Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Modifikasi dan Pengujian Sistem Penyemprot Padi dengan Penambahan Pompa Elektrik Marno Marno; Slamet Abadi; Eri Widianto; Uut Ulis Utomo; Najmudin Fauji; Rizal Hanifi
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 4 No. 1 Maret 2020: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.475 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v4i1.3658

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi dan pengujian sistem penyemprot padi dengan penambahan pompa elektrik 12 v. Tekanan penyemprotan standar ditargetkan sebesar 1,0 – 1,6 bar (kg/cm2). Pengaturan tekanan dan volume penyemprotan akan dilakukan oleh potensiometer. Penyemprot hasil modifikasi mampu tetap bekerja ketika daya baterai habis, karena konstruksi dasar pompa manual tetap dipertahankan. Setelah percobaan didapatkan data bahwa tekanan maksimal pompa manual pada waktu penyemprotan adalah 1,2 bar, sementara untuk pompa dc tekanannya mencapai 1,9 bar (potensiometer 1 putaran penuh 3,68 kΩ). Sementara untuk volume penyemprotan bonggol padi pada kondisi nozzle standar didapatkan untuk pompa manual adalah 1376 L/ha dan 2304 L/ha untuk pompa dc (potensiometer 1 putaran). Untuk hasil pengukuran volume penyemprotan dengan nozzle 1 lubang (3 lubang ditutup dari 4 lubang) pompa manual 272 L/ha dan pompa dc 336 L/ha (potensiometer 1 putaran). 
Analisis Sifat Mekanik Terhadap Bentuk Morfologi Papan Komposit Sekam Padi Sebagai Material Alternatif Pengganti Serat Kaca Kardiman Kardiman; Marno Marno; Jojo Sumarjo
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 1 Maret 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.815 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v2i1.2344

Abstract

ABSTRAKPengembangan material komposit menuntut terciptanya material yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan serat alam sebagai alternative pengganti serat kaca.Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh fraksi volume sekam padi 10%, 35% dan 50 %. Pembuatan komposit dimulai dengan mencapurkan sekam padi dengan larutan NaOH 7%, kemudian dialkalisasi selama 2 jam, cetakan komposit menggunakan standart ASTM D 638 dengan metode Hand Lay Up. Pengujian sifat mekanik meliputi pengujian tarik dan karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi terjadi pada fraksi volume 10 % sampai dengan 35% yaitu 11,071 N/mm2 sampai dengan 11,387 N/mm2. Dari hasil pengujian SEM menujukan bentuk morfologi sekam padi fraksi 35% yang tebentuk didominasi resin butek dan tampak mengikat sekam padi secara optimal. Sedangkan bentuk morfologi fraksi volume sekam 50% terlihat bentuk morfologi gelembung udara selain itu rongga terbentuk lebih besar sehingga resin tidak cukup mampu mengikat sekam padi secara optimal. Sehingga [L1] dapat disimpulkan bahwa pencampuran fraksi sekam padi 10% sampai dengan 35% akan meningkatkan nilai kekuatan tarik selain itu, bentuk morfologi yang diamati terlihat sangat baik dibanding fraksi sekam 50%.Kata kunci: Komposit Sekam padi, Pengujian Tarik, pengujian SEM  ABSTRACTThe development of composite materials demands the creation of more environmentally friendly materials. One of them is the utilization of natural fiber as an alternative to the change is fiber glass.  This study aims to determine the effect of rice husk fraction volume to 10%, 35% and 50%. Composite preparation was started by mixing the rice husk with 7% NaOH solution, then it was calculated for 2 hours, the composite mold using ASTM D 638 standard with Hand Lay Up method. Testing of mechanical properties using tensile test and characterization using SEM. The results showed a high tensile strength in the volume fraction of 10% to 35%, ie 11.071 N/mm2 up to 11,387 N/mm2. From the SEM test results morphological form of rice husk fraction 35% which is dominated by the resins butek and looks optimally husk rice husk. The morphological form of 50% husk volume fraction is seen in morphological form of air bubbles besides that the cavity is formed larger so that the resin is not enough able to bind rice husk optimally.[L2]  It can be concluded that mixing rice husk fraction of 10% to 35% will increase the tensile strength values in addition, the morphology was observed look very good compared chaff fraction of 50%.Keyword: Composite husk rice, Tensile Test, SEM testing 
Perancangan Chasis Prototype Mobil Listrik Jenis Pick Up untuk Kebutuhan Kendaraan di Pedesaan Hendi Ramadhani; Marno Marno; Oleh Oleh
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6340

