Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG TERSELENGGARANYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MELALUI KEGIATAN IBU PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA (PKK) DI DESA PELA KEC. MONTA Hadijah Hadijah; Masita Masita
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.647

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif analitik, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini yaitutokoh masyarakat, guru, dan orangtua siswa yang ada di desa PelaKecamatan Monta. Terkait dengan tekhnik analisis data yang digunakanyaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HasilPenelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan beberapahal sebagai berikut: Tingkat partisipasi kader PKK Desa Pela dalammenyelenggarakan POS PAUD tersebut tergolong tinggi. Seluruh aktivitasdalam penyelenggaraan POS PAUD dilakoni sejak awal penyelenggaraanhingga saat ini. Hambatan yang dialami oleh masyarakat dalam mendukungterselenggaranya pendidikan anak usia dini melalui kegiatan ibu PKK diDesa Pela. Faktor Internal; Minimnya dana untuk menunjang sarana danprasarana, Tidak semua pendidik lulusan sarjana dan pengetahuan tentangPAUD. Faktor eksternal; Kurangnya kesadaran mengenai pentingnyapendidikan anak usia dini, Kurangnya minat orangtua membawa anak kePAUD, Banyak anak langsung ke sekolah dasar, Banyak anak tidak masuksekolah pada musim tanam.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Masita Masita
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.678

Abstract

Penelitian ini berjudul Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hasil penelitian adalah manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan sumber daya manusia melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efisien, dan produktif, dimana kegiatan-kegiatan orang tersebut harus dibimbing dan awasi. Begitu halnya dalam manajemen pendidikan. Dan Manajemen pendidikan adalah manajemen pendidikan Islam yang pada hakikatnya merupakan manajemen lembaga pendidikan Islam. Salah satu lembaga pendidikan Islam adalah Raudhatul Athfal (RA). Lembaga pendidikan Islam merupakan salah satu adalah dRaudhatul Athfal (RA )yang dibawah koordinasi Kemenag sedangkan PAUD dibawah koordinasi Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora). Proses manajemen di pendidikan Islam. Raudhatul Athfal (RA) tidak berbeda dengan organisasi atau lembaga lainnya, dimulai dari proses perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi. Sedangkan Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruh agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dan juga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan peletak dasar pertama dan utama dalam pengembangan pribadi anak, baik berkaitan dengan karakter kemampuan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, spiritual, disiplin diri, konsep diri, maupun kemandiri dan panca indra.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI PAUD DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DI TAMAN KANAK-KANAK PGRI BABUL JIHAD PANGGI Masita Masita; Ihwan Ihwan; Mujiburrahman Mujiburrahman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1011

Abstract

Penelitian ini berjudul: Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Tujuannya adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Kualitatif, pendekatan Feild Research yaitu penelitian yang dilakukan langsung dilapangan. Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu menggunakan 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan yaitu 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Tekhnik analisa data menggunakan teori Milles dan Huberman yang dikenal dengan teori Modifikasi tahun 1992, menggunakan empat tahapan yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Penyajian data, 3) Reduksi data dan 4) Verifikasi atau kesimpulan. Temuan penelitian: 1) Manajemen pendidikan di PAUD, masih berpijak pada manajemen umum yakni dimulai dari (1) Planning (perencanaan), (2) Actuating (pelaksanaan), (3) Controlling (pengawasan), dan (4) Evaluating (evaluasi). Dan disamping pada sisi yang lain orang tua jua mengajarkan anak-anaknya pendidikan agama, akhlak, budi pekerti dan ilmu-ilmu dunia lainnya yang bermanfaat bagi anak-anaknya. 2) Standar Kompetensi Lulusan di TK PGRI Babul Jihad Panggi, yaitu didasarkan pada peserta didik memiliki pencapaian khusus berdasarkan enam aspek yaitu (1) Moral, spiritual dan agama, (2) Sosial emosional dan kemandirian, (3) Kognitif, (4) Motorik, (5) Bahasa, dan (6) Seni. Pada enam aspek ini, aspek yang paling utama adalah penilaian moral, spiritual dan agama karena menjadi fondasi dasar bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta ddik. Pada konsep pembelajaran di dalam kelas berdasarkan tema tiap semester di TK PGRI Babul Jihad Panggi, pembelajarannya bernuansa islami.
Pembentukan Akhlak Santri yang Tinggal di Luar Pesantren (Studi Pengalaman Pada Santri Darul Hikmah Kota Bima) Adhar Muhajir; Ilham Ilham; Masita Masita
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.310

