Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Psychology Science

Hubungan Persepsi Dukungan Sosial dengan Resiliensi Anak & Remaja Indonesia Selama Pandemi COVID-19 Anandita Ramadhyani; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.506 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.1042

Abstract

Abstract. The COVID-19 pandemic is a collective event that affecting psychological conditions and brings adversities, including for Indonesian children and adolescents. Help and support perceived by children and adolescents helps them to get out of the difficult situations during the pandemic. This study aims to find out the correlation between perceived social support and resilience in Indonesia children and adolescents during the COVID-19 pandemic. This study was conducted using a quantitative approach and correlational methods through an online survey with a sample of 3,115 children and adolescents aged 10-18 years living in Indonesia. Measuremets were done using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support and Children and Youth Resilience Measure Revision (CYRM-R) to measure resilience. The analysis technique was carried out using Spearman Rank correlation wih the results of 0.577 and p-value (Sig.) = 0.000 < α = 0.01 which showed a positive and moderate correlation between perceived social support and resilience. Abstrak. Pandemi COVID-19 merupakan kejadian kolektif yang mempengaruhi kondisi psikologis dan membawa kesulitan, termasuk bagi anak dan remaja Indonesia. Bantuan dan dukungan yang diperspsi oleh anak dan remaja membantu mereka untuk keluar dari keadaan sulit di masa pandemi. Penelitian ini ditujukan unuk mencari tahu keterkaitan antara persepsi dukungan sosial dengan resilensi pada anak dan remaja Indonesia selama pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional melalui online survey dengan sampel sebanyak 3,115 anak dan remaja berusia 10-18 tahun di wilayah Indonesia. Pengukuran dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur persepsi dukungan sosial dan Child and Youth Resilience Measure Revision (CYRM-R) untuk mengukur resiliensi. Teknik analisis dilakukan menggunakan korelasi Rank Spearman engan hasil 0.577 dan p-value (Sig.) = 0.000 < α = 0.01 yang menunjukkan koreasi sedang (moderate) yang positif antara persepsi dukungan sosial dengan resiliensi.
Hubungan Fungsi Keluarga dengan Subjective Well-Being Siswa SMP Negeri di Kota Tasikmalaya Selama COVD-19 Desy Dewi Suminar; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.079 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i1.1070

Abstract

Abstract. Adolescence is a period of transition to adulthood where there are many problems of life, individual conflicts and pressures that come from family, school and external parties. Therefore, children in their teens need attention and direction from their parents. Therefore, the functioning of the family, especially parents, has the potential to affect their subjective well-being . Especially during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to find out how closely the relationship between family functsion and subjective well-being in State Junior High School students in Tasikmalaya during COVID-19. The research method used is a correlational method with a quantitative approach. The sampling technique used is cluster random sampling. The size of the research sample is 400 students from 21 junior high schools throughout the city of Tasikmalaya. Data collection techniques were carried out using a questionnaire. Furthermore, the data obtained were processed by calculating the Spearman correlation test. The results showed that the relationship between family function and subjective well-being had a strong correlation, with a correlation coefficient of 0.767 with a significance level of 0.000. This means that there is a significant positive relationship between family function and subjective well-being students'during COVID-19. The higher the family function, the higher the subjective well-being of state junior high school students in Tasikmalaya City during COVID-19. Abstrak. Usia remaja merupakan masa transisi menuju usia dewasa dimana pada masa ini bermunculan banyak problematika kehidupan, konflik individual serta tekanan-tekanan yang bersumber dari keluarga, sekolah maupun dari pihak eksternal. Oleh karenanya anak di usia remaja membutuhkan perhatian dan arahan dari orang tuanya. Oleh karena itu, keberfungsian keluarga, terutama orang tua berpotensi memengaruhi subjective well-being mereka. Terutama di masa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan fungsi keluarga dengan subjective well-being pada siswa SMP Negeri di Tasikmalaya selama COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Besarnya anggota sampel penelitian yaitu 400 siswa dari 21 SMP se-Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya, data yang diperoleh diolah dengan perhitungan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan fungsi keluarga dengan subjective well-being memiliki korelasi kuat, yaitu dengan koefisien korelasi sebesar 0.767 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000. Artinya terdapat hubungan yang positif signifikan antara fungsi keluarga dan subjective well-being siswa selama COVID-19. Semakin tinggi fungsi keluarga maka semakin meningkat subjective well-being siswa SMP Negeri di Kota Tasikmalaya selama COVID-19.
Pengaruh Self Disclosure terhadap Stres Akdemik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Unisba Rahmani Afifa Kurniasani; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.697 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3042

