Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknoinfo

MODEL BERBASIS FUZZY DENGAN FIS TSUKAMOTO UNTUK PENENTUAN BESARAN GAJI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN SWASTA Jhonnry Frengky Bire Logo; Agus Wantoro; Erliyan Redy Susanto
Jurnal Teknoinfo Vol 14, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v14i2.456

Abstract

Karyawan salah satu inti terpenting dalam perusahaan. Karyawan diperusahan memiliki masa kerja yang berbeda-beda yang membedakan besaran gaji yang diberikan. Karyawan yang telah memiliki masa kerja >1 tahun biasanya akan digolongkan menjadi karyawan lama, sedangkan karyawan yang baru masuk dengan masa kerja 0-1 tahun digolongkan karyawan baru. Adanya penggolongan tersebut mengakibatkan adanya perbedaan pada besaran gaji. Penghitungan gaji atau upah  menjadi kegiatan rutin setiap bulannya. Semua faktor dikumpulkan, kemudian dihitung dengan sangat cermat. Perusahaan berusaha menyusun gaji karyawan dengan baik, untuk memenuhi hak karyawan secara adil, sekaligus menjaga nilai perusahaan di pasar tenaga kerja. Jika sistem penggajian sebuah perusahaan terkesan buruk, tentu akan menurunkan minat tenaga kerja potensial untuk bergabung dengan perusahaan. Sistem pemberian gaji karyawan baru biasanya hanya berdasarkan pada jenjang pendidikan dan jabatan saja tanpa mempempertimbangkan faktor lain seperti pengalaman kerja, keahlian dan jumlah tanggungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk menentukan besaran gaji yang lebih sesuai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu logika Fuzzy dengan FIS Tsukamoto. Penelitian ini menghasilkan berupa model dan aplikasi. Penerapan metode fuzzy tsukamoto dapat diterapkan untuk perhitungan yang dapat digunakan oleh pihak management dalam membantu mengambil keputusan dalam penentuan perkiraan gaji dengan mempertimbangkan beberapa parameter sehingga besaran gaji yang diberikan akan lebih tepat
MODEL PRIORITAS PROGRAM PEMERATAAN IPM DI PROVINSI LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Erliyan Redy Susanto; Ajeng Savitri Puspaningrum
Jurnal Teknoinfo Vol 14, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v14i1.543

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 melaporkan bahwa Provinsi Lampung memiliki IPM paling rendah di pulau sumatera. Pemerintah telah menyusun Road map IPM Provinsi Lampung sebagai bagian dari strategi yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan IPM Provinsi Lampung. Provinsi Lampung diketahui hanya ada dua kabupaten/kota yang memiliki nilai IPM kategori tinggi dan diatas rata-rata IPM nasional. Meskipun demikian ada 13 kabupaten/kota yang masih membutuhkan perhatian yang lebih agar program pemerintah dapat tercapai terutama dalam peningkatan nilai IPM. Data IPM yang sering dipublikasikan pada pertengahan tahun menjadi menjadi tantangan pemerintah dalam membuat program kerja sebaik mungkin. Dengan demikian maka pemerintah perlu memiliki cara dalam menilai ketercapaian program terkait IPM setiap kabupaten/kota sehingga dapat segera melakukan perencanaan prioritas program pembangunan. AHP dipilih sebagai model untuk membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan IPM pada Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan Provinsi Lampung secara umum perlu memberikan perhatian lebih pada dimensi pendidikan