan alat bantu manual dimana metode ini tidak mampu memenuhi kebutuhan pendinginan ikan yang sangat banyak. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas es batu balok yang dihancurkan sehingga waktu penghancuran menjadi lebih singkat dengan merancang mesin penghancur es batu balok. Pendinginan merupakan perlakuan yang paling umum dalam mempertahankan mutu hasil perikanan terutama dalam tahap penanganan. Mesin penghancur es balok ini merupakan mesin teknologi tepat guna yang dapat di gunakan para nelayan untuk menghancurkan es balok sebagai pendingin ikan hasil tangkapan. Dari jumlah produksi tangkapan yang banyak dan temperatur pantai yang panas serta daya tahan hasil laut yang singkat (cepat membusuk), maka diperlukan mesin penghancur es balok yang cepat, effisien dan higenis. Perancangan mesin penghancur es balok ini memiliki kapasitas 1440 kg/jam dengan dimensi es balok 120 x 270 x 840 mm dan menghasilkan butiran es dengan ukuran 2 mm sampai dengan 10 mm. Sehingga memungkinkan untuk memenuhi kebutukan nelayan yang membutuhkan 10 sampai 15 es balok untuk mengisi wadah. Desa Sungai Kakap is one of the largest producers of caught fish in West Kalimantan. The average fish catch is 1.400.20 tons, so proper handling is needed to prevent the occurrence of raw fish decay. Local fishermen, especially Coastal UMKM fishermen with 12 active fishermen, generally use the cooling method to prevent the decay process. This method is done by crushing 1kg block ice cubes using manual tools where this method is not able to meet the cooling needs of very many fish. This activity is carried out to increase the productivity of crushed ice cubes so that the crushing time becomes shorter by designing an ice cube block crusher. Cooling is the most common treatment in maintaining the quality of fishery products, especially in the handling stage. This ice block crusher machine is an appropriate technology machine that can be used by fishermen to crush ice blocks as a cooler for caught fish. From the large amount of catch production and hot coastal temperatures and the short durability of marine products (fast decay), a fast, efficient and hygienic block ice crusher is needed. The design of this block ice crusher has a capacity of 1440 kg / hour with ice block dimensions of 120 x 270 x 840 mm and produces ice grains with a size of 2 mm to 10 mm. So it is possible to meet the needs of fishermen who need 10 to 15 ice blocks to fill the container.
Utilizing machine learning for predictive maintenance of production machinery in small and medium enterprises Prawatya, Yopa Eka; Djanggu, Noveicalistus H; Rahmahwati, Ratih
OPSI Vol 18 No 1 (2025): OPSI - June 2025
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v18i1.13479

Abstract

Predictive maintenance involves the early detection of potential machine failures and subsequent maintenance to prevent such failures. Machine learning is a pertinent statistical method for predictive maintenance, enabling the early detection of machine failures and the implementation of preventive measures through a model. The development of the machine learning model commences with data collection from the machine, encompassing vibration, acceleration, machine temperature, and machine sound, facilitated by a microcontroller equipped with sensors. Subsequently, the data undergoes cleaning, including removing outliers or missing values and standardization. Data is partitioned into 70% allocated for training and 30% for testing. After determining hyperparameters and their values through hyperparameter tuning, the training data is utilized to train machine learning models, such as K-nearest neighbor, decision tree, and random forest models. Post-training, the models are evaluated using the remaining test data, employing performance metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score. The random forest model excels due to its utilization of a substantial number of trees for predictions and the full exploitation of the variables which F1-score is 91.22%. The best-performing model is subsequently deployed into a monitoring system, providing real-time machine condition predictions. The deployment results validate the accurate prediction of machine failures.
Rekomendasi Peningkatan Kualitas Pelayanan di Terminal XYZ dengan Menggunakan Metode Servqual dan PGCV Kamil, Muhammad Taufiq; Wijayanto, Dedi; Djanggu, Noveicalistus H
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.51133

