Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERKEMBANGAN FUNGSI PENGGUNAAN BAHASA PADA ANAK USIA 5 TAHUN (Studi Kasus pada Azza Aqila Jihan Syuasabitha) Ali Kusno
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 12, No 1 (2017): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.409 KB) | DOI: 10.26499/loa.v12i1.1572

Abstract

5 years old kid is the golden age of sensitive periods. One that developed was the pragmatic function of the language used. The development of these functions is in line with their physical, mental, intellectual, and social development. This research is related to the development of children's language function, with case examples to Azza Aqila Jihan Syuasabitha (Jihan). Data collection in this study is used observation techniques. The subject of this study is the author's own child. This study aims to describe the development of Jihan's speech as a child that is 5 year old based on the grouping of language functions according to M.A.K Halliday. The results showed that the child was able to apply the overall function of language used that is instrumental, regulatory/dogmatic, interactional, personal, heuristic, imaginative, and representational. The function of language use that is the most rapidly growing is function imaginative. The achievement is influenced by biological factors (parents who have good language skills) and social environment (at home, school and others).
ANALISIS WACANA KRITIS TEKS BERITA JAWA POS TERKAIT PENETAPAN DAHLAN ISKAN SEBAGAI TERSANGKA KASUS GARDU INDUK PLN DAN MOBIL LISTRIK (SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS) Ali Kusno
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 13, No 2 (2015): Vol. 13, No. 2, Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v13i2.1204

Abstract

Dahlan Iskan, usually called DI, determined the suspect by the Jakarta High Court in the case of PLN substation and electric cars. DI as an opportunity to direct the owner of Jawa Pos Group in the news related to him. Or it could be without being directed, by itself Jawa Pos down the news that defending DI. This study aims to describe the structure of the text, discourse practice, and ideology news Jawa Pos. This study uses descriptive qualitative critical discourse analysis approach Fairclough models. This research data in the form of documents. Data source document that is news in www.jawapos.com. Based on textual analysis (micro analysis), analysis of discourse practice and socio-cultural dimensions of practice (macro) indicates that Jawa Pos forming diverse ideologies: DI innocent; DI measures taken as a breakthrough over the various problems facing the nation; DI policy conducted entirely in the interests of society; DI own wealth so it is not possible corruption; Errors that occur a former subordinate fault DI; DI being a knight to take over responsibility.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA USTAZ YUSUF MANSYUR: DESKRIPSI ATAS TAUSIAH YANG BERJUDUL KUN FAYAKUN Ali Kusno
Jurnal Bebasan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v3i1.35

Abstract

Retorika mengajarkan teknik pemakaian bahasa yang elegan dan persuasif baik lisan maupun tulisan. Retorika modern bertolak dari beberapa prinsip dasar yang salah satunya adalah mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa tausiah Ustaz Yusuf Mansyur yang berjudul Kun Fayakun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen. Sumber data dokumen yaitu rekaman tausiah Kun Fayakun yang diunggah di Youtube. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa dalam tausiah tersebut adalah sebagai berikut: Gaya bahasa Betawi, seperti: dateng, iye, elu, dan laper; Gaya bahasa percakapanyang digunakan pada keseluruhan tausiah. Gaya bahasa mulia dan bertenaga (nada suara rendah, ada suara tinggi, dan memanjangkan pelafalan kata); Berbagai gaya bahasa repetisi (epizeuksis, anafora, anadikplosis, mesodiplosis); Gaya bahasa parabola/parabel; Gaya analogi yang panjang; Gaya bahasa pertanyaan retoris; Gaya bahasa hiperbol; Gaya bahasa personifikasi; Penggunaan humor; Gaya bahasa antiklimaks; dan Gaya Bahasa Klimaks.
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN FACEBOOK NAJWA SHIHAB DALAM AKSI MAHASISWA TOLAK RUU KUHP DAN REVISI UU KPK Ali Kusno
Jurnal Bebasan Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v7i1.103

Abstract

Aksi unjuk rasa menuntut penolakan terhadap RUU KUHP dan revisi UU KPK berujung rusuh diikuti oleh elemen mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu tokoh publik yang gencar memberikan narasi sejalan dengan mahasiswa adalah Najwa Shihab. Najwa Shihab melalui unggahan-unggahannya menurut warganet justru memprovokasi aksi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan tanggapan terhadap netralitas Najwa Shihab sebagai seorang jurnalis yang diungkapkan dalam kolom komentar akun facebook Najwa Shihab. Pendekatan penelitian menggunakan analisis wacana kritis Model Fairclough. Pendekatan itu memungkinkan penggunaan bahasa dalam wacana ditempatkan sebagai praktik sosial; wacana atau penggunaan bahasa dihasilkan dalam sebuah peristiwa diskursif tertentu; dan wacana yang dihasilkan berbentuk sebuah genre tertentu. Data penelitian berupa wacana komentar warganet dalam kolom komentar akun facebook Najwa Shihab. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan warganet menanggapi ungahan Najwa Shihab dianggap memperkeruh suasana. Bagi sebagian publik gerakan mahasiwa tersebut tidak murni dan ada tujuan terselubung. Najwa Shihab membuat narasi yang mengesankan mewakili suara masyarakat Indonesia. Warganet mengingatkan perlu disadari bahwa juga ada masyarakat yang tidak mendukung dan memilih diam.Najwa Shihab dianggap tidak berimbang dalam mengundang narasumber dan kebablasan. Banyaknya warganet yang memojokkan Najwa dianggap sebagai sebuah karma yang tunai. Diharapkan Najwa Shihab dapat melihat kasus sentitif yang terjadi di masyarakat secara lebih bijaksana sehingga tidak terjadi disinformasi.
Analisis Wacana Kritis Cuitan Fahri Hamzah (FH) Terkait Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Kusno; Nur Bety
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.462