Abstract

Abstract. Academic stress is stress that comes from academic activities and burdens. Thesis for students is an obligation that must be completed within a certain period of time. During the thesis process, some students took longer than the specified time. Many factors can affect student delays when compiling a thesis. Seeing the impact of stress that is not light, the right technique is needed to minimize and overcome the impact of stress so that it does not get worse and prolonged. One way to find out about the situation is to open up. The purpose of this study was to determine how much influence self-disclosure has on stress levels in final year students who are late in completing their thesis at the Islamic University of Bandung. The method used in this study is the method of causality. Respondents in this study were active students of the Islamic University of Bandung who were reluctant to write a thesis and had exceeded the study period, amounting to 225 people. The data analysis technique used in this research is Simple Linear Regression Analysis. The results of this study indicate that there is an effect of 43.3%. Abstrak. Stres akademik adalah stres yang bersumber dari aktivitas dan beban akademik. Skripsi bagi mahasiswa merupakan kewajiban yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu. Pada saat proses pengerjaan skripsi, beberapa mahasiswa membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang sudah ditetapkan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan mahasiswa saat menyusun skripsi. Melihat dampak stres yang tidak ringan, perlu teknik yang tepat untuk meminimalisir dan menanggulangi dampak stres agar tidak semakin buruk dan berkepanjangan. Salah satu upaya untuk mengetahui situasi tersebut adalah dengan membuka diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh self-disclosure terhadap tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir yang terlambat menyelesaikan skripsi di Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausalitas. Responden dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa aktif Universitas Islam Bandung yang sengan menyusun skripsi dan telah melampaui masa studi yang berjumlah 225 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebesar 43,3%.
Pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap Stress Akademik Mahasiswa yang sedang Mengerjakan Skripsi Mochammad Raihan Rabbani; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5188

Abstract

Abstrak - Stres akademik adalah tekanan yang bersumber dari aktivitas-aktivitas akademik. Skripsi menjadi kewajiban mahasiswa yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan study sarjananya. Stress akademik dan Academic Self-Efficacy adalah dua teori yang terkait erat (Zajacova et al., 2005). Keyakinan pribadi seperti self-efficacy sangat berguna untuk menilai tekanan dari lingkungan yang akan diterjemahkan sebagai ancaman atau tantangan. Akan tetapi banyak dari penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa hasil dari kedua variable tersebut cukup kecil. Dari beberapa penelitian sebelumnya, terdapat kesamaan dalam populasi, dimana populasi yang diambil dalam penelitian sebelumnya terlalu luas dan tidak memiliki kriteria sampel yang spesifik. Penelitian ini meneliti tentang seberapa besar pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap Stress akademik mahasiswa psikologi UNISBA Angkatan 2018 yang memiliki karakteristik terkena dampak pembelajaran kurang efektif dari pembelajaran jarak jauh. Metode yang dilakukan dala penelitian ini adalah metode kuantitatif. Responden penelitian ini yaitu mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung yang sedang mengerjakan skripsi yang sesuai dengan kriteria berjumlah 41 mahsiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Academic Self-Efficacy memiliki pengaruh terhadap Stress akademik dan memiliki besar pengaruh 44,4%. Kata Kunci: Mahasiswa, Efikasi Diri Akademik, Stress Akademik Abstract- Academic stress is pressure that comes from academic activities. Thesis is a student obligation that must be completed to complete their undergraduate studies. Academic stress and Academic Self-Efficacy are two closely related theories (Zajacova et al., 2005). Personal beliefs such as self-efficacy are very useful for assessing pressure from the environment which will be interpreted as a threat or a challenge. However, many previous studies have proven that the results of these two variables are quite small. From several previous studies, there were similarities in the population, where the population taken in the previous study was too broad and did not have specific sample characteristics. This research examines how much influence Academic Self-Efficacy has on the academic stress of psychology students at UNISBA Batch 2018 which has less effective learning impact characteristics than distance learning. The method used in this study is a quantitative method. The respondents of this study were 41 students from the Faculty of Psychology at the Universitas Islam Bandung who were working on a thesis that met the criteria. The data analysis technique used in this study is Simple Linear Regression Analysis. The results of this study indicate that Academic Self-Efficacy has an influence on academic stress and has a large influence of 44.4%. Keywords: Student, Academic Self-Efficacy, Academic Stress
Hubungan antara Aktivitas Selfie dengan Self-Esteem pada Wanita Emerging Adulthood Valiant Almer Maulana; Wahyudi, Hedi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9860

