Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi gizi dan layanan kesehatan. Desa Bottomallangga di Kabupaten Enrekang merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi, dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan keluarga tentang gizi dan pola asuh, serta kurangnya peran aktif kader kesehatan dalam edukasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga dengan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, melalui program edukasi pencegahan stunting berbasis keluarga. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan pemangku kepentingan desa, penyuluhan, diskusi interaktif, pelatihan kader posyandu, serta pendampingan langsung kepada keluarga. Materi disampaikan secara partisipatif menggunakan media visual dan bahasa lokal agar mudah dipahami. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap isu stunting sebesar rata-rata 45% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kader posyandu mengalami peningkatan kapasitas dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak dan edukasi keluarga. Kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku keluarga dalam pemberian makanan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini berhasil membangun sinergi antara keluarga, kader, dan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Hasil yang diperoleh menunjukkan potensi replikasi program serupa di wilayah lain sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis komunitas yang berkelanjutan.