Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEM DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN MANURAN, Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne (Rubiaceae) Arnida Arnida; Sutomo Sutomo; Lia Rosyidah
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 6, No 1 (2019): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.338 KB) | DOI: 10.33096/jffi.v6i1.459

Abstract

Malaria is a serious disease caused by Plasmodium parasites and is transmitted by the salivary glands of female Anopheles mosquito. The manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) is empirically used as a malarial treatment. The study aimed to determine the IC50 value of ethyl acetate fraction and the coumpounds contained on the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf ethyl acetat fraction. The identification of chemical composition used tube test method. The inhibitory activity of heme polymerization in vitro did by Basillico modified method. The identification of chemical contents on the ethyl acetate fraction of C. tomentosa leaf Valeton ex K. Heyne showed positive results containing flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, and anthraquinone. The average percentage heme polymerization inhibition of C. tomentosa valeton ex K. Heyne leaf ethyl acetate fraction respectively from large to small concentrations of 97.94; 96.94; 95.01; 91.63; 86.19; 76.12; and 44.83 %. Result of probit analysis, that it has HPIA IC50 value of 0.252±0.009 mg/mL and chloroquine diphosphate was 0.214±0.012 mg/mL. The independent sample T-test showed that there was significant difference between IC50 value of them. The ethyl acetate fraction of C. tomentosa leaf Valeton ex K. Heyne has heme polymerization inhibition activity.
ISOLASI SENYAWA KIMIA FRAKSI n-HEKSANA DAUN BILARAN TAPAH (Argyreia nervosa (Burm. F.) ASAL KALIMANTAN SELATAN Sutomo Sutomo; Putri Helena Junjung Buih; Arnida Arnida
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 7, No 2 (2020): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v7i2.527

Abstract

ABSTRACTOne of the plants that is used empirically by people in South Kalimantan as a traditional medicine is bilaran tapah (Argyreia nervosa (Burm. F.). This plants that has purposed antiinflamation, antimicroba, antidiabetic, diuretic, and aphrodisiac. This research aims to isolate and explore the chemical compounds of n-hexana fraction of A. nervosa leaves. Extraction is conducted by using maceration method. Isolation is conducted by using Vacumn Liquid Chromatography and gravity chromatography column. Identification qualitative assay of compound used TLC test, UV-Vis and FTIR spectrophotometry. The extraction of 500 grams A. nervosa leaves rough powder with 96% ethanol extracts produces 16,92% of rendement. The fractionation of 30 grams ethanol extracts with n-hexane produces 23,60% of rendement. N-hexane fraction by using VLC with n-hexane : ethyl acetate eluent 25:1; 20:1; 15:1; 10:1; 9:1; 8:2; 7:3 ; 6:4) v/v and methanol : etyl acetate (1:4) v/v produces fractions A, B, C, D, E, F, G, H, and I. Fraction F was chosen for isolation using PTLC with n-hexane :etyl acetate eluent (8:2) v/v. Fraction C is chosen to be isolated by using gravity chromatography column with n-hexane : ethyl acetate eluent (25:1) v/v. TLC qualitative test with H2SO4 10% and Liebermann-Burchard reagent shows that C-4 isolates contains terpenoid compounds. Analysis of C-4 isolates by using UV-Vis spectrophotometry reach peak at λ 245 nm. Analysis FTIR spectra shows that the functional groups of C-4 isolates are -OH (3309.85 cm-1), -CH aliphatic (2939.52 cm -1 and 2870.08 cm-1), C = C (1635.64 cm- 1) and C-O (1033,85 cm-1).
Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem Ekstrak Etanol Daun Cambai Utan (Piper porphyrophyllum) Arnida Arnida; Nurlely Nurlely; Nani Kartinah; Sutomo Sutomo
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25877