Abstract

Penelitian ini diangkat dengan adanya suatu fenomena yang terjadi ketika santri di pondok pesantren Darul Hikmah Kota Bima berada di luar pesantren dengan menunjukan perubahan perilaku dan akhlak yang berbeda dengan apa yang sudah diajarkan dan dibentuk oleh guru ketika berada di dalam lingkungan pesantren. Karena santri yang tinggal di luar pesantren seringkali dihadapkan dengan berbagai tantangan dan faktor yang dialaminya sehingga dapat mempengaruhi perkembangan akhlak mereka. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akhlak santri yang tinggal di luar pesantren, faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak santri di luar pesantren serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan wawancara yang mendalam dengan santri, orang tua santri dan guru serta data diperoleh dari literatur jurnal ilmiah yang berelevan dengan judul penelitian ini. Kemudian teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model teori modifikasi dari Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembentukan akhlak santri yang tinggal di luar pesantren dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor diantarannya pengaruh lingkungan tempat tinggal seperti peran keluarga, pengaruh interaksi dengan lingkungan sosial teman sebaya maupun masyarakat yang ada disekitar serta media sosial yang dapat mempengaruhi  cara berpikir dan berperilaku santri bagi yang tinggal di luar pesantren. Selain itu, pendidikan dan pengalaman pribadi juga dapat mempengaruhi pembentukan akhlak  santri itu sendiri. Dengan itu kualitas akhlak seorang santri yang tinggal di luar pesantren diakibatkan pengaruh dari lingkungan dimana santri itu tinggal dengan melalui hubungan dan interaksi sosial antar sesama. Sehingga hasil dari pada penelitian ini menjadi dasar bagi orang tua, guru dan pesantren agar bisa bekerja sama untuk memantau dan membimbing perkembangan akhlak santri di luar pesantren, melalui komunikasi yang rutin dan pembinaan karakter yang lebih holistic di lingkungan pesantren. 
POLA PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENDIDIKAN ANAK Masita Masita
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v1i2.154

Abstract

Sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak dan pembinaan individu untuk mencapai predikat “umat terbaik” sebagaimana digambarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali – Imran (3): 110. Pendidikan anak- anak-anak dimulai dari rumahnya masing-masing, ketika anak mulai bisa bicara, ayah wajib mengajari untuk mengucapkan kalimat tauhid: laa ilaaha illa Allah. Dan ketika berumur enam tahun mesti diajarkan melaksanakan sholat wajib. Pada usia itu pulalah dimulainya pendidikan formal. Dalam Ilmu psikologi perkembangan anak merupakan masa atau fase yang harus dilalui setiap individu manusia untuk sampai ke fase kedewasaannya. Tahun-tahun pertama usia 0-6 tahun disebut sebagai periode sekolah ibu, karena hampir semua usaha bimbingan pendidikan ditambah perawatan dan pemeliharaan berlangsung di tengah keluarga, dimana aktivitas ibu mempunyai andil bagi kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan pandangan tersebut, tulisan ini berusaha menguraikan gagasan konsepstual tentang pola pendidikan Islam dalam pendidikan anak. Dengan alasan bahwa konsep pendidikan Islam termasuk landasan ideal yang secara teoritis harus diterapkan kepada anak-anak sejak dini.
Optimalisasi Penggunaan Building Block untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Lego Duplo Puspitasari Puspitasari; Syarifuddin Syarifuddin; Masita Masita
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/5xvk2a92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya optimalisasi penggunaan building block (Lego Duplo) dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah 1 Kota Bima, sekaligus menganalisis peningkatan kemampuan tersebut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi dilakukan melalui tiga tahapan yang terstruktur, yaitu perencanaan meliputi penyusunan RPPH dan 10 skenario permainan, pelaksanaan dimulai dari tahap eksplorasi hingga pengintegrasian materi berhitung secara bertahap, serta evaluasi baik formatif maupun sumatif. Penggunaan Lego Duplo terbukti mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak secara signifikan, yang terlihat dari peningkatan pengenalan angka 1–10, pemahaman konsep bilangan, dan kemampuan melakukan operasi hitung sederhana. Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi tingginya antusiasme anak, dukungan dari guru dan kepala sekolah, kesesuaian karakteristik media, serta variasi permainan yang digunakan. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, perbedaan kecepatan belajar anak, jumlah media yang terbatas, serta pengalaman awal guru. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Lego Duplo merupakan media yang efektif untuk pembelajaran numerasi yang kontekstual dan menyenangkan.
PEMBELAJARAN MAHARAH AL-KITABAH PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BIMA Muslimin Muslimin; Masita Masita
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 5 No. 2 (2021): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v5i2.879

