Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Program promosi kesehatan dalam upaya mencegah pernikahan dini Asnuddin Asnuddin; Andi Palla; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4335

Abstract

The knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion program Background: Adolescence is a period of human life that is very strategic, important and has a broad impact on subsequent developments.Marriage at an early age is prone to reproductive health problems and is prone to stress. Health education media such as videos can be used as a tool in providing health education. The use of video media in providing health education is considered very appropriate to convey health messages to the public, especially among adolescents.Purpose: To determine the effect of the knowledge of early marriage practices and the health impacts among adolescent in a health promotion programMethod: Quantitative research with "Quasi Experiment" design with two Group Pretest-Posttest Design approach. Sampling using purposive sampling, the sample in this study were teenage students, with a total population and sample of 94 participants who were divided into two groups, namely groups with online media whatsapp and zoom with 47 participants and groups with offline media face-to-face 47 participants. For the measurement of knowledge using 20 questions with 3 categories, namely Good score 29-40, Enough score 24-28, Less score 0-23. Where the lowest score is 0 and the highest score is 40. The results of the analysis used the T test with a significance level of = 0.05 which was carried out with the help of the SPSS computer program.Results: The study show by nonparametric test using the Wilcoxon test, it was found that the value of p = 0.000, because the value of p = 0.000 <0.05 (α).Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant influence between health promotion and online media in preventing early marriage.Keywords: The knowledge; Early marriage practices; Health impacts; Adolescent; Health promotion programPendahuluan: Masa remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pernikahan di usia dini rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta mudah mengalami stress. Media pendidikan kesehatan seperti video dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penggunaan media video dalam memberikan pendidikan kesehatan dirasa sangat tepat untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kalangan Remaja.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan terhadap kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain “Quasi Experiment” dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu remaja siswa/siswi, dengan jumlah populasi dan sampel 94 partisipan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan media online whatsapp dan zoom dengan 47 partisipan dan kelompok dengan media offline tatap muka 47 partisipan. Untuk pengukuran pengetahuan menggunakan 20 pertanyaan dengan 3 kategori yaitu Baik skor 29-40, Cukup skor 24-28, Kurang skor 0-23. Dimana skor terendah 0 dan skor tertinngi 40. Hasil analisis menggunakan uji T dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 yang dilakukan dengan bantuan program computer SPSSHasil: Dari hasil nonparametric test dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000, oleh karena nilai p=0.000<0.05 (α).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dengan media online dalam mencegah pernikahan dini .
Pengaruh kupas baik mahasiswa terhadap penerapan pelayanan Islami pada pasien rawat inap Nurjanna Nurjanna; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.2844

Abstract

The  student's kupas baik in application of Islamic services among hospitalized patientsBackground: Kupas baik is a program of activities carried out by the Office of International Affairs, Cooperation and Development of Al-Islam & Kemuhammadiyahan which is one of the implementations of Muhammadiyah's higher education goals, namely the establishment of Islam and the Muhammadiyah. This educates and enlightens all academicians.Purpose: To analyze the effect of Kupas baik Lecture Program in application of Islamic services among hospitalized patientsMethod: A pre-experimental research method with a one-shot case study design. The study population was 105 people and sample amounted to 93 respondent by purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The data analysis technique uses One-Way Anova.Results: The calculated F value of 35.76 and the F table value is 3.10 so that the calculated F value <F table (35.76 <3.10) means that there is a good linear effect on Islamic services.  Conclusion: It is expected that the application of an Islamic service model as an alternative for treatment of patients as well as providing medical care and nursing is framed by Islamic principles with holistic approaches in the form of biopsico-social-cultural and spiritual servicesKeywords: Student; Kupas baik; Application; Islamic services; Hospitalized; PatientsPendahuluan: Kegiatan Kuliah Pas Sepuluh Menit Belajar Al- Islam dan Kemuhammadiyahan    (KUPAS BAIK) adalah program kegaiatan yang dilakukan oleh Kantor Urusan Internasional , Kerjasama dan Pengembangan Al- Islam & Kemuhammadiyahan yang merupakan salah satu implementasi dari tujuan pendidikan tinggi Muhammadiyah yaitu terbinanya keislaman dan kemuhammadiyahan yang mencerdaskan dan mencerahkan bagi seluruh civitas akademika.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh Program Kuliah Pas Sepuluh Menit (Kupas Baik) Mahasiswa Terhadap Penerapan Pelayanan Islami  Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Nene Mallomo Kabupaten   SidrapMetode: Penelitian pre-experimental design dengan desain one-shot case study. Populasi penelitian 105 orang . Sampel berjumlah  93 orang. Tekhnik Pengambilan Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Teknik analisa data menggunakan One- Way  Anova.Hasil: Nilai F hitung sebesar 35,76  dan nilai F tabel yaitu 3,10 sehingga nilai F hitung < F tabel ( 35,76 < 3,10) artinya ada pengaruh linear kupas baik terhadap pelayanan Islami.  Simpulan: Diharapkan penerapan model  pelayanan yang islami sebagai salah satu alternative untuk pengobatan  pada pasien serta memberikan asuhan medik dan keperawatan yang dibingkai dengan kaidah – kaidah islam dengan pendekaan holistic dalam bentuk pelayanan biopsiko-sosial-kultural maupun spiritual
Sosialisasi dan Pemberian Vaksin dalam Rangka Menghadapi Kuliah Tatap Muka di ITKES Muhammadiyah Sidrap Wilda Rezki Pratiwi; Nur Laela; Edy Arsyad; Resmawati Resmawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JAMSI - November 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.935 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.119