Abstract

Terminal XYZ is a terminal located in Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Based on historical data from the Kubu Raya Central Bureau of Statistics (BPS), there has been a decline in the number of passengers from 2022 to 2024, particularly on intercity routes within the province (AKDP). In addition, there have been several complaints regarding poorly maintained facilities, such as the condition of the toilets, lighting, waiting area, and others. This study aims to assess passenger satisfaction with the services at Terminal XYZ and to provide recommendations for improving service quality using the Service Quality (SERVQUAL) and Potential Gain Customer Value (PGCV) methods. The results of the study indicate that out of 21 attributes, there are three attributes with the highest potential for increasing satisfaction: clean and odor-free toilets with a PGCV value of 8.705, adequate lighting conditions with a PGCV value of 7.803, and the availability of official, safe, and reliable partner taxi services with a PGCV value of 7.188.
OPTIMALISASI PRODUKSI UMKM RUMAH BOULU MELALUI RE-DESAIN ALAT CETAKAN KUE ULAT SUTERA Imansyah, Fitri; Batubara, Hafzoh; Djanggu, Noveicalistus H; Sujana, Ivan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1716

Abstract

Product design is a series of activities that begins with the analysis of perceptions and market opportunities, and ends with the stages of production, sales, and product delivery. Designing can involve creating completely new products or developing existing ones to achieve improved performance. This activity aims to optimize production at UMKM Rumah Boulu through the redesign of silk worm cake molds. Currently, the production process of silk worm cakes uses manual molds that require significant effort and have limited production capacity. This causes difficulties in meeting increased demand, especially during peak seasons. The redesign of the molds uses the Quality Function Deployment (QFD) method and an anthropometric approach to increase production capacity and reduce fatigue and pain in the workers' wrists and shoulders. The redesign results show that the new molds can increase production capacity from 200 grams per mold to 500 grams per mold due to the inclusion of two tubes. Additionally, the molds are designed to be more ergonomic, allowing workers to use them comfortably in a seated position, thus reducing excessive fatigue. A business feasibility analysis using the methods of Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Profitability Index, and Return on Investment (ROI) indicates that this business is very feasible. Thus, the redesign of the silk worm cake molds not only improves production efficiency but also enhances the well-being of workers at UMKM Rumah Boulu.
PENGEMBANGAN ALAT PANJAT DAN SISTEM PANEN KELAPA BERBASIS K3 DAN ANTROPOMETRI: ANALISIS EKONOMI Imansyah, Fitri; Wijayanto, Dedi; Djanggu, Noveicalistus H; Sujana, Ivan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1717

Abstract

Pertanian kelapa di Indonesia seringkali dihadapkan pada tantangan keselamatan kerja dan efisiensi operasional dalam proses pemanenan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan alat bantu panjat dan sistem panen kelapa yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta pendekatan antropometri untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi. Alat bantu panjat pohon kelapa ini dirancang untuk memudahkan petani yang tidak terbiasa memanjat pohon kelapa secara manual. Menggunakan prinsip angkat yang memanfaatkan kekuatan kaki, alat ini dirancang dengan pendekatan antropometri melalui analisis kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Pendekatan antropometri dilakukan dengan mengukur tinggi tubuh petani kelapa untuk mendapatkan acuan dalam mendesain alat yang nyaman dan aman digunakan. Dengan adanya sabuk pengaman, alat ini memastikan keamanan pengguna, yang biasanya adalah para petani atau individu yang tidak ahli dalam memanjat. Alat panjat kelapa ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu Foot Rest, Tree Climbing Spikes, Tree Straps, Hook, Adjustable Strap, dan Safety Harness. Alat ini bekerja dengan cara mencengkeram batang pohon kelapa menggunakan kekuatan kaki. Ketika kaki menginjak Foot Rest, beban tubuh akan menguatkan cengkeraman Tree Climbing Spikes pada batang pohon, sementara Safety Belt memberikan tambahan dukungan dan keselamatan, menjaga tubuh tetap aman selama proses pemanjatan. Spesifikasi alat panjat ini memiliki panjang 55 cm, lebar 34 cm, berat 6 kg dengan luas pijakan 25 cm x 13 cm. Metode kegiatan meliputi survei lapangan untuk identifikasi masalah, pengumpulan data antropometri, desain prototipe, uji coba efektivitas, analisis risiko K3 menggunakan FMEA, dan analisis ekonomi untuk mengevaluasi kelayakan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat bantu panjat ini efektif dalam meningkatkan kecepatan pemanjatan dan pemetikan kelapa, dengan biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan metode tradisional. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa alat ini dapat mencapai titik impas dalam waktu yang relatif singkat, memberikan potensi keuntungan jangka panjang bagi petani. Implikasi sosial dan ekonomi dari pengembangan ini juga dibahas, menyoroti kontribusi positif terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian.