Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Gerungan, Daniella Jashlynn; Triwahyuni, Palupi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27277

Abstract

Pada umumnya seorang wanita mengalami menstruasi setiap bulan. Pada saat terjadi menstruasi kadang kala timbul rasa tidak nyaman oleh karena orang tersebut harus menggunakan pembalut untuk menampung darah dari menstruasi tersebut. Upaya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) menjadi penting pada saat menstruasi. Maka dari itu pentingnya seorang wanita memiliki pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi. Tetapi bukan hanya pengetahuan saja yang diperlukan, tetapi perilaku dalam penerapan personal hygiene saat menstruasi juga menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia angkatan 2023 yang berjumlah 74 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Ada terdapat dua variabel yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Analisis data menggunakan metode univariat menunjukan hasil mayoritas mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan baik 62,2%  dan perilaku personal hygiene yang baik 58,1%. Pada hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukan hasil yang signifikan yaitu tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada mahasiswi di Fakultas Ilmu Keperawatan (p-value = 0,070). Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti perilaku personal hygiene saat menstruasi dengan dilakukan observasi secara langsung bukan melalui pemberian pernyataan di kuesioner agar hasil yang didapatkan lebih akurat.
hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Akademi Keperawatan Surya Nusantara Sirait, Ridley; Triwahyuni, Palupi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10553

Abstract

Penggunaan dari bermedia sosial hingga menimbulkan kecanduan disebabkan adanya kebutuhan untuk mengakses media sosial sehingga mengurangi waktu tidur yang salah satu dampaknya adalah insomnia. Orang-orang menggunakan aplikasi media sosial misalnya Line, Telegram, WhatsApp, dan TikTok, serta Instagram sepanjang waktu. Lebih dari dua jam sehari, mereka habiskan di depan ponsel. Dengan kata lain, kita tidak boleh memakai ponsel melebihi dua jam setiap harinya. Dua hingga tiga jam sehari adalah jumlah waktu maksimal yang sebaiknya dihabiskan di media sosial (Suhartati et al., 2021). Dari penjelasan yang diberikan pada pendahuluan, rumusan masalah penelitian yang dilaksanakan yakni: “apakah ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan kualitas tidur mahasiswa”. Tujuan Umumnya guna mengetahui hubungan pada penggunaan media sosial dengan kualitas tidur mahasiswa. Tujuan Khusus, Untuk melakukan identifikasi penggunaan media sosial pada mahasiswa, Untuk mengidentifikasi kualitas tidur mahasiswa, Untuk mengidentifikasi hubungan pada penggunaan media sosial dengan kualitas tidur mahasiswa. Penelitian yang dilaksanakan mempergunakan metodologi deskriptif dengan desain kuantitatif. Studi ini menggunakan teknik cross-sectional korelasionalTempat Peneltian Penelitian ini dilaksanakan di Akademi Keperawatan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Sampel penelitian ini terdiri dari 40 mahasiswa tahun kedua Akademi Keperawatan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara.Investigasi ini menggunakan teknik yang dikenal sebagai "total sampling". Seluruh populasi dimanfaatkan sebagai sampel penelitian. Nilai signifikansi bernilai 0,020 yang tidak mencapai 0,05 berarti ditolaknya hipotesis nol (Ho) dan diterimanya hipotesis alternatif (Ha).Dari hasil itu, memperlihatkan dimana sebagian besar responden dengan gangguan tidur sedang dan berat mempunyai tingkat intensitas penggunaan media sosial tinggi. Perkara tersebut memperlihatkan adanya pola hubungan antara tingkat gangguan tidur dan tingkat intensitas penggunaan media sosial, dimana tingkat intensitas tinggi cenderung menurun melalui tingkat gangguan tidur yang lebih tinggi.
Program Pengabdian Masyarakat untuk Pencegahan dan Penanganan Kekutuan Pada Siswa Sekolah Dasar Kartika X-3 Parongpong Kabupaten Bandung Barat Triwahyuni, Palupi; Widiyanti, Resa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13427

