Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEKTIVITAS DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PANDANGAN KAUM MILENIAL Faridah Faridah; Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Yusuf; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v4i2.1191

Abstract

Pokok masalah dalam makalah ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis efektivitas dakwah di sosial media Instagram di kalangan para milenial. Pokok masalah tersebut dibagi menjadi dua sub masalah yaitu: Pandangan milenial terhadap dakwah di Instagram dan faktor pendukung dan penghambat dakwah di Instagram di kalangan milenial. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari beberapa tokoh pemuda, selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara berjumlah dua orang dan dokumentasi serta penelusuran dari berbagai literatur atau referensi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa yang dianggap masih efektif untuk digunakan sebagai media dakwah adalah dengan memanfaatkan media sosial Instagram. Dengan sarana ini akan memudahkan dakwah di kalangan milenial, kecanggihan media informasi dan teknologi menjawab segala kebutuhan manusia masa kini. Kemudian, faktor pendukung Instagram bagi kalangan milenial adalah banyaknya pengguna media sosial instargram dan kemudahan dalam mengoperasikan media sosial Instagram. Faktor penghambatnya adalah durasi waktu dalam video di Instagram cukup sedikit dan keterbatasan kuota karena terkait dengan ekonomi. Implikasi dengan media sosial instagram, pada dai dapat mempermudah dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Dan Bagi para milenial, dengan Instagram dapat mempermudah dalam mengakses informasi atau pesan-pesan dakwah yang disampaikan oleh dai atau pelaku dakwah.
Komunikasi Sebagai Interaksi Sosial dengan Non Muslim Dalam Alquran Hapsah Hafid; Mardan Mardan; Rahmi Damis; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v5i1.1617

Abstract

Interaksi social berarti tindakan(action) yang berbalasan antar individu atau antar kelompok. Tindakan saling memengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk symbol-simbol atau konsep-konsep. Secara sederhana komunikasi dapat dikatakan sebagai proses interaksi maupun proses perubahan social yang lebih baik, dan pada prinsipnya melalui kegiatan komunikasi yang kita bangun diharapkan mampu memunculkan proses interaksi maupun perubahan social bagi masyarakat baik muslim dan non muslim.Islam adalah agama universal yang ajarannya ditujukan kepada umat manusia secara keseluruhan. Inti ajarannya selain memerintahkan kepada penegakan keadilan dan mengeliminasi kedzaliman, juga meletakkan pilar-pilar perdamaian yang diiringi dengan himbauan kepada umat manusia agar hidup dalam suasana persaudaraan dan toleransi tanpa memandang perbedaan ras. Interaksi sosial dibangun atas dasar nilai persamaan toleransi, keadilan, kemerdekaan dan persaudaraan. Nilai-nilai al-Ikhwah alInsaniyah tersebut idealnya untuk menjadi landasan utama membangun interaksi sosial dalam kemajemukan demi mewujudkan perdamaian abadi di muka bumi secara seluruhnya dan di Indonesia khususnya. Interaksi sosial muslim kepada nonmuslim adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam urusan sosial kemasyarakatan yang didasarkan kepada nilai-nilai luhur yang bersumber dari ajaran alQuran dan al-hadits (agama Islam). Nilai-nilai tersebut adalah saling mengenal (memahami), membangun budaya kompromi, berbuat baik, berperilaku adil dan saling membantu, regulasi tertulis (dokumen) yang menunjukkan komitmen dan konsisten serta persamaan dalam arti yang seadil-adilnya. Nilai-nilai tersebut direkomendasikan untuk menjadi landasan dalam menangani masalah multikultur, multiagama, multibahasa, multibangsa atau kehidupan yang plural secara umum. Kata Kunci: Komunikasi, Interaksi Sosial
Analisis Perkembangan Islam Di Perancis Faridah Faridah; Herawati Syamsul; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v3i1.578

Abstract

Tulisan ini membahas tentang analisis Perkembangan Islam Di Perancis yang diuraikan dari beberapa aspek yakni Proses Islamisasi, Perkembangan dan Problematika serta Eksistensi Umat Islam di Perancis Dewasa ini. Hasil penelusuruan dari berbagai kajian ilmiah mengungkapkan bahwa Proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur peperangan yakni pada masa perang salib kemudian melalui jalur perdagangan. Dan di masa perkembangannya proses Islamisasi di Prancis terjadi melalui jalur dakwah dan perkawinan. Adapun perkembangan Islam di Prancis terus berjalan dinamis dari tahun ke tahun dan dewasa ini terdapat 25 persen warga Prancis telah memeluk Islam, meskipun berkembang dinamis namun kehidupan umat Islam di Prancis diwarnai oleh beragam problematika yang cukup pelik seperti pelarangan penggunaan jilbab bagi kaum Muslimah. Namun eksistensi umat Islam di Prancis dewasa ini dapat dilihat dari kemampuan mereka bertahan hidup melawan situasi dan kondisi yang mengitarinya. Mereka tetap antusias dalam menjalankan ajaran agamanya seperti pelaksanaan ibadah-ibadah secara rutin semisal shalat,puasa dan zakat, dan lain sebagainya.
Pembinaan Akhlak Remaja Melalui Komunikasi Interpesonal dalam Keluarga (Analisis Sugesti dalam Hypnoparenting) Faridah Faridah; Muhammad Yusuf; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v3i1.713

