Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan LQ45 Puji Lestari; Endang Masitoh; Purnama Siddi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 12, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jak.v12i2.2145

Abstract

Kebijakanidividen merupakan.keputusan terkait labaiyang diperolehnperusahaan yang hendak dibagikannkepada pemegangnsaham sebagai dividennataupun labaiditahan yang akan digunakan untuknpembiayaan investasiidi masaiyang datang. Penelitian iniibertujuan untuknmenguji dan menganalisisnpengaruh kepemilikannmanajerial, kebijakannhutang, ukurannperusahaan, arus kas bebas dannprofitabilitas terhadapikebijakan dividen.iDalam penelitiannini, tekniknpengambilan sampelnmenggunakan metodenpurposive sampling, jumlahisampel yangidiperoleh sebanyaki30 sampelidari 5 perusahaaniLQ45 yang terdaftar dinBEI selamanperiode 2015-2020. Tekniknpengumpulan datanyang digunakannadalah teknikndokumentasi dengannmenggunakan datansekunder. Tekniknanalisis datanstatistic deskriptif,nuji asumsinklasik, dan analisisnregresi liniernberganda menggunakannSPPS Statisticsnversi 21. Hasilnpenelitian menunjukkannbahwa secara simultan, kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, ukuran perusahaan, arus kas bebas dan proffitabilitas berpengaruhnterhadap kebijakanndividen. Secara parsial, hasilnpenelitian menunjukkan bahwikebijakan hutangiberpengaruh terhadapikebijakan dividen.iSedangkan kepemilikan manajerial,nukuran perusahaan, arusnkas bebasndan profitabilitas tidaknberpengaruh terhadap kebijakanidividen.
PENGARUH LIKUIDITAS, DER, FIRM SIZE, DAN ASSET TURNOVER TERHADAP KINERJA KEUANGAN Puji Lestari
Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi Vol 4, No 1 (2020): JURNAL NERACA
Publisher : Program Study of Accounting Education FKIP University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/neraca.v4i1.3843

Abstract

Tujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, struktur modal, firm size dan asset turnover terhadap kinerja keuangan. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman pada Bursa Efek Indonesia pada 2015-2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 12 perusahaan dari beberapa kriteria. Sumber data adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan analisis linear berganda menggunakan SPSS 21. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan sebesar 15,8%. Sementara likuiditas, firm size dan asset turnover tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Dan 84,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pelatihan Pembukuan Sederhana pada UMKM Kuliner Di Kelurahan Laweyan Kota Surakarta Anisa Ferata Ayuning Putri; Widya Putri Ratnasari; Marisa Ayu Nurrohmah; Ferlina Ekinanda; Puji Lestari; Kartika Hendra Titisari
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v3i01.2693

Abstract

Di daerah Laweyan terdapat UMKM kuliner yang cukup banyak, namun sangat disayangkan, pelaku UMKM tersebut kurang memperhatikan cara mengelola keuangan dengan baik. Padahal, pada pelaku usaha, laporan keuangan harus diperhatikan dan ditata sebaik mungkin. Pada pengelolaan UMKM, pembukuan sangat penting dilakukan untuk melihat laporan keuangan selama menjalankan usaha. Selain itu, laporan keuangan pembukuan juga dijadikan sebagai patokan untuk membuat strategi kedepannya. Pentingnya melakukan pembukuan, mahasiswa Universitas Islam Batik Surakarta melakukan pembimbingan pembukuan sederhana kepada beberapa pelaku umkm yang ada di Laweyan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kendala yang ada di UMKM Laweyan Surakarta, melakukan pembinaan terkait pembukuan sederhana, serta memudahkan pelaku UMKM dalam mengelola laporan keuangan. Metode yang dilakukan adalah dengan cara pendekatan serta pembinaan kepada para pelaku UMKM melalui observasi secara langsung. Adapun hasil dari program yang telah kami lakukan yaitu pelaku UMKM dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan, mereka menerima dengan baik program yang kami laksanakan dan juga mereka mulai memahami bahwa mengelola laporan keuangan itu penting.Kata Kunci : Pelatihan, UMKM, Pembukuan Sederhana
Analisis yuridis hukum perjanjian gadai emas bawah tangan: Studi kasus Pegadaian Puji Lestari; Suparwi; Muhammad Aziz Zaelani
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 5 No. 1 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v5i1.2074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hukum dari perjanjian gadai emas bawah tangan yang terjadi dalam praktik lembaga keuangan formal, khususnya Pegadaian. Meskipun Pegadaian beroperasi di bawah kerangka hukum yang ketat (seperti KUH Perdata dan regulasi OJK), seringkali terdapat variasi perjanjian tambahan atau non-standar yang dibuat secara informal ("bawah tangan") antara nasabah dan oknum perusahaan. Variasi perjanjian ini, terutama yang berkaitan dengan penentuan nilai taksiran, kondisi wanprestasi, dan mekanisme penjualan barang jaminan, menimbulkan isu yuridis mengenai keabsahan dan perlindungan hukum bagi para pihak. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan normatif-empiris. Data sekunder dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dan analisis dokumen hukum, seperti KUHP (khususnya Pasal 1150–1161) tentang gadai, POJK, dan SOP Pegadaian, sedangkan data primer dikumpulkan melalui sejumlah kecil wawancara dan observasi proses transaksi gadai emas. Analisis yuridis difokuskan pada pemenuhan syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata dan dampak hukumnya terhadap prinsip kehati-hatian dan itikad baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian emas bawah tangan cenderung cacat hukum atau memiliki potensi diskresi yang merugikan nasabah, karena seringkali melanggar prinsip pembuktian tertulis dan transparansi. Secara yuridis, meskipun Pegadaian memiliki perjanjian gadai baku, keberadaan perjanjian bawah tangan dapat melemahkan kedudukan hukum Pegadaian di mata hukum jika terjadi sengketa, karena berpotensi dianggap sebagai penyimpangan dari kontrak standar dan SOP yang berlaku. Di sisi lain, perjanjian bawah tangan yang tidak tertulis menyulitkan pembuktian hak-hak nasabah. Perlindungan hukum terhadap nasabah menjadi rentan karena ketidakjelasan klausul dan ketidaksesuaian dengan prinsip kontrak adhesi yang seharusnya berlaku pada lembaga formal. Perjanjian emas bawah tangan dalam praktik gadai di Pegadaian memiliki risiko yuridis yang tinggi dan potensi ketidakabsahan karena tidak memenuhi standar formalitas dan substansi hukum yang ditetapkan. Disarankan adanya penegasan kembali SOP internal yang melarang praktik perjanjian di luar kontrak baku, serta edukasi nasabah mengenai hak dan kewajiban mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan.