Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA dan HPMC Terhadap Stabilitas Fisik Masker Gel Peel-Off Ekstrak Metanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Rizky Nur Amaliah; Dina Rahmawanty; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5789

Abstract

ABSTRAK Carica papaya merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Namun, biji C. papaya kurang dimanfaatkan, hanya digunakan sebagai bibit, dan sisanya dibuang. Sediaan yang dibuat dalam penelitian ini adalah masker gel peel off ekstrak metanol bji C. papaya dengan variasi konsentrasi HPMC dan PVA. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kombinasi HPMC dan PVA terhadap kestabilan formula gel selama perlakuan cycling test selama 6 siklus. Tiga formula sediaan masker gel peel off yaitu F1 (HPMC 2%: PVA 10%), F2 (HPMC 3%:PVA 9%), dan FIII (HPMC 4%: PVA 8%). Hasil evaluasi (daya lekat, daya sebar, pH, waktu kering, dan viskositas) penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS dan level kepercayaan 95%. Kombinasi HPMC dan PVA memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan waktu mengering (p
Review: Aktivitas Farmakologi Dan Perkembangan Produk Dari Lidah Buaya (Aloe vera L.) Dian Kurnia; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6073

Abstract

ABSTRAK      Lidah buaya (Aloe vera L.) diketahui mengandung banyak senyawa kimia alami, seperti antrakuinon, asam amino, acemannan, aloesin, glukomanan yang bertanggungjawab memberikan efek teraupetik yang bermanfaat dalam dunia farmasi. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait aktivitas farmakologi dan perkembangan produk dari lidah buaya dalam bidang farmasi. Pada Review artikel ini data yang disajikan diperoleh dari literatur online berupa jurnal dan artikel ilmiah publikasi lokal maupun internasional dan literatur offline berupa buku dan ­e-book. Diketahui bahwa lidah buaya memiliki berbagai aktivitas farmakologi yaitu sebagai antiinflamasi, berperan dalam penyembuhan luka, antibakteri, antifungi, antivirus, antioksidan, antikanker, antitumor, antikolesterol, dan antiulcer. Penggunaan lidah buaya dalam produk farmasi juga telah mengalami perkembangan diantaranya yaitu sediaan nano partikel, tablet, suppositoria, gel dan krim.  Kata Kunci— Aloe vera L., Aktivitas farmakologi, Perkembangan produk  ABSTRACT Aloe vera L. contains many natural chemical compounds, such as anthraquinone, amino acids, acemannan, aloesin, glucomannan which are responsible for providing therapeutic effects that are useful in pharmaceutical. The aims of this review is to provide information about pharmacological activities and products development of Aloe vera. In this article review, online and offline literatures were used. Online literature such us journals and articles obtained from local and international, while the offline literature such us books and e-books. It is known that aloe vera has a variety of pharmacological activities, that act as antiinflammatory, wound healing, antibacterial, antifungal, antiviral, antioxidant, anticancer, antitumor, anticholesterol, and antiulcer. Pharmaceutical products of Aloe vera also have been developed such us nanoparticles products, tablets, suppositories, gels and creams.  Keywords— Aloe vera L., Pharmacological activities, Products development
Uji Karakteristik Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan Variasi Karbopol dan HPMC Nurlely Nurlely; Aulia Rahmah; Prima Happy Ratnapuri; Valentina Meta Srikartika; Khoerul Anwar
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.9346

Abstract

Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L) mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, antrakuinon, glikosida dan terpenoid yang secara empiris digunakan sebagai obat luka. Gel merupakan sediaan farmasi yang lebih mudah diaplikasikan secara topical, tidak berminyak dan mudah untuk dibersihkan untuk menyembuhkan luka yang menggunakan gelling agent HPMC dan Karbopol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi HPMC dan karbopol terhadap karakteristik fisik sediaan gel ekstrak etanol daun kirinyuh (C. odorata). Sediaan gel dibuat dengan menggunakan ekstrak etanol daun kirinyuh 0,5% dan gelling agent HPMC dan karbopol dengan variasi konsentrasi dalam 3 formula serta bahan tambahan gel lainnya. Perbandingan HPMC dan karbopol untuk formula 1,2 dan 3 berturut-turut adalah : 70%:30% ; 50%:50% dan 30%:70%. Setelah itu dilakukan uji karakteristik fisik yaitu organoleptis, homegenitas, daya sebar, daya lengket, viskositas dan pH untuk ketiga formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel pada ketiga formula adalah berwarna hijau olive, berbau khas, konsistensi kental hingga sangat kental, homogen, daya sebar : 5,8-8,6 cm, daya lekat; 2,19-6,76 detik, viskositas: 3600-18000 cps dan pH: 5,1 – 5,88. Pada formula 1 dihasilkan daya sebar dan daya lekat yang belum memenuhi persyaratan sediaan gel yang baik sedangkan formula 2 dan 3 telah memenuhi semua persyaratan pada hasil uji karakteristik fisik sediaan gel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa HPMC dan Karbopol memberikan pengaruh terhadap karakteristik sediaan gel ekstrak etanol daun kirinyuh (C. odorata). Kata Kunci: Kirinyuh, Gel, Karakteristik Fisik         Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L) containing alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, anthraquinone, glicoside and terpenoid possess an activity as wound healing empirically. Gel is one of pharmaceutical preparations containing HPMC and Carbopol as gelling agents. It is also cosmetically acceptable, tends to be drying easily, and can be easily removed from the skin. This research aimed to determine the effect of gel of ethanol extract of Kirinyuh leaves (C. odorata) contained various concentrations of gelling agent of HPMC and Carbopol in 3 formulas. Gel was formulated with 0.5% ethanol extract of Kirinyuh leaves (C. odorata) and used variation concentration of gelling agent of HPMC and Carbopol in formula 1, 2 and 3 of 70%:30% ; 50%:50% and 30%:70% respectively. Physical characteristics of gel included organoleptic, homogeneity, spreadability, adhesion, viscosity and pH value were analysed for all formulas. All prepared gels were acceptable in organoleptic tests, homogeneity test, speadibility : 5,8-8,6 cm, adhesion: 2. 19-6.76 sec, viscosity: 3600-18000 cps and pH: 5.1 – 5.88. Spreadibility and adhesion in Formula 1 did not meet al..l of the requirements for good gel formulations while Formula 2 and 3 have met al..l of the requirements. Therefore, it can be concluded that HPMC and Carbopol possess an effect on the physical characteristics of gel of ethanol extract of kirinyuh leaves (C. odorata)
Stabilitas Fisik Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol Daging Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll. Arg.) Prima Happy Ratnapuri; Fajrina Haitami; Mia Fitriana
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7345

Abstract

ABSTRAK Ekstrak etanol daging buah limpasu (Baccaurea lanceolata (Miq.). Müll. Arg.) telah teruji memiliki aktivitas tabir surya secara in vitro, sehingga diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi (% b/b) ekstrak etanol daging B.lanceolata FI (4%), FII (5%) dan FIII (6%). Sediaan emulgel yang telah dibuat selanjutnya perlu dilakukan uji stabilitas fisik saat penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak etanol daging buah B. lanceolata selama penyimpanan. Uji stabilitas fisik dilakukan selama 28 hari pada suhu tinggi 40°±2°C dan suhu ruang 28°C±2°C dengan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Analisis secara statistik dilakukan dengan software SPSS 21 pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian pada formula I, II, dan III dengan variasi konsentrasi ekstrak menunjukkan bahwa penyimpanan selama 28 hari pada suhu tinggi 40°±2°C dan ruang 28°C±2°C tidak mempengaruhi kestabilan pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat gel (p>0,050). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan emulgel ekstrak etanol daging B. lanceolata stabil secara fisik selama 28 hari pada suhu tinggi 40°±2°C dan suhu ruang 28°C±2°C. Kata Kunci: Baccaurea lanceolata, ekstrak etanol, emulgel, stabilitas fisik.  ABSTRACT Limpasu (Baccaurea lanceolata (Miq.). Müll. Arg.) fructus ethanol extract has been reported as sunscreen activity by in vitro test, so that it could be formulated in sunscreen product with their concentration variances FI (4%), FII (5%) and FIII (6%) (% b/b). The further this preparation needs to be tested for physical stability during storage. This study aimed to determine the emulgel stability physically of B.lanceolata fructus ethanol extract during storage. Physical stability test was performed at high temperature 40°±2°C and room temperature of 28°±2oC during 28 days with evaluation including organoleptic, pH, dispersive, adhesion power and viscosity test on days 0, 7, 14, 21 and 28. Statistical analysis, SPSS 21 software at 95% confidence level. This study results, formula I, II, and III with their concentration variances showed that storage for 28 days at high temperature 40°±2°C and 28°±2° C didn’t affect the pH, viscosity, dispersive, adhesion power stability (p>0,050). The conclusion of this study showed that the emulgel preparation of B. lanceolata fructus ethanol extract were physically stable for 28 days at high temperature of 40°±2°C and room temperature of 28°C±2°C. Keywords: Baccaurea lanceolata, ethanol extract, emulgel, physical stability
Uji Disolusi Terbanding Tablet Ofloxacin Berlogo dan Generik Bermerek Terhadap Inovator Dalam Media Dapar HCl pH 4,5 Winsa Wira Wijaya; Prima Happy Ratnapuri; Mia Fitriana
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5752