Abstract

Resistensi Plasmodium terhadap obat malaria mengakibatkan kegagalan pengobatan. Oleh karena itu ketersediaan antimalaria baru sangat diperlukan untuk melawan resistensi. Pencarian obat baru terus dilakukan melalui berbagai cara termasuk eksplorasi tanaman yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujun untuk menentukan aktivitas penghambatan polimerissi hem dari ekstrak etanol daun Cambai Utan (Piper porphyrophyllum) berdasarkan nilai IC50. Pengujian aktivitas penghambatan polimerisasi hem merupakan suatu metode pengujian awal untuk mengetahui potensi antimalaria. Prinsipnya secara in vitro  menyerupai  mekanisme kerja antimalaria yang menghambat terjadinya polimerisasi hem di dalam Plasmodium. Sampel dan kontrol posistif (klorokuin) dibuat peirngakat konsnetrasi, direaksikan dengan hematin dan asam asetat glasial kemudian diukur absorbansinya pada Elisa Reader panjang gelombang 405 nm, yang dipersamakan pada kurva baku. Nilai persen penghambatan versus konsentrasi dianalisis dengan analisis probit sehingga diperoleh nilai IC50. Persamaan kurva baku yang diperoleh yaitu : y = 0,011x + 0,247. Penghambatan polimerisasi hem ekstrak etanol daun P.  porphyrophyllum masing-masing konsentrasi 10; 5; 2,5; 1,25; 0,625; dan 0,3125 mg/mL adalah berturut-turut 91,82 ± 5,47% ; 84,57 ± 6,18 %; 77,28 ± 7,81 %; 68,46 ± 7,51 %; 57,24 ± 6,23 %; 40,50 ± 7,52 %. Nilai IC50 diperoleh menggunakan analisis probit. Analisis probit menunjukkan bahwa IC50 rata-rata untuk ekstrak adalah 0,47 ± 0,09 mg/mL, sedangkan rata-rata IC50 dari klorokuin adalah 4,67 ± 1,17  mg/mL. Ekstrak etanol daun P.  porphyrophyllum memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem dengan nilai IC50 0,47 ± 0,09 mg/mL
Formulasi Tablet Effervescent dari Fraksi Etil Asetat Buah Kasturi (Mangifera Casturi Kosterm) Asal Kalimantan Selatan Sutomo Sutomo; Najat Su'aida; Amida Amida
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25876

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang mengandung senyawa dengan aktivitas antioksidan. Mangifera casturi sangat berpotensi untuk dikembangkan, salah satunya sebagai suatu sediaan seperti tablet effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi  fraksi etil asetat buah M. casturi terhadap karakteristik tablet effervescent. Ekstrak buah M. casturi diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi hingga didapatkan fraksi kental etil asetat. Variasi konsentrasi fraksi etil asetat yang digunakan antara lain : Formula 1 (125 mg), formula 2 (250 mg), dan formula 3 (500 mg). Masing-masing formula dibuat menggunakan metode kempa langsung dan dilakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, kekerasan tablet, waktu larut dan pH, kemudian dianalisis dengan SPSS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa variasi fraksi etil asetat buah M.casturi memberikan pengaruh terhadap warna, kadar air, kekerasan tablet dan waktu larut tablet effervescent. Formula tablet effervescent yang mengandung konsentrasi 125 mg fraksi etil asetat merupakan tablet yang paling baik dengan hasil evaluasi warna (coklat terang), kadar air (4%), kekerasan tablet (8 kg), dan waktu larut (1,31 menit).
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL MELALUI PENINGKATAN KETRAMPILAN DASAR PEMBUATANNYA SECARA BENAR DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Sutomo Sutomo; Arnida Arnida; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v3i1.38

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dapat memberikan nilai tambah bagi usaha kecil karena umumnya dapat meningkatkan pengetahuan dalam berwirausaha. Dalam hal kemitraan, keinginan yang kuat untuk meningkatkan usaha secara bersama-sama merupakan keharusan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh serta mensinergikan program yang direncanakan dengan program mitra. Tujuan pengabdian adalah peningkatan kualitas dan kuantitas layanan (produk), peningkatan nilai tambah bagi pelaku kemitraan maupun masyarakat, menguatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga, meningkatkan media sosialisasi, promosi dan publikasi, serta meningkatkan akses pemasaran. Hasil kegiatan PKM yaitu dapat memberikan informasi kepada mitra (pengusaha obat tradisional) dengan pemahaman tentang pembuatan produk berdasarkan pedoman cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Kegiatan yang telah dilakukan yaitu melakukan tranfer pengetahuan secara periodik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil obat tradisonal dimaksud. Selain itu juga telah diberikan pemahaman mengenai lay out denah bangunan yang akan digunakan untuk produksi mitra. Dalam pengolahan bahan baku pengabdi telah melakukan bimbingan teknis terkait pengolahan sampel mulai dari teknik pengambilan hingga pengolahannya. Khususnya dalam teknik penyulingan minyak serai, pengabdi juga melakukan bimbingan yang benar terkait dengan metodenya. Saat ini mitra sudah memahami dasar-dasar penyulingan minyak serai dan masih terus titingkatkan agar ke depan dapat lebih mandiri. Apabila mitra melakukan pengadaan bahan baku sendiri, maka akan diberikan pengenalan bagaimana cara memilih bahan baku yang baik, pengolahan menjadi produk sederhana yang bermanfaat. Pengembangan produk unggulan (sabun kesehatan serai wangi) telah meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas produk yang baik akan memberikan kepercayaan kepada konsumen sehingga diharapkan akan meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kata Kunci : Obat tradisional, CPOTB, produk, usaha kecil, sabun serai
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK METANOLIK BUAH MANGGA KASTURI (Mangifera casturi) MELALUI PENGHAMBATAN MIGRASI LEUKOSIT PADA MENCIT YANG DIINDUKSI THIOGLIKOLAT Nanang Fakhrudin; Peni Susilowati Putri; Sutomo Sutomo; Subagus Wahyuono
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.981 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8217

