Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan dan Peran Perawat dalam Perawatan Paliatif pada Pasien Kondisi Terminal Di RSI SA Semarang Saidah Qodtamalla; Erna Melastuti; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.886 KB)

Abstract

Keberhasilan perawatan paliatif sangat didukung oleh pengetahuan dan peran seorang perawat. Pengetahuan dan peran perawat yang baik dan tepat tentang perawatan paliatif diperlukan untuk pasien dalam kondisi terminal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan peran perawat pada perawatan paliatif pada pasien kondisi terminal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan observasional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perawat yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 90 orang dengan presentase 97,8%, perawat yang memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 1 orang dengan presentase 1,1%, dan perawat yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 1 orang dengan presentase 1,1%, total responden adalah 92 orang. Hasil penelitian ini didapatkan ada 90 responden yang memiliki pengetahuan yang baik akan tetapi ada hanya ada 76 responden yang memiliki peran yang baik, dengan begitu ada 14 responden yang memiliki pengetahuan baik tetapi memiliki peran yang cukup.
Edukasi Berbasis Digital tentang Pengetahuan Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Dengan Terapi Hemodialisis: Tinjauan Literatur Ekawati Ekawati; Erna Melastuti; Suyanto Suyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41889

Abstract

In the era of technology, providing digital-based education through the concept of applications by displaying theories or videos is one of the many results of technological advances that can be used as an interesting means of health education. This literature review aims to see the effectiveness of digital-based education in increasing the knowledge of chronic kidney disease (CKD) patients with hemodialysis therapy. The design used is a literature review. The search for articles in this study was through online databases that can be accessed via Google Scholar, Science Direct, Scopus, Elseiver and PubMed using keywords and Boolean Operators. Based on the results of the review of 10 selected journals, it was concluded that interventions by providing digital-based education and applications can effectively increase the knowledge of chronic kidney disease (CKD) patients with hemodialysis therapy. It is hoped that the provision of digital-based education and this application can be developed and used by health institutions and patients.
Faktor Pemberian Terapi Non Farmakologi Oleh Perawat Kepada Pasien Dengan Nyeri Post Operasi di Rumah Sakit : Studi Literatur Sri Lestari Handayani; Dwi Retno Sulistyaningsih; Suyanto Suyanto; Erna Melastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44497

Abstract

Ketidaknyamanan pasca-operasi merupakan masalah yang sering terjadi di lingkungan layanan kesehatan yang sering membuat pasien tidak puas. Perawat memiliki kemampuan untuk meredakan nyeri ini melalui terapi non-obat, namun dalam skenario dunia nyata, pendekatan semacam itu jarang digunakan oleh staf perawat. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang terkait dengan perawatan non-farmakologis yang diberikan oleh perawat untuk individu yang mengalami nyeri pasca-operasi di fasilitas medis. Kerangka kerja artikel ini adalah Tinjauan Pustaka. Ini melibatkan pemanfaatan kata kunci dan pencarian berbagai basis data atau jurnal yang dapat diakses melalui sumber daya seperti PubMed, Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan Elsevier. Tinjauan terhadap sepuluh jurnal terpilih menghasilkan kesimpulan bahwa aspek-aspek yang memengaruhi penerapan terapi non-farmakologis oleh perawat meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, pelatihan, kompetensi, beban kerja, dan faktor organisasi. Diharapkan bahwa temuan dari tinjauan pustaka ini akan berfungsi sebagai landasan dan panduan bagi penelitian masa depan dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, dan diharapkan bahwa peneliti berikutnya akan fokus pada pengembangan penelitian yang tidak hanya mengeksplorasi hubungan tetapi juga meneliti dampak terapi non-farmakologis dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien pasca-operasi.
Efektivitas Relaksasi Benson dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pre Operatif: Telaah Literatur Fegit Jupandri; Suyanto Suyanto; Nopi Nur Khasanah; Erna Melastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45338

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan sebelum dilakukan tindakan operasi adalah perasaan tidak nyaman yang dialami pasien yang akan menjalani prosedur anestesi, rawat inap, dan operasi. Relaksasi Benson adalah terapi yang bertujuan untuk menenangkan pikiran dan tubuh dengan cara menjauhkan diri dari rangsangan luar, sehingga membantu pasien untuk mencapai ketenangan batin. Teknik ini melibatkan metode seperti hipnotis, meditasi yoga, dan Latihan mental. Telaah literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pra operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain telaah literatur dengan pencarian artikel melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan Boolean Operator. Hasil: Berdasarkan analisis dari 10 artikel, relaksasi Benson terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operatif dibandingkan dengan Teknik distraksi lain atau menggunakan perawatan standar. Kesimpulan: Relaksasi Benson diharapkan dapat diadopsi oleh institusi Kesehatan sebagai intervensi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan pre-operatif.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KADAR HB PADA PASIEN HEMODIALISA Ainul Adillah Rusdiana; Erna Melastuti; Ahmad Ihklasul Amal
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.360

