Articles
RETORIKA SEBAGAI ILMU KOMUNIKASI DALAM BERDAKWAH
Asriadi Asriadi
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/am.v13i1.1839
Rhetoric is a game, processing or language style that we use in delivering a message in the form of speeches, lectures and others to mad`u. Speaking or giving speeches in public places there are several things that must be noticed by the communicant in order to know, so that they must be able and able to master the "rhetoric" both formally, informally as well as technically for effective communication. Because what is expected from the results of communication is how the audience can respond to what the contents of the speech material presented by the communicant. Where minimal rhetoric has ethos, phatos, and logos. Communicating the message of the communicator should design the message in such a way that it can attract the attention of the audience, the message should be able to reveal the cues of the same experience with the audience so that they are easy to understand, and the message should be able to offer a way that is relevant to the overall situation where all groups of audiences are stranded.
Kritik Sosial dalam Film Dokumenter Youtube “Najwa Shihab” (Analisis Semiotika Rolan Barthes)
Asriadi Asriadi
Al-MUNZIR Vol 12, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/am.v12i2.1336
Penelitian ini membahas Kritik Sosial dalam sebuah Film Pendek karya Dr. Tompi yang di apload dalam akun youtube Najwa Shihab berjudul dengan Model Analisis Semiotika Roland Barthes . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak semua orang mewah makan ditempat yang mewah pula karena banyak di warung biasa bercampuan orang yang mewah dan sederhana (Tidak ada kelas). Juga menunjukkan bahwa ekspresi wajah seseorang adalah suara, memiliki dan menggambarkan makna ataupun pesan yang disampaikan dapat begitu jelas dan mudah di artikan.
STUDI NASKAH PEMIKIRAN DAKWAH (Muhammad Ahmad Al-Adawy)
MUHAMAD IRHAMDI;
KUS NADI;
ASRI ADI
TASÂMUH Vol. 18 No. 2 (2020): DAKWAH DAN MODERNISASI
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.808 KB)
|
DOI: 10.20414/tasamuh.v18i2.2756
This article is focused on the concept of preaching Muhammad Ahmad Al-adawy in the book Da'watur rusul ila Allahi Ta'ala. This article is in the form of a literature review whose data is obtained from a literature study. Then the data obtained is then processed and analyzed using a socio-historical approach with a historical-elective-elimative method using a descriptive analytic model. The results of this study indicate that the concept of preaching al-Adawy does not see things about; First, be consistent to reveal the Purpose of the Stories of the Qur'an. Second, consistency in colonial thinking, this is due to the times passed by when Egypt was under the influence of British colonialism. Third, be consistent in revealing the historical roots of the stories of the Qur'an by consolidating verses with verses that talk about the history. Fifth, consistently pay attention to issues that are close to his time, such as problems with temples and graves.
Gerakan dan Dakwah Islam (Peran Murji’ah dalam Membangun Peradaban Islam)
Amir Hamzah Amir;
Asriadi Asriadi
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.375
Murji’ah adalah golongan ketidak setujuan dengan pendapat kaum Khawarij, yang menghukumi kafir orang-orang yang melakukan dan menyetujui tahkim. Ajaran pokok murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik politik maupun teologis. Aliran Murji’ah mengalami perkembangan, yaitu dengan terbagi menjadi sub-sekte yang kecil-kecil. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan-permasalahan yang muncul. Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. Golongan Murji’ah dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu golongan moderat dan ekstrim sehinggga murjiah dianggap memiliki peran dalam permbangnan peradaban islam.
KAIDAH TAFSIR DAN APLIKASINYA PADA MASA NABI DAN SAHABAT
Amir Hamzah;
Asriadi Asriadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-mubarak.v5i2.373
Kaidah tafsir dapat sebagai pedoman dasar yang digunakan secara umum guna mendapatkan pemahaman atas petunjuk-petunjuk al-Qur’an. Oleh karena penafsiran merupakan suatu aktivitas yang senantiasa berkembang, sesuai dengan perkembangan sosial, ilmu pengetahuan dan bahasa, kaidah-kaidah penafsiran akan lebih tepat jika dilihat sebagai suatu prosedur kerja. Dengan pengertian ini, kaidah tersebut tidak mengikat kepada mufasir lain agar menggunakan prosedur kerja yang sama. Setiap mufasir berhak menggunakan prosedur yang berbeda asalkan memiliki kerangka metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Tafsir Nabi tetap diposisikan pada posisi utama dalam menafsirkan al-Qur’an dengan tetap memperhatikan hal-ihwal, peristiwa, kondisi, suasana dan masalah yang mengitari Nabi pada saat melakukan penafsiran terhadap al-Qur’an. Sedangkan tafsir sahabat dapat dipilah dan dipilih sesuai dengan kesesuaian dengan al-Qur’an dan sunnah. begitu juga kualitas status penafsirannya. Tafsir Nabi dan sahabat harus tetap dilibatkan dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an, bahkan dijadikan sebagai salah satu sumber penafsiran. kalaupun terjadi perbedaan penafsiran ulama kontemporer atau cendekiawan Islam dengan tafsir Nabi dan sahabat maka hal itu tidak harus divonis salah atau menyimpang akan tetapi harus memperhatikan latar belakang, metodologi, subtansi, subjek dan objek yang berbeda sehingga tidak mudah saling menyalahkan dan saling mengklaim kebenaran
Komunikasi Antar Budaya dalam perspektif Al-Qur’an Surat Al-Hujurât Ayat 13
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v1i1.333