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi) is a plant originally from Kalimantan, mainly in South Kalimantan. Although there is no report regarding the usage of the fruit in traditional healings, current research demonstrate that methanolic extract of Mangifera casturi fruit demonstrated high antioxidant activity. As oxidant plays crucial role in inflammatory related diseases, we investigate the antiinflammatory effect of Mangifera casturi fruit methanolic extract. To assess the antiinflammatory activity, we used thioglycollate-induced leukocyte migration in mice.  Male balb/c mice were pretreated (i.p) with Mangifera casturi fruit methanolic extract followed by thioglikolat (i.p) to induce leukocyte migration. After 4,5 hours, the mice were sacrificed and the number of leukocytes were counted using hemocytometer under light microscope.   Our experiment indicates that Mangifera casturi fruit methanolic extract significantly exhibited antiinflammatory activity by inhibiting the migration of leukocytes induced by thioglycollate. However, the activity of the extracts was lower than the positive control, indomethacin. Further purification was required to obtain the active compound with the activity comparable to indomethacin. Thin layer chromatography (TLC) analysis demonstrates that the methanolic extract of Mangifera casturi fruit contains terpenoid and phenolic compounds.
AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM In vitro DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA DARI EKSTRAK ETANOL BATANG MANURAN (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) ASAL KALIMANTAN SELATAN Arnida Arnida; Eka Rahmawaty Sahi; Sutomo Sutomo
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.024 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.119

Abstract

Resistensi Plasmodium terhadap obat malaria mengakibatkan kegagalan pengobatan. Hal ini merupakan ancaman terlebih belum ditemukannya obat alternatif yang efektif untuk melawan resistensi.  Oleh karena itu ketersediaan antimalaria baru sangat diperlukan untuk melawan resistensi. Pencarian obat baru terus dilakukan melalui berbagai cara termasuk eksplorasi dan pengembangan bahan alam. Pemilihan bahan alam biasanya berdasarkan penggunaan secara empiris oleh masyarakat. Tanaman Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) digunakan oleh masyarakat di Kotabaru Kalimantan Selatan untuk mengobati malaria. Penelitian yang dilaksanakan adalah melakukan uji aktivitas antiplasmodium in vitro dengan menentukan nilai konsentrasi penghambatan (IC50­­) dan melakukan identifikasi golongan senyawa dari ekstrak etanol batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne. Berdasarkan identifikasi golongan senyawa kimia dengan skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan adanya senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin dan antrakuinon pada batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne. Ekstrak etanol batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne mempunyai aktivitas antiplasmodium in vitro tergolong aktif dengan IC50 45,864 ± 0,76 µg/mL.
STANDARDISASI BUAH CABE RAWIT HIYUNG (Capsicum frutescens L.) ASAL TAPIN KALIMANTAN SELATAN Sutomo Sutomo; Aulea Rahmawati; Muhammad Ikhwan Rizki
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.304 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.121