Abstract

Wabah Corona virus disease 2019 (COVID-19) memberikan tantangan bagi lembaga pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi. Bentuk perkuliahan yang dapat dijadikan solusi dalam masa pandemi COVID-19 adalah pembelajaran daring. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang perguruan tinggi untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka (konvensional). Salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran pandemic COVID-19 yaitu dengan pemberian vaksin. maka dari itu perlu adanya wadah untuk layanan pemberian vaksin. Perguruan Tinggi Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap merupakan salah satu institusi yang bergerak dibidang kesehatan ikut mendukung program pemerintah Indonesia. Metode kegiatan: analisis kebutuhan, sosialisasi dan vaksinasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu: bahwa Tenaga Pendidik dan kependidikan sebagai salah satu penggerak kemajuan suatu bangsa telah dipersiapkan terlebih dahulu untuk kembali mengadakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan anjuran pemerintah.
Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu dengan Produksi ASI Post Partum Hari I-VII di Masa Pandemi Covid-19 Sutriyesi Sutriyesi; Wilda Rezki Pratiwi; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Bidan Komunitas Vol 5, No 3 (2022): Edisi September
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v5i3.5370

Abstract

Latar belakang: Periode post partum, ibu mengalami gangguan psikologi  pada masa nifas. Faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam proses menyusui dapat disebabkan salah satunya adalah  karena tidak keluarnya ASI. Ibu yang mengalami kecemasan, stres, pikiran tertekan, tidak tenang, sedih, dan tegang akan mempengaruhi kelancaran ASI. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan  tingkat kecemasan ibu  dengan produksi ASI post partum hari ke I-VII dimasa pandemi Covid-19 di UPT Puskesmas Kalosi Kabupaten Enrekang. Metode :Desain penelitian : Jenis penelitian ini survey analitik menggunakan desain cross      sectional. Analisa data menggunakan uji chi square.Sampel adalah Ibu postpartum dengan jumlah sampel 31 orang. Tekhnik Pengambilan sampel nonprobability sampling . Hasil: Hasil uji statistik diperoleh hasil p-value : 0,001 α : 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada hubungan Tingkat kecemasan ibu dengan produksi ASI  post partum hari I-VII dimasa pandemi covid-19 di UPT Puskesmas Kalosi kabupaten Enrekang. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan ibu dengan produksi ASI  post partum hari I-VII dimasa pandemi Covid-19.
Pengaruh metode brainstorming dan audiovisual terhadap perilaku ibu balita terhadap pencegahan stunting Sitti Hasriani; Ariyana Ariyana; Wilda Rezki Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.7608

