Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Lisan Kinoho/Lolamoa (Pantun): Sutiyana Fachruddin; Asriani .
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1, Februari 2013
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7887.644 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v2i1.41

Abstract

ABSTRACT Every indigeneous culture is an asset that has a value that should be in the preserve history, passed down continuously from one generation to the next. Oral Tradition as a culture heritage can be used as one of the entrances to further understand the people and their culture. Oral Tradition should be used at the present time to revive the values of good for people in their life. An important role of tradition in a society lies in its ability to communicate the tradition, knowledge, and certain etnic custom, or can be describe human experiences in both individual and social dimension, to the other ethnic groups. This oral tradition consisted of several forms, such as rhyme. For the people of Tolaki, rhyme reffered to as kinoho or lolamoa. This verse is usually delivered in a traditional ceremony, reception as guests at the wedding or government guests who come to visit. Kinoho or lolamoa contains satire, advices, oath and covenant. Key words: rhyme, lokal wisdom message, oral tradition, people of etnic Tolaki
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa : Desa Lelamo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara Erni Asriani; Syamsul Alam; Sutiyana Fachruddin
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol 1, No 1 (2021): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu O

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.145 KB) | DOI: 10.52423/pamarenda.v1i1.19308

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan dalam mengelola BUMDes di Desa Lelamo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan dalam mengelola BUMDes masih kurang maksimal dalam membimbing, mengawasi dan memberikan nasihat kinerja terhadap pengurus BUMDes. Dalam perencanaan pengelolaan BUMDes hanya sebagian masyarakat yang dilibatkan dan seharusnya pemerintah desa harus memberikan bimbingan kepada para pengurus BUMDes Wacu E’a, juga Pada tahap pelaksanaan pengelola belum maksimal, karena kurangnya organisasi kepengurusan yang hanya terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara tidak ada anggota sehingga tugas dan fungsi dalam pengelolaan BUMDes tidak efektif. Kata kunci : Kemampuan, Pengelolaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat Pada Kelompok Wanita Tani dan Majelis Taklim Muh. Yusuf; Muhammad Amir; Sutiyana Fachruddin; Masrul Masrul; Dewi Anggraeni; Ade Putra
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v3i1.48

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Majelis Taklim di Desa Tirta Martani, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan dilaksanakan secara luring melalui penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas perempuan dalam mengelola potensi sumber daya lokal guna mendukung kesejahteraan keluarga. Keluaran dari kegiatan ini mencakup meningkatnya pemahaman teoritis masyarakat dan aparatur desa mengenai pemberdayaan perempuan, serta komitmen baru untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya sayuran. Selain itu, kegiatan ini berhasil merevitalisasi peran sosial dan ekonomi Majelis Taklim sebagai wadah pembelajaran komunitas dan penguatan spiritual. Pengabdian ini menunjukkan pentingnya integrasi antara pemberdayaan pertanian dan aktivitas keagamaan dalam pendekatan partisipatif untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi perempuan di wilayah pedesaan