Abstract

Cabe rawit hiyung (Capsicum frutescens L.) merupakan cabe rawit lokal khas Tapin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter standardisasi simplisia dan ekstrak buah cabe rawit hiyung. Standardisasi dilakukan dengan menetapkan nilai parameter spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak dari tiga tempat tumbuh yang berbeda yang meliputi uji organoleptik simplisia, uji mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, susut pengeringan, kadar abu total simplisia, kadar abu tidak larut asam simplisia, cemaran logam berat, pemerian ekstrak, rendemen, skrining fitokimia, pola kromatografi, penentuan kadar flavonoid total, kadar air, kadar abu total ekstrak, dan kadar abu tidak larut asam ekstrak. Hasil uji  standardisasi simplisia dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa serbuk, berwarna kemerahan, rasa sangat pedas, berbau khas, terdapat sel epidermis, hipodermis dan parenkrim mesokarp, kadar sari larut etanol 19,55 ± 1,07%, kadar sari larut dalam air 32,33 ± 2,03%, susut pengeringan 2,22 ± 0,51%, kadar abu total 4,11 ± 0,44%, kadar abu tidak larut asam 0,14 ± 0,01%, cemaran logam berat Pb 2,00 mg/kg dan Cd 4,00 mg/kg. Hasil uji standardisasi ekstrak dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa ekstrak kental, berwarna coklat, rasa sangat pedas, berbau khas, dengan rendemen sebesar 19,19 ± 1,03%, kandungan kimia yang terkandung adalah alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, pola kromatogram dengan nilai Rf 0,18; 0,60; 0,98, kadar flavonoid total yang paling besar yaitu desa Sungai Rutas 0,339%, kadar air 11 ± 0,67%, kadar abu total 7,96 ± 0,80%, dan kadar abu tidak larut asam 0,61 ± 0,05%.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN RACUN AYAM (Brucea javanica [L.] Merr.) ASAL KALIMANTAN SELATAN Sutomo Sutomo; Fahriah Fahriah; Arnida Arnida
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.647 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.607

Abstract

Racun ayam is one of the plants which has several activities in its fruits, one of which is an antibacterial. This study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of racun ayam leaves. The extraction was done by maceration method using ethanol as a solvent. Antibacterial activity assay was carried out on S. aureus, E. coli, and P. aeruginosa bacteria by disk diffusion method at the concentrations of 80, 100, and 120 ppm. The results showed that the ethanol extract of B. javanica leaves had the greatest inhibition zone on E. coli with inhibition zone diameter values ​​at 80, 100, and 120 ppm were 11.7 mm, 14.5 mm and 19.67 mm respectively. Inhibition zones in S. aureus could only be seen at 100 and 120 ppm which had inhibition zone diameters at 1.17 mm and 2.17 mm respectively, whereas in P. aeruginosa they did not have any inhibitory zone values. The results of statistical analysis showed a significance of the inhibition zone diameter values ​​of E. coli bacteria starting at 80 ppm with a sig value of 0.034. Due to a sig value was <0.05, it was categorized as significantly different from the negative control. The bacteria of S. aureus which had ​​<0.05 for sig values only found on 100 ppm and 120 ppm. Bacteria P. aeruginosa which had sig value >0.05 was not significantly different at all concentrations
Heme Polymerization Inhibitory Activity And Phytochemical Screening Of Ethyl Acetate Fraction In Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne) Stem Arnida; Siti Humairah Z.A; Sutomo; Fadlillahturrahmah
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v6i1.165

Abstract

The native Indonesian plant that is empirically used as an antimalarial agent is manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne). This study aims to determine chemical compound and heme polymerization inhibitory activity of ethyl acetate fraction of C. Tomentosa stem based on IC50 value. The method identification of chemical compound used tube test, and the method of heme polymerization inhibitory activity was Basilico through in vitro method. The results of chemical compound identification of the ethyl acetate fraction of C. Tomentosa showed the presence of flavonoids, terpenoids, saponins, tannins, and anthraquinones. The average percentages of heme polymerization inhibitory activity of ethyl acetate fraction of C. Tomentosa stem from concentration 20; 10; 5; 2.5; 1.25; 0.625; 0.3125 mg / mL were 98.507; 97,872; 96,407; 93,560; 88,419; 80,680; and 45.467%.The averages of IC50 of ethyl acetate fraction and chloroquine diphosphate were 0.24 &plusmn; 0.018 mg/mL and 0.214 &plusmn; 0.012 mg/mL. This shows that the ethyl acetate fraction of C. Tomentosa stem has heme polymerization inhibitory activity. The result of the independent sample t-Test obtained the significance value of 0.111 (p more than 0.05) that there was no significant difference. It means that the ethyl acetate fraction of C. Tomentosa stem has heme polymerization inhibitory activity as well as chloroquine diphosphate. This suggests the potentiation of the methyl acetate fraction of the stem C. Tomentosa as anti-malarial.