Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KETERGANTUNGAN TANAMAN TERHADAP MIKORIZA SEBAGAI KAJIAN POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA PADA BUDIDAYA TANAMAN BERKELANJUTAN Oetami Dwi Hajoeningtijas
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 11, No 2 (2009): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v11i2.982

Abstract

Mikoriza adalah struktur sistem perakaran yang tertentu sebagai manifestasi adanya simbiosis mutualis antara cendawan (myces) dan perakaran (rhiza) tumbuhan tingkat tinggi. Konsep ketergantungan tanaman akan mikoriza adalah tingkat relatif dimana tanaman tergantung pada keberadaan cendawan mikoriza untuk mencapai pertumbuhannya yang maksimum pada tingkat kesuburan tanah tertentu Setelah melalui kajian mendasar dari pustaka terkait dan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat digarisbawahi beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman yang mengarah pada pertanian berkelanjutan dengan mendayamanfaatkan potensi mikoriza, di antaranya: Berkaitan dengan pengembangan keilmuan, masih kurangnya informasi tentang ketergantungan tanaman terhadap mikoriza untuk beberapa tanaman di Indonesia, maka penelitian tentang hal ini masih perlu dilakukan. Diharapkan hasil-hasil penelitian yang ada lebih diarahkan pada tanaman-tanaman dengan nilai ekonomi tinggi, atau tanaman-tanaman yang merupakan kebutuhan ‘prioritas’ masyarakat pada umumnya. Sehingga upaya ke arah pengambangan pertanian berkelanjutan dapat lebih cepat tercapai. Selanjutnya, dapat dikemukakan bahwa ketergantungan tanaman terhadap mikoriza dapat digunakan sebagai pertimbangan mendasar potensi pendayamanfaatan mikoriza pada budidaya tanaman berkelanjutan. Kata kunci : ketergantungan mikoriza, potensi mikoriza, pertanian berkelanjutan
PENGARUH DOSIS KOMPOS FERMENTASI DAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris. L) Putri Amilda; Oetami Dwi Hajoeningtijas; Aman Suyadi
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 12, No 1 (2010): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v12i1.987

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos fermentasi yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis; dan pengaruh perlakuan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh saling tindak antara dosis kompos fermentasi dan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, desa Bojong Sari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 110 meter dpl dengan jenis tanah latosol. Dilaksanakan pada bulan Juli 2009 – Oktober 2009. Penelitian merupakan percobaan polibag dengan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di lapang dengan pola faktorial. Faktor yang dicoba yaitu: (1) faktor pertama adalah perlakuan dosis kompos fermentasi terdiri dari tiga taraf : D1 (15000 kg/ ha atau 75 gram / polibag), D2 (20000 kg/ ha atau 100 gram / polibag) dan D3 (25000 kg/ ha atau 125 gram / polibag); (2) faktor kedua adalah perlakuan penggunaan mikoriza terdiri dari : M1 (tanpa menggunakan mikoriza) dan M2 (menggunakan mikoriza). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan ulangan empat kali. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan pupuk kompos fermentasi menunjukkan hasil berbeda nyata pada variabel jumlah polong tanaman buncis, dan perlakuan D2 atau 20000 kg/ ha atau 125 gram / polibag memberikan jumlah polong tinggi yaitu 13.918 gram. Sedangkan penggunaan pupuk hayati mikoriza tidak berpengaruh nyata variabel panjang tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot polong, bobot brangkasan atas dan bobot brangkasan bawah. Selain itu terdapat saling tindak antara pupuk kompos fermentasi 20.000 kg/1 ha atau 100 gram / polibag dan penggunan pupuk hayati mikoriza yang memberikan bobot brangkasan bawah tanaman paling tinggi yaitu 2.228 gram. Kata kunci : Kompos fermentasi, pupuk hayati mikoriza, buncis.