Abstract

ABSTRAK Uji disolusi terbanding merupakan pengujian yang dapat digunakan untuk memastikan ekivalensi dan sifat-sifat produk obat. Uji disolusi terbanding dilakukan dalam media disolusi dengan pH yang disesuaikan dengan kondisi in vivo yaitu pada pH 1,2; 4,5; dan 6,8. Obat generik dan generik bermerek yang wajib uji ekivalensi salah satunya yaitu ofloxacin. Ofloxacin merupakan suatu obat yang memiliki sifat kationik, anionik, dan zwitter ion. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ekivalensi profil disolusi terbanding yang dianalisis dengan parameter f1, f2, dan DE70 antara ofloxacin generik berlogo dan generik bermerek terhadap inovator dalam media dapar asetat pH 4,5. Uji disolusi dilakukan sesuai USP 32-NF 27 yaitu menggunakan alat uji tipe 2 pada suhu 37 ± 0,50C dengan kecepatan putar 50 rpm. Analisis hasil yang digunakan untuk menentukan ekivalensi profil disolusi yaitu difference factor (f1), similarity factor (f2), dan dissolution efficiency (DE70). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa sampel yang memiliki ekivalensi profil disolusi terbanding yang dianalisis dengan parameter f1, f2, dan DE70 terhadap produk inovator dalam media dapar asetat pH 4,5 yaitu sampel A (generik bermerek) dan sampel B (generik berlogo). Kata kunci : ofloxacin, disolusi terbanding, difference factor (f1), similarity factor (f2), dan dissolution efficiency (DE70). ABSTRACT Comparative dissolution is a test that can be used to ensure equivalence and properties of medicinal products. Comparative dissolution test has done in a dissolution medium with pH adjusted to in vivo conditions at pH 1,2; 4,5; and 6,8. One of generic and generic branded drug that need equivalence test is ofloxacin. Ofloxacin is a drug which are cationic, anionic, and zwitter ion. The aim of this study was to determine equivalence comporative of dissolution profiles, then analyzed with f1, f2, and DE70 parameters between generic and generic branded to innovators ofloxacin in media acetate buffer pH 4,5. Dissolution test was accordance to USP 32-NF 27 that used equipment test type 2 at temperature 37 ± 0,50 C with rotary speed 50 rpm. The analysis results were used to determine equivalence dissolution profile e.g. difference factor (f1), similarity factor (f2), and dissolution efficiency (DE70). The results this study showed that samples had equivalence comporative of dissolution profiles which were analyzed with f1, f2, and DE70 parameters to innovator product in media acetate buffer pH 4,5 was sample code A (generic branded) and sample code B (generic). Keywords: ofloxacin, comparative dissolution, difference factor (f1), similarity factor (f2), and dissolution efficiency (DE70).
Kesesuaian Penggunaan Obat di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Banjarbaru Tahun 2019 Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut WHO Herningtyas Nautika Lingga; Oktaviani Nadia Aulia; Prima Happy Ratnapuri; Jingga Septiandy
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.15491

Abstract

Penggunaan obat rasional sangat penting dalam mendukung ketercapaian kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Ketidakrasionalan penggunaan obat berdampak buruk dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan obat di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Banjarbaru dilihat dari indikator peresepan World Health Organization. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah resep pasien rawat jalan tahun 2019 sebanyak 195 sampel. Hasil dari penelitian ini secara berturut-turut yaitu rata-rata item obat perlembar resep 2,3; persentase peresepan antibiotik 21.02%; persentase penggunaan obat sesuai formularium 82,81%; persentase peresepan obat generik 89,50%; persentase peresepan sediaan injeksi 0%. Kesimpulannya terdapat 3 indikator yang sesuai dengan indikator WHO yaitu persentase peresepan obat generik, persentase persepan antibiotik dan persentase peresepan sediaan injeksi. Kata Kunci: Indikator Peresepan, Indikator WHO 1993, Penggunaan Obat, Puskesmas, Rasionalitas   Rational drug use is very important to achieve quality of life and better public welfare and provide benefits to society from an economic perspective. Irrational drugs use can raise a danger such as unwanted reaction. This study aimed to describe drugs use at Cempaka primary healthcare Banjarbaru based on  prescribing indicators by WHO. This study was observational with descriptive design. Data collection was conducted retrospectively. Sample of this study was outpatient prescription in 2019 as much as 195. Results of this study showed that average number of drugs per encounter was 2,3; percentage of antibiotics was 21,02%; percentage of drugs prescribed from essential drugs list was 82,81%; percentage of using generic drugs was 89,50%, percentage of injection was 0%. In conclusion, 3 indicators were obtained in accordance with the WHO indicator, namely the percentage of using generic drugs, percentage of antibiotic and percentage of injection.