Abstract

Patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis often experience a decrease in hemoglobin levels as an indication of anemia, which is greatly influenced by various factors such as nutritional status, age, gender, and family history. This study aims to identify the factors affecting hemoglobin levels in hemodialysis patients at RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus. This study used a descriptive analytical method with a quantitative descriptive approach. A sample of 129 patients was taken using purposive sampling. Data were collected through observation and medical records, then analyzed using correlation and significance statistical tests. The analysis results showed that malnutrition has a significant relationship with hemoglobin levels (p < 0.05) using the Chi-square test, while factors such as age, gender, and family history did not show a significant relationship. Malnutrition impacts low hemoglobin levels, potentially worsening the patient's condition. Malnutrition is a significant factor affecting hemoglobin levels in hemodialysis patients. Therefore, special attention to the nutritional status of patients is very important to maintain hemoglobin levels and improve the quality of life of hemodialysis patients.
Pengalaman pasien myasthenia gravis yang menjalani therapeutic plasma exchange Catur Wijayanti; Dwi Retno Sulistyaningsih; Erna Melastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2643

Abstract

Background: Myasthenia gravis is a rare autoimmune neuromuscular disorder that significantly impacts patients' quality of life due to fluctuating muscle weakness and the risk of myasthenic crisis. Therapeutic plasma exchange is one of the primary therapies used to manage acute exacerbations by removing pathogenic antibodies from the circulation. Purpose: To explore the lived experiences of patients with myasthenia gravis undergoing therapeutic plasma exchange from physical, psychological, social, cultural, and spiritual perspectives. Method: A qualitative study using a phenomenological approach was conducted involving nine participants diagnosed with myasthenia gravis who had undergone therapeutic plasma exchange more than once. Data were collected through in-depth face-to-face interviews and analyzed using Husserlian phenomenological analysis. Results: Participants reported physical symptoms including ptosis, diplopia, dysphagia, dyspnea, dysphonia, and limb weakness. During the procedure, common complaints were a sensation of coldness and fatigue, while post-therapy improvements included reduced shortness of breath, clearer voice, improved eyelid function, and increased muscle strength. Conclusion: The experiences of patients with Myasthenia Gravis undergoing Plasma Exchange Therapy are multidimensional. Holistic nursing care that addresses physical, psychological, social, cultural, and spiritual aspects is crucial to support treatment success and improve patient outcomes.   Keywords: Holistic Nursing Care; Myasthenia Gravis; Phenomenology; Patient Experience; Therapeutic Plasma Exchange.   Pendahuluan: Miastenia Gravis adalah gangguan neuromuskular autoimun langka yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien karena kelemahan otot yang berfluktuasi dan risiko krisis miastenia. Pertukaran Plasma Terapeutik adalah salah satu terapi utama yang digunakan untuk mengelola eksaserbasi akut dengan menghilangkan antibodi patogen dari sirkulasi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien Miastenia Gravis yang menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik dari perspektif fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dilakukan yang melibatkan sembilan partisipan yang didiagnosis dengan Miastenia Gravis yang telah menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik lebih dari sekali. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka mendalam dan dianalisis menggunakan analisis fenomenologis Husserlian. Hasil: Partisipan melaporkan gejala fisik termasuk ptosis, diplopia, disfagia, dispnea, disfonia, dan kelemahan anggota tubuh. Selama prosedur, keluhan umum adalah sensasi dingin dan kelelahan, sementara perbaikan pasca-terapi meliputi berkurangnya sesak napas, suara yang lebih jernih, peningkatan fungsi kelopak mata, dan peningkatan kekuatan otot. Simpulan: Pengalaman pasien dengan Myasthenia Gravis yang menjalani Terapi Pertukaran Plasma bersifat multidimensional. Perawatan keperawatan holistik yang menangani aspek fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan hasil pasien.   Kata Kunci: Fenomenologi; Myasthenia Gravis; Pengalaman Pasien; Perawatan Keperawatan Holistik; Terapi Pertukaran Plasma.