Abstract

Fahri Hamzah (FH) is one of the leaders in parliament who often criticizes the Corruption Eradication Commision (KPK) through his Twitter account. One of them is the submission of the right of inquiry of KPK. This study will reveal the perception of FH through his tweet on July, 2—26, 2017. The perception disclosure is analyzed using the Fairclough model. Research content based on the textual analysis (micro analysis) shows that the text structure is short and directly convey the content of the speech. Substantially, the text reveals various perceptions of FH, such as the people treated to drama about KPK, KPK is always considered true and the media is not objective. The transitive aspect indicates that FH reinforces negative things and negates positive things. There is an emphasis on the wrack of KPK. The modalities function is in the form of a speech that strengthens the need for special committee’s of the right of inquiry of KPK. The use of vocabulary overall illustrates the negative opinion and pessimism related to the performance of the KPK. The use of cynicism, sarcasm and satire styles colors the entire FH’s tweets. The analysis based on the dimension of discourse practice (meso-level) indicates that FH’s views are contrary to the public opinion. The Special Committee of KPK is considered as an effort to protect the members of parliament who are involved in e-KTP case. The analysis based on the social cultural practice dimension (macro-level) indicates that FH is one of the politician who often criticizes the performance of KPK, including the handling of e-KTP case. AbstrakFahri Hamzah (FH) merupakan salah satu pimpinan di DPR yang sering mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui akun Twitter-nya. Salah satunya adalah masalah pengajuan hak angket KPK. Penelitian ini akan mengungkapkan persepsi FH melalui cuitan di Twitter pada tanggal 2—26 Juli 2017. Pengungkapan persepsi tersebut dianalisis menggunakan model Fairclough. Hasil penelitian berdasarkan analisis tekstual (analisis mikro) menunjukkan bahwa struktur teks pendek dan langsung menyampaikan isi tuturan. Adapun secara substansi teks mengungkapkan beragam persepsi FH, seperti masyarakat disuguhi drama tentang KPK, KPK selalu dianggap benar, dan media berlaku tidak objektif. Aspek ketransitifan menunjukkan FH menguatkan hal-hal negatif dan meniadakan hal positif. Terdapat penekanan tentang kebobrokan KPK. Fungsi modalitas berupa tuturan yang menguatkan perlunya Pansus Angket KPK. Penggunaan kosakata secara keseluruhan menggambarkan pandangan negatif dan pesimisme terkait kinerja KPK. Penggunaan gaya bahasa sinisme, sarkasme, dan satire mewarnai keseluruhan cuitan FH. Analisis berdasarkan dimensi praktik wacana (level menengah) menunjukkan bahwa pandangan FH berseberangan dengan opini publik. Pansus KPK dianggap sebagai upaya melindungi anggota DPR yang terlibat kasus e-KTP. Adapun analisis berdasarkan dimensi praktik sosial budaya (level makro) menunjukkan bahwa FH termasuk politisi yang sering mengkritik kinerja KPK, termasuk penanganan kasus e-KTP.
Gaya Bahasa Pidato Jokowi dalam Pembukaan Annual Meetings Imf-World Bank Group di Bali Ali Kusno; Wenni Rusbiyantoro
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.995

Abstract

This study aims to describe the use of language within President Jokowi's Game of Thrones speech in opening Annual Meetings IMF-World Bank Group. The research method is descriptive qualitative. Data and sources data in the form of speech transcript published in TribunJabar.id. The results of the analysis showed that overall using official language style, mixed codes, medium language, high pitch, anaphoric reps, mesodiplosis reps, long analogies, rhetorical questions, hyperbole, metaphors, fresh humor, antithesis, and climax in closing. In substance and packaging, President Jokowi's speech was so good. The speech was able to amaze the audience. The listeners of the speech will understand better if they also master the Game of Trones reference series. Further research on the language style of President Jokowi's speech in different forums will reveal different language styles according to the forum that was delivered. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam pidato Presiden Jokowi Game of Thrones saat pembukaan Annual Meetings IMF-World Bank Group. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dan sumber data berupa transkrip pidato yang dimuat di Tribun Jabar.id. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan menggunakan gaya bahasa resmi, campur kode, bahasa menengah, nada suara tinggi, repetisi anafora, repetisi mesodiplosis, analogi yang panjang, pertanyaan retoris, hiperbol, metafora, humor-humor segar, antitesis, dan klimaks sebagai penutup.  Secara substansi dan kemasan, pidato Presiden Jokowi begitu baik. Pidato tersebut mampu memukau hadirin. Bagi pendengar pidato tersebut akan lebih memahami apabila juga menguasai referensi serial Game of Trones. Penelitian lanjutan tentang gaya bahasa pidato Presiden Jokowi dalam forum yang berbeda akan mengungkapkan gaya bahasa yang berbeda sesuai dengan forum yang disampaikan.