Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH MELALUI METODE WAFA Di KELAS A RA AL-FALAHIYYAH Nurul Fitria Kumala Dewi; Belisa Bia
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 2 (2023): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v11i2.7838

Abstract

Kemampuan membaca huruf hijaiyyah anak di RA Al-Falahiyyah masih terlihat kurang berkembang. Adapun sistem pembelajaran yang digunakan masih monoton. Maka dari itu ada beberapa anak yang belum berkembang dalam kemampuan membaca huruf hijaiyyah. Dan pada dasarnya di RA Al-Falahiyyah ini belum diterapkannya metode apapun dalam pembelajarannya, sehingga peneliti merasa terdorong dan dan termotivasi untuk melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode wafa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca huruf hijaiyah melalui metode wafa, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas A RA Al-Falahiyyah dengan jumlah siswa 8 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen lembar observasi kemampuan membaca huruf hijaiyah dengan bentuk ceklis. Untuk kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila minimal 75% dari total jumlah anak yang sudah meningkat kemampuan membaca huruf hijaiyah. Keberhasilan kemampuan membaca huruf hijaiyah dikatakan meningkat secara klasikal apabila telah mencapai minimal 75% maka dikatakan berhasil tuntas minimal 80% bilamana pelaksanaan tindakan telah sesuai dengan skenario pembelajaran. Hal ini dapat diartikan bahwa keberhasilan dari kemampuan membaca huruf hijaiyah meningkat apabila dengan menggunakan metode wafa.Kata kunci: membaca huruf hijaiyah, metode wafa
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK USIA DINI Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi; Chahaya Fuzi Astuti
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v12i1.9137

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan peneliti pada anak usia dini. Pada penelitian in ditemukan beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan menyimak seperti belum mampu melaksanakan perintah dari guru, belum fokus menyimak alur cerita, belum mampu merespon pertanyaan dari guru tentang alur cerita yang dijelaskan, serta kesulitan mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan mengenai alur serita sehingga mengakibatkan anak menjadi kurang percaya diri karena ketidakmampuan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode bermain peran mampu meningkatkan kemampuan menyimak pada anak usia dini dan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan menyimak melalui metode bermain peran. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research dengan memakai tiga siklus. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun berjumlah tujuh orang. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan awal anak sebelum tindakan rata-rata 30%, setelah tindakan siklus I menunjukkan hasil rata-rata persentase 56%, setelah tindakan siklus II mengalami peningkatan sebesar 58% dan setelah tindakan siklus III mengalami 87 % dengan kriteria berkembang sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kemampuan menyimak anak usia dini dapat meningkat dengan menggunakan metode bermain peran. Kata kunci: Kemampuan menyimak, Metode Bermain Peran, Anak Usia Dini
Application Of Dance Movement In Improving Symbolic Thinking Skills In Children Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi; Enike Putri
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v9i1.9464

Abstract

The aim of the research is to determine the symbolic thiking skills of children aged 5-6 years through dance movements. The method used was classroom action research conducted in three cycles. Data collection methode used in this research were observation, documentation, interviews and field notes. The subjects of this research were group B children who experienced problems in symbolic thinking such as recognizing number and letter symbols, matching number names with number pictures, children had difficulty distinguishing the shapes of numbers and letters which were almost the same. Based on the results of the research in cycle 1, it showed that there was an increase in children’s symbolic thinking skills between before and after giving action to children aged 5-6 years at PAUD SPS Cempaka. This is evidenced by an increase in the first cycle of 8,7%, from the initial conditions of 34,4% to 43.1%, the second cycle experienced an increase of 21,2%, from the initial conditions of 34,4% to 55,6% in cycle III there was an increase of 42,3% in the initial conditions of 34,4% to 76,7%. This can be concluded that the application of dance moves can improve children’s symbolic thinking skills at the age of 5-6 years.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DALAM MENGATASI GEJALA STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN CIKOKOL, TANGERANG Kumala Dewi, Nurul Fitria; Rachmi, Titi; Anggraini, Diah Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i3.7384

Abstract

Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang merupakan salah satu kelurahan yang memiliki gejala stunting yang cukup tinggi bagi para balita. Dalam hal ini posyandu merupakan cara yang digunakan oleh pihak kelurahan dalam rangka pemberian makanan tambahan (PMT) dengan dua tahap. Seminar mengenai "Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Dalam Mengatasi Gejala Stunting Pada Anak Usia Dini" diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2023 dan 3 September 2023 di Aula Kantor Kelurahan Cikokol. Tujuan kegiatan ini untuk edukasi tentang gejala stunting, pentingnya MPASI, pemantauan rutin pertumbuhan anak, gizi ibu hamil, dan pengaruh kebiasaan orang tua terhadap stunting anak. Sasaran seminar adalah Kader Posyandu di Kelurahan Cikokol, dengan partisipasi sebanyak 30 peserta. Metode yang digunakan mix method yaitu kuantitatif survey dan deskriptif yaitu dengan memberikan angket kuesioner. Hasil olah data melalui angket menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan yang mendukung pentingnya PMT, edukasi tentang gejala stunting, pentingnya MPASI, pemantauan rutin pertumbuhan anak, gizi ibu hamil, dan pengaruh kebiasaan orang tua terhadap stunting anak. Ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa PMT sangat efektif dalam meningkatkan status gizi balita yang mengalami stunting, dengan perkembangan balita meningkat sebanyak 20% dalam 14 hari tahap pertama. Namun, persentase peningkatan ini tidak signifikan karena beberapa faktor, seperti kebiasaan makan anak yang sulit dan konsumsi jajanan berlebihan, menyebabkan asupan makanan balita menjadi kurang. Oleh karena itu, upaya yang lebih besar dan berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi stunting pada anak usia dini di Kelurahan Cikokol salah satunya dengan mengedukasi para kader posyandu untuk lebih memahami gejala dan pemberian gizi optimal bagi anak usia dini melalui kegiatan seminar.
Cultivating the Foundation of Early Childhood Language Development by Communicating from the Womb Nufus, Ajijah Sadiah; Kumala Dewi, Nurul Fitria; Rachmi, Titi
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i2.13598