Abstract

Background: Stunting is a problem of malnutrition that is still experienced by toddlers throughout the world, including in Indonesia. Stunting is a condition of failure to grow to achieve normal growth caused by poor nutritional status for a long period of time. Prevention and handling of stunting can be done by increasing the mother's knowledge so that children avoid stunting. Providing education to mothers can be done using brainstorming and audiovisual methods on stunting preventionPurpose: Analyzing the effect of the brainstorming and audiovisual methods on the behavior of mothers under five in stunting preventionMethod: Quantitative research with a Quasi-Experimental design method using the pretest-posttest two-group design research design, was done in June-August 2022 in Belawae village. The population in this study were all mothers of children under five with a sample of 40 participants, namely 20 participants for the intervention group and 20 participants for the control group taken by purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. Univariate data analysis uses frequency distribution and bivariate using Pearson Chi-Square and bivariate analysis uses the Wilcoxon test and independent using Mann-Whitney.Results: Showed a significant value in the intervention group before and after education with the Brainstorming Method, p-value = 0.001 (ρ <0.05) there were differences in behavior before and after education. In the control group who was educated by the audiovisual method, it showed a significant value with p-value = 0.000 (ρ <0.05), and there were differences in behavior before and after education. The results of the Mann-Whitney Test in both groups, namely the intervention group and the control group, did not show a significant value after education, namely the p-value = 0.739 (ρ> 0.05), there was no difference in behavior after education with Brainstorming and audiovisual methods in the group intervention and control groupConclusion: There is a significant difference in the behavior of mothers of children under five before and after being given education on stunting prevention. There is no significant difference between changes in the behavior of mothers of toddlers who are given education using the brainstorming method and mothers who are given education using the audiovisual method.Keywords: Brainstorming; Audiovisual; Behavior; Toddler; Stunting.Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kekurangan gizi yang masih dialami balita di seluruh dunia, termasuk Indonesia  stunting adalah kondisi gagal tumbuh untuk mencapai pertumbuhan normal yang diakibatkan oleh status gizi kurang dalam periode waktu lama. Pencegahan serta penanganan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu agar anak terhindar dari stunting. Pemberian edukasi pada ibu dapat dilakukan menggunakan metode brainstorming dan audiovisual tentang pencegahan stunting.Tujuan: Menganalisis pengaruh metode brainstorming dan audiovisual terhadap perilaku ibu balita terhadap pencegahan stunting.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode desain quasi experiment dengan menggunakan rancangan penelitian the pretest-posttest two group design, dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022 di desa Belawa Kabupaten Sidrap. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu balita dengan sampel sebanyak 40 partisipan yaitu 20 partisipan untuk kelompok intervensi dan 20 partisipan kelompok kontrol diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan untuk bivariate menggunakan Pearson Chi Square dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan untuk independent menggunakan Mann-Whitney.Hasil: Menunjukkan nilai signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi dengan metode brainstorming yakni nilai p=0,001 (ρ<0,05) ada perbedaan perilaku sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Pada kelompok kontrol yang dilakukan edukasi dengan metode audiovisual menunjukkan nilai signifikan dengan nilai p=0,000 (ρ<0,05), ada perbedaan perilaku sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Hasil uji Mann-Whitney Test pada kedua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol tidak menunjukkan nilai yang signifikan setelah dilakukan edukasi yakni nilai p=0,739 (ρ>0,05), tidak ada perbedaan perilaku setelah dilakukan edukasi dengan Metode Brainstorming dan audiovisual pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol.Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perilaku ibu balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi terhadap pencegahan stunting. Tidak ada perbedaan bermakna antara perubahan perilaku ibu balita yang diberikan edukasi dengan metode brainstorming  dan ibu yang diberikan edukasi dengan metode audiovisual.
Cegah Balita Dari Stunting Melalui Edukasi Isi Piringku Di Posyandu Cempaka Kabupatten Barru St.Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i3.404