Abstract

Bahasa tulis salah satu alat yang digunakan pembicara dalam penyampaian ide dan gagasan secara tertulis dengan adanya permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam keterampilan menulis bahasa arab sehingga diilakukan analisis pembelajaran maharah al-kitabah. Penelitian ini bertujuan adalah, a) mengetahui pembelajaran keterampilan menulis; b) mengetahui teknik pembelajaran keterampilan menulis pada siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi seluruh siswa MAN 2 Kota Bima dengan Sampel penelitian siswa kelas X IPA 2. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar obsevasi, interview dan Dokumentasi. Sedangkan Tehnik Analisis yang digunakan dalam menganalisis adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran maharah al-kitabah sebagai berikut: a) Guru memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa; b) memberikan waktu yang cukup untuk belajar menulis bahasa Arab; c) dilatih untuk menulis bahasa Arab dengan benar; d) menyuruh mereka melatih untuk pandai memindahkan/menyalin hasil pendengaran mereka; e) diberikan tugas dalam bentuk evaluasi untuk menyusun kosa kata dalam bentuk kalimat; dan f) memperhatiakan tanda baca. Adapun teknik pembelajaran maharah al-kitabah sebagai berikut: a) siswa menyalin text agar terbiasa menulis; b) menulis di papan sesuai dengan instruksi dari guru.
PERMAINAN TRADISIONAL MBOJO-BIMA TUTU KALI KU MA..MA.. UNTUK MENSTIMULASI KETRAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI Masita Masita; Ihwan Ihwan
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.281

Abstract

This article is titled: Traditional Games of Tutu Kali Ku ma..ma .. To Stimulate Early Childhood Social Skill in Mboj-Bima, with the aim being to get the traditional Mbojo-Bima Tutu Kali game ma ma ... ma ... to stimulateskills social early childhood.The form of the traditional game Mbojo-Bima Tutu Kali Ku ma..ma ... is itMy tutu is ma ... ma ...Sa anggonggo wa’i le le..leu .....La Jami mpako ka dui ma mpekeI want to go to the gopa cave ina na’e gepu .....Wio wao salaja waoKido, salaja kodoI asked you to go gopa ina nae gepuThen the palms are arranged then the group leader chooses to take the hands to be pinched or ears while being lifted up to the height of the height so that it will hurt so much by saying the words: Waura do you know ...Then answered: wauraa .......Ngaha kai uta au ??????????Ngaha Kai Uta KarambaThen once the group leader asked by pinching harderNgaha ka uta au ???????????Ngaha kai uta kahoro ma roci hori ..........After that the group leader quickly removes his hand that picks his hand or ear is up to what is chosen by the leader of the game group.After that the game is done, which is hiding in places that are considered not easy for the game keeper to know, saying: Wauraa ...... ?????Waura ........ ?????Waura ....... ?????Waura ....... ?????Then answered: WauraaThen the leader of the game group sees it and says:Akaku waura eda know reThen that’s all that is done until the game is finished and you get who will be punished. The punishment was whether it was pinched, hit by the palm of his hand. Then finished my tutu times ... bro ... Traditional children’s games are born of culture. the game is a heritage, inheritance from our ancestors. So that by preserving it as the culture of our ancestors. But inheritance itself always changes according to the times and the development of culture. The relevance of the traditional game of Mojo-Bima Tutu My time is ma..ma ... to stimulate the skills of early childhood is my tutu game ma ... ma ... has a strong relationship with the growth and development of early childhood especially. With these games, it will help stimulate early childhood. So that the horizons of thinking become very broad, advanced and creative and most importantly the children will feel happy, happy and happy without any burden as a child. Children will be more open to playing with their friends and will increase intimacy between one child and another. Especially if the child has returned to their home, the socialrelations of the community with their friends are not interrupted. Usually children will always remember what they did when at kindergarten school together with their friends, then if their house is close together the children will come to their friend’s house to play again, repeating the game that has been done at the school. So that his social relations are not only with his peers but with his friends ‘brothers, his friends’ siblings, his friends ‘parents, and also his friends’ neighbors. So that social relations have beennurtured and fostered starting from this early age. When they go up to children, adolescents and adults, the lessons and experiences that they have passed through as children will affect their lives later.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI DI INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH BIMA Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i2.583

