Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Inovasi Biopori Untuk Mitigasi Banjir pada Kelompok Dasawisma Palapa 6 di Bandar Lampung Aditya Mahatidanar Hidayat; Titis Lukita Sari; Kunarto Kunarto; Dwiki Faiz Nugroho; Ursula Dewinta Novianty Hari Murti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6773

Abstract

This community service initiative aims to apply biopore infiltration hole technology as a community-based flood mitigation solution in Labuhan Ratu District, Bandar Lampung City. This area faces major problems in the form of a high risk of waterlogging caused by low soil absorption, predominance of watertight surfaces, and suboptimal drainage systems. The program is carried out with a project-based community empowerment approach, where as many as 50 local residents are involved in each stage of the activity. These stages include environmental awareness campaigns, technical training on making biopore infiltration holes, providing equipment, and direct practice in the field. A total of 100 strategic points in the Dasawisma Palapa 6 environment are the locations for the implementation of biopores. The results of the activity show that this simple technology effectively improves the soil's ability to absorb water and reduce surface runoff, so that the risk of inundation can be reduced. In addition, this activity also encourages the formation of community groups that are tasked with maintaining biopores, in order to ensure the sustainability of long-term benefits. This program not only has a positive impact on the quality of the physical environment, but also strengthens the capacity of citizens to manage natural resources based on appropriate technology. The active participation of the community has proven to be the key to success, as it creates a sense of belonging while increasing ecological awareness at the local level. These findings confirm that the integration of simple technological innovations and community empowerment is an effective strategy in building sustainable environmental solutions, especially in the face of urban flood challenges.
OPTIMALISASI KEBUTUHAN ANGKUTAN PELAYANAN TRANSPORTASI SEKOLAH DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH RUTE GUNUNG SUGIH - KOTA GAJAH LAMPUNG TENGAH Ratih Fatmaliza; Aditya Mahatidanar Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i2.3478

Abstract

Transportasi darat untuk pelajar di Kabupaten Lampung Tengah menjadi kebutuhan penting dalam distribusi perjalanan mereka menuju sekolah. Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi bagi pelajar, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah telah mengimplementasikan program pelayanan bus sekolah gratis sejak tahun 2013. Program ini telah menerima bantuan armada bus dari Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Meskipun demikian, pelayanan bus sekolah masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah overload pada bus rute Gunung Sugih – Kota Gajah yang membuat pelajar merasa tidak aman dan nyaman. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pelayanan bus sekolah yang melibatkan peningkatan jumlah armada, penambahan fasilitas halte, sosialisasi kepada sekolah-sekolah, serta pemeliharaan bus secara teratur guna meningkatkan kualitas dan kepuasan pengguna bus sekolah. Penelitian ini secara umum menggunakan metode kuantitatif. Secara khusus penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimen atau dengan cara metode survei. Untuk menentukan perhitungan sampel tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin 1960, sehingga survei wawancara persepsi pelajar tidak dilakukan kepada semua pelajar melainkan hanya diambil menurut sampel yang ditentukan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, jumlah pengguna bus sekolah aktual pada rute Gunung Sugih - Kota Gajah adalah sebanyak 52 orang per hari. Ini menunjukkan bahwa sebanyak 52 orang menggunakan bus sekolah setiap harinya untuk perjalanan antara Gunung Sugih dan Kota Gajah.Namun, ada juga jumlah pengguna bus sekolah yang potensial sebanyak 249 orang atau 147 %. Ini adalah jumlah orang yang berpotensi menggunakan bus sekolah untuk perjalanan mereka antara Gunung Sugih dan Kota Gajah.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN KERETA API BABARANJANG DAN PRESEPSI MASYARAKAT DI AREA PERMUKIMAN KOTA BANDAR LAMPUNG Hasto Wondo Susilo; Aditya Mahatidanar Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i2.3481

Abstract

Itensitas angkutan kereta api batu bara yang beroperasi selama 24 jam dapat menimbulkan kebisingan pada jam– jam tertentu. Dimana pada jam jam sibuk dapat menghasilkan kebisingan sesuai dengan tabel baku tingkat kebisingan Kepmen LH Nomor 48 Tahun 1996 peruntukan kawasan perumahan dan permukiman sebesar 55 dBa.Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 15 m dari jalur rel adalah sebesar 69.53 dBA. Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 30 m dari jalur kereta api adalah sebesar 66.03 dBA. Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 60 m dari jalur kereta api adalah sebesar 62.73 dBA. Sedangkan pada pemukiman yang berada pada jarak 90 meter dari rel adalah sebesar 60.74 dBA. Nilai ini melampaui baku tingkat kebisingan yang ditetapkan dalam SK Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-48/MENLH/11/1996, tentang Baku Tingkat Kebisingan, yaitu 55 dBA dengan toleransi 3 dBA..