Abstract

Abstract. In today's digital era, social activities are carried out in the digital world through social media. Individuals can express themselves through personal uploads, namely by uploading selfies. Several studies have found that uploading selfies is associated with several positive impacts for the uploaders, including self-esteem. However, there are several studies that see that selfies can reduce self-esteem. Research also found a positive relationship between selfie activities and narcissism, which is a form of imbalanced self-esteem. There is even research that finds no relationship between self-esteem and selfie activities. The aim of this research is to see whether there is a relationship between selfie activities and self-esteem in emerging adulthood women. The subjects of this research were 103 emerging adulthood women in Bandung City. This research uses the Self-Esteem Scale (SFS) measuring tool by Boursier and Manna (2018) which has been adapted into Indonesian by Henryan and Simanjuntak (2022), and the Self-Esteem measuring tool by Hanifah and Aslamawati (2016). The analysis technique used is the Kendall's Tau correlation test. The results found that there was no significant relationship between selfie activities and self-esteem in emerging adulthood women in Bandung City with a value of r = .061 and a significance value of p = .376 > .05. Abstrak. Pada zaman serba digital saat ini, kegiatan sosial dilakukan hingga pada dunia digital melalui media sosial. Individu dapat mengekspresikan diri melalui unggahan pribadinya, yaitu dengan mengunggah selfie. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengunggah selfie berhubungan dengan beberapa dampak positif bagi para pengunggahnya, termasuk terhadap self-esteem. Akan tetapi, ada beberapa penelitian yang melihat bahwa selfie dapat menurunkan self-esteem. Ditemukan juga penelitian yang menemukan adanya hubungan positif antara aktivitas selfie dengan narsisme, yang merupakan salah satu bentuk dari tipe self-esteem yang tidak seimbang. Bahkan ada penelitian yang tidak menemukan hubungan antara self-esteem dengan aktivitas selfie. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah hubungan antara aktivitas selfie dengan self-esteem pada wanita emerging adulthood. Subjek penelitian ini adalah 103 wanita emerging adulthood di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan alat ukur Swafoto-Frequency Scale (SFS) oleh Boursier dan Manna (2018) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Henryan dan Simanjuntak (2022), dan alat ukur Self-Esteem oleh Hanifah dan Aslamawati (2016). Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas selfie dengan self-esteem pada wanita emerging adulthood di Kota Bandung dengan nilai r = .061 dan nilai signifikansi p = .376 > .05.
Hubungan Self Control dengan Smartphone Addiction pada Siswa Sma X di Kabupaten Bandung Barat Fadila Zulfa Amara; Wahyudi, Hedi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9940

Abstract

Abstract. The rapid development of technology affects the life of education, work, and in everyday life. One technology that is growing very quickly is the smartphone, which is part and not missed, especially among students. Excessive use of smartphones can cause dependence to the end of daily life. This can be overcome if you have self-control, the reality is that students have not been able to overcome and carry out tasks as students so as not to experience dependence. The purpose of this study was to determine the relationship between self-control and smartphone addiction in students of SMA X Bandung Barat. The method used was quantitative and correlational research design with a total subject of 300 students. The sampling technique used is Purposive Sampling with an analysis technique that tests the Spearman Rank Correlation. Data collection in this study used the Smartphone Addiction Proneness Scale (SAPS) questionnaire from Kim et al (2014) and Self Control (Averill, 1973). The results showed that there was a significant negative relationship between Smartphone Addiction and Self Control in SMA X students in Kabupaten Bandung Barat shown by Spearman correlation values of r = - 0.706 and p = 0.000 (p < 0.05). There is a relationship between self-control and smartphone addiction in students of SMA X Kabupaten Bandung Barat. Abstrak. Semakin pesat perkembangan teknologi berpengaruh dalam kehidupan pendidikan, pekerjaan, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu teknologi yang berkembang sangat cepat yaitu smartphone, yang menjadi bagian dan tak terlewatkan khusunya di kalangan siswa. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan hingga berdapak pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat diatasi jika memiliki adanya self control, realitasnya siswa belum mampu mengatasi dan menjalankan tugas sebagai pelajar agar tidak mengalami ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan self control dengan smartphone addiction pada siswa SMA X Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan desain penelitian korelasional dengan jumlah subjek 300 siswa. Teknik Sampling yang digunakan Purposive Sampling dengan teknik analisis yang Uji Korelasi Rank Spearman. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kusioner Smartphone Addiction Proneness Scale (SAPS) dari Kim et al (2014) dan Self Control (Averill, 1973). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara antara Smartphone Addiction dan Self Control pada siswa SMA X di Kabupaten Bandung Barat ditunjukkan dengan nilai korelasi Spearman sebesar r = - 0.706 dan p = 0.000 (p<0.05). Terdapat hubungan antara self control dengan smartphone addiction pada siswa SMA X Kabupaten Bandung Barat.