Komunikasi merupakan suatu kegiatan berinteraksi yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun banyak tantangan dalam berkomunikasi khususnya dalam komunikasi di Indonesia disebabkan dari latar belakang yang berbeda-beda, dimana masyarakat Indonesia tergolong dalam masyarakat hiterogen karena terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Sehingga dalam melakukan komunikasi untuk menuhi kebutuhan individu ataupun kelompok melakukan interaksi baik sesama etnik maupun antarbudaya maka di situlah peran komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya merupakan interaksi yang dilakukan individu kepada individu dan masyarakat lainnya yang berbeda latar bekanag baik suku, ras, bangsa, budaya, bahasa dan sebagainya untuk saling mengetahui dan memahami satu sama lainnya. Komunikasi antarbudaya juga dijelaskan dan diajarkan dalam Islam, sehingga kaedah berkomunikasi tidak terlepas dari al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan atau acuan dalam proses berkomunikasi, serta menjadi pedoman bagi komunikator. Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS al-Hujurât/49: 13, yakni bagaimana pandangan, ajaran, peringatan dan imbalan bagi setiap manusia (komunikator) agar selalu memperhatikan baik individu-individu maupun masyarakat dalam berkomunikasi
Komunikasi Efektif Dalam Organisasi
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v2i1.358
Komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju. Proses komunikasi yang efektif merupakan syarat terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Terdapat dua aspek penting yang mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi. Pertama, masalah proses pengolahan informasi dalam organisasi, yaitu menyangkut masalah pemaknaan pesan (informasi) dan jumlah informasi; kedua, masalah gaya komunikasi organisasi. Pemahaman kedua hal tersebut menjadi bekal bukan saja bagi para (calon) pemimpin organisasi, manajer, akan tetapi juga bagi semua yang terlibat dalam organisasi. Kegagalan komunikasi adalah menjadi pertimbangan terpenting dari setiap proses komunikasi organisasi, dengan maksud dapat diprediksi, dianalisis, dan ditanggulangi jika hal itu terjadi.
Analisis Perkembangan Islam Di Perancis
Faridah Faridah;
Herawati Syamsul;
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v3i1.578
Tulisan ini membahas tentang analisis Perkembangan Islam Di Perancis yang diuraikan dari beberapa aspek yakni Proses Islamisasi, Perkembangan dan Problematika serta Eksistensi Umat Islam di Perancis Dewasa ini. Hasil penelusuruan dari berbagai kajian ilmiah mengungkapkan bahwa Proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur peperangan yakni pada masa perang salib kemudian melalui jalur perdagangan. Dan di masa perkembangannya proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur dakwah dan perkawinan. Adapun perkembangan Islam di Prancis terus berjalan dinamis dari tahun ke tahun dan dewasa ini terdapat 25 persen warga Prancis telah memeluk Islam, meskipun berkembang dinamis namun kehidupan umat Islam di Prancis diwarnai oleh beragam problematika yang cukup pelik seperti pelarangan penggunaan jilbab bagi kaum Muslimah. Namun eksistensi umat Islam di Prancis dewasa ini dapat dilihat dari kemampuan mereka bertahan hidup melawan situasi dan kondisi yang mengitarinya. Mereka tetap antusias dalam menjalankan ajaran agamanya seperti pelaksanaan ibadah-ibadah secara rutin semisal shalat,puasa dan zakat, dan lain sebagainya.
Pembinaan Akhlak Remaja Melalui Komunikasi Interpesonal dalam Keluarga (Analisis Sugesti dalam Hypnoparenting)
Faridah Faridah;
Muhammad Yusuf;
Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/retorika.v3i1.713
This study discusses the Development of Adolescent Morals through Interpersonal Communication in the Family by analyzing the impact of suggestion in hypnoparenting. This research is a form of qualitative research by conducting field studies (field research) which seeks to reveal about social phenomena and certain social aspects in the family and community being studied. The rise of juvenile delinquency both in big cities and in rural areas is a matter of great concern and requires problem solving to cope with the increasing prevalence of juvenile delinquency. The family as the main foundation for the formation of adolescent behavior needs to make improvements in all aspects, especially in the psycho-social and religious aspects of adolescents. Interpersonal communication in the family can create intimacy and familiarity with the perpetrators, making the relationship between family members, especially between parents and their children, like a pair of friends or best friends. Interpersonal communication activities carried out by parents to children contain suggestions that play an important role in children's cognitive, affective and psychomotor changes. Positive suggestions given by parents in the communication activities carried out can have a positive impact and negative suggestions can have a negative impact so that the role of interpersonal communication with the hypnosis method through positive suggestions can be a reference in the education of children in the family.
Komunikasi Interelasi Antarummat Beragama Dalam Kehidupan Masyarakat Plural
Asriadi Asriadi
Al-MUNZIR Vol 15, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/am.v15i1.3288
Interrelation between religious communities is a challenge faced by the world's religions today. All religions tend to have a claim to absolutism, be it Islam, Christianity, Hinduism or Judaism. The particularistic-subjective claims of adherents of monotheism will have an impact on inter-religious conflicts. The differences between religions are only at the level of exotericism, while at the level of esotericism there is a meeting point. We cannot ignore the differences that exist within each religion to draw the conclusion that “all must be one”. In understanding the issue of religions, it is necessary to have a multicultural approach, where this approach tries to keep away from absolute, subjective and exclusive attitudes that put forward the moral and social aspects of religion.