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang merupakan gangguan pertumbuhan linier disebabkan kurang gizi yang berlangsung kronis. Pengetahuan ibu mengenai gizi akan berpengaruh terhadap hidangan dan mutu makanan yang disajikan. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Salah satu upaya pemenuhan gizi seimbang adalah menggunakan porsi makan “Isi Piringku”. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep isi piringku dan stunting. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai konsep isi piringku dan Stunting. Hasil pengabdian masyarakat dilihat dari pre dan post test pengetahuan ibu mengenai isi piringku dan stunting pada balita mengalami peningkatan. Kesimpulan, ibu balita menjadi paham tentang pentingnya pemenuhan gizi pada balita agar kejadian stunting dapat dicegah sejak awal.
Rumah Desa Sehat sebagai Deteksi Dini Faktor Resiko Stunting di Kabupaten Sidrap Wilda Rezki Pratiwi; St. Hasriani; Asnuddin Asnuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Juli 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i4.454

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah pusat penyebaran informasi kesehatan diDesa. RDS "Bilokka" Kabupaten Sidrap terdapat kegiatan untuk prioritas pencegahan stunting. Beberapa kegiatan dikelola oleh masyarakat setempat yang penyelanggaraanya diintegrasikan dengan Posyandu. Demikian pula pengelolaanya, saling koordinasi dan bekerjasama antara pelayanan yang berada di PUSTU, Posyandu dan RDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi kesehatan, deteksi dini stunting, pemeriksaan antropometri dan pemberian intervensi gizi yang sering menjadi satu kesatuan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah terdiri dari 3 tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini adalah fokus melakukan Pemeriksaan antropometri dan penyuluhan Kesehatan, deteksi dini masalah stunting, RDS dan Kebutuhan gizi dengan metode ceramah. Hasil pengabdian masyarakat ini pengukuran antropometri sebanyak 15 anak, 8 orang (53,3%) berjenis kelamin perempuan, 7 orang (46,6% ) berjenis kelamin laki-laki, Rata – rata umur balita dari rentang 2 – 4,5 tahun. Status gizi balita dengan gizi baik sebanyak 12 anak (80 %) dan status gizi kurang sebanyak 3 anak (20 %). Dilihat data pre dan post test pengetahuan ibu balita mengalami peningkatan rata – rata 30 % setiap indikator Kesimpulan : Kegiatan ini diharapkan akan memiliki kemampuan melakukan deteksi awal keberadaan balita/anak stunting dimasyarakat.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP OBESITAS PADA ANAK DI KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDRAP Wilda Rezki Pratiwi; Hamdiyah Hamdiyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2019): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v3i1.742

Abstract

Pada zaman modern saat ini, Indonesia menghadapi tantangan dalam permasalahan gizi. Data Global Nutrition Report (2014) menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara yang memiliki masalah gizi yang kompleks. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya prevalensi stunting, prevalensi wasting, dan permasalahan gizi lebih (Kemenkes.2015). Obesitas adalah permasalahan umum yang dialami anak-anak pada masa sekarang ini, tetapi tidak mendapat banyak perhatian karena dianggap hanya masalah fisik bukan masalah kognitif, padahal dampaknya dapat mengancam masa depan anak.Sampel dalam penelitian ini melibatkan semua orangtua yang mempunyai anak yang berusia dibawah 9 tahun.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian crosssectional.Penelitian ini menggunakan cross sectional study. Sampel dalam penelitian orangtua yang mempunyai anak yang berusia dibawah 9 tahun di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap sebanyak 37 orang. Responden diberikan informed concent, pengukuran TB, BB, foodrecall dan  Pemberian kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square.Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian dari uji chi-square, data menunjukkan hasil 0.000 (p0.05) berarti bahwa terdapat hubungan antara pola asuh pemberian asupan makanan terhadap obesitas. Analisis data untuk pola asuh konsumsi fastfood terhadap obesitas, menunjukkan hasil 0.002 (p0.05) berarti terdapat hubungan antara pola asuh konsumsi fastfood terhadap obesitas. Namun, pola asuh perawatan kesehatan dasar dengan penimbangan dan asi eksklusif terhadap obesitas, menunjukkan hasil 0.250 (p0.05) dan 0.869 (p0.05)  berarti tidak terdapat hubungan antara pola asuh pemberian perawatan kesehatan dasar dengan penimbangan dan asi eksklusif terhadap obesitas. Pada uji analisis data pola asuh kesehatan jasmani terhadap obesitas didapatkan hasil uji chi-square, data menunjukkan 0.869 (p0.05) berarti tidak terdapat hubungan antara pola asuh kesehatan jasmani terhadap obesitas