Abstract

This study discusses the Development of Adolescent Morals through Interpersonal Communication in the Family by analyzing the impact of suggestion in hypnoparenting. This research is a form of qualitative research by conducting field studies (field research) which seeks to reveal about social phenomena and certain social aspects in the family and community being studied. The rise of juvenile delinquency both in big cities and in rural areas is a matter of great concern and requires problem solving to cope with the increasing prevalence of juvenile delinquency. The family as the main foundation for the formation of adolescent behavior needs to make improvements in all aspects, especially in the psycho-social and religious aspects of adolescents. Interpersonal communication in the family can create intimacy and familiarity with the perpetrators, making the relationship between family members, especially between parents and their children, like a pair of friends or best friends. Interpersonal communication activities carried out by parents to children contain suggestions that play an important role in children's cognitive, affective and psychomotor changes. Positive suggestions given by parents in the communication activities carried out can have a positive impact and negative suggestions can have a negative impact so that the role of interpersonal communication with the hypnosis method through positive suggestions can be a reference in the education of children in the family.
Gerakan dan Dakwah Islam (Peran Murji’ah dalam Membangun Peradaban Islam) Amir Hamzah Amir; Asriadi Asriadi
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.375

Abstract

Murji’ah adalah golongan ketidak setujuan dengan pendapat kaum Khawarij, yang menghukumi kafir orang-orang yang melakukan dan menyetujui tahkim. Ajaran pokok murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik politik maupun teologis. Aliran Murji’ah mengalami perkembangan, yaitu dengan terbagi menjadi sub-sekte yang kecil-kecil. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan-permasalahan yang muncul. Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. Golongan Murji’ah dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu golongan moderat dan ekstrim sehinggga murjiah dianggap memiliki peran dalam permbangnan peradaban islam.
EFEKTIVITAS DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PANDANGAN KAUM MILENIAL Faridah Faridah; Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Yusuf; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v4i2.1191

Abstract

Pokok masalah dalam makalah ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis efektivitas dakwah di sosial media Instagram di kalangan para milenial. Pokok masalah tersebut dibagi menjadi dua sub masalah yaitu: Pandangan milenial terhadap dakwah di Instagram dan faktor pendukung dan penghambat dakwah di Instagram di kalangan milenial. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari beberapa tokoh pemuda, selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara berjumlah dua orang dan dokumentasi serta penelusuran dari berbagai literatur atau referensi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa yang dianggap masih efektif untuk digunakan sebagai media dakwah adalah dengan memanfaatkan media sosial Instagram. Dengan sarana ini akan memudahkan dakwah di kalangan milenial, kecanggihan media informasi dan teknologi menjawab segala kebutuhan manusia masa kini. Kemudian, faktor pendukung Instagram bagi kalangan milenial adalah banyaknya pengguna media sosial instargram dan kemudahan dalam mengoperasikan media sosial Instagram. Faktor penghambatnya adalah durasi waktu dalam video di Instagram cukup sedikit dan keterbatasan kuota karena terkait dengan ekonomi. Implikasi dengan media sosial instagram, pada dai dapat mempermudah dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Dan Bagi para milenial, dengan Instagram dapat mempermudah dalam mengakses informasi atau pesan-pesan dakwah yang disampaikan oleh dai atau pelaku dakwah.
KAIDAH TAFSIR DAN APLIKASINYA PADA MASA NABI DAN SAHABAT Amir Hamzah; Asriadi Asriadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v5i2.373

Abstract

Kaidah tafsir dapat sebagai pedoman dasar yang digunakan secara umum guna mendapatkan pemahaman atas petunjuk-petunjuk al-Qur’an. Oleh karena penafsiran merupakan suatu aktivitas yang senantiasa berkembang, sesuai dengan perkembangan sosial, ilmu pengetahuan dan bahasa, kaidah-kaidah penafsiran akan lebih tepat jika dilihat sebagai suatu prosedur kerja. Dengan pengertian ini, kaidah tersebut tidak mengikat kepada mufasir lain agar menggunakan prosedur kerja yang sama. Setiap mufasir berhak menggunakan prosedur yang berbeda asalkan memiliki kerangka metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Tafsir Nabi tetap diposisikan pada posisi utama dalam menafsirkan al-Qur’an dengan tetap memperhatikan hal-ihwal, peristiwa, kondisi, suasana dan masalah yang mengitari Nabi pada saat melakukan penafsiran terhadap al-Qur’an. Sedangkan tafsir sahabat dapat dipilah dan dipilih sesuai dengan kesesuaian dengan al-Qur’an dan sunnah. begitu juga kualitas status penafsirannya. Tafsir Nabi dan sahabat harus tetap dilibatkan dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an, bahkan dijadikan sebagai salah satu sumber penafsiran. kalaupun terjadi perbedaan penafsiran ulama kontemporer atau cendekiawan Islam dengan tafsir Nabi dan sahabat maka hal itu tidak harus divonis salah atau menyimpang akan tetapi harus memperhatikan latar belakang, metodologi, subtansi, subjek dan objek yang berbeda sehingga tidak mudah saling menyalahkan dan saling mengklaim kebenaran