Abstract

Jurnal ini berjudul Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima. Metode Penelitian kualitatif, dengan pendekatan Field Research yakni penelitian yang dilakukan langsung di lapangan, dengan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara, dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan: 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Dan Teknik Analisa Data menggunakan teori Milles dan Huberman dengan Teori Modifikasi, tahun 1992, dengan empat tahap yaitu: 1) Pengumpulan Data, 2) Penyajian Data, 3) Reduksi Data, dan 4) Verifikasi/Kesimpulan. Hasil Penelitian adalah 1) calon mahasiswa baru (Maba) akan menempuh tahap pendaftaran, lalu tes pilihan ganda, tes wawancara dan terakhir tes membaca Al-Qur’an. Pada tes membaca Al-Qur’an ini, jika mereka mampumembaca Al-Qur’an baik dari sisi mahram serta tajwidnya maka mereka akan dimasukkan pada kelompok kelas yang mahir membaca Al-Qur’an dan sewaktu waktu jika ada perlombaan MTQ tingkat Perguruan Tinggi maka merekalah yang akan dikirim. Tetapi jika belum bisa membaca Al-Qur’an dan juga belum lancar maka akan dimasukkan pada kelas bimbingan kelas pembinaan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), disamping akan mempelajari mata kuliah-mata kuliah lain sesuai dengan jurusan mereka, yang akan dilaksanakan pembinaannya dua kali dalam satu minggu lewat BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) jika telah ditelah diterima sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima. 2) Pada kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan). Pada kegiatan inisemua prosedur dan proses kegiatan kampus diperkenalkan sekaligus diajarkan pada kegiatan ini. 3) kegiatan perkuliahan ada kuliah BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an). Pada ujian ini dikhususkan bagi mahasiswa PIAUD dan semua mahasiswa pada semua jurusan yang belum mahir membaca Al-Qur’an (terbata-bata), belum mengenal huruf Al-Qur’an hingga yang belum bisa sama sekali membaca Al-Qur’an maka akan dilakukan pembinaan khusus untuk kuliah BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), agar mereka bisa lanjar membaca Al-Qur’an. 4) Acuan penilaiannya adalah: A+ = 4,00 , A= 3,75, A-= 3,50, B+= 3,25, B=3.00, B-= 2,75, C+=2,50, C=2,25, C-=2.00 dan D=1,75.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG TERSELENGGARANYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MELALUI KEGIATAN IBU PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA (PKK) DI DESA PELA KEC. MONTA Hadijah Hadijah; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.647

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif analitik, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini yaitutokoh masyarakat, guru, dan orangtua siswa yang ada di desa PelaKecamatan Monta. Terkait dengan tekhnik analisis data yang digunakanyaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HasilPenelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan beberapahal sebagai berikut: Tingkat partisipasi kader PKK Desa Pela dalammenyelenggarakan POS PAUD tersebut tergolong tinggi. Seluruh aktivitasdalam penyelenggaraan POS PAUD dilakoni sejak awal penyelenggaraanhingga saat ini. Hambatan yang dialami oleh masyarakat dalam mendukungterselenggaranya pendidikan anak usia dini melalui kegiatan ibu PKK diDesa Pela. Faktor Internal; Minimnya dana untuk menunjang sarana danprasarana, Tidak semua pendidik lulusan sarjana dan pengetahuan tentangPAUD. Faktor eksternal; Kurangnya kesadaran mengenai pentingnyapendidikan anak usia dini, Kurangnya minat orangtua membawa anak kePAUD, Banyak anak langsung ke sekolah dasar, Banyak anak tidak masuksekolah pada musim tanam.