Abstract

ABSTRAK Seorang dosen sebagai insan pendidik di Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan Tri Darma. Salah satu bentuk perwujudan dari tanggung jawab tersebut adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melibatkan peran serta mahasiswa yang terbimbing merupakan perwujudan yang nyata dari kewajiban dan tanggungjawab dosen  dalam melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi. Bentuk pelaksanaan tersebut diaplikasikan  dalam  memberikan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat dalam hal ini adalah anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kartika X-3 Parongpong kabupaten Bandung Barat. Pengetahuan yang  masih kurang menyebabkan siswa kurang mampu melindungi dirinya dari penularan Pediculosis capitis atau kekutuan. Jumlah penderita  akibat kutu rambut semakin meningkat terutama pada anak-anak usia sekolah. Hal ini tentu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena rasa gatal, penderita akan menggaruk kulit kepalanya sehingga dapat berakibat infeksi pada kulit kepala. Akibatnya dapat mengganggu performa belajar khususnya pada siswa yang sedang menjalani pendidikan di sekolah. Wujud pelaksanaan pengabdian tersebut adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan kekutuan pada anak. Promosi dilakukan bagi siswa yang  merupakan kelompok usia  anak-anak dimana semua siswa bersekolah di sekolah yang sama.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa promosi kesehatan melalui penyuluhan kesehatan berisi tentang pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, sedangkan media promosi kesehatan berupa spanduk, poster dan juga leaflet untuk memudahkan sasaran  memahami informasi terkait materi yang dipaparkan. Sebelum pelaksanaan, maka didahului dengan observasi. Melakukan pengamatan secara langsung untuk melihat kebutuhan dari sasaran  dalam hal siswa SD. Pada sesi tersebut dilakukan tanya jawab dan memberikan pre & post test sebagai evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman sasaran. Hasil perhitungan  nilai rata-rata pre-test adalah 69.3 sedangkan hasil perhitungan nilai rata-rata post-test sebesar 75.4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sasaran tentang pencegahan dan penanganan kekutuan pada anak. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Siswa, Pencegahan dan Penanganan Kekutuan Pada Anak   ABSTRACT A lecturer as an educator in higher education has a responsibility to implement the Tri Darma. One form of manifestation of this responsibility is carrying out community service. The role of supervised students is a real embodiment of the obligations and responsibilities of lecturers in carrying out the Tri Darma of Higher Education. This form of implementation was applied incorrectly in the service of providing health promotion to community groups, in this case school-age children at Kartika X-3 Parongpong Elementary School, West Bandung district. Insufficient knowledge means students are less able to protect themselves from transmission of Pediculosis capitis or lice. The number of sufferers from head lice is increasing, especially in school-aged children. This can certainly cause discomfort due to itching, sufferers will scratch their scalp which can result in infection of the scalp. As a result, sufferers can disrupt learning performance, especially for students who are currently studying at school. Objective: The manifestation of this service is to provide health education through health promotion activities regarding the prevention and treatment of lice in children. Promotions are carried out for students who are in the children's age group where all students attend the same school. Research Method: Community service activities in the form of health promotion through health education containing health education. The method used is lectures and questions and answers, while health promotion media takes the form of banners, posters and leaflets to make it easier for targets to understand the information related to the material presented. Before implementation, it is preceded by observation. Conduct direct observations to see the needs of the target in terms of elementary school students. In this session, questions and answers were conducted and pre & post tests were given as an evaluation to determine the target's level of understanding. Results: The calculation result of the average pre-test score was 69.3, while the calculation result of the average post-test score was 75.4. Conclusion: So it can be concluded that there is an increase in target knowledge about preventing and treating lice in children.  Keywords: Health Promotion, Students, Prevention and Treatment of Lice in Children
Phenomenon of Smoking Behavior Among Adolescents Aged 10 to 18 Years in Parongpong District Inkiriwang, Daniel Hasian; Triwahyuni, Palupi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10906

Abstract

Smoking habits among adolescents aged 10–18 have reached alarming levels in Indonesia. This study aims to further understand how adolescents develop an addiction and a compulsion to smoke. This study used a qualitative design with a phenomenological approach. Data were analyzed using the phenomenological interpretation method (IPA). The results showed that the primary source of cigarettes predominantly came from peers, followed by family, and a small portion came from personal initiative. Adolescents have basic knowledge about the dangers of smoking, but their knowledge is still limited. Attitudes toward anti-smoking movements tend to be neutral and are not considered important. Smoking behavior in adolescents is largely influenced by peer pressure, curiosity, the search for identity, and the desire for group acceptance. The phenomenon of smoking among adolescents in Parongpong District is influenced not only by health knowledge but also by social, symbolic, family, and adolescent psychosocial development factors. Smoking behavior is more influenced by the social meaning of cigarettes as a symbol of maturity and the process of identity search than by rational knowledge about health risks. Thus, this phenomenon is not only a health behavior, but also a complex social phenomenon.
Hubungan Lingkungan Belajar Klinik Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pembelajaran Klinik Mahasiwa Keperawatan Universitas Advent Indonesia Jowanda Nathasya; Palupi Triwahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44477

Abstract

Praktik klinik merupakan tahapan penting dalam dunia pendidikan keperawatan. Lingkungan pembelajaran klinik yang positif serta mendukung para mahasiswa saat praktik, mampu menurunkan tingkat kecemasan sehingga mahasiswa percaya diri dalam melakukan praktik lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan klinik yang dialami oleh mahasiswa dan tingkat kecemasan yang dialami selama melakukan pembelajaran klinik, serta memahami hubungan antara lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 2 yang melakukan praktik klinik keperawatan dengan sampel sebanyak 61 mahasiswa. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 35 (57,38%), sedang sebanyak 20 (32,79%) dan berat sebanyak 6 (9,84%). Sedangkan pada lingkungan belajar klinik menyatakan perolehan hasil yang baik pada kategori perseptual 2 dengan rata-rata nilai 4,44%. Hasil korelasi pearson, menunjukkan hubungan yang relevan antara lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan dengan p-value = 0,004 (<0,05).
Studi Fenomenologis: Pengalaman Mahasiswa Broken Home di Universitas Advent Indonesia Angel Ryanti Simanjuntak; Palupi Triwahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa broken home di Universitas Advent Indonesia dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh mahasiswa yang memiliki latar belakang keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman broken home memberikan dampak emosional, sosial, dan spiritual yang signifikan. Mahasiswa mengalami fase kesedihan, kehilangan, dan kebingungan, namun seiring waktu mampu menyesuaikan diri dan memaknai pengalaman tersebut sebagai sarana pertumbuhan pribadi. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan kampus berperan penting dalam membantu proses penerimaan diri dan pembentukan ketahanan pribadi (resilience). Selain itu, nilai-nilai spiritual terbukti menjadi faktor utama yang memperkuat proses pemulihan dan kedewasaan emosional. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkuat teori sistem keluarga Murray Bowen tentang kemampuan individu dalam menata kembali keseimbangan emosional melalui differentiation of self. Dengan demikian, mahasiswa broken home tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi individu yang resilien, reflektif, dan matang secara spiritual.