Abstract

Humans are social creatures, where in everyday life there is interaction between humans and this interaction uses language. Language is a means of communication in interacting with other humans, so that language is important in human life. As important as in children's lives Language development includes several aspects of development, namely (Speaking, Listening, Writing and Telling Stories) (Ilmiah et al., 2022) and all these aspects are interconnected in language development as well as the development of children's language which needs to be considered from an early age even since in the womb (fetus), this study researchers focus on the development of early childhood language, stimulating children's language development can be done since the child is in the womb, namely parents can chat, read books and provide audio such as music / chanting of holy verses of the Qur'an. This is reinforced by research data (Suri Nelliraharti, 2019) , that fetuses who are often stimulated or listened to the recitation of the holy verses of the Koran are proven to be more intelligent children and cognitive nerve cells are interconnected and children become more prominent in aspects of cognitive and language development. This study applies descriptive qualitative research. The place of research is Posyandu Mawar 10 Gelam Jaya Pasar Kemis Tangerang. This research was conducted from 7-10 October 2024, and involved 15 parents who already had toddlers and were pregnant with their 2nd/3rd/4th child. This study used 3 stages of data collection, namely data reduction, data presentation and data collection. Children who are accustomed to being chatted with by their parents since they were in the womb have developed effective communication between children and parents so that children find it easier to express their feelings with verbal and non-verbal language. An emotional warm relationship is established between parents and children so that it is easier to stimulate children in each phase, especially in the development of children's language. Children's intelligence in language and cognitive development tends to be more prominent because of the interaction of chatting between the fetus and parents helping brain nerve cells connect to each other, this is assisted by consistent postnatal stimulation (Nufus, 2021) . This study focuses on parents' understanding of the stimulation of children's language development since in the womb and children who are accustomed to being chatted with since in the womb , parents in today's era have very easy access to all information but do not necessarily implement it while children grow up side by side with technology where the main stimulation is from parents.
Cultivating the Foundation of Early Childhood Language Development by Communicating from the Womb Nufus, Ajijah Sadiah; Kumala Dewi, Nurul Fitria; Rachmi, Titi
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i2.13598

Abstract

Humans are social creatures, where in everyday life there is interaction between humans and this interaction uses language. Language is a means of communication in interacting with other humans, so that language is important in human life. As important as in children's lives Language development includes several aspects of development, namely (Speaking, Listening, Writing and Telling Stories) (Ilmiah et al., 2022) and all these aspects are interconnected in language development as well as the development of children's language which needs to be considered from an early age even since in the womb (fetus), this study researchers focus on the development of early childhood language, stimulating children's language development can be done since the child is in the womb, namely parents can chat, read books and provide audio such as music / chanting of holy verses of the Qur'an. This is reinforced by research data (Suri Nelliraharti, 2019) , that fetuses who are often stimulated or listened to the recitation of the holy verses of the Koran are proven to be more intelligent children and cognitive nerve cells are interconnected and children become more prominent in aspects of cognitive and language development. This study applies descriptive qualitative research. The place of research is Posyandu Mawar 10 Gelam Jaya Pasar Kemis Tangerang. This research was conducted from 7-10 October 2024, and involved 15 parents who already had toddlers and were pregnant with their 2nd/3rd/4th child. This study used 3 stages of data collection, namely data reduction, data presentation and data collection. Children who are accustomed to being chatted with by their parents since they were in the womb have developed effective communication between children and parents so that children find it easier to express their feelings with verbal and non-verbal language. An emotional warm relationship is established between parents and children so that it is easier to stimulate children in each phase, especially in the development of children's language. Children's intelligence in language and cognitive development tends to be more prominent because of the interaction of chatting between the fetus and parents helping brain nerve cells connect to each other, this is assisted by consistent postnatal stimulation (Nufus, 2021) . This study focuses on parents' understanding of the stimulation of children's language development since in the womb and children who are accustomed to being chatted with since in the womb , parents in today's era have very easy access to all information but do not necessarily implement it while children grow up side by side with technology where the main stimulation is from parents.
Efektivitas Penggunaan APE Kincir Pintar Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Di TK Aisyah Kota Tangerang Rachmi, Titi; Kumala Dewi, Nurul Fitria; Nafitha
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2024.16.2.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan APE kincir pintar dibandingkan dengan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5 – 6 tahun di TK Aisyah Kota Tangerang dengan jumlah sampel berjumlah 20 siswa. Cara pengambilan sampel dengan Non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal tes yang berbentuk kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemampuan mengenal huruf vokal anak usia dini pada taraf signifikan = 0,05 pada pada pretes diperoleh t_hitung=-0,829 dan t_tabel= 2,100, maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan untuk postes diperoleh  t_hitung= 2,775 dan t_tabel= 2,100 sehingga t_hitung> t_tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kemudian dari perhitungan rata-rata N-gain pada kelas eksperimen pretes sebesar 28,9 dan postes sebesar 52,3 dengan N-gain skor sebesar 86,3% kategori tinggi, dan pada kelas kontrol pretes sebesar 28,1 dan postes sebesar 50,3 dengan N-gain skor 79,6% kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan APE kincir pintar lebih efektif daripada penggunaan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal di TK Aisyah Kota Tangerang.