Abstract

Mobil listrik saat ini berkembang sangat pesat dengan berbagai inovasi yang terus dilakukan. Hal ini dinilai untuk menggantikan bahan bakar fosil untuk kendaraan manusia. Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam rancangan mobil listrik adalah rangka atau chasis. Penelitian ini ditujukan untuk merancang chasis prototype untuk mobil listrik berjenis pick up untuk kebutuhan di pedesaan. Rancangan ini menggunakan pendekatan statistik dan menggunakan bantuan simulasi pada software solidworks. Berdasarkan hasil analisis simulasi didapatkan material AISI 1020 yang dinilai paling tepat untuk rangka yang dirancang. Didapatkan nilai stress sebesar , displacement sebesar , dan safety factor sebesar 2,5. Pemilihan AISI 1020 sebagai material chassis prototype kendaraan listrik berjenis pick up untuk keperluan kendaraan di perdesaan karena material ini merupakan baja karbon rendah dengan kekuatan sedang yang umumnya digunakan dalam konstruksi mekanis dan kemampuan pengelasan yang baik. Material AISI 1020 sering digunakan dalam pembuatan chassis mobil karena biayanya yang lebih rendah, kemudahan pengolahan yang baik, memiliki kekuatan dan daktilitas tinggi.
Perancangan Chasis Prototype Mobil Listrik Jenis Pick Up untuk Kebutuhan Kendaraan di Pedesaan Hendi Ramadhani; Marno Marno; Oleh Oleh
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6340

Abstract

Mobil listrik saat ini berkembang sangat pesat dengan berbagai inovasi yang terus dilakukan. Hal ini dinilai untuk menggantikan bahan bakar fosil untuk kendaraan manusia. Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam rancangan mobil listrik adalah rangka atau chasis. Penelitian ini ditujukan untuk merancang chasis prototype untuk mobil listrik berjenis pick up untuk kebutuhan di pedesaan. Rancangan ini menggunakan pendekatan statistik dan menggunakan bantuan simulasi pada software solidworks. Berdasarkan hasil analisis simulasi didapatkan material AISI 1020 yang dinilai paling tepat untuk rangka yang dirancang. Didapatkan nilai stress sebesar , displacement sebesar , dan safety factor sebesar 2,5. Pemilihan AISI 1020 sebagai material chassis prototype kendaraan listrik berjenis pick up untuk keperluan kendaraan di perdesaan karena material ini merupakan baja karbon rendah dengan kekuatan sedang yang umumnya digunakan dalam konstruksi mekanis dan kemampuan pengelasan yang baik. Material AISI 1020 sering digunakan dalam pembuatan chassis mobil karena biayanya yang lebih rendah, kemudahan pengolahan yang baik, memiliki kekuatan dan daktilitas tinggi.
Process for Making Shafts for Locking Saws Fachri Rizieq Ramadhan; Marno Marno
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3385

Abstract

The process of making a saw locking shaft is a crucial step in ensuring the reliability and safety of the saw machine. The crux of the problem at hand is the need for a locking shaft with sufficient strength and resistance to secure the saw blade in position during operation. The aim of this research is to design and produce saw locking shafts using a lathe and milling machine. This research was carried out in a local lathe workshop, which has facilities for turning and milling processes. The method used in this research was experimental using ST 37 steel as the basic material. The manufacturing process involves a turning stage to achieve the desired dimensions and a milling stage to ensure conformity to shape and tolerance. The research results show that the resulting saw locking shaft has the right dimensions and a smooth surface. The conclusion of this research is that the saw locking shaft made using ST 37 steel through conventional turning and milling processes succeeded in meeting the expected specifications. This success shows the effectiveness of the method used and provides a solid basis for the production of saw locking shafts on a larger scale.